Anda di halaman 1dari 28

CASE REPORT

Struma Nodosa Non Toksik Lobus Sinistra

Pembimbing : dr. Bakri B Hasbullah, Sp.B, FINACS

OLEH
AULIA LUTHFI KUSUMA, S.Ked
J500100059
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. M
• Umur : 42 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Pekerjaan : Buruh Pabrik
• Agama : Islam
• Suku : Jawa
• Alamat : Bauyanan 1/6 Matesih
• Tanggal MRS : 28 Desember 2014
• No. RM : 003226XX
ANAMNESIS
• Didapatkan dari autoanamnesis pada tanggal 28
Desember 2014

• Keluhan utama : Terdapat benjolan pada leher


Riwayat penyakit sekarang

Pasien datang dengan


keluhan utama terdapat
benjolan di leher sebelah kiri,
muncul ± 2 bulan yll.

Benjolan ikut bergerak jika


menelan, tidak ada
gangguan menelan, tidak
nyeri, tidak ada perubahan
suara, tidak gemetar dan
tidak mudah lelah.
Pasien mengakui sering
mengkonsumsi sayur kubis, lenih
menyukai udara dingin.

nafsu makan minum tidak


mengalami perubahan.
Pasien tidak mengeluhkan pusing
(-), mual (-), muntah (-), BAB dan
BAK dalam batas normal.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 Riwayat Penyakit Serupa : disangkal


 Riwayat Hipertensi : disangkal
 Riwayat DM : disangkal
 Riwayat Penyakit Jantung : disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

 Riwayat Penyakit Serupa : disangkal


 Riwayat Hipertensi : disangkal
 Riwayat DM : disangkal
 Riwayat Penyakit Jantung : disangkal
KELUHAN SISTEMIK
 Neuro : Intoleransi panas (-), intoleransi dingin (-),
tangan bergetar (-), sulit tidur (-), mengantuk
yang berlebihan (-)
 Cardio : Nyeri dada kambuh-kambuhan (-), dada
berdebar- debar (-)
 Pulmo : Sesak napas (-), batuk (-), batuk berdahak (-)
 Abdomen : Diare (-), kembung (-), sulit BAB (-)
 Urologi : BAK lancar
 Musculoskeletal : Nyeri Otot (-), Nyeri sendi (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
• Keadaan Umum : Baik
• Kesadaran : Compos Mentis

• VITAL SIGN
 Tekanan Darah : 130/90 mmHg
 Nadi : 78 x/menit
 Respirasi : 16 x/menit
 Suhu : 36,4oc
PEMERIKSAAN KEPALA DAN LEHER

KEPALA

• Normocephal
• Pupil isokhor, 2mm
• Konjungtiva anemis (-/-)
• Sklera ikhterik (-/-)

LEHER

• KGB : tidak ada pembesaran


• JVP : tidak ada peningkatan
• Terdapat benjolan pada leher sebelah
kiri
PEMERIKSAAN THORAX
• Jantung
 Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak, tidak
nampak massa
 Palpasi : Ictus cordis tidak kuat angkat di SIC V LMC
sinistra
 Perkusi : Batas jantung atas SIC II LPS sinistra, batas
jantung kanan, SIC IV LPS dextra, batas jantung kiri
SIC IV LMC sinistra
 Auskultasi: BJ I-II murni, reguler, bising jantung (-)
PEMERIKSAAN THORAX
• PARU
 Inspeksi : simetris
 Palpasi : fremitus kanan = kiri
 Perkusi : Sonor
 Auskultasi : SDV (+), Wheezing (-), Rhonki (-)
PEMERIKSAAN ABDOMEN
• Inspeksi : Permukaan perut rata, distended (-),
massa (-), bekas luka operasi (-)
• Auskultasi : Peristaltik (+) normal
• Perkusi : Suara tympani
• Palpasi : Nyeri tekan (-), defans muskuler (-)
PEMERIKSAAN EKSTREMITAS

