Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL TESIS

Manajemen Stres Kepala Sekolah


Dalam Pendidikan Islam
Di Sekolah Dasar Islam Program Khusus
(SDI-PK) Muhammadiyah Delanggu

WALIMIN
NIM. 144 031 081
A. LATAR BELAKANG

1. Pendidikan nasional bertugas mengembangkan kesadaran atas tanggung


jawab setiap warga negara terhadap kelanjutan hidupnya. (Tilaar, 2001: 3)

2. Kepala sekolah bertugas merencakan mangarahkan, mengevaluasi dalam


membentuk manusia-manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan
masyarakat.

3. Kepala sekolah sebagai penggerak dari berbagai stakeholder di sekolah,


harus mampu mengarahkan mereka menuju arah pendidikan sebagaimana
yang tercantum dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
4. Kepala sekolah yang baik mampu memotivasi kepada bawahannya dalam
menciptakan kepuasan kerja tim, dengan komunikasi yang intensif,
memberi insentif, pengelolaan administrasi yang transparan, dan
memberikan kemudahan kepada para guru untuk kuliah lagi, serta
menunjang guru dalam memotivasi aktivitas pembelajaran di sekolah dan
memberikan kesempatan kepada guru menyampaikan saran dan kritikan

5. kepala sekolah di samping harus bertanggung jawab dalam


mengarahkan juga harus menjadi contoh, sabar dan penuh pengertian
sebagaimana fungsi pemimpin yang dikemukakan oleh Ki Hadjar
Dewantoro :Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri
handayani ( di depan menjadi teladan, di tengah membina, di belakang
menjadi pendorong ).
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
6. Pemimpin akan menjadi motivator terhadap bawahannya jika :
a. Perilaku tersebut memuaskan dapat memuaskan kebutuhan-
kebutuhan bawahannya sehingga memungkinkan tercapainya
efektivitas dalam pelaksanaan kerja,
b. Perilaku tersebut merupakan komplemen dari lingkungan para
bawahan yang berupa memberi latihan, dukungan dan penghargaan
yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanaan kerja. Jika tidak
para bawahan dan lingkuannya akan merasa kekurangan. (Shulhan,
2013:vii)
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
7. Stres di tempat kerja bukanlah fenomena baru. Para pemimpin dan
pelaku pendidikan dan institusi non kependidikan mengakui bahwa
stres telah mewabah, Permasalahan organisasi – termasuk sekolah -
adalah hal-hal yang menyimpang dari apa yang dikehendaki,
direncanakan atau dituju. Demikian pula kepala sekolah sudah tentu
menghadapi masalah-masalah rendahnya mutu lulusan, kurikulum yang
kurang relevan, personel yang rendah mutunya, manajemen yang
lemah, kepemimpinan yang kurang efektif, dan sebagainya. Semua itu
harus mendapat pemecahan sesuai situasi dan kondisi organisasi yang
dipimpinnya.(Anzizhan, 2004: 8)
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
8. Ruhiyat (2016:1) menulis bahwa kepala sekolah yang hebat
akan bisa mengendalikan diri dalam berbagai keadaan. Dia
mampu mengatur psikologis dalam situasi apapun. Sebaliknya
kepala sekolah yang buruk akan bertindak terburu-buru dan
cenderung emosional, seperti yang dilakukan oleh seorang
kepala sekolah negeri di Bogor yang menampar guru honorer
tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut karena kepala sekolah
tidak mampu mengendalikan emosi dan stres karena berbagai
persoalan dan tugas yang diampunya.
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
9. SD Islam PK Muhammadiyah Delanggu-Klaten sejak didirikan tahun
2004 keberadaannya mulai diperhitungkan, terbukti sejak meluluskan
siswa kelas 6 (enam) sudah 3 kali mendapat peringkat 1 se UPTD
Pendidikan kecamatan Delanggu.

