Anda di halaman 1dari 38
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul

A Nabilla R Putri Makbul

Nama: Tn.Cani Jenis kelamin: L Tanggal lahir: Alamat: Sorowako Pekerjaan: Petani No.Rekam Medis: Tanggal Pemeriksaan: 22-3-17
Nama: Tn.Cani Jenis kelamin: L Tanggal lahir: Alamat: Sorowako Pekerjaan: Petani No.Rekam Medis: Tanggal Pemeriksaan: 22-3-17

Nama: Tn.Cani Jenis kelamin: L Tanggal lahir:

Alamat: Sorowako

Pekerjaan: Petani No.Rekam Medis:

Tanggal Pemeriksaan: 22-3-17

Ruang rawat: 416

Nama: Tn.Cani Jenis kelamin: L Tanggal lahir: Alamat: Sorowako Pekerjaan: Petani No.Rekam Medis: Tanggal Pemeriksaan: 22-3-17
KU: Nyeri pada perut bagian bawah saat BAK Anamnesis terpimpin: Nyeri pada perut bagian bawah saat

KU: Nyeri pada perut bagian bawah saat BAK Anamnesis terpimpin: Nyeri pada perut bagian bawah saat BAK dialami sejak 3 bulan yang lalu sebelum

masuk rumah sakit 1 bulan terakhir. Pasien juga nyeri saat buang air kecil semakin parah. Pasien juga susah buang air kecil. Pasien mengeluh tidak puas setelah berkemih. Batuk tidak ada, demam tidak ada, sesak tidak ada, pucat ada.

Mual dan muntah tidak ada.

Nafsu makan berkurang

  • BAK disertai darah ada 3 bulan yang lalu disertai nyeri dan sedikit-sedikit.

  • BAK berpasir tidak ada

  • BAB: kesan normal, tidak berdarah dan tidak berwarna hitam.

  • Riwayat penyakit jantung tidak ada.

  • Riwayat diabetes melitus tidak ada.

  • Riwayat stroke tidak ada.

  • Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama tidak ada

  • Riwayat merokok dan minum alkohol tidak ada.

  • Riwayat operasi cystostomy pada tahun 1992

KU: Nyeri pada perut bagian bawah saat BAK Anamnesis terpimpin: Nyeri pada perut bagian bawah saat
STATUS PASIEN Keadaan Umum: Sakit sedang/gizi kurang/composmentis BB: 59 kg TB: 150 cm IMT: 26.2 kg/m

STATUS PASIEN Keadaan Umum: Sakit sedang/gizi kurang/composmentis BB: 59 kg TB: 150 cm IMT: 26.2 kg/m 2 (obes I)

TANDA VITAL

Tekanan darah: 120/80 mmHg, reguler, kuat angkat

Nadi: 80 x/menit Pernapasan: 20 x/menit, tipe thorakoabdominal Suhu: 36.5 o C

STATUS PASIEN Keadaan Umum: Sakit sedang/gizi kurang/composmentis BB: 59 kg TB: 150 cm IMT: 26.2 kg/m
Kepala Ekspresi: biasa Simetris muka: simetris kiri dan kanan Deformitas: tidak ada Rambut: beruban, sukar dicabut

Kepala

Ekspresi: biasa Simetris muka: simetris kiri dan kanan

Deformitas: tidak ada

Rambut: beruban, sukar dicabut

Kepala Ekspresi: biasa Simetris muka: simetris kiri dan kanan Deformitas: tidak ada Rambut: beruban, sukar dicabut

Mata

Eksoptalmus/Enoptalmus: (-) Gerakan: dalam batas normal

Tekanan bola mata: tidak diperiksa

Kelopak mata: edema palpebra (-), ptosis (-) Konjungtiva: anemis (+) Sklera: ikterus (-/-)

Kornea:

