Anda di halaman 1dari 30

EVIDENCE BASED DALAM KESEHATAN

REPRODUKSI

OLEH:
YESI GUSTI
YOSRIANTI
KONSEP DASAR KESPRO
Kesehatan reproduksi
adalah suatu keadaan
sejahtera fisik, mental dan
sosial secara utuh, tidak
PENGERTIAN semata-mata bebas dari
penyakit atau kecacatan
dalam semua hal yang
berkaitan dengan system
reproduksi serta fungsi
dan prosesnya
Ruang lingkup kesehatan reproduksi
dalam lingkup kehidupan
• Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
• Pencegahan dan penanggulangan infeksi saluran
reproduksi termasuk PMS-HIV/AIDS.
• Pencegahan dan penanggulangan komplikasi
aborsi
• Kesehatan reproduksi remaja
• Pencegahan dan penanganan infertile
• Kanker pada usia lanjut
• Berbagai aspek kesehatan reproduksi lain,
misalnya kanker servik, mutilasi genital, fistula,
dll
EVIDENCE BASED DALAM KESEHATAN
REPRODUKSI
Pengertian evidence Base jika ditinjau dari pemenggalan
kata (Inggris) maka evidence Base dapat diartikan
sebagai berikut:
Evidence : Bukti, fakta
Base : Dasar
Jadi evidence base adalah: praktik berdasarkan bukti.
Pengertian Evidence Base menurut sumber lain:
The process of systematically finding, appraising and
using research findings as the basis for clinical
decisions.4
Evidence base adalah proses sistematis untuk mencari,
menilai dan menggunakan hasil penelitian sebagai
dasar untuk pengambilan keputusan klinis.
Tidak semua EBM dapat langsung
diaplikasikan oleh semua professional
kebidanan di dunia. Oleh karena itu
bukti ilmiah tersebut harus ditelaah
terlebih dahulu, mempertimbangkan
manfaat dan kerugian serta kondisi
setempat seperti budaya, kebijakan
dan lain sebagainya.
LOTUS BIRTH
• LotusBirth adalah metode
persalinan tanpa memotong tali
pusat setelah bayi lahir dan
membiarkan tali pusat keluar
secara utuh.
• Sementara didalam buku
Gentle Birth (2011) Yesie
menyebutkan bahwa
LotusBirth adalah metode
melahirkan tanpa memotong
tali pusat setelah bayi lahir
dan membiarkan tali pusat
keluar secara utuh.Plasenta
dibiarkan dan menunggu
sampai tali pusat kering
hingga akhirnya terlepas
dari bayi secara
alami,umumnya akan terlepas
antara 3-10 hari.
• Dalam lotusbirth dibutuhkan sekitar 3-7
hari bagi tali pusat untuk kering dan ini
lebih cepat kering dibandingkan dengan tali
pusat yang dipotong segera setelah lahir.
• WHO :“Penundaan pengkleman (atau tidak
sama sekali diklem) adalah cara fisiologis
dalam perawatan tali pusat,dan pengkleman
tali pusat secara dini merupakan intervensi
yang masih memerlukan pembuktian lebih
lanjut” (Aprilia,2011:269).
• Meskipun merupakan suatu
fenomena alternatif yang baru,
penundaan pemotongan tali
pusat sudah ada dalam budaya
Bali dan budaya orang Aborigin.
• Dr.Sarah Bucley mengatakan bayi akan
menerima tambahan 50-100ml darah
yang dikenal dengan transfuse plasenta.
Darah ini mengandung zat besi, sel
darah merah, sel induk,sel batang dan
bahan gizi lain,yang akan bermanfaat
bagi bayi dalam tahun pertama
kehidupannya. Hilangnya 30ml darah ke
bayi baru lahir adalah setara dengan
hilangnya 600ml darah untuk orang
dewasa.
• LotusBirth jarang dilakukan dirumah
sakit tetapi umumnya dilakukan di klinik
dan rumah bersalin, sehingga proses
bounding attachment antara ibu dan
bayi dapat dilakukan,hal ini tentunya
bermanfaat bagi ibu dan bayi yang baru
lahir
Menurut Yesie (2011) setiap ibu memiliki alasan
sendiri. Berikut ini adalah beberapa alas an ibu
untuk memilih Lotus Birth:
• Ibu dan keluarga tidak ingin memisahkan plasenta
dari bayi dengan cara memotong tali pusat;
