Anda di halaman 1dari 25

Referat

Karsinoma ovarium
Pembimbing : dr. Ni Made Astijani, Sp.OG
Pendahuluan
 Kanker ovarium merupakan penyebab kematian utama pada
kasus keganasan ginekologi.
 Pada tahun 2007 kanker ovarium merupakan kanker kelima
terbanyak yang menyebabkan kematian wanita di Amerika
Serikat setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan
pankreas.
 Tumor membesar dan menyebar ke organ sekitarnya tanpa
keluhan sehingga pada umumnya kanker ovarium ditemukan
pada stadium lanjut.
Anatomi
Epidemiologi

Karsinoma ovarium mempunyai mortalitas yang paling tinggi pada


wanita di usia produktif dibandingkan kanker lainnya.

Amerika Serikat berjumlah 6-7/100.000, dan di kebanyakan negara


lainnya kelangsungan hidup selama 5 tahun secara keseluruhan
adalah sebanyak 30%.

Insiden tertinggi terjadi pada wanita postmenstruasi (65-74 tahun)


Patofisiologi

Teori Incessant
Ovulation

Teori Hormon Teori


Steroid Gonadotropin
Faktor resiko
Nuliparitas

Menarke awal dan menopause lambat

Infertilitas

Riwayat keluarga

Usia
Penegakan diagnosis

Pemeriksaan
Anamnesis penunjang

Pemeriksaan
fisik
Gejala Klinis
 Tidak khas
 Haid tidak teratur
 Sering kencing dan konstipasi
 Distensi abdomen
 Nyeri
Pemeriksaan fisik
 Massa tumor di pelvis/adneksa (+)
 Bila tumor tersebut padat, bentuknya irregular dan terfiksir ke dinding panggul,
keganasan perlu dicurigai.
 Bila di bagian atas abdomen ditemukan juga massa dan disertai asites, keganasan
hampir dapat dipastikan.
 Pada stadium lanjut, pemeriksaan abdomen bagian atas biasanya menunjukkan
massa menandakan penggumpalan di omentum.
 Auskultasi dada juga penting karena pasien dengan efusi pleura mungkin tidak
ada gejala yang jelas.
 Selain itu, palpasi pada kelenjar limfe perifer harus dilakukan untuk memastikan
ada atau tidaknya metastasis
Pemeriksaan penunjang

 Pemeriksaan laboratorium
CBC, AFP & LDH, Ca 125
 Sonografi
 X-Ray
 CT-Scan
Pembagian Tumor Ovarium
Pembagian Stadium

Stadium tersebut menurut International Federation of Gynecologist and


Obstenricians(FIGO) 1987:

Stadium I Pertumbuhan terbatas pada ovarium


Ia pertumbuhan terbatas pada satu ovarium, kapsul tumor utuh, tidak ada
pertumbuhan di permukaan ovarium, tidak ada sel tumor cairan asites ataupun
pada bilasan cairan di rongga peritonium
Ib : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium,
tidak ada pertumbuhan di permukaan
ovarium, tidak ada sel tumor cairan asites
ataupun pada bilasan cairan di rongga
peritonium

Ic : tumor terbatas pada satu atau dua ovarium


dengan ruptur kapsul tumor, ditemukan sel
tumor ganas pada cairan asites maupun
bilasan rongga peritoneum.
Stadium II Pertumbuhan pada satu atau kedua ovarium dengan perluasan
ke panggul
IIa : perluasan dan/atau metastasis ke uterus dan/atau tuba
IIb : perluasan ke jaringan pelvis lainnya
IIc : tumor stadium IIa dan IIb tetapi dengan tumor pada permukaan satu
atau kedua ovarium, kapsul pecah, atau dengan asites yang
mengandung sel ganas atau bilasan peritoneum positif.
Stadium
Stadium III
 Tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implantasi ke
peritoneum di luar pelvis dan/atau KGB retroperitoneal atau inguinal
positif. Metastasis di permukaan liver dikategorikan masuk stadium III.
Tumor terbatas dalam true pelvic tetapi secara histologi terbukti
meluas ke usus besar atau omentum.
IIIa : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif
tetapi secara histologik dan dikonfirmasi secara mikroskopik adanya
pertumbuhan di permukaan peritoneum abdominal

IIIb : tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan perlengketan di


permukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopik, diameter tidak
melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negatif.

IIIc : perlengketan di abdomen >2 cm dan/atau kelenjar getah bening


retroperitoneal atau inguinal positif
Stadium IV
 Pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium
dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil
sitologinya positif dimasukkan dalam stadium IV.
Begitu juga metastasis parenkim hati.
Penatalaksaan
 Penatalaksaan kanker ovarium sangat ditentukan oleh stadium
derajat diferensiasi, fertilitas, dan keadaan umum penderita.
 Pengobatan utama adalah pengangkatan tumor primer dan
metastasisnya, dan bila perlu diberikan terapi adjuvant seperti
kemoterapi dan radioterapi
Penatalaksanaan Kanker Ovarium
stadium awal
 terdiri dari histerektomi totalis, salpingoooforektomi bialteralis, dan
surgical staging.

 Pada stadium IA atau IB, grade 1 atau 2 tidak diperlukan pengobatan


lanjut pasca operasi.

 stadium IA atau IB, grade 3 & semua pasien stadium IC dan II harus
dilakukan 3 sampai 6 siklus kemoterapi.
Penatalaksanaan Kanker Ovarium
Stadium Lanjut

 tindakan operasi pengangkatan tumor primer dan metastasisnya di


omentum, usus, dan peritoneum.

 Kemoterapi