Anda di halaman 1dari 90

Gangguan Otot Tulang-

rangka Akibat Kerja

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
(GOTRAK)
dr. Inne Nutfiliana, MKK

Direktorat Kesehatan Kerja dan Olah Raga


Kementerian Kesehatan RI – bermitra dengan PERDOKI 1
2013
Pokok Bahasan
• Pengertian Gangguan Otot Tulang-Rangka Akibat
Kerja (GOTRAK)
• Permasalahan Gangguan Otot Tulang-Rangka
Akibat Kerja (GOTRAK)

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Faktor Risiko GOTRAK di tempat kerja
• Contoh dan gejala GOTRAK
• Pencegahan GOTRAK
• Manajemen pengendalian GOTRAK
2
Pendahuluan (1)
• Setiap hari pekerja menggunakan otot, ligament,
tulang dan sendi mereka untuk bergerak,
bekerja, berjalan, duduk, mengangkat,
menurunkan, menjinjing, menarik dan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
mendorong barang-barang sesuai tugas kerjanya
masing-masing.

3
(2)
• Jenis pekerjaan dan cara kerja terlalu
membebani tubuh pekerja tersebut hingga
menyebabkan pegal linu dan nyeri otot yg pada
akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
cedera/Gangguan Otot Tulang-Rangka Akibat
Kerja (GOTRAK)/atau Work-related Musculo
Sceletal Disorders (WMSDs).

4
Pengertian
• Semua ggn kesehatan dan cedera yg mengenai
sistem gerak tubuh (otot, tendon, selaput
tendon, ligamen, tulang-rangka, sendi, tulang
rawan, bursa, spinal discs, pembuluh darah dan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
syaraf) yg disebabkan atau diperberat oleh
berbagai faktor risiko pekerjaan dan/atau
lingkungan kerja.
• Tidak termasuk dampak langsung dari jatuh,
terpukul, tabrakan, perkelahian dll.
5
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
6

(based on ET)
Terminologi
• Repetitive Strain Injury (RSI)

• Cumulative Trauma Disorder (CTD)

• Occupational Overuse Syndrome (OOS)

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Musculoskeletal Injury (MSI)

• Work-related Musculoskeletal Disorders


(WMSDs)  terminologi yg terbanyak dipakai
saat ini 7
MENGAPA GOTR/ MSDs
MERUPAKAN MASALAH ? (1)
Data di Amerika:
• 70 juta kunjungan penderita MSDs ke dokter
• 130 juta kunjungan penderita MSDs ke institusi

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
kesehatan (Tempat kerja, Klinik).
• ± 1 juta pekerja tidak bekerja untuk berobat.
• Merupakan penyebab paling tinggi hilangnya
waktu kerja karena cedera dan sakit pada tiap
8
industri (Lost-time injury and illness)
(2)
• Merupakan masalah kesehatan kerja yg paling mahal.
• Satu kasus GOTR/MSDs : $12.000
• Biaya rata-rata untuk satu kasus tindakan operasi,
GOTR/MSDs : $43.000.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Total biaya utk kompensasi pekerja yg menderita
GOTR/MSDs: $ 45 - $ 60M/thn
• Ada di hampir setiap tempat kerja.
• Menyebabkan penderitaan dan nyeri pada para pekerja.
• Menurunkan produktivitas dan kualitas produk maupun
kualitas pelayanan. 9
Gejala umum GOTR:
• Nyeri otot/ tulang rangka saat digerakkan atau tanpa
digerakkan
• Pembengkakkan dan perabaan lunak disertai nyeri didaerah
yg terkena

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Penurunan jangkauan dari gerakan persendian (ROM= Range
of Movement)
• Kesemutan dan atau mati rasa pada daerah yg terkena
gangguan)
• Penurunan kekuatan otot : gengaman tangan
10
• Perubahan bentuk/deformitas dari otot/ Tulang-Rangka
Faktor Risiko GOTRAK
• Sikap posisi kerja tidak alamiah/ janggal
(body position)
• Aktivitas berulang-ulang (repetition)

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Kerja otot berat/berlebihan (force)
• Posisi kerja statis (static posture)
• Aktivitas kerja di tempat/dg suhu dingin
(temperature)
• Getaran (vibration)
11
(1)

