Anda di halaman 1dari 15

REFERAT

CACING ASCARIS LUMBRICOIDES

KHUSNUL ABIDIN- 17710139


Pembimbing : dr. Nyimas maida, Sp.PD
PENDAHULUAN
Cacingan masalah kesehatan gizi, kecerdasan,
dan produktivitas penderitanya  menurunkan
kualitas sumber daya manusia

Prevalensi di indonesia  golongan


penduduk yang kurang mampu dan sanitasi yang
buruk.

Indonesia (2011)  peringkat prevalensi


tertinggi kab.lebak 62 % dan kab.pandeglang
42%
PENDAHULUAN
Penyakit cacing ditularkan melalui tanah
Keluarga nematoda saluran cerna

Penularan Ascariasis

1. Infeksi langsung telur cacing dari tepi anal masuk ke


mulut tanpa perna berkembang
dulu di tanah
2. Larva menembus kulit
PENDAHULUAN

Penularan lasung setelah periode


berkembangnya telur ditanah  telur tertelan
melalui tangan atau makanan yang tercemar 
infeksi Ascarias Lumbricoides (cacing gelang)
Ascariasis
DEFINISI
Ascariasis  Penyakit cacing disebabkan oleh Ascaris
Lumbricoides atau cacing gelang.
Cacing  berbentuk bulat, Besar, Dan hidup dalam usus halus
manusia  panjang cacing dewasa sekitar 20-40 cm.
Penularan  Askariasis biasanya pada daerah panas, Lembab,
Dan sanitasi buruk

Sistem organ yang terkena


• Usus halus
• Lambung
• bronkus
Anatomi dan morfologi
A.Cacing dewasa : B. Telur cacing :
• Ukuran besar telur sudah dibuahi
• Berwarna putih (fertilized eggs)
kecoklatan belum dibuahi
• Cacing jantan 10 - (unfertilized eggs)
31 cm Berwarna coklat
• Cacing betina 22 –
 dapat bertahan 1
35 cm
tahun di tanah
• Mulut dengan 3
buah bibir
Anatomi dan Morfologi

Gambar : Ascaris lumbricoides (a) cacing dewasa (b) telur cacing 1.Telur
fertil (telah dibuahi) 2. Telur tidak fertil 3. Telur dengan kulit terkelupas
r.u : rongga udara
Daur hidup Ascaris Lumbricoides
Penularan

• Telur infektif masuk melalui mulut bersama


mkanan dan minuman yang tercemar
Ascariasis • tangan yang kotor karena tercemar tanah yang
mengandung telur infektif
• telur infektif terhirup melalui udara bersama debu
saluran pernafasan
Gejala klinis
cacing Ascaris dewasa lumen usus  terjadinya sumbatan atau
obstruksi usus dan intususepsi. Cacing dewasa juga dapat
menimbulkan perforasi ulkus yang ada di usus

Larva cacing berada di paru-paru dapat menimbulkan pneumonia


dengan gejala klinis berupa demam, batuk, sesak, dan dahak yang
berdarah Urtikaria  Sindrom Loeffler atau Ascaris pneumonia

Pada anak terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan


protein penderita mengalami gangguan pertumbuhan dan
anemia akibat kurang gizi
Diagnosis banding

1. Urtikaria

2. Sindrom Loeffler

3. Asma
Pengobatan

- Albendazol : 400 mg dosis tunggal (dosis dewasa dan dosis anak)


- Mebendazol : 500 mg dosis tunggal atau 2 x 100 mg selama 3 hari (dewasa
dan anak)
- Ivermectin : 150-200 mcg/kg dosis tunggal (dewasa dan anak)
- Nitazoxamid : Dosis dewasa 2 x 500 mg diberikan selama 3 hari
Dosis anak : umur 1-3 tahun : 2x100 mg diberikan selama 3 hari; umur 4-
11 tahun : 2x200 mg diberikan selama 3 hari
- Pirantel pamoat : dosis tunggal 10 mg/kgbb (base) maksimum 10 g
- Levamisol : 120 mg dosis tunggal (dewasa); 2,5 mg/kgbb/dosis (anak
Pencegahan

- Membuat kakus
- Memasak makanan dan minuman sebelum
dimakan/diminum
- Menjaga kebersihan perorangan
- Edukasi hidup sehat kepada masyarat
Komplikasi dan Prognosis
Komplikasi
 Reaksi alergi berat
 Pneumonia

Prognosis
 Selama tidak terjadi obstruksi oleh
cacing dewasa yang bermigrasi 
prognosis baik
MATUR NUWUN