Anda di halaman 1dari 20

Pengertian

• Dermatitis menurut Djuanda (2000), adalah peradangan kulit


(epidermis dan dermis ) sebagai respon terhadap pengaruh faktor
eksogen atau pengaruh faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis
berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel,
skuama) dan keluhan gatal.
• Menurut Brunner dan Suddart (2000), dermatitis adalah peradangan
pada kulit ( inflamasi pada kulit ) yang disertai dengan pengelupasan
kulit ari dan pembentukkan sisik.
• Dermatitis adalah suatu peradangan pada dermis dan epidermis yang
dalam perkembangannya memberikan gambaran klinik berupa
efloresensi polimorf dan pada umumnya memberikan gejala subjektif
gatal. (Mulyono, 1986)
• Dermatitis menurut kelompok kami adalah peradangan kulit yang
ditandai oleh rasa gatal dan merupakan jenis alergi kulit.
Etiologi
• Penyebab dermatitis belum diketahui secara pasti. Sebagian besar
merupakan respon kulit terhadap agen-agen misal nya zat kimia,
bakteri dan fungi selain itu alergi makanan juga bisa menyebabkan
dermatitis. Respon tersebut dapat berhubungan dengan alergi.
(Mansjoer, 1998 ).
• Penyebab Dermatitis secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu
1. Luar (eksogen)
2. Dalam (endogen)
Patofisiologi
• Dermatitis merupakan peradangan pada kulit, baik pada bagian
dermis ataupun epidermis yang disebabkan oleh beberapa zat alergen
ataupun zat iritan. Zat tersebut masuk kedalam kulit yang kemudian
menyebabkan hipersensitifitas pada kulit yang terkena tersebut.
• Adapun faktor-faktor yang ikut mendorong perkembangan dermatitis
adalah gesekan, tekanan, balutan, macerasi, panas dan dingin,
tempat dan luas daerah yang terkena dan adanya penyakit kulit lain
Klasifikasi
• Dermatitis kontak

Normal Dermatitis kontak


• Dermatitis atopik

Dermatitis atopik normal


• Dermatitis numularis

Dermatitis numularis normal


• Dermatitis seboroik
Manifestasi Klinis
• pruritus ( gatal )
• kenaikan suhu tubuh
• Kemerahan
• edema
• gangguan fungsi kulit dan genitalia eksterna.
Pemeriksaan Penunjang
• Biopsi kulit
• Uji kultur dan sensitivitas
• Uji temple
• Pemeriksaan IgE
Penatalaksanaan
• Dermatitis kontak
• Dermatitis atopic
• Neurodermatitis sirkumskripta
• Dermatitis numularis
Pengobatan topikal
• Kortikosteroid
• Radiasi ultraviolet
• Siklosporin A
Sistemik
Dapat diberikan antihistamin ataupun sedatif.
ASUHAN KEPERAWATAN
• Pengkajian
• Pengkajian Riwayat Kesehatan
• Pemerikasaan Penunjang
Diagnosa keperawatan
• Ketidakefektifan pola jalan napas terganggu akibat spasme otot-otot
pernapasan, kerusakan neurologis.
• Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi dan reaksi
inflamasi
• Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perasaan malu terhadap
penampakan diri dan persepsi tentang ketidakbersihan
• Nyeri akut berhubungan dengan lesi kulit
• Resiko infeksi berhubungan dengan lesi, bercak-bercak merah pada
kulit.
Dx1 : Ketidakefektifan pola jalan napas terganggu
akibat spasme otot-otot pernapasan, kerusakan
neurologis.
Intervensi:
• Posisikan klien untuk memaksimalkan ventilasi
• Lakukan fisioterapi dada bila perlu
• Keluarkan secret dengan batuk atau suction
Dx 2 : Kerusakan integritas kulit berhubungan
dengan lesi dan reaksi inflamasi
Intervensi :
• Anjurkan klien untuk menggunakan pakaian yang longgar
• Hindari kerutan pada tempat tidur
• Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering
Dx3: Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
perasaan malu terhadap penampakan diri dan
persepsi tentang ketidakbersihan
Intervensi
• Kaji secara verbal dan non verbal respon klien terhadap tubuhnya
• Monitor frekuensi mengkritik dirinya
• Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan dan prognosis
penyakit
Dx4: Nyeri akut berhubungan dengan lesi kulit
Intervensi :
• Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.
• Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
• Gunakan tekhnik komunikasi terapeutik untuk mengetahui
pengalaman nyeri klien
Dx5: Resiko infeksi berhubungan dengan lesi,
bercak-bercak merah pada kulit.
Intervensi:
• Bersihkan lingkungan setelah dipakai klien lain
• Pertahankan tekhnik isolasi
• Batasi pengunjung bila perlu