Anda di halaman 1dari 34

PROPOSAL

PENELITIAN UNGGULAN NASIONAL

EFEKTIFITAS PAKET PENDAMPINGAN IBU HAMIL


KEK DAN ANEMIA MELALUI PEMBERDAYAAN
KELUARGA DAN MASYARAKAT TERHADAP STATUS
GIZI IBU DAN BAYI DI KOTA BENGKULU

Dr. Demsa Simbolon, SKM., MKM


Sutrio, SKM., M.Kes
Jumiati, SKM., M.Kes
LATAR BELAKANG
• Status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra-
hamil, saat kehamilan dan saat menyusui:
Periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK)
manusia
• Masalah kekurangan gizi 1000 HPK :
perlambatan atau retardasi pertumbuhan
janin yang dikenal sebagai IUGR (Intra Uterine
Growth Retardation) dan BBLR.
• Masalah: masih tingginya kejadian Ibu hamil
Kurang Energi Kronik (KEK), anemia dan luaran
kehamilan berupa bayi lahir dengan BBLR.
Dari 556 juta balita di
Lebih dari 20 juta (15,5%)
negara berkembang 178
bayi di dunia mengalami
juta anak (32%) pendek dan
BBLR dan 95 persen
19 juta anak sangat kurus
diantaranya terjadi di
dan 3,5 juta anak
negara-negara berkembang
meninggal setiap tahun

Dari 23 juta balita di Indonesia:

• BBLR: 11,5%.
• status gizi kurus (underweight) 17,9%,
• kurus-pendek (wasted) 13,6%,
• pendek (stunted) 35,6%,
• anak gemuk (overweight) 12,2%
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa
secara global prevalensi ibu hamil yang menderita
anemia sebanyak 83,2% sedangkan pada negara-negara
di Asia tenggara memiliki prevalensi sebesar 97,8%.

Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukan nilai


yang cukup tinggi, yaitu 3,8% pada trimester I, 13,6 %
trimester II, dan 24,8% pada trimester III, sekitar 70%
ibu hamil anemia akibat kekurangan gizi

Anemia gizi besi masih merupakan masalah kesehatan


masyarakat ibu hamil 37,1 persen, remaja putri 13-18
tahun dan wanita usia subur 15-49 tahun masing-
masing sebesar 22,7 persen.
Kondisi di Propinsi Bengkulu
• Prevalensi ibu hamil risiko KEK di Indonesia
sebesar 21,6%, Di wilayah Sumatera, prevalensi
KEK tertinggi di Provinsi Bengkulu (25,6%)
• Pernikahan usia muda: usia menikah pertama
kali pada umur 10-14 tahun 6,3% dan usia 15-
19 tahun 45,9%.
Semakin muda usia remaja saat hamil semakin rendah
berat lahir bayinya. Kejadian BBLR (<2500 gram) pada
ibu usia remaja kurang dari 20 tahun (13,52%) lebih
tinggi dibandingkan dengan kejadian BBLR pada ibu
berusia di atas 20 tahun (6,26%) (Xi-Kuan Chen, 2007).
• Berbagai upaya telah dilakukan untuk perbaikan
gizi ibu hamil, bayi dan balita=> Asuhan gizi
tingkat keluarga belum memadai.
• Salah satu langkah yang cukup strategis: promosi
kesehatan dengan strategi pemberdayaan
keluarga atau masyarakat (empowerment) dan
partisipasi masyarakat (community participation).
• Paket pendampingan gizi ibu hamil:
Pemberdayaan keluarga dan masyarakat
• Pendampingan gizi ibu hamil KEK dan Anemia
belum pernah dilakukan di Kota Bengkulu.
PERUMUSAN MASALAH
Masalah Kesehatan pada ibu hamil dan bayi
baru lahir: Perlu upaya perbaikan gizi dalam
siklus kehidupan : Program 1000 HPK

Apakah model pendampingan gizi ibu


hamil KEK dan Anemia melalui
pemberdayaan keluarga dan masyarakat
efektif untuk perbaikan status gizi ibu
hamil dan neonatus?.
TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum
Mengembangkan model
pendampingan gizi ibu hamil
KEK dan Anemia melalui
pemberdayaan keluarga dan
masyarakat sebagai upaya
perbaikan status gizi ibu
hamil dan neonatus di Kota
Bengkulu.
Tujuan Khusus

Mengembangkan paket pendampingan gizi ibu hamil


KEK dan Anemia untuk perbaikan perilaku dan status gizi
ibu hamil dan neonatus.

Mengetahui efektivitas paket pendampingan gizi ibu


hamil KEK dan Anemia melalui pemberdayaan keluarga
dan masyarakat terhadap perbaikan perilaku dan status
gizi ibu hamil dan neonatus

Mendapatkan model prediksi pengaruh paket


pendampingan gizi ibu hamil KEK dan Anemia terhadap
status gizi ibu hamil dan neonatus.
MANFAAT PENELITIAN
Bagi Pengembangan Program Gizi
1. Sebagai bahan kajian Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian RI
terhadap pengembangan model pendampingan
2. Sebagai masukan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dalam
menindaklanjuti pengembangan model tenaga gizi pendamping sebagai
salah satu model intervensi gizi berkelanjutan.
3. Sebagai sebuah studi efektivitas pengembangan model Tenaga Gizi
pendamping (TGP) Propinsi Bengkulu.

Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan

1. Membuktikan hipotesis bahwa perbaikan praktik pendampingan gizi ibu


hamil berpengaruh terhadap perbaikan status gizi ibu hamil dan bayi secara
berkelanjutan
2. Menjadi bahan informasi ilmiah terhadap pengembangan model tenaga gizi
pendamping di Indonesia

Bagi Ibu Hamil KEK dan Anemia

Meningkatkan status gizi dan kesehatan serta melahirkan bayi yang sehat.
TINJAUAN PUSTAKA
 Gizi Ibu Hamil

 Konsep Kurang Energi Kronik (KEK)

 Anemia Zat Besi Pada Ibu Hamil

 Pendampingan Gizi Ibu Hamil

 Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

 Edukasi Gizi dan Asupan Zat Gizi Makro, Fe,


dan Berat Badan
METODE PENELITIAN
• Quasi experiment dengan rancangan penelitian non
randomized control group pre-test – post test design

O1 = Pre-test sebelum perlakuan untuk mengetahui perilaku dan status gizi ibu
hamil
X = Perlakuan berupa pemberian paket pendampingan gizi ibu hamil KEK dan
Anemia
O2= Post test untuk mengetahui perilaku dan status gizi ibu hamil pada trimester I
setelah intervensi
O3= Post test untuk mengetahui perilaku dan status gizi ibu hamil pada trimester II
setelah intervensi.
O4= Post test untuk mengetahui perilaku dan status gizi ibu hamil trimester III dan
bayi baru lahir (neonatus)
O5= Pre-test untuk mengetahui perilaku dan status gizi pada kelompok kontrol
(pelayanan kesehatan konvensional di Puskesmas/posyandu)
O6= Post-test untuk mengetahui perilaku dan status gizi ibu dan bayi baru lahir
(neonatus)
KERANGKA KONSEP

Paket Pendampingan Perilaku Dan Status Gizi


Gizi Ibu Hamil  Ibu Hamil
 Neonatus

Umur
Paritas
Pendidikan
Jarak Kehamilan
Aktivitas Fisik
Akses Informasi
Alur Penelitian
HIPOTESIS PENELITIAN
• Ada perbedaan pengetahuan Kader (pendamping gizi ibu
hamil) sebelum dan sesudah pelatihan.
• Ada perbedaan sikap pendamping gizi ibu hamil sebelum
dan sesudah pelatihan pendampingan gizi ibu hamil KEK
dan Anemia.
• Ada perbedaan tindakan melaksanakan promosi
kesehatan dan pemantauan status gizi sebelum dan
sesudah pelatihan pendampingan gizi ibu hamil KEK dan
Anemia.
• Paket pendampingan gizi ibu hamil KEK dan Anemia
efektif memperbaiki perilaku (pengetahuan, sikap dan
tindakan) ibu hamil dan neonatus.
• Paket pendampingan gizi ibu hamil KEK dan Anemia
efektif memperbaiki status gizi ibu hamil dan neonatus.
TEMPAT DAN WAKTU
• Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret – Oktober
2018.
– Kelompok Intervensi: Penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja
Puskesmas Jalan Gedang dan Puskesmas Lingkar Barat di
Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, dengan
pertimbangan:
• Belum ada modul yang dapat digunakan sebagai media standar
dalam pendampingan pemantauan status gizi ibu hamil dan
neonatus
• Belum pernah dilakukan pelatihan pendampingan gizi ibu hamil KEK
dan Anemia pada keluarga dan masyarakat.
• Belum pernah dilakukan pendampingan gizi ibu hamil melalui
pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
– Kelompok Intervensi : Poltekkes Kemenkes Lampung di
wilayah kerja puskesmas dengan karakteristik masyarakat
yang hampir sama dengan karakteristik kelompok intervensi.
POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

• Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil KEK


dan anemia di Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini
adalah semua ibu hamil risiko tinggi di di Wilayah Kerja
Puskesmas Jalan Gedang dan Puskesmas Lingkar Barat di
Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, dengan kriteria
inklusi:
Ibu hamil tidak menderita penyakit kronis

Ibu hamil kelompok risiko tinggI

Jumlah sampel yang dibutuhkan:


60 ibu hamil terdiri dari:
• 30 ibu hamil KEK dan Anemia
• 30 ibu hamil kelompok kontrol
INSTRUMEN PENELITIAN
Kuesioner: Alat ukur pengetahuan, sikap dan tindakan bagi
pendamping berupa kuesioner (keluarga dan kader).

Kuesioner: Alat ukur pengetahuan, sikap dan tindakan bagi ibu


hamil KEK dan Anemia berupa kuesioner (keluarga dan kader).

