Anda di halaman 1dari 16

PENYUSUNAN MASTERPLAN

BANDAR UDARA
HASDIN
140123002
FAKULTAS TEKNIK
UNVERSITAS FAJAR
Pembangunan bandarudara merupakan suatu pekerjaan

yang membutuhkan tersedianya modal dalm jumlah besar dan

bersifat kompleks .bersifat padat modal karena pembangunan

bandar udara membutuhkan investasi konstruksi dan instalsi

yang cukup besar .di lain pihak ,pembangunan bandar udara

merupakan kegiatan yang kompleks karena membutuhkan

keterpaduan dari berbagai bidang pekerjaan dan bidang

keahlian,termasuk keterpaduan intarmoda transportasi dalam

cakupan wilayah yang di layani oleh karena itu ,pembangunan

dan pengembangan suatu bandar udara membutuhkan

perencanaan yang matang agar investasi yang ditanamkan

dapat berdaya guna (efisien)dan berhasil guna efektf.


Maksud pembuatan master plan (rencana induk)suatu

bandar udara adalah sebagai pedoman yang di perlukan

dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu

bandar udara dan operasi penerbangan serta analisis

finansial sampai dengan tahun rencana (target year).dan

tujuan pembuatan master plan suatu bandar udara adalah

mewujudkan suatu bandar udara yang ideal .memiliki

pasilitas prasarana dan sarana.sesuai dengan ketentuan

yang di persyaratkan
Sehinggah dapat memberikan pelayanan ke bandar udara

yang di cepat ,aman,nyaman,efektif,efisien,dan

optimal,baik terhadap keselamatan operasi

penerbangan,penumpang,maupun bagi pengguna jasa

bandara udara lainnya


Dalam hubungan dengan penyusunan masterplan bandar

udara,beberapa aspek perlu di upayakan,utamanya adalah

sebagai berikut ;

1. analisis tentang kelayakan sampai seberapa jauh (target

year)suatu bandar udara dapat di manfaatkan/di

kembangkan untuk melayani pertumbuhan kebutuhan

jasa palayanan bandar udara pada saat ini dan yang

akan datang

2. Analisis potensi eksisting dan potensi yang dapat di

kembangkan di suatu wilayah kota/kabupaten serta

wilayah hinterlandnya yang secara langsung dapat di


modal pengembang jasa transportasi udara

3. Rencana tata guna lahan dan rencana tata letak pasitas

suatu bandar dalam kaitannya dengan pemanfaatan bandar

udara secara optimal

4. Analisis mengenai pemanfaatan daerah di sekitar bandar

udara bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan

persyaratan keselamatan operasi penerbangan dan

kelestarian lingkungan

5. Rencana skala prioritas dan tahap

pengembangan/pembangunan (planning horison ) fasilitas

bandara secara optimal jangka panjang


penyusunan suatu masterplan bandarudara itu

merupakan suatu proses yang mengikuti

pentahapan.merupakan suatu proses karena meliputi

,berbagai kegiatan yang terangkai mulai dari awal

pembuatan proposal,studi literatur,pengumpulan data dan

survei lapangan ,pengolahan data ,analisis dan hasil

,sampai menghasilkan laporan akhir sebagai outputnya

(masterplan).merupakan pentahapan yaitu terdiri dari

kegiatan-kegiatan analisis seperti yang di kemukakan di

atas,analisis potensi eksisting dan yang dapat di

kembangkan analisis rencana tata guna lahan dan tata


Pemanfaatan daerah di sekitar bandar udara.analisis skala

prioritas dan tahap pembangunan fasilitas bandar udara

dan kegiatan analisis penyusunan produk akhir

masterplan, yang meliputi seluruh hasil analisis yang telah

di lakukan sebelumnya
Anlisis pemilihan lokasi bandar udara

Pemilihan lokasi suatu bandar udara di lakukan melalui

dua tahap,yaitu studi awal pemilihan rencana lokasi yang

dilakukan berdasarkan data sekunder (peta

administrasi,tata guna lahan dan sebagainya) dan 2. di

lakukan survey lapangan untuk meninjau lokasi yang akan

di jadikan bandar udara ,dalam menetapkan atau

merencanakan pembangunan suatu bandar udara ,perlu di

lakukan pengkajian berbagai aspek yang menyangkut

aspek ketentuan persyaratan kebandaruraan dalam

menentukan alternatif lokasi bandar udara.


Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kriteria dasar

sebagai berikut

1. Kemudahan pencapaian ke dan dari bandar udara

2. Kesesuain arah landasan dengan arah angin

3. Ketersedian ruang udara

4. Ketersedian lahan yang cukup luas

5. Kemudahan pembangunan

6. Kemudahan pengembangan bandar udara pada masa

depan
7. Kesesuain dengan rencana tata ruang daerah (RUTR

Daerah)

8. Dampak terhadap lingkungan hidup

9. Kemudian utulitas

Alternatif lokasi di pilih bedasarkan parameter-parameter

penting yang perlu di

perhatikan/dipertimbangkan.kemudian di lakukan evaluasi

dengan cara memberikan bobot kepentingnya dan skor

penilaian tingkat kesesuaian dari masing-masing alternatif

lokasi terhadap paremeter-parameter yang di

tetapkan.bobot di kalikan skor akan di peroleh hasilnya


Analisis perkiraan permintaan jasa
angkutan udara
Analisis perkiraan permintaan jasa angkutan udara

merupakan tahap pengelolahan data lalu lintas udara sebagai

dasar evaluasi terhadap kapasitas pasilitas eksisting dan

perencanaan kebutuhan pengembangan fasilitas bandar udara

sampai dengan tahun target perencanaan dengan

meperhatikan program pemerintah dalam rangka mewujudkan

sistem transportasi nasional (SISTRANAS) dan

kebijakan/strategi pengembangan wilayah serta potensi

ekonomi daerah setempat yang meliputi sebagai berikut :


1. Analisa perkiraan permintaan jasa angkutan udara

(demand forecast analisis ) terdiri dari :

1. perkiraan jumlah pergerakan pesawat terbang

tahunan

perkiraan jumlah pergerakan penumpangan

udara tahunan

2. perkiraan jumlah pergerakan pesawat terbang

pada jam- jam sibuk

3. perkiraan jumlah pergerakan penumpang udara

pada jam-jam sibuk


4. Perkiraan volume barang dan benda pos tahunan

5. Perkraan jaringan rute penerbangan pada masa

mendatang

6. Perkiraan pengoperasian jenis/tipe/ukuran

pesawat terbang yang akan datang

2. Analisa asal tujuan lalu lintas angkutan udara (origin

destination analysist)

3. Analis pergantian modaangkutan (modal split analisyt)


Dengan melakukan analisis perkiran permintaan jasa

angkutan udara (penerbangan)akan di ketahui bangkitan

lalu lintas dan tarikan lalu lintas angkutan udara,dengan

demikian dapat diketahui bandar-bandar udara asal yang

potensial ,bandar-bandar udara tujuan yang ramai di

kunjungi penumpang udara ,dan akan dapat di identifikasi

rute-rute gemuk (padat) dan rute-rute kurus (kurang

padat),maka selanjutnya akan mudah untuk menyusun

rencana pengembangan masing-masing bandar udara

dalam arti penyedian jenis ,jumlah dan kapasitas sarana

dan prasarana bandar udara yang di butuhkan.


Sekian
dan
terima kasih