Anda di halaman 1dari 103

PLENARY DISCUSSION

25 D
ANGGOTA

• Rayhan Fajar Matheza


• Risa Firka
• Mifta Hurrahmah
• Khalisha Nadira Patria
• Nadia Khair
• Melita husna
• Alfindy Perdinan
SCENARIO
TERMINOLOGY

• Uveitis anterior : inflamasi pada lap uvea, mencakup iris, korpus siliar, dan koroid
• Krusta : cairan discharge mata yang sudah mengering
• Trichiasis : tumbuhnya bulu mata ke arah dalam palpebra
• Visus : ketajaman penglihatan
• Ulserasi : luka terbuka
• Epilasi : pencabutan bulu mata
RUMUSAN MASALAH

1. Mengapa titis mengeluhkan kelopak mata kiri gatal sejak tiga hari yang lalu?
2. Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan titis?
3. Mengapa gatal dirasakannya di pinggir kelopak mata dan jika dikucek ada bulu mata yang lepas?
4. Mengaoa mata titis terlihat merah dan oedih dan berair?
5. Mengapa ibu titis menderita mata merah disertai silau satu tahun yg lalu?
6. Adakah hubungan keluhan ibu titis dengan keluhan titis sekarang?
7. Apa kemungkinan diagnosis penyakit titis?
8. Apakah tujuannya dokter memeriksa mata dengan penlight dan loupe?
9. Apa interpretasi pemeriksaan dokter?
10. Apa tujuan dokter memberi antibiotika topikal dan merencanakan epilasi?
11. Pengobatan lain apa saja yang daoat diberikan?
12. Bagaimana jika keluhan titis tersebut mengenai kornea mata titis?
13. Apa sakit mata titis bisa disembuhkan? Bagaimana bila pengobatannya tidak adekuat?
Mengaoa titis mengeluhkan kelopak mata kiri gatal sejak
tiga hari yang lalu?

• Gatal sebagai gejala utama: alergi


Biasanya bilateral
• Penyebab lain gatal pada tepi kelopak mata: Blepharitis
• adalah Inflamasi pada pinggiran kelopak mata
• Patofisiologi: belum diketahui sepenuhnya
• Tipe-tipe:
• Seborrheic / Squamous blepharitis
• Ulcerative blepharitis (Titis)
• Mixed
• Posterior blepharitis
• Parasitic blepharitis
Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan titis?

• Usia anak-anak: aktivitas banyak dan higienitas belum terkontrol  rentan infeksi
• Chronic blepharitis: wanita > laki-laki
Mengapa gatal dirasakannya di pinggir kelopak mata dan
jika dikucek ada bulu mata yang lepas?

• Blepharitis: peradangan pada margo palpebra  Gatal disepanjang tepi kelopak mata
(margo palpebra)
• Bulu mata mudah lepas:
• Salah satu ciri ulcerative bleharitis: silia bersatu, mudah jatuh, terdapat krusta-krusta, terdapat
ulserasi, gatal-gatal
• Akibat krusta pada dasar bulu mata
Mengapa mata titis terlihat merah dan pedih dan berair?

• Mata merah dan kadang pedih  iritasi pada permukaan bola mata, bisa karena
banyak hal
Di kasus Titis  pengaruh paling besar adalah akibat Trichiasis  menggesek &
mengiritasi permukaan bola mata  inflamasi  pemb darah konjungtiva melebar
• Mata berair: kompensasi mata terhadap benda asing yang masuk & mengiritasi
Bisa juga: gangguan drainase
Mengapa ibu titis menderita mata merah disertai silau satu
tahun yg lalu?

• Ibu Titis: uveitis anterior


• Mata merah: kongesti sirkumkorneal akibat hiperemia A. siliaris anterior akibat efek dari
toxin, histamin, reflex axon, dll
• Silau: kerusakan pada iris, akibat reflex dari serabut sensoris dari N. V cabang optalmikus
yang terangsang
• Gejala lain uveitis anterior: nyeri, lakrimasi, ggn penglihatan bervariasi
Adakah hubungan keluhan ibu titis dengan keluhan titis
sekarng?

• Kemungkinan tidak ada


Apa kemungkinan diagnosis penyakit titis?

• Ulcerative blepharitis disertai trichiasis, konjungtivitis


Apakah tujuannya dokter memeriksa mata dengan penlight
dan loupe?

• Melihat respon pupil, pemeriksaan dari struktur2 mata (terutama external)


Apa interpretasi pemeriksaan dokter?

