Anda di halaman 1dari 14

Asuhan Keperawatan Klien Dengan

Pyelonephritis
(Saluran Perkemihan Bagian Atas)
Oleh :
Rodianson Tuah
2014
Pendahuluan
Merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tubulus dan jaringan
interstitial dari salah satu atau kedua ginjal.

Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang
disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri.Infeksi bakteri pada
jaringan ginjal yang di mulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik
ke ginjal. Infeksi ini dapat mengenai parenchym maupun renal pelvis
(pyelum= piala ginjal)

Bakteri mencapai kandung kemih melalui uretra dan naik ke ginjal.


Hal ini sebagai akibat dari refluks uretero-vesikel, dimana katub
ureterovesikel yang tidak kompeten sehingga menyebabkan urine refluk
kedalam ureter.

Obstruksi saluran kencing meningkatkan kerentanan ginjal terhadap


infeksi, tumor kandung kemih, striktur, BPH dan batu saluran.
ETIOLOGI
1. Bakteri E. Coli.
2. Resisten terhadap antibiotik.
3. Obstruksi ureter yang mengakibatkan
hidronefrosis.
4. Infeksi aktif.
5. Penurunan fungsi ginjal.
6. Bakteri yang menyebar ke daerah ginjal,
darah, sistem limfatik.
Manifestasi Klinik
1. Pielonefritis Akut : Demam dan menggigil,
nyeri panggul, nyeri tekan pada sudut
kostovertebral, lekositosis dan adanya bakteri
dan leukositosis dalam urine.
2. Pielonefritis Kronik : keletihan, sakit kepala,
anoreksia, poliuria, haus yang berlebihan,
dan kehilangan BB, infeksi berlanjut dapat
menyebabkan gagal ginjal.
Penatalaksanaan
a. Akut : berisiko terhadap bakteremia dan
memerlukan terapi anti mikrobial yang
intensif. Terapi di berikan selamat 24 – 48
jam sampai pasien afebril.
b. Kronis : pemilihan antimikrobial didasarkan
pada identifikasi bakteri pathogen melalui
kultur urine
Diagnostik
Pemantauan Faal Ginjal ( BUN, Kreatinin), urine
lengkap dan kultur urine.
Urogram intravena dan USG untuk menentukan
osbtruksi pada traktus urinarius.
Asuhan Keperawatan
Pengkajian :
Aktivitas/istirahat :
Keletihan, kelemahan, malaise
Perubahan pola tidur
Sirkulasi :
Hipertensi
Integritas Ego :
Marah, sensitif, perubahan kepribadian.
Eliminasi :
Perubahan pola berkemih, disuria, urien keruh,
proteinuria, hematuria.
Makanan dan Cairan :
Anoreksia, hiperkalemi, penampilan tak
bertenaga.
Neurosensori :
Sakit kepala, irritabilitas
kram otot/kejang
Nyeri dan ketidaknyamanan :
Nyeri tubuh, sakit kepala, perilaku berhati-hati
dan gelisah.
Pernafasan :
Takipnoe, dispnoe saat terjadi peningkatan suhu
tubuh.
Keamanan :
Perhatikan adanya reaksi seperti demam (sepsis
dan dehidrasi, risiko komplikasi
Pembelajaran keluarga
Riwayat batu saluran kencing, penyakit
keganasan.
Pola kebersihan diri
Riwayat paparan zat berbahaya.
Masalah Kep yang lazim terjadi
1. Perubahan pola eliminasi urine
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan anoreksia.
3. Nyeri berhubungan dengan infeksi pada
ginjal.
4. Defisit pengetahuan
PRIORITAS KEPERAWATAN :
1. Tanda infeksi dan peradangan teratasi
2. Mencegah komplikasi.
3. Memberikan dukungan emosi utk klien
4. Memberikan informasi tentang penyakit/prognosis dan
kebutuhan pengobatan.

TUJUAN PEMULANGAN :
1. Pola perkemihan normal
2. Komplikasi dicegah/minimal
3. Menerima/menyadari keadaannya.
4. Proses penyakit , prognosis dan program pengobatan dipahami.