• Postur kerja yg janggal /tidak netral (awkward


posture), contohnya membungkukkan badan,
menekuk atau dan memutar pinggang, persendian
lengan bawah, lengan atas, tangan atau kaki.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
12
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
13

(based on ET)
(2)
• Repetitive movement
• Adalah melakukan kegiatan yg berulang ulang dlm
waktu yg cukup lama.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Menyebabkan otot-otot berkontraksi berulang-
ulang dan pendeknya recovery time

• Gerakan berulang 2-4 kali permenit / dalam waktu


kurang dari 30 detik
14
(3)
• Kerja fisik berat
• Mengangkat/ menarik/ mendorong beban berat
• Kerja Otot Tulang-rangka akan bertambah berat
bila kegiatan tersebut dilakukan dengan postur

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
kerja yg janggal/tidak netral.
• Temperatur dingin
• Suhu dingin menyebabkan fleksibilitas otot dan
sendi berkurang
• Meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera otot
15
dan sendi
(4)
• Vibrasi
• Getaran menyebabkan kelelahan otot dan sirkulasi
pembuluh darah terkena raynaud’s phenomenon
• Bekerja secara statis

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Posisi kerja dimana tungkai kaki / tangan dan
persendian tidak bergerak/ bertahan dlm posisi yg
tetap dlm waktu lama.

16
• Tingkatan atau besarnya risiko yg dialami
pekerja tergantung dari intensitas, frekuensi,
dan durasi/lamanya dari pemaparan pekerja
tersebut terhadap faktor risiko ditempat kerjanya

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
serta kemampuan fungsional dari kondisi fisik
pekerja tersebut dlm melaksanakan beban
tugasnya.

17
Faktor risiko lainnya
• Adanya faktor predisposisi untuk GOTRAK/
WMSDs lain:
• Merokok
• Riwayat penyakit spt : DM, obesitas, defisiensi

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
vitamin B6, dan rheumatoid arthritis
pada pekerja dapat mempercepat timbulnya atau
memperberat kejadian GOTRAK.

18
• Kegiatan lain diluar pekerjaan rutin seperti:
• Hobi dan aktivitas fisik di rumah
• Merajut
• Bermain alat musik dll

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
yang menggunakan otot yg sama dengan otot yg
digunakannya pada saat bekerja di tempat kerja
dapat memperberat atau memberikan kontribusi
untuk terjadinya GOTRAK/WMSDs.

19
Bagaimana Mekanisme GOTRAK terjadi ?

•Muscle injury
•Tendon injury

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
•Nerve injury
20
Muscle injury
Kontraksi otot yang terus menerus
dan recovery time yang sempit
menyebabkan produksi asam laktat

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
meningkat dan terjadi penurunan
aliran darah  menurunkan eliminasi
asam laktat  penumpukan asam
laktat  iritasi  inflamasi  pain
21
Tendon injury
Gangguan tendon yang diakibatkan oleh
repetitive atau awkward postures
tergantung 2 jenis tendon:
- Tendon dengan sheath (sarung) ,

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
ditemukan pada tangan dan jari
- Tendon tanpa sheath, umumnya pada
bahu, siku dan lengan.

22
Tendon dengan sheath
• Bagian dalam sheath memproduksi cairan pelumas
tendon
• Gerakan repetitif dan berlebihan menyebabkan produksi
cairan pelumas terganggu.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Kegagalan pelumasan semakin menyebabkan gesekan
antara tendon dan sheath yang pada akhirnya
menimbulkan inflamasi, pembengkakan dan penebalan
tendon, ini menghambat gerakan tendon.
• Inflamasi tendon sheath ini dikenal dengan tenosynovitis

23
Tendon tanpa sheath

• Tendon tanpa sheath rentan terhadap gerakan


repetitif dan postur janggal.
• Tendon menjadi menebal dan bergelombang

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
menyebabkan inflamasi yang dikenal dengan
tendonitis .
.

24
Nerve injury
• Syaraf berada di sekitar otot, tendon dan
ligamen.
• Dengan gerakan repetitif dan postur janggal ,
jaringan otot, tendon dan ligamen yang

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
menebal akan menekan syaraf.