• Bulu mata berkelompok-kelompok


• Adanya krusta
• Adanya ulserasi
• Bulu mata tumbuh kearah dalam: Trichiasis
• Menggesek permukaan bola mata & membuat lecet  iritasi  resiko besar infeksi meluas ke kornea &
konjungtiva
• Pemeriksaan visus:
• OD: 5/5  normal
OS: 5/7  penurunan visus
• Kelainan visus  kelainan sepanjang jalur media refraksi. Blepharitis saja  tidak menyebabkan penurunan
visus  harus dicari penyebabnya
• Penyebab-penyebab: kelainan refraksi, terganggunya kejernihan ocular media, kelainan retinal. Kelainan pemb
darah retina, kelainan saraf optik, intracranial disorder (jarang)
Apa tujuan dokter memberi antibiotika topikal dan
merencanakan epilasi?

• Antibiotik topikal: untuk eradikasi bakteri


• Epilasi: pencabutan bulu mata
Pengobatan lain apa saja yang daoat
diberikan?

• Antibiotika topikal: salep antibiotik (ex. Bacitracin, erythromyci)


• Antibiotic eyedrops , 3-4x sehari
• Higienitas mata. Hindari menggosok mata.
• Oral antibiotik bila perlu  erithromycin, tetrasiklin
• Steroid untuk menurunkan inflamasi: tidak disarankan pada erosi kornea
Bagaimana jika keluhan titis tersebut mengenai kornea
mata titis?

• Infeksi berlanjut ke kornea  keratitis


Apa sakit mata titis bisa disembuhkan?

• Kemungkinan bisa. Tergantung penyebab infeksinya.


LEARNING OBJECTIVES

• Mata merah akibat infeksi


• Mata merah non-infeksi
Mata merah infeksi
EPISCLERITIS
Rayhan Fajar Matheza
• Inflamasi yang terlokalisir di daerah episklera. Jaringan ikat bervaskular yang melingkupi
sklera dan kapsula Tenon
• dewasa muda,
• perempuan,
• dekade 3 4
• Idiopatik
• Pada 1/3 penderita terdapat keterlibatan penyakit lokal atau sistemik
• Ocular rosacea
• Gout
• Atopy
• Infection
• Collagen-vascular disease
• Jinak
• Recurrent
• Self limiting
• Unilateral pada 2/3 kasus
• Cenderung berlangsung 2-3 minggu
• Awitan tiba-tiba
• Mata merah, tidak nyaman, panas, dan nyeri
• Nodul / difus
• Jarang melibatkan struktur sekitar
• Pada simple episcleritis tidak ada komplikasi jangka panjang
• Pada nodular, komplikasi sangat jarang dan terbatas pada kornea yang berdekatan dan
sklera setelah beberapa kali serangan di tempat yang sama
• Tear artificial
• Kortikosteroid topikal
Scleritis
• Jarang
• Umur rerata 48 th dengan rentang 11-87 th
• >60 th cenderung berat dan ada komplikasi termasuk kehilangan penglihatan
• Respons imun, sering
• Trauma dan infeksi, jarang
• gejala lebih berat dari episkleritis
• Nyeri hebat, memberat malam hari
• Penurunan visus
• Fotofobia
• Skleritis anterior, melibatkan bagian sklera yang tampak
• Ada perubahan warna bola mata karena pelebaran deep episcleral plexus
• Difus, nodular, nekrotikans
• Komplikasi : transparansi sklera, stafiloma, penipisan dan vaskularisasi kornea, uveitis,
peningkatan TIO
• Skleritis posterior, melibatkan bagian sklera yang tidak tampak
• Serius, potensi kebutaan, sulit didiagnosa
• Nyeri tidak selalu ada, penurunan visus, hiperemis pada forniks, proptosis
• USG
• CT
• Tatalaksana tergantung penampilan dan risiko komplikasi
• Skleritis anterior difus dan nodular
• NSAID sistemik seperti indometasin 75 mg / hari
• >2 minggu, kortikosteroid sistemik
• Kortikosteroid topikal jika ada uveitis
• Nekrotikans
• Kortikosteroid sistemik, prednisolon 1 mg/kgBB/hari
• Agen imunosupresan lain
• Pada kasus sangat berat inj metilprednisolon 1g/hari selama 3 hari
KERATITIS
Risa Firka
Definisi

• Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata yang ditandai dengan mata merah
dan penurunan visus mata.
Epidemiologi

