Anda di halaman 1dari 15

TERAPI MAGNET

Neni Iriana
PENGERTIAN
Terapi magnet merupakan pengobatan
nonmedis dengan memanfaatkan medan
magnet secara aman dan tanpa efek
samping untuk mempercepat proses
penyembuhan dengan cara
menyeimbangkan dan mengembalikan arus
elektromagnetik yang ada di dalam sel-sel
darah manusia.
Terapi magnetik merupakan metode yang aman, non
invasif yang menggunakan medan magnet untuk tujuan
terapi.

Bumi adalah medan magnet alam. Tubuh manusia


juga merupakan suatu medan magnet sebagai akibat dari
proses bioelektrik dalam tubuh. Dalam kondisi normal
elektron dan ion bekerja seimbang. Bila keseimbangan
terganggu, arus dan distribusi dalam sel akan terpengaruh
dan hal ini biasanya menjadi akar dari banyak penyakit yang
disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh.
PROSES TERAPI MAGNET
Di dalam tubuh manusia terdapat sel-sel darah yang
mengandung zat besi (Fe) dan Neodymium magnet (Nd2Fe14B) yang
digunakan dalam terapi biomagnetik yang juga mengandung zat besi.
Ketika magnet atau sinar inframerah diletakkan dekat pembuluh arteri
utama, seperti pembuluh arteri jantung (titik nadi di pergelangan
tangan) atau arteri karotid (titik nadi di leher) akan terjadi
perangsangan (reaksi Fe pada Neodymium terhadap Fe pada sel-sel
darah) sehingga sel-sel yang sebelumnya saling menempel dan
bersambungan akhirnya terurai.
Hal ini mengakibatkan aliran darah menjadi lebih lancar.
Karena aliran darah menjadi lancar, kemampuan sel darah
menyerap oksigen dan nutrisi pun meningkat. Oksigen, nutrisi,
dan hormon tubuh, termasuk penghilang rasa nyeri (hormon
endorfin) akan disebarkan oleh sel-sel darah keseluruh
jaringan dan organ tubuh yang membutuhkan. Apabila semua
sel di seluruh tubuh memperoleh pasokan oksigen, nutrisi, dan
hormon dengan lancar maka sel-sel tersebut dapat bekerja
dengan normal sehingga magnet dan sinar inframerah yang
menembus permukaan kulit juga dapat membantu
mengaktifkan sel syaraf sehingga mampu menyampaikan
pesan dengan cepat.
DAMPAK TERAPI MAGNET
Penggunaan terapi magnetik ini tentu saja dapat
menimbulkan dampak negatif maupun positif. Terlepas dari dampak
negatif yang dapat ditimbulkan, terapi ini merupakan metode yang
aman digunakan dalam meningkatkan kesehatan.

Dampak positif yang ditimbulkan dari terapi ini tentu saja


meningkatkan kesehatan tubuh, seperti menstabilkan sirkulasi
kardiovaskuler, menjaga fungsi metabolisme, menjaga stamina dan
kekebalan tubuh, mengurangi gejala depresi, dan mampu mengatasi
stress, ayan, susah tidur, gangguan ginjal dan hati, serta beberapa
penyakit lainnya.
Namun, di dalam penggunaanya, terapi magnetik juga akan
menimbulkan dampak seperti merasa hangat atau panas, gatal,
sakit kepala, sering buang air besar maupun kecil, atau merasa
tidak enak di seluruh tubuh yang disebabkan karena sirkulasi di
dalam tubuh sedang diperbaiki, dan tubuh sedang menyesuaikan
diri, serta di seluruh tubuh anda mengalir darah yang penuh oksigen
dan nutrisi.

Perlu diingat, durasi dalam terapi magnet juga harus


diperhatikan. Banyak orang yang salah kaprah dengan melakukan
terapi ini terus-menerus. Medan magnet membuat metabolisme
tubuh menjadi cepat. Padahal, tubuh juga butuh istirahat. Kalau
digunakan tanpa istirahat, malah bisa merusak organ dalam tubuh.
INDIKASI

1. Sistem Muskuloskeletal

Misalnya, trauma (distorsi, fraktur).


Beberapa penelitian melaporkan bahwa medan
magnetik bergetar meningkatkan penyembuhan
fraktur pada tulang panjang tibia yang gagal
sembuh setelah beberapa minggu.
2. Arthritis
Keefektifan terapi magnetik dalam mengurangi nyeri
pada arthitis berdasarkan penelitian double blind, plasebo-
kontrol yang dipublikasikan oleh Journal of Rheumatology.
3. Nyeri Kronik
Nilai dari terapi medan magnetik bergetar pada terapi
nyeri telah dites pada penelitian longitudinal. Pada pasien
dengan nyeri kronik yang sukar sembuh dengan terapi
konvensional, diberikan medan magnetik sebanyak 60 gaus,
10 Hz diberikan selama 20 menit perhari selama 10 hari. Nyeri
dinilai menggunakan skala nyeri analog linear, sebelum dan
sesudah terapi.
KONTRAINDIKASI

1. Bagi pengguna pacemaker, defibrilator,


pompa insulin atau peralatan elektronik
medis lainnya tidak dianjurkan menggunakan
terapi magnet.

2. Ibu yang sedang mengandung juga tidak


diperkenankan menggunakan terapi ini.
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL TERAPI
MAGNET

1. TAHAP PERSIAPAN

a. Persiapan Pasien

1) Menjelaskan tujuan terapi magnet

2) Menyebutkan prosedur tindakan

3) Pasien dalam posisi duduk dengan tengadah


pada kursi atau tidur terlentang
b. Persiapan Lingkungan
1) Tempatkan alat agar mudah bekerja
2) Pasang sampiran atau tutup pintu
3) Mempersilahkan keluarga pasien untuk
menunggu diluar
c. Persiapan Alat
1) Magnet
2) Sarung tangan
3) Bengkok
TAHAP PELAKSANAAN
1. Mencuci tangan, jika perlu gunakan sarung tangan.
2. Persilahkan pasien untuk membuka pakaian jika
diperlukan.
3. Oleskan minyak pada bagian yang akan diterapi.
4. Tempelkan magnet pada bagian tubuh yang akan diterapi.
5. Setelah ±30 menit, lepaskan magnet, kemudian bersihkan
bagian yang dierapi.
6. Bereskan alat
7. Buka sarung tangan, kemudian cuci tangan.
TAHAP AKHIR

1. Evaluasi perasaan pasien

2. Evaluasi reaksi terapi

3. Dokumentasikan prosedur dan hasil tindakan


TERIMA KASIH