• Supaya proses transisi bayi terjadi secara lembut
dan damai,yang memungkinkan penolong persalinan
untuk memotong tali pusat pada waktu yang tepat;
• Penghormatan terhadap bayi dan plasenta;
• Asumsi ibu bahwa dapat menjamin bayi mendapatkan
volume darah optimal dan spesifik yang diperlukan
bagi bayi;
• Mendorong ibu untuk menenangkan diri pada minggu
pertama post partum sebagai masa pemulihan
sehingga bayi mendapat perhatian penuh;
• Mengurangi angka kesakitan bayi akibat infeksi
nosokomial dari pengunjung yang ingin bertemu bayi.
Sebagian besar pengunjung akan lebih memilih untuk
menunggu hingga plasenta telah lepas;
• Alasan rohani atau emosional;
• Tradisi budaya yang harus dilakukan;
• Tidak khawatir tentang bagaimana mengklem,
memotong atau mengikat tali pusat;
• Kemungkinan menurunkan risiko infeksi (Lotus Birth
memastikan system tertutup antara plasenta,
talipusat, dan bayi sehingga tidak ada luka terbuka);
• Kemungkinan menurunkan waktu penyembuhan luka
pada perut (adanya luka membutuhkan waktu untuk
penyembuhan. Sedangkan jika tidak ada luka, waktu
penyembuhan akan minimal).
Manfaat Lotus Birth
• Manfaat dilakukannya Lotus Birth diantaranya:
• Tali pusat dibiarkan sehingga memungkinkan terjadinya
perpanjangan aliran darah ibu kejanin ;
• Oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi
sebelum bayi benar – benar dapat mulai bernafas sendiri;
• Lotus Birth juga memungkinkan bayi cepat untuk menangis
segera setelah lahir;
• Bayi tetap berada dekat ibu setelah kelahiran sehingga
memungkinkan terjadinya waktu yang lebih lama untuk
bounding attachment.
• Rata – rata waktu yang dibutuhkan untuk terlepasnya tali
pusat bila tali pusat dipotong segera, 9,56 hari, ketika
berhenti berdenyut 7,16 hari, dan dibiarkan 3,75 hari
(Frisca,2012).
Cara Pelaksanaan Lotus Birth
• Bila bayi lahir, biarkan talipusat utuh.
• Jika tali pusat berada sekitar leher bayi, cukup angkat tali tersebut,
letakkan bayi di perut ibu untuk bonding atachment dan IMD.
• Tunggu lahirnya plasenta secara alami.
• Ketika plasenta lahir, tempatkan pada mangkuk di dekat ibu. Tunggu
transfuse penuh darah dari pusat kebayi sebelum menangani plasenta.
• Hati – hati dalam mencuci plasenta yaitu dengan menggunakan air hangat
dan tepuk – tepuk sampai kering. Tempatkan plasenta ditempat yang
kering.
• Letakkan plasenta pada bahan yang menyerap seperti sebuah popok atau
kain kemudian letakkan dalam tas plasenta. Gendong bayi dan beri makan
sesuai kebutuhannya.
• Pakaikan bayi menggunakan pakaian yang longgar. Bayi dapat dimandikan
seperti biasa, biarkan plasenta bersamanya.Meminimalisir pergerakan
bayi (Febrina,2012).
Kendala Lotus Birth
• Bidan yang masih sangat kurang
pengetahuan tentang lotus birth,
• Keadaan ibu yang masih lemas, ibu capek
dengan proses persalinan,
• Ibu takut dan keadaan bayi yang tidak
memungkinkan.
• Pengetahuan keluarga tentang lotus
Birth dan perawatan plasenta
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
dengan Progestin / Intra Uterine
System (IUS)
• Jenis AKDR yang mengandung hormon steroid
adalah Prigestase yang mengandung Progesteron
dari Mirena yang mengandung Levonorgestrel.
Contoh Intra Uterin System (IUS)
Cara Kerja
• Endometrium mengalami transformasi yang
ireguler, epitel atrofi sehingga mengganggu
implantasi
• Mencegah terjadinya pembuahan dengan
mengeblok bersatunya ovum dengan sperma
• Mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba
falopii
• Menginaktifkan sperma
Efektifitas

