Anda di halaman 1dari 22

Trauma Thorax

Oleh:
Ika Fitri (C111 13 061)
A.Tenri Luwu (C111 13 062)
Mutmainnah (C111 13 063)
Pembimbing Residen:
Dr. Geebert J. M.T Dundu
Pembimbing Supervisor:
Dr.Cahyono Kaelan Sp.S, Sp.PA(K), DFM
Anatomi Thorax

Sumber: Snell RS.Clinical Anatomy. 7thed. USA: Lippincott Williams & Wilkins;2009
Definisi
Trauma thorax : luka atau cedera yang mengenai
rongga thorax yg dapat menyebabkan kerusakan
pada dinding thorax ataupun isi dari cavum thorax
yang disebabkan oleh benda tajam atau benda tumpul
dan dapat menyebabkan keadaan gawat.

Epidemiologi
Kematian
Masalah
Kesehatan Utama
Cacat TRAUMA Morbiditas

Rawat Trauma Penyebab 75%


Inap Thoraks Kematian terkait Trauma
Sumber: Sabiston. Buku Ajar bedah Bagian 1. Jakarta. EGC .2011
Patofisiologi
Penyebab Kematian dan Waktu Kematian:

Langsung: (Detik-Menit)
Cedera Jantung
Cedera Pembuluh Darah Besar

Segera: (Menit-Jam)
Obstruksi Jalan Napas
Tension pneumothorax
Kontusio Pulmonal
Temponade Jantung

Lambat: (Hari-Minggu)
Komplikasi Pulmonal
Sepsis
Cedera yang tak terdeteksi
Labora J.R, Kristianto E.G. Siwu J.F. 2015. Pola cedera toraks pada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian di bagian forensik dan medikolegal
rsup prof. Dr. R.d. Kandou periode januari 2013- januari 2014. Manado: Jurnal Biomedik (JBM), Volume 7, Nomor 1, Maret 2015, hlm. 42-47
Primary Survey
Kerangka Teori
Trauma tajam, trauma Trauma Tumpul
tembus

Perpindahan energi kinetik dari objek penyebab trauma ke jaringan tubuh. Energi kinetik ini
dipengaruhi oleh massa dan kecepatan objek tersebut. Perpindahan energi yang besar
menyebabkan kerusakan / trauma pada jaringan tubuh

Trauma dada

Mengenai Kena paru Rupture/cedera Cedera Cedera Pembuluh jantung


dinding dan rongga trakeobronkial oesofagus diafragma darah
dada pleura

Perdarahan Kebocoran Robekan Rupture


pd sal nafas cairan gaster besar pada aorta
Fraktur Pericardium
ke dalam diafragma traumatic
clavikula, Fr costae Luka penetraisi Mengenai Kontusio & berisi darah
mediastinum
Fraktur mulitiple menimbul kan rongga thorax Laserasi
Obstruksi darah
sternum luka terbuka sampai rongga paru
Herniasi
pada pleura pleura mediastinitis Tamponade jantung
rongga
Flail chest Kena pembuluh abdomen
darah sistemik,
Pneumotoraks Pleura robek pembuluh darah
pada hilus paru, Darah terkumpul di
pemb drh intercosta rongga pleura

hematothorak
Pneumothorax back

Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
back

Hemothorax
• Terdptnya darah
dlm rongga pleura
• trauma tajam atau
trauma tumpul
• Tergantung byk
hemotoraks, dpt
trjdi sesak, nyeri
dada, anemia, dan
syok

Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
back

Cedera Trakeo-Bronkial
• Cedera jarang ,
disebabkan trauma
tumpul atau trauma
tembus.
• hemoptisis,
hemopneumothorax,
krepitasi subkutan dan
sesak napas.
• pemasangn pipa
endotrakea dan
torakostomi.
Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
back

Cedera Esofagus
• Kegawatdaruratan trauma
tumpul dada yang jarang
terjadi (Perforasi Esofagus).
Mortalitas tinggi karna
terlambat di deteksi.
• Gejala klinis tidak khas,
hanya berupa dysphagia,
odynophagia, nyeri dada,
dan kesulitan bernapas.
• Pem. Lnjtn: CT-scan dan
endoskopi
• Tatalaksana: Antibiotik
spektrum luasdan tindakan
Operasi
Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
back

Cedera Diafragma
• Riwayat trauma tumpul
atau trauma tembus,
daerah toraks inferior atau
abdomen atas.
• Terjadi herniasi organ
viseral abdomen ke toraks.
• Gejala klinis sesak, mual-
muntah, tanda akut
abdomen.
• Penatalaksanaan :
torakotomi eksplorasi
emergensi dan laparotomi
Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
back

Fraktur Clavicula

• Frakur terjadi di daerah yang mengalami tekanan langsung atau


dihantarkan dari daerah yang jauh dari fraktur. Jaringan lunak
utuh atau dapat mengalami kerusakan (Nyeri, Bengkak, hingga
Deformitas).
• X-ray Thorax AP-Lateral/ X-ray Clavicula: Jenis fraktur biasanya
komunitif (Biasanya 1/3 Midclavicula)
• Tatalaksana: terapi konserfativ dan terapi operasi