10.Tahun 2014 terjadi serah terima kepala sekolah yang lama dengan
kepala sekolah baru. Sebagai kepala sekolah yang baru dan belum
berpengalaman membuat ia bingung dan stres bagi kepala sekolah. Hal
tersebut sedikit banyak mempengaruhi kredibilitas sekolah tersebut
terhadap masyarakat sekitar.
LANJUTAN : LATAR BELAKANG
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan mengambil judul :

“ Manajemen Stres Kepala Sekolah Dalam Pendidikan Islam


Di Sekolah Dasar Islam Program Khusus (SDI-PK)
Muhammadiyah Delanggu ”.
PERUMUSAN MASALAH :
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat
disusun rumusan permasalahan sebagai berikut :
1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan stres kepala sekolah?
2) Bagaimana manajemen stres kepala sekolah untuk mengelola
masalah-masalah yang ditimbulkan?
3) Apa produk yang dihadapi dalam manajemen stres?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Menjabarkan faktor-faktor yang menyebabkan stres kepala sekolah di

SDI-PK Muhammadiyah Delanggu

2. Menjabarkan manajemen stres kepala Sekolah untuk mengelola


masalah-masalah yang dihadapi.

3. Mendapatkan produk yang dihasilkan dalam manajemen stres.


D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat Akademik

1. Penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi untuk penelitian lebih lanjut
mengenai Manajemen Stres Kepala Sekolah.

2. Peneliti, Diharapkan mampu memberikan gambaran pengetahuan tentang


Manajemen Stres Kepala Sekolah

3. Bagi sekolah, dapat digunakan sebagai bahan referensi dan wacana pengayaan
bahan dalam pengembangan sekolah.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Manajemen
1. Konsep Dasar Manajemen

 Kata “Manajemen” dapat disamakan dengan “pengelolaan”, yang berarti


pula pengaturan atau pengurusan (Suharsimi Arikunto, 1993: 31).
 Manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada
usaha kerja sama antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu
tujuan yang telah ditetapkan.
 lima unsur manajemen yaitu : 1) Pimpinan 2) Orang-orang (pelaksana)
yang dipimpin 3) Tujuan yang akan dicapai 4) Kerjasama dalam tujuan
tersebut 5) Sarana atau peralatan manajemen yang meliputi enam
macam yang dikenal dengan 6 M yaitu : a) Man (manusia/orang) b)
Money (uang) c) Materials (bahan-bahan) d) Machine (mesing) e) Method
(metode) f) Market (pasar
LANJUTAN KAJIAN TEORI
2. Pentingnya Mempelajari Manajemen
• Manajemen banyak membantu dalam menyelesaikan problem dan
berhasilnya suatu kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh
karena itu, manajemen penting untuk dipelajari sebagai media
mencapai kesuksesan, baik individu maupun organisasi.

3. Prinsip Manajemen/Pengelolaan

 Mustari merumuskan prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut : a)


Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan
mekanisme kerja. b) Mengoordinasikan wewenang dan tanggung
jawab c) Memberikan tanggung jawab pada personel hendaknya
sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya d) Mengenal secara baik
faktor-faktor psiklogis manusia e) Relativitas nilai-nilai ( Mustari,
2014: 11)
LANJUTAN KAJIAN TEORI
Stres
1. Pengertian Stres

stres adalah keadaan psikologis dan organis seseorang ketika mendapatkan masalah
atau tantangan dan belum mempunyai jalan keluarnya yang bisa berakibat positif
(eustress)atau negatif (distress).

2. Sumber-sumber stres (Stressor)


 Lingkungan kerja
 Kondisi-kondisi di luar kerja
3. Model-Model Stres
 Model stres berdasar stimulus
 Model stres berdasarkan respons
 Model stres berdasarkan transaksional

4. Macam-macam stresor
 dari pribadi
 Pekerjaan
 Lingkungan
 Psikososial
LANJUTAN KAJIAN TEORI
5. Tahapan-Tahapan Stres
I. Stres tahap I
II. Stres tahap II
III. Stres tahap III
IV. Stres tahap IV
V. Stres tahap V
VI. Stres tahap VI
6. DAMPAK NEGATIF STRES

