Anda di halaman 1dari 21

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM NTT

RUMAH DETENSI IMIGRASI KUPANG


Istilah Rumah Detensi Imigrasi merupakan pembaharuan dari istilah kata “Karantina”
yang digunakan untuk penempatan/ penampungan sementara orang asing yang
melanggar Peraturan Perundang-undangan yang dikenakan tindakan keimigrasian dan
yang sedang menunggu proses pemulangan ke negaranya.

Unit Pelaksana Teknis yang menjalankan Fungsi Keimigrasian sebagai


tempat penampungan sementara bagi Orang Asing yang dikenai
Tindakan Administratif Keimigrasian.
 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.
 Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi
 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M-01.PR.07.10 Tahun 2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tata Naskah
Dinas.
 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.05.IL.02.01 Tahun 2006 tentang Rumah Detensi
Imigrasi.
 Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.01.PL.07.04 Tahun 2004 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Rumah Detensi Imigrasi.
 Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI.1489.UM.08.05 Tahun 2010 tentang Penanganan Imigran Ilegal.
 Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor : F-1002.PR.02.10 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pendetensian Orang
Asing.
 Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor : IMI.1917.OT.02.01 Tahun 2013 tentang Standar Operasional Prosedur
Rumah Detensi Imigrasi.
Maksud dan Tujuan RUDENIM
1. Maksud :
Rumah Detensi Imigrasi melaksanakan pendetensian, pengisolasian, pendeportasian,
pemulangan, pemindahan, dan fasilitasi penempatan ke negara ketiga terhadap
Orang Asing di Wilayah Indonesia yang melakukan pelanggaran ketentuan peraturan
perundang-undangan, serta fasilitasi penempatan ke negara ketiga bagi Deteni secara
tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Tujuan :
Terciptanya standardisasi pendetensian, pengisolasian, pendeportasian, pemulangan,
pemindahan, dan fasilitasi penempatan ke negara ketiga terhadap Orang Asing di
Wilayah Indonesia yang melakukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-
undangan, serta fasilitasi penempatan ke negara ketiga bagi Deteni yang berada di
Rumah Detensi Imigrasi.
Sebagai unit Pelaksana Teknis Rumah Detensi Imigras Kupang
melaksanakan tugas-tugas dibidang FASILITATIF maupun
SUBSTANTIF

Bidang Fasilitatif
1. Urusan Keuangan
2. Urusan Kepegawaian
3. Urusan Umum

Bidang Subtantif :
1. Seksi Reg, Admin dan
Pelaporan
2. Seksi Perawatan dan
Kesehatan
3. Seksi Keamanan dan
Ketertiban
Kab. Manggarai Barat
(Labuan Bajo)
Kanim

Kab.Sikka
(Maumere)
Kanim Maumere

Kab. Belu
(Atambua)
Kanim Atambua

Kota Kupang Kota Kupang


Rudenim Kupang Kanim Kupang
PENGERTIAN-PENGERTIAN
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor M.05.IL.02.01 tanggal 20 Juli tahun 2006 tentang Rumah Detensi
Imigrasi mendefinisikan sbb :

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN


RUDENIM (Pasal 1 Ayat 33) MENDEFINISIKAN SBB: Unit Pelaksana Teknis yang menjalankan Fungsi Keimigrasian sebagai tempat
penampungan sementara bagi Orang Asing yang dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian.

Undang – Undang Keimigrasian No. 6 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 35 Menyebutkan bahwa : Deteni Yaitu : Orang Asing
DETENI penghuni Rumah Detensi Imigrasi atau Ruang Detensi Imigrasi yang telah mendapatkan keputusan pendetensian dari
Pejabat Imigrasi

Berdasarkan Undang-Undang No.6 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 9 menyebutkan bahwa : Orang Asing Adalah : Orang
ORANG ASING Bukan Warga Negara Indonesia

Undang – Undang Keimigrasian No. 6 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 31 menyebutkan bahwa : Tindakan
TINDAKAN KEIMIGRASIAN Keimigrasian adalah : Sanksi administratif yang ditetapkan Pejabat Imigrasi terhadap orang asing diluar
proses peradilan
Undang – Undang Keimigrasian No. 6 Pasal 1 Ayat 27 menyebutkan bahwa : Mengembalikan orang asing dari wilayah
PEMULANGAN Negara Republik Indonesia ke Negara asal atau kenegara lain Yang menerimanya.