25
Contoh GOTRAK
REGIO GOTRAK
NECK Tension Neck Syndrom
SHOULDER Rotator Cuff Syndrom
Thoracic Outlet Syndrom
ELBOW Medial Epicondilitis

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Lateral Tendinitis
HAND AND WRIST De Quervain Diseiase
Triger finger Syndrom
Raynaud’s Syndrome
BACK Low back pain
HNP

26
GOTRAK Bahu & Ekstrimitas Atas

Thoracic Outlet Syndrome


Rotator Cuff Tendinitis

Bicipital Tenosynovitis

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Radial Nerve
Lateral Epicondylitis
Median Nerve

Cubital Tunnel
Syndrome Carpal Tunnel Syndrome
Ulnar Nerve
27
Gaylon Tunnel Syndrome
Tension Neck Syndrom
Nyeri yang berasal dari otot otot tengkuk akibat dari kontraksi
yang terjadi secara tidak disadari sebagai reaksi otot terhadap
posisi leher saat bekerja yang tidak ergonomis.
Gejala :
- Nyeri / pegal di leher

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
- Ketegangan otot leher /stifness
- Pusing
Faktor risiko pekerjaan :
• bekerja di depan komputer dalam waktu yang lama
• bekerja di depan meja dengan posisi menunduk dalam waktu lama
• Stress psikososial
Contoh : pengemudi angkutan umum, penjahit, operator telephone 28
The muscles of the neck

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


29

(based on ET)
Rotator Cuff Syndrom
• Otot Rotator cuff adalah 4 otot yang mengelilingi
caput humerus :
- otot subskapularis,
- otot supraspinatus,
- otot infraspinatus,
- otor teres minor

• Rotator cuff syndrom atau Shoulder Impingement Syndrome adalah

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
sindrom nyeri bahu yang terjadi akibat tendon
otot otot rotator cuff terjepit diantara caput humerus
dan acromion karena inflamasi dan penebalan tendon otot rotator cuff
akibat gerakan bahu yang tidak ergonomis

30
Rotator cuff syndrom
GEJALA :
- Nyeri sekitar bahu
- Nyeri bertambah bila bahu digerakkan terutama mengangat
lengan ke atas atau mengangkat beban.
- Nyeri tekan sekitar sendi bahu
- Kekuatan lengan berkurang

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
- Gerakan bahu terbatas, khususnya ke belakang (spt saat
menggaruk punggung, memasukan dompet ke saku belakang)
- Ada bunyi krepitasi saat menggerakan lengan

31
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
32

(based on ET)
Rotator tendinitis

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


33

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
34

(based on ET)
Rotator cuff syndrom
Faktor risiko pekerjaan :
-Gerakan bahu memutar berulang ulang
-Gerakan mengangkat beban berat berulang
-Gerakan lengan menjangkau ke atas berulang ulang

Contoh :

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Perenang
•Tukang cat
• Pemetik buah / kelapa sawit
• Kuli panggul
•dll

35
Thoracic Outlet Syndrom (TOS)
Adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh
penekanan pleksus brachialis oleh otot scaleneus,
otot pectoralis minor, ligament costocoracoid, otot
subclavius, membrane costoclavicula pada outlet
thorax superior.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
36
Thoracic Outlet Syndrom (TOS)
GEJALA :
- Nyeri dan kesemutan pada leher dan bahu, lengan dan jari
- Tanda tanda memburuknya sirkulasi pada lengan bawah
atau tangan (kebiruan, dingin, bengkak)
- Kelemahan pada otot otot tangan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Faktor risiko pekerjaan :
• Penekanan berulang pada leher dan bahu
• Posisi janggal pada leher

Contoh : kuli panggul, pekerja yang menggunakan keyboard


37
Thoracic Outlet Syndrom (TOS)
Addson’s manuver +

penurunan pulsasi nadi saat menarik nafas pada posisi


lengan ekstensi

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
38
Thoracic Outlet Syndrom (TOS)
pada saat hyperabduksi terjadi penurunan
kekuatan genggaman

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
39
LATERAL EPICONDILITIS
(Tenis Elbow)
Adalah nyeri pada bagian
lateral siku yang disebabkan
gerakan ekstensi berulang