Daftar Tilik praktek pendamping: Alat ukur praktek berupa daftar tilik tentang
praktek melakukan promosi kesehatan dan pemantauan status gizi ibu hamil
dan neonatus oleh observer (external evaluator).

Daftar Tilik praktek Ibu hamil KEK dan Anemia: Alat ukur praktek berupa daftar tilik
tentang pemenuhan kebutuhan gizi selama hamil (konsumsi makanan, konsumsi PMT,
pemeriksaan kehamilan, konsumsi Tablet Fe), pemantauan gizi ibu hamil, dan
pemantauan status gizi neonatus, diisi oleh ibu hamil didampingi kader.

Modul: Modul tentang KEK dan Anemia yang digunakan sebagai panduan
saat promosi kesehatan dan pendampingan pemantauan status gizi ibu hamil
dan neonatus
PENGUMPULAN DATA

• Data primer diperoleh melalui angket yang


dibagikan kepada pendamping dengan
menggunakan kuesioner tertutup yang berisi
tentang pertanyaan pengetahuan dan pernyataan
Data sikap, sedangkan untuk praktek diperoleh dengan
cara observasi dengan menggunakan daftar tilik.
Primer • Pengumpulan data subjek penelitian dilakukan
sebelum pelatihan. Pengukuran pengetahuan,
sikap dan praktek pendamping setelah pelatihan
bulan pertama, trimester II, trimester III dan saat
persalinan.

• Data sekunder diambil dari laporan Dinas


Data Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kota
berupa profil tahunan serta laporan dari
Sekunder puskesmas.
PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
Pengolahan Data melalui tahap: Editing, Skoring, Coding, Entry
Data, Tabulasi

Analisis Univariat: Mendeskripsikan masing-masing variabel:


Umur, Paritas, Pendidikan, Jarak Kehamilan, Aktivitas Fisik,
Akses Informasi.

Analisis Bivariat:
Uji statistik paired t – test atau Wilcoxon Signed Ranks Test.
independent sample t – test atau uji statistik Mann Whitney Test, Mc
Nemar dan chi square.

Analisis Multivariat: menggunakan ANCOVA, MANCOVA atau


regresi logistic ganda
ETHICAL CLEARANCE

• Untuk melindungi keselamatan dan risiko yang


diperoleh responden, penelitian ini akan melalui
proses kaji etik oleh Komisi Etik Penelitian
Poltekkes Kemenkes Bengkulu sehingga
mendapat persetujuan etik. Untuk menjaga etik
penelitian, dilakukan:
– Lembar persetujuan (Informed Concent).
– Tanpa Nama (Anominity).
– Kerahasiaan (Confidentially).
BIAYA PENELITIAN
Waktu (Jam/Mingggu) Satuan Honor (Rp)
Jasa Nara Sumber
Pelatihan 3 org x 3 hari Rp 300,000 Rp 2,700,000

Bahan Habis Pakai (30%) Rp 27,640,000


Belanja Non Operasional
(30%) Rp. 44.870.000
Perjalanan
Transport lokal pelatihan 60 orang + 30 kader x
pendamping 3 hari Rp 50,000 Rp 13,500,000
Transpor Lokal
Pendamping (kader) 30 orang x 2 ibu hamil Rp 50,000 Rp 3,000,000
Perjalanan dinas Lampung-
Bengkulu 1 Kl Rp4,000,000 Rp 4,000,000
Total Rp100,000,000
JADWAL KEGIATAN PENELITIAN
Bulanke-
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pengusulan Proposal

2 Perbaikan proposal

3 Finalisasi protokol

4 Pengajuan persetujuan etik

5 Pengajuan persetujuan ijin

6 Pelaksanaan penelitian

7 Penyusunan laporan

8 Diseminasi hasil laporan

9 Pengumpulan laporan
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Justifikasi Anggaran Penelitian
Lampiran 2 Dukungan Sarana Dan Prasarana
Lampiran 3 Susunan Tim Peneliti Dan Pembagian Tugas
Lampiran 4 Biodata Ketua Dan Anggota Peneliti
Lampiran 5 Surat Pernyataan Ketua Peneliti
Lampiran 6 Naskah Persetujuan Setelah Penjelasan
Lampiran 7 Formulir Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP)
(Informed Consent Bagi Responden)
Lampiran 8 Lembar Persetujuan Menjadi Pendamping Ibu Hamil Kek
Dan Anemia
Lampiran 9 Format Penilaian Melaksanakan Penyuluhan Kesehatan (Kader)
Lampiran 10 Instrumen Penilaian Tindakan Ibu Hamil (Ibu Hamil)
Lampiran 11 Form Isian Pendampingan Ibu Hamil Dan Bayi Baru Lahir (Diisi
Oleh Kader)
Lampiran 12 Kuesioner Pre/Post Pencegahan Dan Penanggulangan Masalah
Kek dan Anemia Pada Ibu Hamil
SEKIAN DAN TERIMA KASIH