Undang – Undang Keimigrasian No. 6 Pasal 1 Ayat 27 menyebutkan bahwa : Pengusiran / Deportasi
PENGUSIRAN/ DEPORTASI adalah : Tindakan paksa mengeluarkan Orang Asing dari Wilayah Indonesia.

Perpres 125 Tahun 2016 Pasal 1 menyebutkan bahwa : Pengungsi dari Luar Negeri, yang selanjutnya disebut Pengungsi
PENGUNGSI adalah orang asing yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia disebabkan karena ketakutan yang
beralasan akan persekusi dengan alasan ras, suku, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu, dan
pendapat politik yang berbeda serta tidak menginginkan perlindungan dari negara asalnya dan/atau telah
mendapatkan status pencari suaka atau status pengungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Komisariat Tinggi
Urusan Pengungsi di Indonesia
MEKANISME PENDETENSIAN ORANG
ASING DI RUDENIM
AWAL PENDETENSIAN ORANG
ASING
SEKSI REGISTRASI
• DITJENIM
ADMINISTRASI DAN
• KANWIL
PELAPORAN
• KANIM

SEKSI KEAMANAN DAN


MEMENUHI PERSYARATAN:
1. SRT TINDAKAN KEIMIGRASIAN KETERTIBAN
2. BERITA ACARA SERAH TERIMA
DETENI :
A. BERITA ACARA PEMERIKSAAN
B. BERITA ACARA PENDAPAT
SEKSI PERAWATAN DAN
C. SURAT TANDA LEPAS (EKS NAPI)
D. DOK. PERJALANAN (BILA ADA) KESEHATAN
E. BARANG-BARANG MILIK DETENI
PELAKSANAAN TUGAS
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI NOMOR IMI.1917-OT.02.01 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR
OPERASIONAL PROSEDUR RUMAH DETENSI IMIGRASI (Ditetapkan 26 Juli 2013)

Dalam melaksanakan tugas Rudenim Kupang selalu menggunakan SOP (Standar Operasional
Prosedur) dengan :
A. Maksud
Memberikan pedoman dan keseragaman bagi petugas imigrasi pada Rumah Detensi Imigrasi
dalam pendetensian, pengisolasian, pendeportasian, pemulangan, pemindahan, dan fasilitasi
penempatan ke negara ketiga terhadap Orang Asing di Wilayah Indonesia yang melakukan
pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan, serta fasilitasi penempatan ke negara
ketiga bagi Deteni secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

B. Tujuan
Terciptanya standardisasi pendetensian, pengisolasian, pendeportasian, pemulangan,
pemindahan, dan fasilitasi penempatan ke negara ketiga terhadap Orang Asing di Wilayah
Indonesia yang melakukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan, serta fasilitasi
penempatan ke negara ketiga bagi Deteni yang berada di Rumah Detensi Imigrasi.
SOP (Standar Operasional Prosedur) Bagi Deteni
Secara garis Besar Standar Operasional Prosedur meliputi :
Secara garis Besar Standar Operasional Prosedur meliputi :
1. Pendetensian
2. Pelayanan Deteni
3. Penjatuhan Sanksi Pelanggaran Tata Tertib
4. Pemindahan Deteni
5. Penanganan Kelahiran, Kematian, Pelanggaran, Mogok Makan, Pemeriksaan
Kesehatan, dan Melarikan Diri
6. Pemulangan dan Deportasi

Penanganan Bagi Pengungsi


Petugas Rudenim melakukan pengawasan keimigrasian terhadap pengungsi pasal 33 ayat (1) Perpres 125/2016
Pelaksanaan pengawasan dilakukan, saat :
Ditemukan;
Ditempat penampungan;
Diluar penampungan;
Diberangkat :
 Ke negara tujuan;
 Pemulangan sukarela;
 Pendeportasian.
PENANGANAN PENGUNGSI

Berdasarkan Prespres
125 Tahun 2016 PENANGANAN
PENGUNGSI
(BAB.I)

PBB
PEMERINTAH KERJA SAMA
PUSAT Psl.2 ayat (1) & (2) UNHCR
IOM
Psl.
4

Penanganan pengungsi Dikoordinasikan


memperhatikan ketentuan
Internasional yg berlaku umum
Menteri meliputi :
dan sesuai dgn ketentuan 1.Penemuan (darurat)
peraturan perundang- 2.Penampungan
undangan 3.Pengamanan
Psl.3 4.WASKIM
PENANGANAN PENGUNGSI