Terbanyak keratitis bakteri


Etiologi

❑ Virus : herpes simpleks


❑ Bakteri
❑ Jamur
❑ Paparan sinar ultraviolet
❑ Iritasi dari penggunaan berlebihan lensa kontak
❑ Mata kering
❑ Ada benda asing pada mata
❑ Reaksi terhadap obat tetes mata ataupun alergi
❑ Efek samping obat tertentu
Klasifikasi berdasarkan lokasi

❖ keratits punctate : superfisial, subepitel


❖ keratitis marginal
❖ keratitis intertisial
Keratitis puntata

• Merupakan keratitis yang terkumpul di daerah bowman, dengan infiltrate berbentuk


bercak-bercak.
1. Superfisial : memeberikan gambaran seperti infiltrate halus bertitik-titik pada permukaan
kornea. Merupakan cacat halus kornea superfisial dan hijau bila diwarnai fluorescein.
2. Subepitel : keratitis yang terkumpul didaerah bowman.
Keratitis marginal

• Merupakan infiltrat yang tertimbun pada tepi kornea sejajar dengan limbus.
Keratitis intertisial

• Merupakan kondisi yang serius dimana masuknya pembuluh darah ke dalam kornea dan
dapat menyebabkan hilangnya transparansi kornea yang berlanjut menjadi kebutaan.
Etiologi tersering adalah karena penyakit sifilis.
Klasifikasi berdasarkan etiologi

• Bakteri
1. Onset cepat sakit
2. Takut dipotret
3. Penurunan penglihatan
Pemeriksaan dengan pewarnaan gram dan giemsa dari usapan ulkus kornea.
Jika gram (-) : tobramisin
Jika gram (+) : cefazolin
• Virus : herpes simpleks
1. Sakit
2. Fotofobia
3. Penglihatan kabur
4. Mata berair
5. Kemerahan
Diagnosis dengan pewarnaan giemsa.
Tatalaksana : asiclovir
• Jamur : aspergillus
1. Sensasi benda asing
2. Meningkat rasa sakit dan ketidaknyamanan mata
3. Tiba-tiba buram
4. Mata merah yang tidak biasa
5. Air mata berlebih dan secret berlebih
6. Peningkatan kepekaan cahaya
Pengobatan : nistatin
• Alergi
• Reaksi hipersensitivitas tipe 1 yang mengenai kedua mata, biasanya ependerita sering
menunjukan gejala alergi terhadap tepung sari rumput-rumputan.
1. Cobble stone diliputi secret mucoid
2. Bentuk limbus tantras dot
3. Gatal
4. Fotofobia
5. Sensasi benda asing
6. Blefarospasme
Untuk pengobatan biasanya sembuh sendiri. Kompres dingin, steroid tipikal.
KONJUNGTIVITIS
Nadia Khair
Konjungtivitis
DEFINISI KONJUNGTIVITIS

• Konjungtivitis merupakan inflamasi pada konjungtiva, selaput bening yang menutupi bagian
berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata.
KLASIFIKASI
• Bakt
eri

• Aler • Et • Virus
gi
io

• Klam
idia
Konjungtivitis Bakteri

• A. Definisi
Konjungtivitis Bakteri adalah inflamasi konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri. Pada
konjungtivitis ini biasanya pasien datang dengan keluhan mata merah, sekret pada mata
dan iritasi mata
Etiologi dan Faktor Resiko

• Konjungtivitis bakteri dapat dibagi menjadi empat bentuk, yaitu hiperakut, akut, subakut
dan kronik..
• Konjungtivitis bakteri hiperakut biasanya disebabkan oleh N gonnorhoeae, Neisseria kochii
dan N meningitidis.
• Bentuk yang akut biasanya disebabkan oleh Streptococcus pneumonia dan Haemophilus
aegyptyus.
• Subakut adalah H influenza dan Escherichia coli.
• kronik paling sering terjadi pada konjungtivitis sekunder atau pada pasien dengan obstruksi
duktus nasolakrimalis
patofisiologi

