Anda di halaman 1dari 38

dr.

Maya Yulindhini

RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BRIMOB


Nama : by.Ny.L
Jenis Kelamin : laki-laki
Tanggal lahir : 3 Oktober 2016
Usia : 0 hari
BBL : 4010 gr
Panjang badan : 51 cm
A/S : 5/7
Alamat : Jalan Pendono RT/RW
02/016 Limo, Depok
Tanggal pemeriksaan : 3 oktober 2016
Identitas Orangtua

Ayah Ibu

• Nama : Tn. A • Nama : Ny. L


• Umur : 40 tahun • Umur : 35 tahun
• Pekerjaan : Polisi • Pekerjaan : IRT
• Alamat : Jalan Pendono • Alamat : Jalan Pendono
RT/RW RT/RW 02/016
002/016 Limo, Limo, Depok
Depok • Agama : Islam
• Agama : Islam

Hubungan dengan pasien : anak kandung


Keluhan • Bayi tidak
menangis setelah
Utama lahir
Bayi dengan keluhan lahir tidak menangis, SC
a/i riwayat SC+MOW dari ibu G4P2A1.

Resusitasi pada menit pertama : tangis


merintih, frekuensi jantung < 100 x/menit,
pernapasan lambat dan tidak teratur,
tampak retraksi dinding dada, tonus otot
dan reflek minimal, nafas cuping hidung,
tampak kebiruan pada extremitas (cyanosis)

Diberikan Sp02 1 lpm

Menit ke 5 : frekuensi jantung > 100x/menit,


badan dan extemitas tampak kemerahan,
tangis merintih, pernapasan tidak teratur,
tonus otot dan reflek minimal

Bayi di pindahkan ke ruang perinatologi


Apgar Score : 5/7
Riwayat kehamilan ibu
G4P2A1

Usia kehamilan : 38 minggu, air ketuban : jernih

Indikasi SC : Riwayat SC+MOW

Kontrol rutin ke bidan terdekat

RPD :Riwayat keguguran pada kehamilan ketiga, Riwayat anak sesak pada kehamilan
sebelumnya (-), konsumsi obat-obatan disangkal, Riw. Ibu demam (-), Hipertensi (-)
Diabetes mellitus, ISK (-), Riw. KPD (-)
RPK Sosial
• DM (-) • Orang tua memiliki 2 orang anak
 perempuan
• RDS (-) • Pasien merupakan anak
• Alergi (-) kandung dan laki-laki yg
• Asma (-) ditunggu
• Tuberculosis (-)
Pemeriksaan Fisik (ruang perinatologi)

• Gerak kurang aktif


KEADAAN UMUM
• Menangis kurang kuat
& KESADARAN
• Kesadaran : State 2

•Frek. Nadi : 123 x/menit


•Frek Pernapasan : 70 x/menit
•Suhu : 36,8 C
•BBL : 4010 gr
Pemeriksaan
•Panjang Badan : 51 cm
Umum • Anus : (+)
• Ballard Score : 35
• Saturasi : 97% dengan O2
0,5 lpm
Gambar 2. Ballard Score = 35  38 minggu
Gambar 1. Kurva Lubchenko Source : New Ballard score. from Ballard JL,
Source : http://www.merckmanuals.com) Khoury JC, Wedig K, et al.
Status Generalis

• Bentuk : Normocephal, Cephal


KEPALA hematome (-), Caput
Succacedum (-)
• Lingkar kepala : 35 cm

•Inspeksi : Retraksi subcostal (+)


•Palpasi : Fremitus taktil sama kuat
di seluruh lapang paru
•Perkusi : Sonor diseluruh lapangan
paru
THORAX
•Auskultasi : Grunting (+), Vesikuler
(+/+), rhonki (- /-),
wheezing (- /-), Bunyi jantung I
dan II normal reguler,
Murmur (-), Gallop (-)
Gambar 3. Kurva lingkar Kepala

Source : http://www.who.int/childgrowth/standards/second_set/cht_hcfa_boys_p_0_5.pdf
• Inspeksi : cembung, dilatasi vena (-), striae (-)
• Palpasi : Supel (+)
ABDOMEN • Perkusi : Timpani diseluruh lapangan
abdomen
• Auskultasi : Bising usus (+) normal