• Superior : Tidak ada kelainan


• Inferior : Tidak ada kelainal
• Akral : Hangat
STATUS LOKALIS
• Pemeriksaan region Colli anterior
• Inspeksi : Terdapat massa ( benjolan ) di regio colli
anterior sinistra, warna kulit sama dengan sekitarnya,
tidak terlihat radang, benjolan tidak mengeluarkan darah
atau pus, tidak tampak sesak, benjolan ikut bergerak
saat menelan.
STATUS LOKALIS
• Palpasi : Teraba massa tunggal di
region colli anterior sinistra dengan ukuran
± 2cm x 2cm x 3cm, bentuk bulat, batas
tegas, konsistensi kenyal padat,
permukaan licin, mobile, tidak melekat
pada dasar jaringan sekitarnya, panas (-),
nyeri tekan (-). Tidak teraba pembesaran
kelenjar getah bening di regio colli
bilateral. Benjolan ikut bergerak saat
menelan.
• Auskultasi : Bruit (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG
No Parameter Jumlah Satuan Nilai Rujukan

1 FT4 17,1 Pmol/L 9 – 20

TSH 1,32 uIU/ml Euthyroidism : 0.25 – 5


Hyperthyroidism : < 0.15
Hypothyroidism : > 7
INDEKS WAYNE
Gejala Score Ny.S Tanda Ada Tidak ada Ny.M

Sesak saat kerja +1 - Pembesaran tiroid +3 -3 +3

Palpitasi +2 - Bising tiroid +2 -2 -2

Kelelahan +2 - Exothalmus +2 -

Senang udara panas -5 - Retraksi Palpebra +2 -

Senang udara dingin +5 +5 Palpebra terlambat +4 -

Keringat berlebihan +3 - Hiperkinesis +2 -

gugup +2 - Telapak tangan +1 -2 -2


lembab

Nafsu makan naik +3 - Nadi teratur


<80x/menit -3 - -
80-90x/menit - -
>90x/menit +3 -

Nafsu makan turun -3 - Atrial fibrilasi +4 -

BB naik -3 -
Jumlah = +4 → Eutiroid
BB turun +3 -

(Wayne EJ. Brit Med J 1:78, 1960); Eutiroid (<10); Meragukan (10-19); Hiper; (>20)
DIAGNOSIS
• DIAGNOSIS KERJA
• Struma Nodosa Non Toksik Lobus Sinistra

• DIAGNOSIS BANDING
• Keganasan tyroid
PENATALAKSAAN

• Operatif : Tiroidektomi

• Post Operatif : Antibiotik, analgesic


TINJAUAN PUSTAKA

Definis

• Struma disebut juga goiter adalah suatu


pembengkakan pada leher oleh karena
pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan
glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
atau perubahan susunan kelenjar dan
morfologinya.
ANATOMI TIROID
FISIOLOGI TYROID
• Pertumbuhan sel.
• perkembangan dan metabolisme energi
• Mempengaruhi pertumbuhan pematangan jaringan tubuh
dan energi
• Mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan reaksi
metabolik
• Menambah sintesis asam ribonukleat (RNA)
• Menambah produksi panas
• absorpsi intestinal terhadap glukosa
• merangsang pertumbuhan somatis dan berperan dalam
perkembangan normal sistem saraf pusat.
KLASIFIKASI SNNT
Berdasarkan Berdasarkan
fisiologinya toksiknya

Eutiroidisme Struma toksik

Struma non
Hipotiroidisme toksis

Hipertiroidesme
Penegakan Diagnosis

Palpasi
• Tes Fungsi
• Dilihat dari Hormon
ukuran • Foto rontgen
• Pasien diminta
benjoalan, untuk duduk, leher leher
lokasi, jumlah dalam posisi fleksi. • USG
nodul, bentuk, Pemeriksa berdiri di • Sidikan Scan
gerakan saat belakang pasien tiroid
pasien diminta dan meraba tiroid
menelan. dengan
menggunakan ibu
jari kedua tangan
pada tengkuk Px Penunjang
Inspeksi penderita.
Penatalaksanaan Medis

Operasi/Pembedahan

Yodium Radioaktif

Yodium Radioaktif

Pemberian Tiroksin dan anti Tiroksin


Terima kasih