Pupil: bulat, isokor 2.5 mm/2.5 mm

Mata Eksoptalmus/Enoptalmus: (-) Gerakan: dalam batas normal Tekanan bola mata: tidak diperiksa Kelopak mata: edema palpebra
Telinga Tophi: (-) Pendengaran: dalam batas normal Nyeri tekan di prosesus mastoideus: (-) Hidung Perdarahan: (-)

Telinga

Tophi: (-) Pendengaran: dalam batas normal

Nyeri tekan di prosesus mastoideus: (-)

Hidung

Perdarahan: (-)

Sekret: (-)

Telinga Tophi: (-) Pendengaran: dalam batas normal Nyeri tekan di prosesus mastoideus: (-) Hidung Perdarahan: (-)

Mulut

Bibir

: Pucat (+), Kering (-)

Gigi geligi

: Caries (-)

Gusi

: Perdarahan gusi (-)

Tonsil

: T 1 T 1, hiperemis (-)

Faring

: Hiperemis (-)

Lidah

: Kotor (-), tremor (-), hiperemis (-)

Mulut Bibir : Pucat (+), Kering (-) Gigi geligi : Caries (-) Gusi : Perdarahan gusi

Leher

Kelenjar getah bening: Tidak ada pembesaran

Kelenjar

gondok

: Tidak ada pembesaran

DVS

: R+1 cm H 2 O

Pembuluh darah Kaku kuduk Tumor

: Dalam batas normal

: Tidak ada (-)

: Tidak ada (-)

Leher Kelenjar getah bening: Tidak ada pembesaran Kelenjar gondok : Tidak ada pembesaran DVS : R+1

Thoraks

Inspeksi

Bentuk

: Normochest, simetris kiri = kanan

Pembuluh darah

: Tidak ditemukan kelainan

Buah dada

: Simetris kiri = kanan, ginekomastia (-)

Sela iga

: Dalam batas normal, tidak melebar

Lain-lain

: (-)

Thoraks Inspeksi • Bentuk : Normochest, simetris kiri = kanan • Pembuluh darah : Tidak ditemukan

Palpasi

Fremitus raba

 

: Simetris kiri dan kanan.

Nyeri tekan

: Tidak ada

Perkusi

 

Paru

kiri

: Sonor

Paru

kanan

: Sonor

Batas paru-hepar : ICS VI dekstra anterior

Batas paru belakang kanan: setinggi columna vertebra thorakal X dekstra

Batas paru belakang kiri: setinggi columna vertebra thorakal XI sinistra

Palpasi • Fremitus raba : Simetris kiri dan kanan. • Nyeri tekan : Tidak ada Perkusi

Auskultasi

Bunyi pernapasan : Vesikuler

Bunyi

tambahan : Ronchi -/- , Wheezing -/-

Auskultasi • Bunyi pernapasan : Vesikuler • Bunyi tambahan : Ronchi -/- , Wheezing -/-

Jantung

Inspeksi

: Ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus cordis tidak teraba

Perkusi

:

Batas kanan jantung linea parasternalis dextra

Batas kiri jantung 3 cm lateral linea midclavicularis sinistra Batas atas jantung ICS II Batas bawah jantung ICS V

Auskultasi

: Bunyi jantung I/II murni regular, bunyi tambahan (-)

Jantung • Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak • Palpasi : Ictus cordis tidak teraba •

Abdomen

Inspeksi

: Datar, ikut

gerak

napas,

Auskultasi

: Peristaltik (+), kesan

normal

Palpasi : Nyeri tekan (-), massa tumor (-), Hepar tidak teraba, Lien tidak teraba

Perkusi

: Timpani, undulasi (-)

Lain-lain

: Ascites (-)

Luka operasi dalam perban post op

Punggung

  • Palpasi

: NT(-), MT (-)

  • Nyeri ketok

: (-)

  • Auskultasi

: dalam batas normal

  • Gerakan

: dalam

batas normal

Abdomen • Inspeksi : Datar, ikut gerak napas, • Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal •

Alat Kelamin, Anus dan Rektum

Tidak diperiksa

Extremitas

  • Pitting edema : -/-

  • Perdarahan (-), palmar eritam (-), akral hangat

Alat Kelamin, Anus dan Rektum Tidak diperiksa Extremitas  Pitting edema : -/-  Perdarahan (-),
Jenis Pemerikaan Hasil Nilai Rujukan WBC 22,24x10 /uL 4 - 10 x 10 /uL DARAH RUTIN
 

Jenis Pemerikaan

Hasil

 

Nilai Rujukan

 

WBC

22,24x10 3 /uL

4 - 10 x 10 3 /uL

DARAH RUTIN

RBC

43,68x10 6 /uL

4 - 6 x 10 6 /uL

(16/3/2017)

HGB

10,3 g/dl

12

- 16 g/dl

HCT

30,2 %

37

- 48 %

MCV

82,1 fl

80

97 fl

MCH

29 pg

26,5 33,5 pg

MCHC

34 g/dl

31,5 - 35 g/dl

PLT

363 x 10 3 /uL

150 - 400 x 10 3 /uL

NEUT

88,2 %

52.0 - 75,0

LYMPH

8,2 %

 

20,0 - 40,0

MONO

3,3 %

 

2,00 - 8,00

EOS

0,3 %

 

1,00 - 3,00

BASO

0,0 %

 

0,00 - 0,10

LED

   

<20 mm

Jenis Pemerikaan Hasil Nilai Rujukan WBC 22,24x10 /uL 4 - 10 x 10 /uL DARAH RUTIN
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Fungsi Ginjal Ureum 148 mg/dL 10-50 mg/dL Kreatinin 3,1 mg/dL <

Jenis Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Fungsi Ginjal

Ureum

148 mg/dL

10-50 mg/dL

Kreatinin

3,1 mg/dL

< 1,3 mg/dL

 

SGOT

10 U/L

< 38 U/L

Fungsi Hati

SGPT

7 U/L

< 41 U/L

Immunoserologi

HbsAg

Non reactive

Non reactive

 

PT

15.0

10 - 14

Koagulasi

INR

1.26

APTT

30,4

22,0 - 30,0

Kimia Darah

GDS

97 mg/dL

140 mg/dL

Elektrolit

Natrium

146

135-145 mmol/L

 

Kalium

4,2

3,5-5,1 mmol/L

 

Klorida

114

97-111 mmol/L

Prokalsitonin

 

43,23

<0,05 ng/ml

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Fungsi Ginjal Ureum 148 mg/dL 10-50 mg/dL Kreatinin 3,1 mg/dL <
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Warna Kuning muda Kuning jernih pH 7,0 4,5 – 8,0 BJ

Jenis Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

 

Warna

Kuning muda

Kuning jernih

pH

7,0

4,5 8,0

BJ

<=1,005

1,005 1,035

Protein

Negatif

Negatif

Glukosa

Negatif

Negatif

Urinalisis

Bilirubin

Negatif

Negatif

(3/3/2017)

Urobilinogen

Normal

Normal

Keton

Negatif

Negatif

Nitrat

Negatif

Negatif

RBC

0

  • 0 17 u/L

WBC

0

  • 0 28 u/L

Unclassified Cast

0

  • 0 1 /LPB

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Warna Kuning muda Kuning jernih pH 7,0 4,5 – 8,0 BJ
 Nacl 0,9 % 30 tpm  Diet Rendah garam, kalium dan protrein 0,6  Amlodipine
  • Nacl 0,9 % 30 tpm

  • Diet Rendah garam, kalium dan protrein 0,6

  • Amlodipine 5 mg/ 0-0-1

  • Metropenem tidak di tanggung bpjs

 Nacl 0,9 % 30 tpm  Diet Rendah garam, kalium dan protrein 0,6  Amlodipine

Monitoring ur/cr Urin kultur

Leukosituria dan eritrosituria

HT Urinalisa: proteinuria

Monitoring ur/ cr Urin kultur Leukosituria dan eritrosituria HT Urinalisa: proteinuria
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul
A Nabilla R Putri Makbul

