Anda di halaman 1dari 22

 Secara etimologi, yoga = Yuj (Sansekerta) =yoke

(Inggris), yang berarti “penyatuan”.


 Yoga berarti penyatuan kesadaran manusia dengan
sesuatu yang lebih luhur, trasenden, lebih kekal dan
ilahi
 “proses berpikir yang membuat pikiran tenang”
• Meningkatkan fungsi kerja kelenjar endokrin (hormonal) di dalam
tubuh.
• Meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sel tubuh otak.
• Membentuk postur tubuh yang lebih tegap, serta otot yang lebih lentur
dan kuat.
• Meningkatkan kapasitas paru-paru saat bernapas.
• Membuang racun dari dalam tubuh (detoksifikasi).
• Meremajakan sel-sel tubuh dan memperlambat penuaan.
• Memurnikan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung.
• Mengurangi ketegangan tubuh, pikiran, dan mental, serta
membuatnya lebih
• kuat saat menghadapi stress.
• Memberikan kesempatan untuk merasakan relaksasi yang mendalam.
• Meningkatkan kesadaran pada lingkungan.
• Meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk berpikir
positif.
a. Jnana yoga (penyatuan melalui ilmu pengetahuan)
b. Karma yoga (penyatuan melalui pelayanan sosial terhadap
sesama manusia)
c. Bhakti yoga (penyatuan melalui bakti terhadap Tuhan)
d. Yantra yoga ( penyatuan melalui pembuatan visual)
e. Mantra yoga (penyatuan melalui suara dan bunyi)
f. Tantra yoga (penyatuan melalui pembangkitan energi chakra)
g. Kundalini yoga (penyatuan melalui pembangkitan energi
kundalini)
h. Hatha yoga (penyatuan melalui penguasaan tubuh dan
napas)
i. Raja yoga (penyatuan melalui penguasaan pikiran dan
mental)
1. Panca Yama Brata
2. Panca Niyama Brata
3. Asana (Sikap Duduk)
4. Pranayama
5. Pratyahara
6. Dharana
7. Dhyana
8. Samadhi
1. Ahimsa atau tanpa kekerasan. Jangan melukai mahluk
lain manapun dalam pikiran, perbuatan atau perkataan.
2. Satya atau kejujuran/kebenaran dalam pikiran, perkataan
dan perbuatan, atau pantangan akan kecurangan,
penipuan dan kepalsuan.
3. Astya atau pantang menginginkan segala sesuatu yang
bukan miliknya sendiri. Atau dengan kata lain pantang
melakukan pencurian baik hanya dalam pikiran,
perkataan apa lagi dalam perbuatan.
4. Brahmacarya atau berpantang kenikmatan seksual.
5. Aparigraha atau pantang akan kemewahan; seorang
praktisi Yoga (Yogin) harus hidup sederhana.
1. Sauca, atau kebersihan lahir batin.
2. Santosa atau kepuasan.
3. Tapa atau mengekang.
4. Svadhyaya atau mempelajari kitab-kitab suci,
5. Isvarapranidhana atau penyerahan dan pengabdian
kepada Tuhan
 pengaturan nafas keluar masuk paru-paru melalui lubang
hidung dengan tujuan menyebarkan prana (energi)
keseluruh tubuh.
 Pada saat manusia menarik nafas mengeluarkan suara So,
dan saat mengeluarkan nafas berbunyi Ham.
 Pranayama terdiri dari : Puraka yaitu memasukkan nafas,
Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan Recaka yaitu
mengeluarkan nafas. Puraka, kumbhaka dan recaka
dilaksanakan pelan-pelan bertahap masing-masing dalam
tujuh detik.
 tujuh cakra yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang
punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang
terletak diatas kemaluan, manipura yang terletak di pusar,
anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di
leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua mata, dan
sahasrara yang terletak diubun-ubun. (Saraswati:1996)
 Adalah penguasaan panca indra oleh pikiran sehingga
apapun yang diterima panca indria melalui syaraf ke
otak tidak mempengaruhi pikiran.
 Pada umumnya indra menimbulkan nafsu kenikmatan