• Jaringan pada permukaan mata dikolonisasi oleh flora normal seperti


streptococci, staphylococci dan jenis Corynebacterium.
• Perubahan pada mekanisme pertahanan tubuh ataupun pada jumlah
koloni flora normal tersebut dapat menyebabkan infeksi klinis
• Mekanisme pertahanan primer terhadap infeksi adalah lapisan epitel
yang meliputi konjungtiva ,mekanisme pertahanan sekundernya
adalah sistem imun yang berasal dari perdarahan konjungtiva, lisozim
dan imunoglobulin yang terdapat pada lapisan air mata, mekanisme
pembersihan oleh lakrimasi dan berkedip
Manifestasi Klinis
• Rasa tidak nyaman dan sensasi benda asing karena pembengkakan pembuluh darah.
• Fotofobia ringan.
• Sekret mukopurulen.
• Keluhan kelopak mata yang melekat karena adanya sekret terutama pada saat bangun
pagi.
• Penglihatan yang sedikit kabur karena serpihan mukus di depan kornea.
• Keluhan adanya halo (gambaran pelangi) karena efek prismatik mukus pada kornea.
• Terlihatnya sekret yang kering pada forniks dan margin palpebra.
Diagnosis

• Laboratorium
• Pemeriksaan mikroskopik terhadap kerokan konjungtiva yang dipulas dengan pewarnaan
gram atau giemsa
• Biakan disarankan jika sekretnya purulen, memiliki membran atau pseudomembran.
Tatalaksana

• Pada setiap konjungtivitis purulen yang dicurigai


disebabkan oleh diplokokus gram-negatif harus segera
dimulai terapi topical dan sistemik .
• Pada konjungtivitis purulen dan mukopurulen, sakus
konjungtivalis harus dibilas dengan larutan saline untuk
menghilangkan sekret konjungtiva.
Komplikasi

• Konjungtivitis gonokokus (yang bila tidak diobati dapat


berakibat perforasi kornea dan endoftalmitiS
• Konjungtiva dapat menjadi gerbang masuk bagi
meningokokus ke dalam darah dan meningen, hasil akhir
konjungtivitis meningokokus adalah septikemia dan
meningitis.
Uveitis
Mifta Hurrahmah
DEFINIS

• Peradangan pada iris,badan siliaris,dan koroid.


• 10% kebutaan pada populasi usia produktif adalah akibat uveitis.
• Uveitis dapat disebabkan oleh kelainan dimata saja atau merupakan bagian dari kelainan
sistemik,trauma,iatrogenik,dll.
KLASIFIKASI

• Berdasarkann anatomi (Uveitis anterior,intermediet,posterior,panuveitis)


• Berdasarkan perjalanan penyakit (akut dan kronik)
• Berdasarkan etiologi (uveitis infeksi dan non-infeksi)
UVEITIS ANTERIOR

• Inflamasi pada iris dan badan siliaris.


• Dapat terjadi akibat kelainan sistemik (spondiloartropati,dll)
• Infeksi yang sering menyebabkan adalah virus herpes simpleks,virus varisela
zooster,tuberkulosis da sifilis.
• Umumnya terjadi di satu mata namun pada kasus kronik dapat melibatkan kedua mata
• Uveitis anterior akut biasa disebabkan oleh trauma,pasca-operasi da reaksi hipersensitivtas.
• Pada anak meningkatkan komplikasi strabismus,keratopati,katarak,edema makular dan
glaukoma serta memicu ambliopia.
• Gejala klinis : mata merah,nyeri dan fotobia dan pada kasus berat dapat menurunnya
visus.
• Uveitis anterior menyebabkan spasme otot siliaris dan sfingter pupil yang menimbulkan
nyeri tumpul serta fotofobia.
• Tanda uveitis anterior akut adalah injeksi siliarnakibat vasodilatasi arteri siliaris posterior
longus da arteri siliaris anterior yang memperdarahi iris serta badan siliar.
UVEITIS INTERMEDIET

• Peradangan di pars plana yang sering diikuti vitritis


• Penyebabnya sebagian idiopatik (69,1%)
• Gejala biasanya ringan yaitu tanpa disertai mata merah dan nyeri,namun jika terjadi
edema makula dan agregasi sel divitreus (snowballs) penurunan ketajaman pnglihatan
yang buruk.
• Pars planitis berupa bercak putih akibat agregasi sel inflamasi da jaringan fibrovaskular
(snowbank) yang menunjukkan inflamasi berat dan perlu terapi agresif.
UVEITIS POSTERIOR

• Peradangan lapisan korois sering melibatkan jaringan sekitar seperti retina ,vitreus,dan
nervus optik.
• Infeksi paling sering menyebabkan adalah T.GONDI.I,M.TUBERCULOSIS,SIFILIS,CMV,dll.
• Uveitis posterio timbul perlahan namun dpt terjadi secara akut.
• Pasien mengeluh penglihatan kabur yang tidak disertai nyeri,mata merah da fotofobia.
• Komplikasi ; katarak,edema makula,glaukoma ,dll.
PANUVEITIS

• Peradangan seluruh uvea da struktu sekitarnya seperti retina da vitreus.