A Nabilla R Putri Makbul

Pada tahun 2004, Acute Dialysis Quality Initiative (ADQI) mempublikasikan RIFLE Criteria dengan kriteria sebagai berikut:

Pada tahun 2004, Acute Dialysis Quality Initiative (ADQI) mempublikasikan RIFLE Criteria dengan kriteria sebagai berikut:

Pada tahun 2004, Acute Dialysis Quality Initiative (ADQI) mempublikasikan RIFLE Criteria dengan kriteria sebagai berikut:
Prerenal (gagal ginjal sirkulatorik) Renal (gagal ginjal intrinsik) Postrenal (uropati obstruksi akut)
Prerenal (gagal
ginjal sirkulatorik)
Renal (gagal
ginjal intrinsik)
Postrenal (uropati
obstruksi akut)
• Hipovolemia • penurunan volume vaskuler efektif • Sepsis, luka bakar, SN • Penurunan curah jantung
• Hipovolemia • penurunan volume vaskuler efektif • Sepsis, luka bakar, SN • Penurunan curah jantung
• Hipovolemia
• penurunan volume vaskuler efektif
• Sepsis, luka bakar, SN
• Penurunan curah jantung
• Vasodilatasi perifer
• Peningkatan resistensi pembuluh darah ginjal,
penggunaan anestesia, sindrom hepato-renal,
embolisme, trombosis dan vaskulitis
 Penyebab hipoperfusi ginjal  Prognosis baik bila faktor penyeb dpt dikoreksi  Perbaikan hipoperfusi (-)
 Penyebab hipoperfusi ginjal  Prognosis baik bila faktor penyeb dpt dikoreksi  Perbaikan hipoperfusi (-)
  • Penyebab hipoperfusi ginjal

  • Prognosis baik bila faktor penyeb dpt dikoreksi

  • Perbaikan hipoperfusi (-) bisa

Akut (NTA )

menimbulkan Nekrosis

Tubular

 Penyebab hipoperfusi ginjal  Prognosis baik bila faktor penyeb dpt dikoreksi  Perbaikan hipoperfusi (-)
 AKI Prerenal volume sirkulasi darah total atau efektif menurun curah jantung menurun ke korteks ginjal
  • AKI Prerenal

volume sirkulasi darah total atau efektif menurun curah jantung menurun ke korteks ginjal menurun laju filtrasi
volume sirkulasi darah total
atau efektif menurun
curah jantung menurun
ke korteks ginjal menurun
laju filtrasi glomerulus
menurun.
Kelainan pembuluh darah ginjal • SHU, trombosis arteri/vena renalis, vaskulitis
Kelainan pembuluh darah ginjal
• SHU, trombosis arteri/vena renalis,
vaskulitis
Penyakit glomerulus • Pasca streptokokus • GN kresentik
Penyakit glomerulus
• Pasca streptokokus
• GN kresentik
Kerusakan tubulus • Nekrosis tubulus akut
Kerusakan tubulus
• Nekrosis tubulus akut

Nefritis intersisial Anomali kongenital ginjal

Kelainan pembuluh darah ginjal • SHU, trombosis arteri/vena renalis, vaskulitis Penyakit glomerulus • Pasca streptokokus •
 Disebabkan obstruksi intra renal dan ekstra renal  Obstruksi intra renal: deposisi kristal (urat, oksalat),
 Disebabkan obstruksi intra renal dan ekstra renal  Obstruksi intra renal: deposisi kristal (urat, oksalat),
 Disebabkan obstruksi intra renal dan ekstra renal  Obstruksi intra renal: deposisi kristal (urat, oksalat),
  • Disebabkan obstruksi intra renal dan ekstra renal

  • Obstruksi intra renal: deposisi kristal (urat, oksalat), protein( mioglobin, hemoglobin)