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
ulang pada sendi siku yang
menyebabkan inflamasi tendon
extensor carpi radialis brevis

40
LATERAL EPICONDILITIS
(Tenis Elbow)
GEJALA :
-Nyeri di lateral siku
-Nyeri tekan di sekitar siku lateral

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
-Nyeri saat mengenggam dan menggerakan siku

41
MEDIAL EPICONDILITIS
(Golfer’s Elbow)
Adalah nyeri pada bagian medial siku yang disebabkan
gerakan fleksor atau pronasi berulang ulang dengan
kekuatan pada sendi siku yang menyebabkan inflamasi
tendon flexor carpi ulnaris dan pronator teres

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
42
MEDIAL EPICONDILITIS
(Golfer’s Elbow)
GEJALA :
-Nyeri di siku medial saat bergerak fleksi dan
pronasi
-Nyerti tekan di siku medial

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Faktor risiko pekerjaan :
Pekerjaan yang menggunakan gerakan tangan ke arah
medial secara berulang ulang dengan kekuatan.
Contoh :
-Penebang / pemotong pohon
-Pekerjaan dengan gerakan melempar, mendayung 43
-Tukang kebun
Carpal Tunnel Syndrome
• Adalah sindrom yang terjadi akibat penekanan
N.Medianus di dalam terowongan karpal
• Terowongan karpal merupakan suatu
terowongan di pergelangan tangan yang ditutupi

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
oleh serabut tendon, tendon sheath dan tulang-
tulang yang mengelilinginya
• Terjadi akibat Tenosynovium membengkak dan
penebalan fleksor retinakulum

44
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
45

(based on ET)
(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Cross-sectional anatomy of the carpal tunnel

The tunnel contains the median nerve and nine flexor tendons. The transverse carpal
ligament forms the palmar surface of the carpal tunnel and the dorsal boundary of 46
the distal ulnar tunnel. The palmar carpal ligament forms the volar boundary of the
distal ulnar tunnel. (Based on von Schroeder H P, Botte M J 1996 Carpal tunnel
syndrome. Hans Clinics 12(4): 643 – 655; Fig. 1, p. 645.)
Sensory Pattern

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


47

(based on ET)
Faktor predisposisi
• Pekerjaan  forceful repetitive hand movement, vibration
• Usia
• Jenis kelamin
• Diabetes mellitus

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Amiloidosis (Collagen disease)
• Kehamilan
• Deformitas tulang

48
Jenis pekerjaan berisiko
• Garmen  penjahit
• Petugas pengemasan, pengepakan
• Pekerja manufaktur

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Juru tulis, juru ketik, penyortir surat
• Tukang kayu
• Tukang cuci pakaian
• Pengecor logam
• Operator komputer
49
• dll
GEJALA KLINIS
• Gangguan sensasi rasa (parestesia, numbness,
tingling pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan
sebagian jari manis).
• Nyeri bertambah pada malam hari ( Nocturnal

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
pain).
• Pergelangan tangan terasa ketat (tightness)
• Kaku gerak (clumsiness)
• Atrofi tenar
50
Cont’d (lanjutan…)
• Px neurologis
• Phalen
• Tinnel

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Finkelstein
• Luthy
• Motorik dan sensorik
• Elektrodiagnostik Test (EMG)
51
Phalen’s test:
The patient’s wrist is flexed to its maximum & held for at least one minute.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
52
Tinel’s test

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


UEWMSDs/ErnaT
53

(based on ET)
(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
Finkelstein’s test.
Pain is when the extensor policis longus is on the 54
strecth when tenosynovitis is present
Tanda dari Luthy (Lüthy’s sign) /
tanda Botol (Bottle’s sign)

55
De’ QUERVAIN DISEASE
(Triger Tumb)
Adalah suatu tenosinovitis pada otot ibu jari dimana terjadi
inflamasi tendon dan sinovial kedua otot ibu jari (abductor
pollicis longus dan abductor pollicis brevis) akibat abduksi dan
ekstensi serta fleksi dari ibu jari berulang dalam waktu yang
lama serta menggenggam dengan kekuatan.