• Penyebab tersering ; tuberculosis,oftalmia simpatika,penyakit behcet,dll.
DIAGNOSIS

• ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN MATA


• SLIT LAMP
• PEMERIKSAAN LABORATORIUM
• PEMERIKSAAN SEROLOGI
• OCT (OPTICAL COHERENCE TOMOGRAPHY)
• USG B-scan
• Dll.
TERAPI

• PRINSIP ; untuk menekan inflamasi,mecegah da memperbaiki kerusakan


struktur,memperbaiki fungsi penglihatan serta menghilangkan nyeri dan fotofobia.
• Terapi utama : kortikosteroid dan agen sikloplegik/midriatik
• Kortikosteroid topikal merupakan terapi pilihan untuk mengurangi inflamasi (prednisolon)
• Perlu lakukan evaluasi efek jangka panjang penggunaan kortikosteroid.
MATA MERAH NON INFEKSI
GLAUKOMA
MELITA HUSNA
De f inisi Gl A uk omA
• Glaukoma adalah suatu penyakit yang
memberikan gambaran klinik berupa
peninggian tekanan bola mata,
penggaungan papil saraf optik dengan defek
lapang pandangan mata.(Sidarta Ilyas,2000).
• Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata
yang ditandai dengan peningkatan tekanan
intraokuler.
( Long Barbara, 1996)
KLASIFIKASIGLAUKOMA
Glaukoma sudut terbukadan
1. Glaukoma Primer: tertutup
Definisi Glaukoma sudut terbuka
Merupakan sebagian besar dari glaukoma (90- 95% ),yg meliputi
kedua mata.Timbulnya kejadian dan kelainan berkembang secara
lambat.
Disebut sudut terbuka karena aqueous humor mempunyai pintu
terbuka ke jaringan trabekular.
Penatalaksanaan
1. Obat-Obtan Penghambat Sekresi Aquos Humor (Adrenergik)
- Timolol (tetes 0,25 dan 0,5 %2 kali sehari)
2. Laser Trabeculoplasty dimana laser zat Argon disorotkan
langsung ke jaringan trabekular untuk merubah susunan
jaringan & membuka aliran dari humor aqueous dan
iridektomi.
3. Tindakan bedah trabeculectomy yaitu membuat pembukaan
antara ruang anterior dan rongga sub konjungtiva.
Definisi Glaukoma sudut
tertutup(sudut sempit)
Disebut sudut tertutup karena ruang anterior secara anatomis menyempit
sehingga iris terdorong ke depan, menempel ke jaringan trabekular dan
menghambat humor aqueous mengalir ke saluran schlemm.
Pergerakan iris ke depan dapat karena peningkatan tekanan vitreus,
penambahan cairan di ruang posterior atau lensa yang mengeras karena
usia tua.
Penatalaksanaan
2. Glaukoma sudut tertutup / akut

a.Manitol 20 % IV. 1 – 2 gram/kgBB, diberikan 60 tetes/menit.

Miotikum Pilokarpin 2 – 4 %, 1 tts 3 x 5 menit kemudian, 1 tetes 30 menit /2 jam, selanjutnya 1

tetes/jam sampai operasi.

Operasi filtrasi/penyaringan yaitu membuat hubungan antara bilikmata depan dengan saluran

intrasklera atau sistem vena episklera dan konjungtiva untuk menekan peningkatan tekanan

intra okular.
Lanjutan…….

2. Glaukoma sekunder

3. Glaukoma kongenital

4. Glaukoma Absolut
2. Glaukoma sekunder

Dapat terjadi dari peradangan mata ,perubahan

pembuluh darah dan trauma. Dapat mirip dengan


sudut terbuka atau tertutup tergantungpada penyebab.
3. Glaukoma kongenital

Primer atau infantile

Menyertai kelainan congenital lainnya


3.Glaukoma Absolut
 Merupakan stadium akhir glaukoma ( sempit/ terbuka) dimana
sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan
gangguan fungsi lanjut .
 Pada glaukoma absolut kornea terlihat keruh, bilik
mata dangkal, papil atrofi dengan eksvasi glaukomatosa, mata keras
seperti batu dan dengan rasa sakit
BERDASARKANLAMANYA:

1. Glaukoma Akut

2. Glaukoma Kronik
Definisi Glaukoma Akut

Glaukoma akut adalah penyakit mata yang disebabkan


oleh tekanan intraokuler yang meningkat mendadak
sangat tinggi.
Etiologi Glaukoma Akut
Dapat terjadi primer, yaitu timbul pada mata yang memililaki
bakat bawaan berupa sudut bilik mata depan yang sempit pada
kedua mata, atau secara sekunder sebagai akibat penyakit mata
lain. Yang paling banyak dijumpai adalah bentuk primer,
menyerang pasien usia 40 tahun atau lebih.
Faktor Predisposisi
Pada bentuk primer, faktor predisposisinya berupa pemakaian
obat-obatan midriatik, berdiam lama di tempat gelap, dan
gangguan emosional.
Bentuk sekunder sering disebabkan hifema, luksasi/subluksasi
lensa, katarak intumesen atau katarak hipermatur, uveitis dengan
suklusio/oklusio pupil dan iris bombe, atau pasca pembedahan
intraokuler.
Manifestasi klinik
1.Mata terasa sangat sakit. Rasa sakit ini mengenai sekitar mata dan daerah belakang kepala .
2.Akibat rasa sakit yang berat terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan muntah , kadang-kadang
dapat mengaburkan gejala glaukoma akut.
3.Tajam penglihatan sangat menurun.
4.Terdapat halo atau pelangi di sekitar lampu yangdilihat.
5.Konjungtiva bulbi kemotik atau edema dengan injeksi siliar.
6.Edema kornea berat sehingga kornea terlihat keruh.
7.Bilik mata depan sangat dangkal dengan efek tyndal yang positif, akibat timbulnya reaksi radang
uvea.
8.Pupil lebar dengan reaksi terhadap sinar yang lambat.
9.Pemeriksaan funduskopi sukar dilakukan karena terdapat kekeruhan media penglihatan.
10. Tekanan bola mata sangat tinggi.
Pemeriksaan Penunjang
 Pengukuran dengan tonometri Schiotz

menunjukkan peningkatan tekanan.

 Perimetri, Gonioskopi, dan Tonografi dilakukan setelah edema

kornea menghilang.
Penatalaksanaan
Penderita dirawat dan dipersiapkan untuk operasi.
 Dievaluasi tekanan intraokuler (TIO) dan keadaan mata. Bila
TIO tetap tidak turun, lakukan operasi segera.

 Sebelumnya berikan infus manitol 20%300-500 ml, 60


tetes/menit. Jenis operasi, iridektomi atau filtrasi, ditentukan
berdasarkan hasil pemeriksaab gonoskopi setelah pengobatan
medikamentosa.
Definisi Glaukoma Kronik

Glaukoma kronik adalah penyakit mata dengan gejala


peningkatan tekanan bola mata sehingga terjadi kerusakan
anatomi dan fungsi matayang permanen.
ETIOLOGI

Keturunan dalam keluarga, diabetes melitus,

arteriosklerosis, pemakaian kortikosteroid jangka panjang,

miopia tinggi dan progresif.


Manifestasi klinik
¤ Gejala-gejala terjadi akibat peningkatan tekanan bola mata.
¤ Penyakit berkembang secara lambat namun
pasti.
¤ Penampilan bola mata seperti normal dan sebagian tidak
mempunyai keluhan pada stadium dini.
¤ Pada stadium lanjut keluhannya berupa pasien sering
menabrak karena pandangan gelap, lebih
kabur, lapang pandang sempit, hingga kebutaan permanen.
Pemeriksaan Penunjang
¤ Pemeriksaan tekanan bola mata dengan palpasi dan tonometri
menunjukkan peningkatan.
¤ Nilai dianggap abnormal 21-25 mmHg dan dianggap patologik diatas
25 mmHg.
¤ Pada funduskopi ditemukan cekungan pupil menjadi
lebih lebar dan dalam, dinding cekunganbergaung, warna memucat,
dan terdapat perdarahan pupil.
¤ Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan lapang
pandang menyempit, depresi bagian nasal, tangga Ronne, atau
skotoma busur.
Tonometri
Penatalaksanaan
¤ Pasien diminta datang teratur 6 bulan sekali, dinilai tekanan bola
mata dan lapang pandang.Bila lapang pandang semakin
memburuk,
¤ meskipun hasil pengukuran tekanan bola mata dalam batas
normal, terapi ditingkatkan.
¤ Dianjurkan berolahraga dan minum harus sedikit-sedikit.