  • Obstruksi ekstra renal: batu, tumor dll

    • Ureter, buli-buli, uretra

 Disebabkan obstruksi intra renal dan ekstra renal  Obstruksi intra renal: deposisi kristal (urat, oksalat),
 Anamnesis dan pem fisis mencari sebab AKI  Membedakan AKI dan CKD  Pem berulang
  • Anamnesis dan pem fisis mencari sebab AKI

  • Membedakan AKI dan CKD

  • Pem berulang fungsi ginjal

  • Evaluasi pada pasien dgn AKI

  • Beberapa pemeriksaan:

    • 1. Kreatinin serum

    • 2. Cystatin C serum

    • 3. Volume urin

    • 4. Kelainan analisis urin

    • 5. Petanda biologis

 Anamnesis dan pem fisis mencari sebab AKI  Membedakan AKI dan CKD  Pem berulang

EVALUASI PASIEN DGN AKI:

  • Anamnesis dan pem fisis

  • Mikroskopik urin

  • Pem biokimia darah

  • Pem biokimia urin

  • Darah perifer lengkap

  • USG ginjal

  • Bila diperlukan: CT scan abdomen, scan radionuklir, pielogram, biopsi ginjal.

EVALUASI PASIEN DGN AKI:  Anamnesis dan pem fisis  Mikroskopik urin  Pem biokimia darah
Anamnesis Faktor penyebab AKI Prerenal : riwayat Renal: sakit tenggorok, Postrenal : riwayat ISK, muntah, riwayat
Anamnesis Faktor penyebab AKI Prerenal : riwayat Renal: sakit tenggorok, Postrenal : riwayat ISK, muntah, riwayat
Anamnesis
Faktor penyebab AKI
Prerenal :
riwayat
Renal: sakit
tenggorok,
Postrenal :
riwayat ISK,
muntah,
riwayat
keluar batu,
berak,
kencing
makan
perdarahan
merah
jengkol
Pemeriksaan fisik Tanda-tanda gangguan keseimbangan asam basa Tanda-tanda Tanda gangguan dehidrasi keseimbangan Gangguan fungsi organ lainnya
Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda
gangguan
keseimbangan
asam basa
Tanda-tanda
Tanda
gangguan
dehidrasi
keseimbangan
Gangguan
fungsi organ
lainnya
elektrolit

Urinalisis

1. Oliguria

  • 2. Proteinuria ringan prerenal

proteinuria berat renal

  • 3. BJ Urin

  • 4. Sedimen Urin

  • 5. Hematuria ringan

Urinalisis 1. Oliguria 2. Proteinuria ringan  prerenal proteinuria berat  renal 3. BJ Urin 4.

Pemeriksaan indeks urin

  • Menentukan fungsi reabsorpsi tubulus

a. GGA pre-renal

BJ > 1.020

Osmolalitas > 400 mOsm/kg b. GGA renal BJ < 1.020

Osmolalitas < 400 mOsm/kg

Pemeriksaan indeks urin  Menentukan fungsi reabsorpsi tubulus a. GGA pre-renal BJ > 1.020 Osmolalitas >

Pemeriksaan radiologi

  • Menentukan apakah kedua ginjal memang ada

  • Menentukan besarnya ginjal

  • Menyingkirkan adanya obstruksi pada saluran kemih

  • Melihat apakah aliran darah ginjal cukup adekuat

  • Tanda cardiomegali dan congesti paru

Pemeriksaan radiologi  Menentukan apakah kedua ginjal memang ada  Menentukan besarnya ginjal  Menyingkirkan adanya

Biopsi Ginjal



Apabila dicurigai adanya glomerulonefritis progresif cepat atau nefritis

interstisial.

Biopsi Ginjal  Apabila dicurigai adanya glomerulonefritis progresif cepat atau nefritis interstisial.
Biopsi Ginjal  Apabila dicurigai adanya glomerulonefritis progresif cepat atau nefritis interstisial.