Sumber: Lugo V.W., 2015. Chest Trauma: An Overview. Journal of Anesthesia & Critical Care: Open Access; Volume 3 Issue 1 – 2015
back

Fraktur Costa Flail Chest

• Fraktur pada iga (costae) sering pada trauma tumpul dan jarang pada
trauma tajam.
• X-Ray Thorax: Fraktur iga terutama pada iga IV-X (mayoritas terkena) .
Perlu diperiksa adanya kerusakan pada organ-organ intra-toraks dan
intra abdomen. Fraktur >2 iga (Flail Chest) : waspadai kelainan lain
(edema paru, hematotoraks, pneumotoraks)
• Tatalaksana: Konsevatif (sesuai penyulit; mis. Pneumothorax, hemothorax,
dsb.), Analgesik adekuat (tanpa penyulit).
Sumber: Lugo V.W., 2015. Chest Trauma: An Overview. Journal of Anesthesia & Critical Care: Open Access; Volume 3 Issue 1 – 2015
Kontusio & Laserasi Paru back

• Kelainan yang paling sering ditemukan diantara golongan potentially


lethal chest injury.
• Pada laserasi pulmonal dapat menyebabkan kista dan hemato-
pneumothorax, sehingga tatalaksana utama dengan WSD, dan tindakan
operasi ( jikadengan faktor pemberat)
• Penatalaksanaan Kontusio pulmonal: Konservatif, dan Tindakan (bronchial
toilet, batasi pemberian cairan (iso/hipotonik), O2, pain control, diuretika,
bila perlu ventilator dengan tekanan positif (PEEP > 5))
Sumber: Lugo V.W., 2015. Chest Trauma: An Overview. Journal of Anesthesia & Critical Care: Open Access; Volume 3 Issue 1 – 2015
back

Ruptur Aorta Traumatik

• Trauma dada (terutama trauma tumpul) merupakan


penyebab tersering pada cedera aorta.
• 80% pasien dengan cedera aorta meninggal di tempat,
sisanya masuk ke rumah sakit dengan gejala yang tidak khas
seperti nyeri dada atau nyeri mid-scapular (punggung), tanda
tanda trauma dada external atau ketidakstabilan
hemodinamik.
• Pemeriksaan radiologi (x-ray dan ct-angiografi) dpt
menegakkan
Sumber: diagnosis.
Lugo V.W., 2015. Chest Trauma: An Overview. Journal of Anesthesia & Critical Care: Open Access; Volume 3 Issue 1 – 2015
Temponade Jantung
• Sindrom klinik yg disebabkan oleh
akumulasi cairan di ruang perikard,
menyebabkan penurunan
pengisian ventrikel dan
mengganggu hemodinamik.
Dapat menyebabkan edema
pulmonal, syok hingga kematian
sehingga kondisi ini merupakan
kegawatdaruratan trauma.
• JVP meningkat,Pulsus paradoxus,
dada tertekan, penurunan urin
output, kebingungan, disforia.
• Pem. Echocardiogram
• Tatalaksana : Evakuasi cairan dari
ruang perikard (terapi defenitif)

Sumber: American Collage of Surgeons (ACS) committee on Trauma. Advanced Trauma Life Support (ATLS) Students Caourse Manual. 9ed. . 2013.
Post Mortem
Pemeriksaan Post Mortem
• Hemothorax dan pneumothorax merupakan penemuan
tersering ketika ditemukan fraktur pada dinding dada (fraktur
costa ataupun flail chest).
• Pneumothorax disebabkan oleh laserasi paru, sedangkan
Hemothorax biasanya disebabkan oleh trauma pembuluh
darah pada paru, jantung dan pembuluh darah besar dalam
rongga dada.
• Deteksi pneumothorax : Tes genangan air dinding dada
(+ gelembung udara)
Pada observasi
hemothorax : vena
azygos harus di
inspeksi in situ setelah
darah di evakuasi dari
rongga pleura.
Pemeriksaan Post Mortem

• Laserasi perikard sering disebabkan oleh penetrasi fraktur kosta. Laserasi


diobservasi pada diafragma, mediastinum superior, atau aspek lateral dari
perikardium parietal.
• Robekan perikard minimal dapat mencegah temponade jantung, sebaliknya
hemothorax, hemoperitoneum atau perdarahan mediastinal dan ruptur
diafragma (herniasi organ intra-abdomen ke rongga thorax) menyebabkan
Temponade jantung.
• Herniasi jantung melalui pleiroperikardial lateral yang defek, terutama di sisi kiri
menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik berat.
Pemeriksaan Post Mortem

• Robekan multiple traumatic intimal pada aorta desendens torakalis


dibawah robekan isthmus aorta. Robekan superfisial multiple dianggap
sebagai tanda peningkatan tekanan aorta saat terjadi benturan.
• Diseksi dapat muncul pada segmen manapun pada aorta. Gangguan
intimal oleh plak atherosclerosis, gejala Nyeri dada atau nyeri punggung
sebelum kejadian dan bukti adanya degenerasi aorta (cystic
medionecrosis) dapat menjadi penyebab yang memperberat hingga
dapat menyebabkan diseksi spontan.
• Penentuan apakah robekan aorta terjadi sebelum atau setelah kejadian
traumatik tergantung pada keadaan dan temuan patologis.
Summary