• Sangat efektif, yaitu 0,5 – 1 kehamilan per 100


perempuan selama 1 tahun pertama penggunaan.
Keuntungan Kontrasepsi
• Efektif dengan proteksi jangka panjang (satu
tahun)
• Tidak mengganggu hubunagn suami istri
• Tidak berpengaruh terhadap ASI
• Kesuburan segera kembali sesudah AKDR
diangkat
• Efek sampingnya sangat kecil
• Memiliki efek sistemik yang sangat kecil
Keuntungan Nonkontrasepsi
• Mengurangi nyeri haid
• Dapat diberikan pada usia perimenopause bersamaan
dengan pemberian estrogen, untuk pencegahan hyperplasia
endometrium
• Mengurangi jumlah darah haid
• Sebagai pengobatan alternative pengganti operasi pada
perdarahan uterus disfungsional dan adenomiosis
• Merupakan kontrasepsi pilihan utama pada perempuan
perimenopause
• Tidak mengurangi kerja obat Tuberculosis ataupun obat
epilepsi, karena AKDR yang mengandung progestin
kerjanya terutama lokal pada endometrium
Keterbatasan
• Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi
genetalia sebelum pemasangan AKDR
• Diperlukan tenaga terlatih untuk pemasangan dan pencabutan
AKDR
• Klien tidak dapat menghentikan sendiri setiap saat, sehingga
sangat tergantung pada tenaga kesehatan
• Pada penggunaan jangka panjang dapat menjadi amenorea
• Dapat terjadi perforasi uterus pada saat insersi (< 1/1000 kasus)
• Kejadian kehamilan ektopik relative tinggi
• Bertambahnya risiko mendapat penyakit radang panggul
sehingga dapat menyebabkan infertilitas
• Mahal
• Progestin sedikit meningkatkan risiko thrombosis sehingga
perlu hati-hati pada perempuan perimenopause. Risiko ini
lebih rendah bila dibandingkan dengan pil kombinasi
• Progestin dapat menurunkan kadar HDL-Kolesterol pada
pemberian jangka panjang sehingga perlu hati-hati pada
perempuan dengan penyakit kardiovaskular
• Memperburuk perjalanan penyakit kanker payudara
• Progesti dapat mempengaruhi jenis-jenis tertentu
hiperlipidemia
• Progestin dapat memicu pertumbuhan miom uterus
Yang Boleh Menggunakan AKDR
dengan Progestin
• Usia reproduksi
• Telah memiliki anak maupun belum
• Menginginkan kontrasepsi yang efektif jangka panjang untuk
mencegah kehamilan
• Sedang menyusui dan ingin memakai kontrasepsi
• Pascakeguguran dan tidak ditemukan tanda-tanda radang
panggul
• Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi
• Sering lupa menggunakan pil
• Usia perimenopause dan dapat digunakan bersamaan dengan
pemberian estrogen
• Mempunyai risiko rendah mendapat penyakit menular seksual
Yang Tidak Boleh Menggunakan AKDR
dengan Progestin
• Hamil atau diduga hamil
• Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
• Menderita vaginitis, salphingitis, endometritis
• Menderita penyakit radang panggul atau pascakeguguran septic
• Kelainan congenital rahim
• Miom submukosum
• Rahimyang sulit digerakkan
• Riwayat kehamilan ektopik
• Penyakit trofoblas ganas
• Terbukti menderita penyakit tuberkulosis panggul
• Kanker genitalia/payudara
• Sering ganti pasangan
• Gangguan toleransi glukosa. Progestin menyebabkan sedikit peningkatan
kadar gula dan kadar insulin
Waktu AKDR dengan Progestin Dipasang
• Setiap waktu selama siklus haid, jika ibu tersebut
dapat dipastikan tidak hamil
• Sesudah melahirkan, dalam waktu 48 jam pertaa
pascapersalinan, 6-8 minggu, ataupun lebih
sesudah melahirkan
• Segera sesudah induksi haid, pasca keguguran
spontan, atau keguguran buatan, dengan syarat
tidak terdapat bukti-bukti adanya infeksi.
Instruksi kepada Klien
• Dalam keadaan normal klien kembali untuk kontrol rutin
sesudah menstruasi pertama kali
• Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a) Timbul kram di perut bagian bawah
b) Adanya perdarahan bercak antara haid atau sesudah
melakukan senggama
c) Nyeri sesudah melakukan senggama atau jika suaminya
mengalami perasaan kurang enak sewaktu melakukan
senggama
d) AKDR perlu diangkat setelah satu tahun ataupun lebih awal
apabila dikehendaki
e) Bila terjadi ekspulsi AKDR, atau keluar cairan yang
berlebihan dari kemaluan, lihat terjadi infeksi atau tidak
f) Muncul keluhan sakit kepala atau sakit kepala makin parah
Informasi Lain yang Perlu Disampaikan
• AKDR yang digunakan tersebut segera efektif
• Pada bulan pertama pemakaian dapat terjadi ekspulsi
AKDR
• Pada pemakaian jangka panjang dapat terjadi
amenorea
• AKDR dapat saja dicabut setiap saat sesuai dengan
keinginan klien
• AKDR tidak dapat melindungi klien terhadap
penyakit hubungan seksual dan HIV/AIDS.
SEKIAN