Anda di halaman 1dari 16

Akuntansi Perpajakan

Suranto, S.Pd, M.Pd


1. Apa yang dimaksud dengan Kas?
2. Apakah yang dimaksud dengan setara Kas?
3. Apakah deposito itu digolongkan dalam Kas?
Berikan alasanmu!
4. Apakah perbedaan antara Kas Kecil dengan
Kas Besar?
5. Apakah Kas itu mendapatkan kewajiban
untuk di-pajak-i ?
Kas adalah Uang tunai yang paling likuid
sehingga pos ini biasanya ditempatkan pada
urutan teratas dari aset. Kas merupakan
seluruh alat pembayaran yang dapat digunakan
dengan segera. Contoh: Uang kertas, logam
dan saldo rekening giro dibank.
Menurut IAI (2007), Setara Kas adalah Investasi
yang sifatnya likuid, berjangka pendek dan
yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam
jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko
perubahan nilai yang signifikan. Misalnya
investasi yang jatuh temponya 3 bulan atau
kurang
1. Deposito yang jatuh temponya > 3 bulan
2. Perangko dan Materai
3. Uang muka
4. Cek kosong
 Kas Kecil dipakai perusahaan untuk
pengeluaran yang sifatnya rutin dan tidak
besar jumlahnya

 Kas Besar umumnya dipakai perusahaan


untuk pengeluaran tertentu dan biasanya
disimpan oleh perusahaan dalam brankas
1. Imprest Fund System merupakan sistem
dana tetap dengan pencatatan transaksi
dan mutasi dana kas kecil dilakukan pada
saat pengatian dana
2. Fluctuating Fund System merupakan sistem
dana berfluktuasi dengan pencatatan
transaksi dan mutasi dana setiap saat
Berdassarkan PP No 131 tahun 2000:
Penghasilan dalam bentuk bunga yang
didapat dari deposito/tabungan, diskonto
SBI, dan jasa giro (dengan pengecualian yang
disebutkan pada bagian selanjutnya),
dikenakan PPh pasal 4 ayat (2) UU PPh
Memotong SSP
Menyetor

SPT

SSP = Surat Setoran Pajak


SPT = Surat Pemberitahuan
KPP = Kantor Pelayanan Pajak
Melapor
1. Sebesar 20% dari jumlah bruto, dan bersifat
final, apabila penerimaan penghasilan
adalah WP dalam negeri dan Bentuk Usaha
Tetap (BUT)
2. Sebesar 20% dari jumlah bruto atau dengan
tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran
Pajak Berganda (P3B) dan bersifat final
apabila penerima penghasilan adalah WP
luar negeri
1. Bunga dari Deposito/Tabungan/SBI
sepanjang jumlah nominal Deposito/
Tabungan/SBI < Rp. 7.500.000
2. Bunga dan diskonto yang diterima Bank
3. Bunga dari Dana Pensiun
4. Bunga untuk kepemilikan rumah sederhana
dan sangat sederhana, Kavling siap bangun
atau rumah susun sederhana
1. Pada tanggal 2 September 2010, perusahaan
mendepositokan uangnya sebesar Rp.
10.000.000,00 untuk 3 bulan dengan tingkat
bunga 3% perbulan. Bagaimanakah pencatatan
transaksi penerimaan bunga deposito tersebut
dengan metode bruto dan neto!
2. Pada tanggal 1 Desember 2010, perusahaan
mendepositokan uangnya sebesar Rp.
10.000.000,00 untuk 3 bulan dengan tingkat
bunga 36% per tahun. Bagaimanakah
pencatatan transaksi penerimaan bunga
deposito tersebut dengan metode bruto dan
neto!
Pada tanggal 2 SEPTEMBER mendapatkan bunga
deposito sebesar Rp. 10.000.000,00
3% X 10.000.000,00 = 300.000
Penyelesaian:
1. Metode Bruto (Gross Method)
Tanggal Keterangan Debet Kredit
2 sept Bank/Kas 240.000
2011 PPh pasal 4 ayat (2) 60.000
(20% X 300.000)
Pendapatan Bunga 300.000
2. Metode Netto (Net Method)

Tanggal Keterangan Debet Kredit


2 sept 2011 Bank/Kas 240.000
Pendapatan Bunga 240.000
Pada tanggal 1 DESEMBER mendapatkan bunga
tabungan sebesar Rp. 5.000.000,00
Pendapatan bunga: 36% X 3/12 X 10.000.000,00 =
900.000
Pajak PPH: 20% X 900.000 = 180.000
Penyelesaian:
1. Metode Bruto (Gross Method)
Tanggal Keterangan Debet Kredit
1 Okt Bank 720.000
2011 PPH Pasal 4 ayat 2 180.000
Pendapatan Bunga 900.000