• Sianosis (+) a/r tarsal dextra dan sinistra


EXTREMITAS • CRT < 3 detik
Evaluasi distres napas
Skor Downe = 5

Source : Emergency Update, Introduction and Management


of Neonatal Emergency. dr.Adhi Teguh Perma Iskandar. Divisi
Perinatologi FKUI RSCM. 2016
Pemeriksaan Laboratorium
(3 Oktober 2016 jam 10.00)

Pemeriksaan Hematologi Hasil Nilai Normal Satuan


Hemoglobin 14.6 10.5-12.9 g/dL

Leukosit 18.500 4.000-10.000 Sel/uL

Hematokrit 44 35-43 %

Trombosit 191.000 150.000-400.000 Sel/uL

Hitung Jenis:
• Basofil 0 0-1 %
• Eosinofil 3 1-5 %
• Neutrofil batang 5 6-8 %
• Neutrofil segmen 58 17-60 %
• Limfosit 32 20-70 %
• Monosit 2 2-6 %
Pemeriksaan Laboratorium
(3 Oktober 2016 jam 10.00)

Pemeriksaan Hematologi Hasil Nilai Normal Satuan


LED 0-10 mm/jam

MCV 106 82-92 fl

MCH 35 27-31 pg

MCHC 33 32-36 %
Eritrosit 4,1 4,1 Jt/µl

Serologi
CRP kuantitatif <5 <6

Goldar AB/POSITIF
Glukosa Sewaktu 58 70-110 mg/dl
FOTO THORAX
Resume
Telah diperiksa seorang bayi laki-laki berusia 0 bulan pada
tanggal 3 Oktober 2016 pukul 10.00 dengan keluhan:
• Bayi dengan keluhan lahir tidak menangis, SC a/i riwayat
SC+MOW dari ibu G4P2A1.
• Resusitasi pada menit pertama : tangis merintih, frekuensi
jantung < 100 x/menit, pernapasan lambat dan tidak teratur,
tampak retraksi dinding dada, tonus otot dan reflek minimal,
nafas cuping hidung, tampak kebiruan pada extremitas
(cyanosis)
• Diberikan Sp02 1 lpm, Menit ke 5 : frekuensi jantung >
100x/menit, badan dan extemitas tampak kemerahan, tangis
merintih, pernapasan tidak teratur, tonus otot dan reflek
minimal
• Bayi di pindahkan ke ruang perinatologi, Apgar Score : 5/7
• Ruang perinatologi : Bayi merintih, takipneu (+), sianosis (+)
Pada pemeriksaan fisik ditemukan :
• Keadaan umum : merintih (+), Gerak kurang aktif, menangis
kurang kuat
• Kesadaran : S2
• Frek. Nadi : 123 x/menit
• Frek Pernapasan : 70 x/menit
• BBL : 4010 gr
• Panjang Badan : 51 cm
• Saturasi : 97% dengan O2 0,5 lpm
• Status Generalis : Thorax Retraksi subcostal (+), Grunting (+)
Extremitas  Sianosis pada kedua
extremitas bawah
• Skore Downe : 5
Pada pemeriksaan penunjang didapatkan:
• Hb : 14.6 g/dl
• Leukosit : 18.500 sel/uL
• Hematokrit : 44 %
• Neutrofil segmen : 58%
• GDS : 58 mg/dl
Diagnosis
Diagnosis kerja

• Asfiksia Sedang
• Respiratory Distress Et Causa Transient Takipneu of the Newborn
• NCB, DMK

Diagnosis banding

• Respiratory Distress et causa Hyalin Membrane Disease


• Respiratory Distres et causa Sindrome Aspirasi Mekonium (MAS)
• Pneumonia
• Sepsis
• Penyakit jantung kongenital
• Hipotermi
Tatalaksana
IVFD D10 80 cc/kg/hari via umbilical