1) Gejala fisiologis, berupa keluhan seperti sakit kepala, sembelit, diare, sakit
pinggang, urat tegang pada tengkut, tekanan darah tinggi kelelahan, sakit perut,
maag, berubah selera makan, susah tidur dan kehilangan semangat.
2) Gejala emosional, berupa keluhan seperti gelisah, cemas, mudah marah, gugup,
takut, mudah tersinggung sedih dan depresi
3) Gejala kognitif, berupa keluhan seperti susah berkonsentrasi, suli membuat
keputusan, mudah lupa, melamun secara berlebihan dan pikiran kacau
4) Gejala interpersonal, berupa sikap acuh tak acuh pada lingkungan, agresif,
minder, kehilangan kepercayaan pada orang lain dan mudah menyalahkan orang
lain.
5) Gejala organisasional, berupa meningkatnya keabsenan dalam kerja/kuliah,
menurunnya produktivitas, ketegangan dengan rekan kerja, ketidak puasan kerja
dan menurunnya dorongan untuk berprestasi
MANAJEMEN STRES

Manajemen Stres adalah mengerahkan segala kemampuan diri untuk mengatasi

atau merespon tantangan berupa fisik maupun mental yang mempengaruhi

dirinya, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar dirinya. Secara singkat

dikatakan usaha yang dilakukan individu untukmencari jalan keluar dari masalah

agar dapat menyesuakan diri dengan perubahan yang terjadi disebut manajemen

stres (coping).
Konsep Pemimpin dalam Islam

Dalam bahasa Arab kata yang sering dihubungkan dengan kepemimpinan adalah
ra’in yang diambil dari hadis Nabi Saw.
‫سئ ُْو ٌل ع َْن‬ ٍ ‫سلَّ َم قَا َل ا َ ََل كُل ُك ْم َر‬
ْ ‫اء َو كُل ُك ْم َم‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَّى هللا‬
َ ‫ع َم َر ع َِن النَّبِ ِى‬ ُ ‫َح َّدثَنَا قُت َ ْيبَةُ َح َّدثَنَا اللَّي‬
ُ ‫ْث ع َْن نَافِ ٍع ع َِن اب ِْن‬
)‫ (رواه الترميذى‬... ‫َر ِعيَّ ِت ِه‬

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan


kepada kami Al Laiŝ dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar Șalallahu ‘alaihi wa sallam,
bersabda : ”Ketahuilah setiap kalian adaah pemimpin dan setiap kalian
bertanggung jawab dengan yang dipimpin … (HR. Tirmiži).(Sunan Tirmizi, hadis
Nomor:1627)
Sifat-sifat pemimpin dalam pendidikan Islam

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. ‘Adil, yaitu meletakkan segala sesuatu secara proporsional, tertib dan disiplin. Pemimpin yang tidak
berat sebelah, dan bijaksana dalam mengambil keputusan

2. Amanah, artinya jujur, bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan seluruh titipan aspirasi
masyarakat atau bawahannya. Tidak melakukan pengkhianatan kepada raknyatnya

3. Fathonah, artinya memiliki kecertdasan

4. Tablig, artinya menyampaikan segala al dengan benar, tidak ada yang ditutup-tutupi, terbuka dan
menerima sara atau kritik dari bawahannya.

5. Sidiq, artinya benar, sebagai ciri dari perilaku pemimpin yang adil, semua yang dikatakan sama dengan
apa yang dilakukan.

6. Qanaah, artinya menerima apa adanya, tidak serakah, dan pandai berterima kasih kepada Tuhan.
Pemimpin yang qanaah tidak akan melakukan korupsi dan merugikan uang perusahaan,
mengkambinghitamkan anak buahnya.

7. Siasah adalah pemimpin yang pandai mengatur strategi guna memperoleh kemaslahatan bagi
masyarakat atau anak buahnya.

8. Sabar adalah pandai mengendalikan hawa nafsu dan menyalurkan seluruh tenaga serta pikirannya
dengan kecerdasanan emosional yang optimal. (Saefullah, 2012:165)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
UJIAN PROPOSAL\ringkasan bab iii.docx
TERIMA KASIH