Anda di halaman 1dari 4

Pica (Gangguan Makan yang aneh)

Gangguan Makan terdiri dari berbagai tipe dan


jenis. Salah satu gejalanya adalah makan
makanan aneh seperti tanah, pasir, kapur,
puntung rokok, lampu, bulu bahkan kotoran
binatang. Gangguan seperti ini disebut Pica,
penyakit pola makan yang aneh.
Pica biasa terjadi pada anak-anak, ibu hamil dan
orang dewasa. Penderita Pica biasanya
mengonsumsi makanan yang tidak masuk akal
• Pica sering terjadi pada anak-anak dan juga orang
dewasa.
Sebanyak 10 hingga 32 persen anak-anak usia 1-6
tahun punya kebiasaan makan yang aneh ini. Tak
hanya anak-anak, Pica juga bisa terjadi pada ibu
hamil, terutama yang mengalami gangguan
psikologis. Pica juga terjadi pada orang dewasa yang
sedang diet, ketagihan tekstur tertentu pada
mulutnya atau yang punya masalah sosial atau
ekonomi
• Penyebabnya hingga kini masih belum diketahui dengan jelas.
Tapi beberapa peneliti menduga kurangnya zat besi dan anemia
memicu pola makan tersebut. Penderita Pica biasanya sering
makan tanah, pasir, daun, batu, kapur, puntung rokok, lampu,
pensil, besi, es, cat, tanah liat, bulu binatang, lumpur bahkan
kotoran binatang.
• Penyakit Pica tidak ada tanda maupun gejalanya. Satu-satunya
cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah
guna mengetahui kandungan besi dan seng. Meskipun anak-
anak memang sering memasukkan semua benda ke dalam
mulutnya, tapi orang tua harus waspada dan curiga jika hal itu
menjadi kebiasaan
..

• Untuk menyembuhkan penderita Pica, dibutuhkan


penanganan secara keseluruhan, meliputi pendidikan perilaku
yang benar, lingkungan yang mendukung dan pendekatan
keluarga. Pemberian hukuman juga cukup efektif untuk
mengatasi penderita Pica. Penderita Pica butuh sosok terapis,
psikolog atau psikiater yang bisa mengatasi masalah
psikologisnya.
• Penggunaan obat-obatan hanya diperlukan jika penderita Pica
sudah mengalami gangguan atau penyakit mental. Pada
beberapa kasus, ketidaknormalan pola makan ini biasanya
hilang beberapa bulan dan sembuh dengan sendirinya.
Namun pada kasus lainnya, penyakit ini bisa bertahan hingga
usia remaja atau dewasa, apalagi jika sudah mengalami
gangguan mental.
Komplikasi yang sering terjadi diantaranya yaitu infeksi,
masalah pencernaan, keracunan dan malnutrisi