Pemasangan CPAP dengan PEEP 6, Flow 6 l/m, FiO2 21%

Pemasangan OGT

Cefotaxime 3x200 mg IV

Gentamycin 1x20 mg

Usia 4 hari : Meropenem 2x125 mg IV

Usia 4 hari : Amikasin 1x25 mg IV

Rontgen Thorax
FOLLOW UP
4/10/2016 5/10/2016 6/10/2016 7/10/2016
S • Sesak (+) berkurang • Sesak berkurang • Sesak (-) • Sesak (-)
• Merintih (+) • Merintih (+) berkurang • Merintih (-) • Merintih (-)
• Demam (-) • Demam (-) • Demam (-) • Demam (-)
• Minum oral mulai baik • Minum oral baik

O • KU : Gerak< aktif, menangis < kuat • KU : Gerak mulai aktif, menangis (+) • KU : Gerak mulai aktif, • KU : Gerak aktif, menangis (+)
• HR : 105x/menit, Suhu : 37˚C, RR : • HR : 108x/menit, Suhu : 36,5˚C, RR : menangis (+) • HR : 112x/menit, Suhu : 36,8˚C, RR :
60x/menit 48x/menit • HR : 116x/menit, Suhu : 40x/menit
• Thorax : Retraksi subcostal (+), Air entry • Thorax : Retraksi subcostal (+), Air entry 37,3˚C, RR : 37x/menit • Thorax : Retraksi (-)
penurunan ringan, grunting (+) penurunan ringan, grunting (+) perbaikan • Thorax : Retraksi • Extremitas : sianosis (-)
• Extremitas : sianosis (-) • Extremitas : sianosis (-) subcostal (+) minimal,
• Downe Skor : 4 • Downe Skor : 4 Air entry penurunan Lab :
ringan, Hb : 16,4
• Extremitas : sianosis (-) Leukosit : 19.500
• Downe Skor : 2 Hematokrit : 47
Trombosit : 271.000
CRP = 26 mg/dl

A - Asfiksia Sedang - Asfiksia Sedang Respiratory Distress - Sepsis neonatorum


- Respiratory Distress Syndrome Et Causa TTN - Respiratory Distress Syndrome Et Causa Syndrome Et Causa TTN - RDS perbaikan
- NCB, DMK TTN dengan perbaikan - NCB, SMK
- NCB, DMK - NCB, DMK

P - Aff CPAP error - Aff O2 observasi saturasi - Terpasang Stopper - Terpasang Stopper
- Observasi saturasiO2 nasal kanul 0,5 - IVFD D10 80cc/kg/hari - Cefotaxime 2x200 mg IV - Meropem 2x125 mg IV
lpm - Cefotaxime 2x200 mg IV - Gentamycin 1x20 mg IV - Amikasin 1x25 mg IV
- IVFD D10 80cc/kg/hari - Gentamycin 1x20 mg IV - ASI/PASI  OD - ASI/PASI  OD
- Cefotaxime 2x200 mg IV - Aff OGT
- Gentamycin 1x20 mg IV - ASI/PASI 8x 10-15 cc per oral
- ASI/PASI 8x5 cc
8/10/2016 9/10/2016 10/10/2016 11/10/2016
S • Sesak (-) • Sesak (-) • Sesak (-) • Sesak (-)
• Demam (-) • Demam (-) • Merintih (-) • Merintih (-)
• Minum baik • Minum baik • Demam (-) • Demam (-)
• Bayi dipindahkan dari inkubator • Minum oral mulai baik • Minum oral baik

O • KU : Gerak aktif, menangis kuat (+), minum baik • KU : Gerak aktif, menangis kuat (+), • KU : Gerak aktif, menangis kuat • KU : Gerak aktif, menangis kuat (+),
• HR : 102x/menit, Suhu : 36,5˚C, RR : 59x/menit minum baik (+), minum baik minum baik
• Thorax : • HR : 102x/menit, Suhu : 37,1˚C, RR : • HR : 111x/menit, Suhu : 36,8˚C, • HR : 108x/menit, Suhu : 36,8˚C, RR :
• abdomen : dbn 42x/menit RR : 38x/menit 42x/menit
• Extremitas : dbn
• Thorax : dbn • Thorax : dbn • Thorax : dbn
• abdomen : dbn • abdomen : dbn • abdomen : dbn
• Extremitas : dbn • Extremitas : dbn • Extremitas : dbn