setelah mempengaruhi pikiran. Yoga bertujuan
memutuskan mata rantai olah pikiran dari rangsangan
syaraf ke keinginan (nafsu), sehingga citta menjadi
murni dan bebas dari goncangan-goncangan.
(Saraswati:1996)
• mengendalikan pikiran agar terpusat pada suatu objek
konsentrasi.
• Objek bisa dari dalam tubuh dan luar tubuh manusia
• misalnya sela alis, yang dalam keyakinan Sivaism
disebut sebagai “Trinetra” atau mata ketiga Siwa
• Objek lain diluar tubuh manusia misalnya bintang,
bulan, matahari, dan gunung.
o suatu keadaan dimana arus pikiran tertuju tanpa
putus-putus pada objek yang disebutkan dalam
Dharana itu, tanpa tergoyahkan oleh objek atau
gangguan atau godaan lain baik yang nyata maupun
yang tidak nyata.
o Gangguan atau godaan yang nyata dirasakan oleh
Panca Indria baik melalui pendengaran, penglihatan,
penciuman, rasa lidah maupun rasa kulit.
(Saraswati:1996)
• Samprajnatta-samadhi atau Sabija-samadhi, adalah
keadaan dimana yogin masih mempunyai kesadaran,
• Asamprajnata-samadhi atau Nirbija-samadhi, adalah
keadaan dimana yogin sudah tidak sadar akan diri dan
lingkungannya, karena bathinnya penuh diresapi oleh
kebahagiaan tiada tara, diresapi oleh cinta kasih
Hyang Widhi. (Saraswati:1996)
 Jauh dari Kebisingan
 Memiliki penghawaan yang cukup baik.
 Terdapat unsur-unsur alam
 Ruangan harus memiliki sirkulasi udara yang baik
dengan pergantian udara 8 – 10 kali/jam
 Tinggi plafon minimal 2,4 m 8. Intensitas rata-rata
cahaya untuk latihan ≥ 120 lux. Suhu ruang hall : 2 – 15
˚C 9. Luas jendela 20% dari jumlah seluruh luas
ruangan dengan cahaya internal yang tidak
menyilaukan (sun blinds).
 Berdiri tegak, kedua kaki rapat. Letakkan
kedua telapak tangan dengan kedua jari-jari
tangan saling mengunci di depan dada.
 Putar telapak tangan ke arah luar sehingga
telapak tangan menghadap ke depan.
 Luruskan kedua lengan ke depan dan
kemudian ke atas.
 Kedua lengan sejajar dengan telinga, dada
tetap terbuka, dan pandangan tetap ke
depan. Muka dan leher tetap rileks..
 Tahan gerakan ini 30 detik.
 Manfaat: • Peregangan untuk bahu, lengan,
pergelangan tangan dan jari-jari tangan. •
Membantu meluruskan tulang belakang.
 Berdiri tegak, kedua kaki dibuka selebar
bahu.
 Angkat kedua lengan lurus ke atas,
kemudian tekuk kedua siku dan saling
berpegangan.
 Tekuk badan ke depan dari pinggul dan
jaga punggung tetap lurus.
 Kedua kaki tetap lurus, dan leher rileks.
 Tahan gerakan ini selama 30 detik.
 Manfaat: • Peregangan pada otot paha. •
Meningkatkan fleksibilitas pada
persendian pinggul. • Dapat mengatasi
masalah insomnia.
Duduk tegak bersila, kaki kanan berada di
bawah kaki kiri.
Kedua bahu sejajar, dada terbuka,
pandangan lurus ke depan.
Kedua tangan dapat diletakkan di atas
paha, di samping paha menekan lantai,
atau disatukan di depan dada.
Kepala, leher, dan tulang belakang dijaga
tetap satu garis lurus.
Manfaat: • Mengistirahatkan kaki yang
lelah. • Membuat persendian pinggul dan
pangkal paha lebih lentur.
 Berdiri tegak lurus, kedua kaki dibuka sekitar
3,5 kaki (106 cm) ke samping, kedua tangan
direntangkan ke samping.
 Putar kaki 90 derajat ke arah kanan, putar
badan ke kanan, jaga kedua sisi badan tetap
lurus, letakkan tangan kanan di atas tulang
kering dan tangan kiri lurus ke atas.
 Dada terbuka, kedua kaki lurus, dan
pandangan ke arah tangan yang lurus ke atas,
tahan selama 30 detik, kemudian ganti ke arah
sebaliknya
 Manfaat: • Mengurangi kekakuan pada leher,
bahu, dan lutut. • Menguatkan ikatan sendi
pada tangan dan kaki.