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
56
De’ Quervain Disease
GEJALA
• Nyeri tajam pada pangkal ibu jari. Nyeri dapat menjalar
sampai ke lengan bawah atau ke ujung ibu jari
• Terjadi kelemahan otot dan kemampuan menggenggam

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
dengan ibu jari berkurang.
• Pembengkakan pada pangkal ibu jari
Tes finkelstain (+) positif

57
De’ Quervain Disease
Faktor risiko pekerjaan :
- Pekerjaan yang menggunakan ibu jari berulang
ulang

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
- Penekanan dengan ibu jari berulang ulang
Contoh : pekerja penghitung kertas, pekerja
yang menekan tombol berulang

58
TRIGER FINGER
Adalah suatu tenosinovitis pada otot jari tangan yang terjadi
akibat dari penggunaan jari tangan dengan kekuatan yang
terus menerus dan berulang sehingga menyebabkan pelumas
yang terdapat dalam selaput sinovial tendon semakin
berkurang dan menyebabkan gesekan yang menimbulkan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
inflamasi tendon dan sinovial.

59
TRIGER FINGER
Gejala
• Awalnya terasa baal dan kesemutan pada jari tangan
• Nyeri pada pangkal jari tangan yang bertambah saat digerakan
• Pada lokasi inflamasi terasa panas , ada pembengkakan dan nyeri

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
tekan
• Nyeri dapat menjalar sampai ke pergelangan tangan dan siku
• Selanjutnya dapat meyebabkan kelemahan otot jari yang terkena

Faktor risiko pekerjaan :


- Pekerjaan yang menggunakan jari berulang ulang

60
Contoh : penghitung uang/kertas, pekerja komponen elektronik
Nyeri punggung bawah
• Definisi:
• Nyeri daerah punggung antara sudut
bawah kosta (tulang rusuk) sampai

(based on ET)
lumbo sakral (sekitar tulang ekor)

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


dengan atau tanpa penjalaran ke
punggung atas atau pangkal paha.

61
Klasifikasi NPB
• Akut: ada perbaikan dan sembuh dengan
pengobatan, istirahat kerja dan latihan otot
punggung bawah dalam waktu kurang dari 6
minggu

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Sub-akut: ada perbaikan dan sembuh dalam 6-12
minggu
• Kronis: tidak ada perbaikan lebih dari 12 minggu

62
NPB
FAKTOR RISIKO PEKERJAAN :
• Posisi statis (prolong standing, sitting)
• Postur janggal (bending, twisting)
• Repetitif

FAKTOR RISIKO LAIN :

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Usia
• Jenis kelamin
• Status antropometri
• Olahraga
• Kebiasaan merokok
• Riwayat episode NPB sebelumnya

63
Cont’d (lanjutan….)
• Px neurologis  mengetahui adakah
kelainan neurologis yang berperan dalam
kejadian NPB

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Tanda rangsangan saraf
• SLR, walking on the toes, walking on the
heels, Squatting
• Pemeriksaan motorik dan sensorik
• Pemeriksaan refleks
64
Pemeriksaan SLR

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


65

(based on ET)
Fabere test
(Patrick test) :

LBP/Erna T.
(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
a. normal,

b. abnormal findings
with painful
restriction of
abduction
66

FKKUI, 22-11-08
Intepretasi hasil pemeriksaan
• Penegakan D/ NPB:
• NPB sederhana
• Nyeri tanpa penjalaran
• Derajat nyeri bervariasi, tergantung aktivitas fisik

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• NPB dengan keterlibatan neurologis
• Adanya 1 atau lebih tanda atau gejala keterlibatan
neurologis
• Gejala: penjalaran nyeri
• Tanda: tanda iritasi radiks, gangguan motorik/sensorik/refleks
• Red Flags
67
• Kecurigaan cedera atau kondisi patologis yang berat pada spinal
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
68

(based on ET)
Penegakan Diagnosis GOTRAK
• Anamnesis
• Saat timbulnya nyeri, sifat nyeri, lokalisasi,
serta penjalarannya
• Anamnesis pekerjaan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Body discomfort map
• Riwayat penyakit dahulu
• Riwayat penyakit keluarga
• Riwayat kebiasaan
69
BODY DISCOMFORT MAP