A - Sepsis neonatorum - Sepsis neonatorum - Sepsis neonatorum perbaikan - Sepsis neonatorum perbaikan
- RDS et Causa TTN perbaikan - RDS et causa TTN perbaikan - RDS et causa TTN perbaikan - RDS perbaikan
- NCB, SMK - NCB, SMK - NCB, SMK - NCB, SMK

P - Terpasang Stopper - Terpasang Stopper - Terpasang Stopper - Terpasang Stopper


- Meropem 2x125 mg IV - Meropem 2x125 mg IV - Meropem 2x125 mg IV - Meropem 2x125 mg IV
- Amikasin 1x25 mg IV - Amikasin 1x25 mg IV - Amikasin 1x25 mg IV - Amikasin 1x25 mg IV
- ASI/PASI  OD - ASI/PASI  OD - ASI/PASI  OD - ASI/PASI  OD
- Pukul 18.00 AB Stop
- ACC pulang tanggal 12/10/2016
TINJAUAN KASUS

Respiratory distress in the newborn is recognized as one or more signs of increased work of
breathing, such as tachypnea, nasal flaring, chest retractions, or grunting (Reuter et al, 2016)

Respiratory distress syndrome (RDS) is a breathing disorder that affects newborns. RDS rarely occurs
in full-term infants. The disorder is more common in premature infants born about 6 weeks or more
before their due dates (National Heart, Lung, and Blood Institute; 2012)

Trancient Takipneu Newborn, also known as retained fetal lung fluid syndrome,presents with early
respiratory distress in term and late preterm infants. TTN is a frequent cause of respiratory distress
in newborns and is caused by impaired fetal lung fluid clearance (Reuter et al, 2016)
Pada kasus..

Bayi cukup bulan

Takipneu

Retraksi Subcosta

Grunting

Nafas cuping hidung

Sianosis
Faktor Resiko1
Manifestasi Klinis3
TTN Hyaline Membrane Sindrom Aspirasi
Disease Mekonium (MAS)
USIA Neonatus mendekati Kondisi ini biasanya terjadi Bayi cukup bulan/ post
cukup bulan atau pada bayi prematur. term
neonatus cukup bulan

ETIOLOGI Tidak efektifnya clearence Kekurangan surfaktan, Gawat napas yang bersifat
paru yang persisten Surfaktan berguna untuk sekunder akibat aspirasi
menurunkan tahanan mekonium oleh fetus
Gawat napas terjadi permukaan alveolus dalam uterus atau oleh
segera setelah lahir neonatus selama proses
persalinan dan kelahiran

AIR Ketuban jernih Air ketuban keruh


KETUBAN bercampur mekonium
sebelum kelahiran

KLINIS Hilang dengan sendirinya Takipneu, hipoxia, Pewarnaan kuning oleh


dalam waktu 3-5 hari. cyanosis persisten mekonium pada neonatus
setelah lahir.
Jenis Respiratory Distress7

Source : American Family


Physician, 2007
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) 4

• Video Bayi dengan TTN


In the first few days, IWL is the
largest component of lost fluids.
Later, as the renal solute load
IVFD D10 80 cc/kg/hari via increases, the amount of water the
umbilical kidneys need to excrete this load
increases (80-120cal/kg/day equal
15-20mOsm/kg/day, which means
Pemasangan CPAP dengan PEEP
that 60-80mL/kg/day are needed
6, Flow 6 l/m, FiO2 21% to excrete wastes).
-medscape, 2014-
Cefotaxime 3x200 mg IV,
Gentamycin 1x20 mg

Usia 4 hari : Meropem 2x125 mg


IV

Usia 4 hari : Amikasin 1x25 mg


IV

Efendi dkk, 2011


Tatalaksana Respiratory Distress4

Skor < 4 Distres pernapasan ringan

 Perlu Nasal CPAP, dengan pemantauan FiO2

Skor 4 – 5 Distres pernapasan moderat

 perlu Nasal CPAP / NIPPV(Nasal Intermittent Positive


Pressure Ventilation)