PENEMUAN
(BAB.II) diperairan

SKEMA OPERASI SAR

TNI MASYARAKAT
KANIM
Psl.7 huruf (a) Psl.8 ayat (2)

P
POLRI UNHCR E
Psl.7 huruf (b)
N
A
M
KEMENHUB BASARNAS PENGUNGSI RUDENIM P
Psl.7 huruf (c) Psl.5,6 & 8 ayat (2)
U
N
G
BAKAMLA IOM
Psl.7 huruf (d) A
N

K/L LAINNYA POLRI


Psl.7 huruf (e)
PENANGANAN PENGUNGSI

PENGUNGSI
DITEMUKAN DARURAT (Perairan)
(Psl.9)

Pindah Kapal Bawa ke Identifikasi yg Serahkan ke


bila Kapal akan pelabuhan/Darat
jika nyawa
butuh RUDENIM
tenggelam
Psl.9 huruf (a) terancam (b) bantuan (c) terdekat (d)

Bila RUDENIM & RUDENIM tdk


Tindakan Psl 9
KANIM tdk ada ada serahkan
(d),10,11,12 serahkan ke ke KANIM
Berita Acara POLISI (Psl.11) Lakukan RIKSA
(Psl.10)
1.DOKLAN
2.STATUSKIM
3.IDENTITAS
CATATAN.
Dalam hal meninggal dunia
BASARNAS koordinasi dgn : RUDENIM Menyatakan diri
1. POLRI (DVI) berkoordinasi Pengungsi
2. RUDENIM UNHCR
3. KEMENLU
PENANGANAN PENGUNGSI

PENGUNGSI
DITEMUKAN DARATAN
(Psl 18 ayat 1 dan 2)

Berkoordinasi &
Lapor ke
POLRI
Ditemukan (Berita Acara) Ditemukan
Instansi SERAH KE
Masyarakat
Terkait
RUDENIM
Lakukan RIKSA : RUDENIM
1. DOKLAN berkoordinasi
Dalam hal meninggal dunia
2. STATUSKIM
POLRI (DVI) & RUDENIM UNHCR
3. IDENTITAS
lakukan Identifikasi & (Psl.20 ayat 1 & 2)
Pendataan
(Psl.21 ayat 1 & 2)

KEMENLU menyampaikan Notifikasi Kekonsuleran kpd Perwakilan yg


berisikan info kematian korban dlm hal disepakati pemakaman di
Tim DVI & RUDENIM Wil. Indonesia, POLRI berkoordinasi dgn PEMDA utk pemakaman.
menyampaikan hasil Identifikasi Dalam jangka 1X24 jam tdk ada klarifikasi dari negara korban POLRI
& Pendataan ke KEMENLU berkoordinasi dgn PEMDA utk pemakaman.
(Psl.22) (Psl. 23 ayat 1,2 dan 3)
PENANGANAN PENGUNGSI DI TEMPAT PENAMPUNGAN

Berdasarkan Prespres
125 Tahun 2016
TEMPAT PENAMPUNGAN
(BAB.III)

RUDENIM KOORDINASI PEMDA

PENGUNGSI PENAMPUNGAN/
AKOMODASI SEMENTARA
(Psl. 24 ayat 1,2,3 & 4,
Psl. 25 & Psl. 26)
Prosedur Penempatan :
1. RUDENIM menyerahkan pengungsi dgn BA serah
terima, kecuali DOKIM (DOKLAN, IT dan VISA)
2. Registrasi (Simpan & Serah Barang) 1. Ditentukan oleh PEMDA
3. Registrasi keluar/masuk izin sementara 2. Dekat dgn fasilitas layanan kesehatan &
4. Penempatan berdasarkan keluarga, jenis ibadah
kelamin, usia, kebangsaan, ras, suku & agama 3. Kebutuhan dasar di fasilitasi IOM
5. Pemisahan penyakit menular 4. Apabila fasilitas kesehatan & ibadah tdk
6. Pemeberian kartu khusus oleh RUDENIM tersedia PEMDA mengupayakan di luar
7. Penetapan tata tertib tempat penampungan
PENGAMANAN PENGUNGSI
Berdasarkan Perpres 125 Tahun 2016
PENGAMANAN
(BAB.IV)

