Anda di halaman 1dari 13

AGEN INFEKSIUS

dr Margarita Dewi. L,SpOk


Borobudur
Desember 2017
Agen-Agen Infeksius
• Agen infeksius adalah mikroorganisme yang dapat
menimbulkan infeksi.
• Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi
antara lain :
1. Virus adalah organisme patogen terkecil (20-
300 nm) yang mengandung RNA atau DNA
serta memiliki kapsid.
-Virus tidak mampu bermetabolisme/bereplikasi
mandiri sehingga memerlukan organel sel terinfeksi
untuk berkembang biak.
Agen agen infeksius

-Virus merupakan penyebab tersering timbulnya penyakit


pada manusia sering tanpa gejala dan berkembang tanpa
diketahui.
-Hal ini menyebabkan perbedaan antara infeksi virus
(replikasi di tubuh penjamu) dan penyakit virus (replikasi
disertai kerusakan jaringan) sangat kritis.
-Infeksi berbagai jenis virus yang menyebabkan penyakit
sering digolongkan ke dalam sistem organ yang terkena
seperti infeksi virus pernapasan, bentuk kelainan klinik
yang ditimbulkan seperti virus yang menyebabkan
eksantema, dan sifat infeksi laten virus.
Agen agen infeksius

2. Bakteri merupakan mikrobia prokariotik uniselular,


berukuran antara 0,5-10 µm.
-Bakteri merupakan organisme hidup dan dapat ditemukan
di mana-mana.
-Infeksi bakteri sering terjadi bersamaan dengan adanya
rasa sakit, nyeri atau borok pada bagian tubuh.
-Bakteri memiliki flagel atau bulu cambuk, pili atau fimbriae,
kapsula atau lapisan lendir, dinding sel dimana ada yang
struktur dinding sel bakteri Gram negatif yaitu merupakan
struktur yang berlapis, sedangkan bakteri Gram positif
mempunyai satu lapis yang tebal.
Agen agen infeksius

3. Jamur
• Infeksi yang disebabkan oleh jamur tidak hanya terjadi di luar
bagian tubuh (kulit), tetapi terjadi juga di dalam tubuh,
misalnya Candida Albicans.
• Candida Albicans adalah jenis fungi yang seperti ragi,
umumnya ditemukan di dalam :
-mulut, kerongkongan, usus, dan saluran genital.
• Normalnya, bakteri baik dalam usus akan berkompetisi
dengan candida dan menjaganya agar tetap terkendali tanpa
menyebabkan masalah kesehatan apapun.
Agen agen infeksius

• Ketika keseimbangan antara bakteri baik dan candida


terganggu, maka infeksi candida tidak dapat dihindari.
• Contoh lain adalah infeksi jamur yang terjadi di
susunan saraf pusat, seperti meningitis,
meningoensafilitis, intrakranial tromboflebitis, dan
abses otak.

4. Parasit
• Parasit menginvasi imunitas protektif dengan
mengurangi imunogenisitas dan menghambat respon
imun host.
Agen agen infeksius

• Parasit yang berbeda menyebabkan imunitas pertahanan yang


berbeda dengan cara :
a. Parasit mengubah permukaan antigen mereka selama siklus
hidup dalam host vertebrata.
b.Parasit menjadi resisten terhadap mekanisme efektor imun
selama berada dalam host.
c.Parasit protozoa dapat bersembunyi dari sistem imun
dengan hidup di dalam sel host atau membentuk kista yang
resisten terhadap efektor imun.
Parasit dapat menyembunyikan mantel antigeniknya secara
spontan ataupun setelah terikat pada antibodi spesifik.
Agen agen infeksius

d.Parasit menghambat respon imun dengan berbagai


mekanisme untuk masing-masing parasit.

5. Riketsia
• Riketsia merupakan golongan bakteri, karena itu riketsia
memiliki sifat yang sama dengan bakteri, termasuk bakteri
Gram negatif.
• Riketsia mempunyai enzim yang penting untuk metabolisme.
• Dapat mengoksidasi asam piruvat, suksinat, dan glutamat
serta merubah asam glutamat menjadi asam aspartat.
• Riketsia tumbuh dalam berbagai bagian dari sel.
• Riketsia prowazekii dan Riketsia typhi tumbuh dalam
sitoplasma sel.
Agen agen infeksius

• Golongan penyebab spotted fever tumbuh di


dalam inti sel.
• Riketsia dapat tumbuh subur jika metabolisme sel
hospes dalam tingkat yang rendah, misalnya
dalam telur bertunas pada suhu 320C.
• Pada umumnya riketsia dapat dimatikan dengan
cepat pada pemanasan dan pengeringan atau
oleh bahan-bahan bakterisid.
Agen agen infeksius

6. Clamidia
• Clamidia termasuk bakteri, memiliki ribosom, RNA, dan DNA,
dinding sel dari peptidoglikan yang mengandung asam
muramat.
• Dikenal juga dengan Miyagawanellla atau Bedsonia, termasuk
Gram negatif, berukuran 0,2-1,5 mikron, berbentuk sferis,
tidak bergerak dan merupakan parasit intrasel obligat.
• Clamidia berkembang melalui beberapa stadium mulai dari
badan elementer yang infeksius, berbentuk sferis dengan garis
tengah 0,2-0,4 mikron, memiliki satu inti dan sejumlah
ribosom.
• Badan elementer kemudian berubah menjadi badan inisial
dan kemudian badan intermedier.
Agen agen infeksius

• Siklus perkembangan Clamidia memakan waktu 24-


48 jam.
• Clamidia mempunyai 2 jenis antigen yaitu :
a) antigen grup
b) antigen spesies.
• Keduanya terdapat di dalam dinding sel.
• Antigen spesies tetap dalam dinding sel meskipun
sebagian besar grup telah dilepaskan dengan
fluorocarbon atau deoksikholat.
• Clamidia dapat dibeda-bedakan atas dasar
patologenitas dan jenis hospes yang diserangnya.
• Dua spesies Clamedia yang terpenting adalah :
1) Clamidia psittaci, membentuk badan inklusi
intrasitoplasma yang tersebar secara difus dan tidak
mengandung glikogen.
-Penyebab penyakit Psittacosis pada manusia, ornitosis
pada burung, dan lain-lain.
2) Clamidia trachomatis, membentuk badan inklusi
intrasitoplasma yang padat dan mengandung glikogen.
-Dapat menyebabkan pneumonitis padatikus.
-Pada manusia dapat menyebabkan penyakit trachoma,
konjungtivitas inklusi, uretritis, non-spesifik, salpingitis,
servisitis, dan pneumonitis.