Skor > 6 Distres pernapasan berat


( diperlukan analisis gas darah )
 Coba dulu NIPPV  pertimbangkan intubasi
Ampicilin

Medikamentosa6
Neonatus (<7 hari) :
 <2 kg: 50-100 mg/kg/day
divided q12hr IV/IM
The use of medications in transient tachypnea of the
newborn (TTN) is minimal. It is difficult to rule out  >2 kg: 75-150 mg/kg/day
sepsis or pneumonia clinically, in the presence of divided q8hr IV/IM
signs of respiratory distress, especially in the absence
of risk factors for infection in the infant. Therefore, Cefotaxime
empiric antibiotics are often used for 48 hours after 50 mg/kg IV q8hr
birth, until sepsis has been ruled out.
These agents are used when sepsis is clinically
suggested. Antibiotics generally consist of a penicillin Gentamicin
(usually ampicillin) and an aminoglycoside (usually
gentamicin). Choices are based on local flora and
antibiotic sensitivities. Dosage amounts and intervals (usia kehamilan >36 minggu)
are based on postmenstrual age (PMA), measured in  0-7 days: 5 mg/kg/day
weeks, and postnatal age, measured in days. IV/IM divided q12hr

 >7 days: 7.5 mg/kg/day


(MEDSCAPE, 2014) IV/IM divided q8hr
Source : Edwards et al, 2013
Sepsis neonatorum8
Early Onset
• Usia < 7 hari pada aterm atau < 72 jam terjadi
pada neonatus dalam perawatan di NICU
Late Onset
• Usia > 7 hari pada aterm atau > 72 jam setelah
perawatan di NICU
• Variasi < 90 hari-120 hari

 Beta lactam : ampicilin, oxaciliin, cefotaxime


Broad spectrum beta laktam ( piperaciliin
tazobactam, cabapenem, meroponem)
Dosis meropenem : 1 g IV 8 hour

 Additional Treatment : vancomisin dan


aminoglikosida
dosis  Amikasin newborn: loading dose 10
mg/kg, lalu 7.5 mg/kg 12 hour
Respiratory Distress vs Sepsis Neonatorum2

Source : Neonatology Today, Vol 7,


2012
Diagnosis Banding1

Paru :
RDS, TTN, MAS, Neonatal
Pneumonia, Pneumothox, dll

Lainnya :
Sepsis, Hipoglikemia, metabolik
asidosis
Daftar Pustaka

1. Reuter S, Moser C, Baack M 2016. Respiratory Distress in the Newborn. Diunduh dari from
http://pedsinreview.aappublications.org. Diakses 16 November 2016.
2. Abughalwa M, Taha S, Sharaf N et al 2012. Antibiotics Therapy in Classic Transient Tachypnea of
the Newborn: A Necessary Treatment or Not? A Prospective Study. Neonatology Today volume 7,
issue 6. www.NeonatologyToday.net. Diakses 16 November 2016.
3. Edwards O, Kotecha J, Kotecha S 2013 . Respiratory Distress of the Term Newborn Infant.
Paediatric Respiratory Reviews Elsevier Journal. Diunduh dari
4. Iskandar P, 2016. Presentation Introduction and Management of
Neonatal Emergencies. Divisi Perinatologi FKUI RSCM.
5. Pramanik K, 2015. Respiratory Distress syndrome. Medscape Reference. Diunduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/976034-overview. Diakses 16 November 2016.
6. Subramanian S, 2014. Transient Trakipneu of the Newborn. Medscape Reference. Diunduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/976914-medication#2. Diakses 21 November 2016.
7. Hermansen L, Lorah N, 2007. Respiratory Distress in Newborn. Journal of American Family
Physician. Diunduh dari www.aafp.org/afp. Diakses 20 November 2016.
8. Simonsen A, Berry A, Delair F et al 2014. Early Onset Neonatal Sepsis. doi: 10.1128/CMR.00031-
13Clin. Microbiol. Rev. January 2014 vol. 27 no. 1 21-471 January 2014. American Society of
Microbiology. Diunduh dari http://cmr.asm.org/content/27/1/21.full. Diakses 16 November
2016.