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


70

(based on ET)
Pemeriksaan Fisik
• Perhatikan cara berjalan / sikap saat masuk ruang
periksa
• Posisi berdiri
• Posisi duduk

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Posisi berbaring
• Pemeriksaan ROM & neurologis
• SLR
• Patrick Test
• Tinnel sign
• Phalen test 71
• Finkelstein test
Pemeriksaan penunjang
• Tidak spesifik
• X-ray, atau pemeriksaan imaging lainnya dapat
dilakukan sesuai dengan indikasi
• Tidak berkorelasi dengan keluhan dan gejala

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
pada pasien

72
TUJUH LANGKAH DIAGNOSIS PAK
(Diagnosis Okupasi)

1. Tentukan Diagnosis Klinis


2. Menentukan Pajanan di Tempat Kerja
3. Menentukan Adanya Hubungan Pajanan
dengan Diagnosis Klinis

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
4. Besaran Pajanan
5. Peranan Faktor Individu
6. Faktor Risiko di Luar Pekerjaan
7. Diagnosis PAK

73
Prinsip utama tatalaksana
• Istirahat yang cukup / pembatasan gerak
sementara
• Pengobatan simptomatis untuk mengatasi nyeri
• Aktifitas normal secepat mungkin

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Konseling

74
PENATALAKSANAAN MEDIKAMENTOSA

• Analgetik
• Anti inflamasi
• Vitamin neurotropik

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
75
Tatalaksana non medikamentosa
• Mengontrol proses nyeri dan inflamasi
• Konpres dingin pada fase akut
• Istirahat yang cukup

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Pemulihan kembali jangkauan atau ROM
• Latihan fleksi dan ekstensi otot
• Pemulihan kekuatan otot dan daya tahan otot
• Latihan isometrik
• Latihan koordinasi
76
• Latihan cara mengangkat beban
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
77

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
78

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
79

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
80

(based on ET)
Modifikasi di tempat kerja

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


81

(based on ET)
GOOD AND BAD DESIGNS FOR CONTAINERS

Disiapkan oleh Tim PERDOKI


82

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
83

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
84

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
85

(based on ET)
Pengendalian GOTRAK
I. Pengendalian Melalui Perundang-undangan (Legislative
Control) antara lain :
• UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Peraturan Menteri Kesehatan tentang higiene dan
sanitasi lingkungan
• Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Standar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit
• Kebijakan, dll
86
(2)
II. Pengendalian melalui Administrasi
Organisasi (Administrative Control)
• Adanya Persyaratan penerimaan pekerja yg meliputi batas
umur, jenis kelamin, syarat kesehatan,dll
• Rotasi pekerja dari pekerjaan yg membutuhkan kerja

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
fisik/tenaga yg berat ke tempat kerja yg tidak/kurang berat.
• Pengaturan jam kerja, lembur dan shift
• Memperpendek jam kerja atau menambah jumlah istirahat
pendek.
• Melatih pekerja untuk mengenali faktor-faktor risiko ditempat
kerja dan mencegahnya bila memungkinkan.
• dll 87
(3)

C. Pengendalian Secara Teknis (Engineering


Control):
Bertujuan agar pekerja dapat bekerja dg nyaman, aman &
effisien dg cara Modifikasi dari pekerjaan yg meliputi a.l.:

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
• Substitusi peralatan kesehatan yg digunakan di tempat
kerja dengan alat alat yg ergonomis
• Mendesign tinggi meja kerja agar sesuai dg tinggi rata-
rata pekerja.
• Penanggulangan gerakan berulang-ulang melalui alat
bantu mekanik, rotasi kerja dan standard produksi. 88
(6)
D. Pengendalian Melalui Jalur kesehatan
(Medical Control)

• Survey keluhan pegal linu dan nyeri otot pada pekerja.


Surveilans hendaknya menggunakan instrumen yg baku,

(based on ET)
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
untuk identifikasi pekerjaan / tugas yg berisiko
• Kemudahan akses pekerja ke petugas klinik
perusahaan/puskesmas untuk setiap shift kerja.
• Pengobatan konservative dan restriksi kerja ditempat tugas
tertentu (bila diperlukan)
• Memberi nasihat dan menyiapkan pekerja untuk kembali 89
bekerja.
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
90

(based on ET)