Anda di halaman 1dari 8

Alwin Widhiyanto

“Mengurangi penderitaan adalah menjadi hal


yang sangat penting dalam setiap layanan
kesehatan ketika usaha untuk mencapai
kesembuhan tidak lagi memungkinkan. Hal
tersebut sangat diharapkan oleh pasien dan
keluarganya dan mereka memiliki hak untuk
mengharapkannya. Oleh karena itu, setiap
tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab
untuk menyediakannya bila indikasi
ditemukan” Derek Doyle, 1999
Setelah terjadi kemajuan-kemajuan dalam teknologi kedokteran,
paliatif care terpinggirkan dan diabaikan. Hal ini disebabkan oleh
anggapan bahwa kemajuan teknologi kedokteran itu mampu
memperpanjang hidup dan kehidupan manusia, meskipun tanpa
mempertimbangkan kualitas hidup penderita akibat penerapan
teknologi tersebut.

Tersisihnya Perawatan Paliatif dengan filosofi dan tujuannya, tampak


juga dari berbagai kebijakan dalam bidang kesehatan yang dibuat oleh
berbagai pihak, hampir selalu terlihat: “... preventif, promotif, kuratif,
dan rehabilitatif. Hampir tidak pernah tercamtum “paliatif”. Meskipun
pada kenyataannya sering Perawatan Paliatif dibutuhkan dalam
implementasi kebijakan tersebut.
 Kebijakan untuk paliatif care telah dicanangkan oleh Pemerintah
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia, Nomor 604/MENKES/SK/IX/1989, dan telah
lebih jelas lagi dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 812/MenKes/SK/VII/2007
dengan penjelasannya yang terdapat di dalam lapiran surat
keputusan tersebut.
 Tata kerja organisasi perawatan paliatif ini bersifat koodinatif dan
melibatkan semua unsur terkait dengan mengedepankan tim kerja
yang kuat, membentuk jaringan yang luas, inovasi tinggi, serta
layanan sepenuh hati.
Jenis kegiatan perawatan palliative : SK MenKes
RI nomor 812/VII/2007 tentang kebijakan lingkup
kegiatan perawatan palliative, meliputi :
 pengelolaan keluhan nyeri,
 pengelolaan keluhan fisik lain,
 asuhan keperawatan,
 dukungan psikologis,
 dukungan sosial, kultural dan spiritual,
 dukungan persiapan dan selama masa duka
cita
Hal-hal yang diperlukan agar Perawatan
Paliatif dapat berkembang ;

1. Sektor Pendidikan
SDM/Tenaga (dokter, perawat, psikolog, IKM, dll),
Kurikulum, Modul/Acuan/Panduan
2. Pemerintah
Kebijakan : Model layanan, SDM, Sist Pendukung,
Struktur Organisasi, Sist Pelaporan, Penelitian, dll
3. Masyarakat
HE : kesadaran tentang perlunya keterlibatan klg
dalam merawat pasien
 Menurut Prof. R. Sunaryadi Tejawinata dr., SpTHT (K), FAAO,
PGD.Pall.Med (ECU) –Kepala Pusat Pengembangan Paliatif & Bebas
Nyeri RSU Dr. Soetomo periode 1992-2006 “salah satu aspek
penting dalam perawatan paliatif adalah kasih, kepedulian,
ketulusan, dan rasa syukur. Begitu pentingnya aspek ini, sampai
melebihi pentingnya penanganan nyeri yang mutlak harus dilakukan
dalam perawatan paliatif”.

 Beliau juga menyatakan, perawatan paliatif pada dasarnya adalah


upaya untuk mempersiapkan awal kehidupan baru (akhirat) yang
berkualitas
TERIMA KASIH