SAAT DI TEMUKAN: PAM DI TEMPAT


1. PAM POLRI PENAMPUNGAN:
2. PAM INSTANSI 1. PEJABAT yg ditunjuk
PEMDA
PEMERINTAH
2. Berkoordinasi dgn
3. MASYARAKAT POLRI (Psl.32)
(Psl.31)

a. Menjaga
pengungsi di
penampungan
b. Cipta kondisi
aman
c. Membuat dan
sosialisasikan
TATIB (Psl.32)
PENANGANAN PENGUNGSI BERDASARKAN PERPRES 125 TAHUN 2016

PENGAWASAN
KEIMIGRASIAN
(BAB.V)

PENGUNGSI RUDENIM PENGUNGSI

WASKIM dilaksanakan saat : (Psl. 34)


1. Ditemukan Lakukan RIKSA & DATA :
2. Di tempat Penampungan 1. DOKLAN
3. Di luar tempat Penampungan 2. STATUSKIM
4. Berangkat ke Negara Tujuan 3. IDENTITAS
(Psl.13 ayat 2 dan Psl. 20 ayat 1 )
5. Pemulangan Sukarela
6. Pendeportasian (Psl.33 ayat 1 & 2)

WASKIM di tempat penampungan & di luar


tempat penampungan dilakukan :
KEWAJIBAN PENGUNGSI :
a. RIKSA ulang Identitas & Dokumen
1. Lapor diri tiap bulan ke RUDENIM
serta foto dan sidik jari
2. Tidak lapor diri 3 X berturut-turut
b. Ambil Keterangan BAP & BAPEN
tanpa alasan ditempatkan DI
c. Memberikan surat Pendataan,
RUDENIM (Psl.36)
masa berlaku 1 (satu) tahun dan
dapat diperpanjang setiap tahun (Psl.35)
PENANGANAN PENGUNGSI BERDASARKAN PERPRES 125 TAHUN 2016

PENGAWASAN
KEIMIGRASIAN
(BAB.V) lanjutan...

RUDENIM

TATA CARA WASKIM TATA CARA WASKIM Pencari


Pengungsi berangkat ke negara Suaka yg ditolak permohonan
tujuan & AVR : status pengungsinya :
a. Menerima pemberitahuan
a. Menerima pemberitahuan penolakan status dari UNHCR
dari UNHCR / IOM b. Koordinasi dgn Pejabat
b. Selesaikan administrasi PEMDA utk pemindahan ke
keberangkatan RUDENIM
c. Lakukan WASKAT ke TPI c. Siapkan PENDEPORTASIAN
d. Lakukan WASKAT ke TPI
(Psl.37 & 38) (Psl.39)
PENANGANAN PENGUNGSI BERDASARKAN PERPRES 125 TAHUN 2016

PENDANAAN
(BAB.VI)

SUMBER
(Psl. 40)

SUMBER LAIN
APBN SAH & TIDAK
K/L MENGIKAT
SESUAI UU
DATA DETENI
LOKASI JUMLAH

RUDENIM KUPANG : 154 ORANG

HOTEL KUPANG INN : 85 ORANG

HOTEL LAVENDER : 58 ORANG

HOTEL INA BO’I : 45 Orang

TOTAL KESELURUHAN : 342 orang

NEGARA ASAL JUMLAH

1. AFGANISTAN : 295 ORANG

2. BANGLADESH : 5 ORANG
Data Deteni Berdasasrkan
3. ETHIOPIA : 26 ORANG
Status :
4. MYANMAR : 2 ORANG 1. Refugee : 118 Orang
5. NEPAL : 1 ORANG 2. Asylum Seeker : 220 orang
3. Imigratoir : 1 orang
6. PAKISTAN : 5 ORANG
4. Not Of Cons : 3 Orang
7. SRILANGKA : 7 ORANG

9. FILIPINA : 1 ORANG

TOTAL KESELURUHAN : 342 ORANG


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM NTT
RUMAH DETENSI IMIGRASI KUPANG

Rudenim Kupang @Rudenim Kupang #Rudenim Kupang Rudenim.kupang@gmail.com

Profesional Akuntabel Sinergi Transparan Inovatif

RUMAH DETENSI IMIGRASI KUPANG


Website : https//: www.kupang.imigrasi.rudenim.go.id