Anda di halaman 1dari 47

HIV - AIDS

HIV
Virus hanya dapat menginfeksi
manusia

Virus, membuat tubuh manusia


turun sistem kekebalannya ,
sehingga tubuh gagal melawan
infeksi

Virus,karakteristiknya
mereproduksi diri sendiri didalam
sel manusia

TIM YANDU INFUS,RSMM 2 2/27/2018



Sistem tahapan infeksi WHO

•Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS

•Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran
pernapasan atas yang berulang

•Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari
sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis.

•Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea,


bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah
indikator AIDS

3 2/27/2018
Apa arti dari ….

• A CQUIRED (BUKAN KETURUNAN / DITURUNKAN)


• I MMUNE (SISTEM KEKEBALAN TUBUH)
• D EFICIENCY (TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK)
• S YNDROME (MEMILIKI BANYAK GEJALA)
4 2/27/2018
Apa itu HIV – AIDS …..?

Adalah suatu penyakit yang disebabkan


oleh ‘ VIRUS ‘ yang merusak sistim
kekebalan tubuh manusia.Virus tersebut
dinamakan ‘ HIV ‘ (Human
Immunodeficiency Virus ). Virus HIV
membunuh sel darah putih dalam tubuh
manusia.
AIDS adalah sekumpulan gejala dan
infeksi (atau: sindrom) yang timbul
karena rusaknya sistem kekebalan
tubuh manusia akibat infeksi virus HIV

5 2/27/2018
Sistim Kekebalan Tubuh
ORANG YANG TERINFEKSI HIV, DIMANA
SISTEM KEKEBALAN TUBUHNYA
AKAN MELEMAH

TUBUH TIDAK MAMPU LAGI MELAWAN BAKTERI, VIRUS, PARASIT


 MENDERITA INFEKSI OPORTUNISTIK  KEMATIAN

6 2/27/2018
HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatan-
bulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang
sel tersebut; dilihat dengan mikroskop elektron

7 2/27/2018
PROSES BERUBAHNYA HIV KE AIDS

8 2/27/2018
AIDS
merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV.

HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital


sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga,
dan sel dendritik.

HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal
sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik.
Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga
kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel
akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS.

 Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian
timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi
dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi
tertentu.

9 2/27/2018
Bagaimana seseorang
dapat tertular HIV ……?

TIM YANDU INFUS,RSMM 10 2/27/2018


Cara penularan HIV-AIDS
PENULARAN MELALUI DARAH
 PENULARAN MELALUI TRANSFUSI DARAH YANG MENGANDUNG VIRUS
HIV
 ALAT SUNTIK ATAU ALAT TUSUK LAIN ( TUSUK JARUM, TINDIK,
TATTO)YANG TIDAK DISTERILISASI DENGAN BENAR, PISAU CUKUR,
SIKAT GIGI YANG TERKENA DARAH PENGIDAP HIV/AIDS
 PENGGUNA NARKOBA SUNTIK YANG MENGGUNAKAN ALAT SUNTIK
YANG TERKENA DARAH PENGIDAP HIV/AIDS

PENULARAN MELALUI CAIRAN TUBUH LAIN


 MELALUI DONOR ORGAN, JARINGAN YANG MENGANDUNG VIRUS HIV
 MELALUI HUBUNGAN SEKS YANG TIDAK AMAN (VAGINA,ANUS/DUBUR)
DENGAN ORANG YANG TERIINFEKSI HIV

PENULARAN SECARA PERINATAL ( IBU KE ANAK )


 MELALUI IBU HAMIL YANG MENGIDAP VIRUS HIV KEPADA BAYI YANG
DIKANDUNG
11 2/27/2018
Penularan melalui kontak seksual

 AKTIVITAS SEKSUAL MEMBERIKAN RISIKO PENULARAN BERBEDA,


BERDASARKAN GRADASINYA :
1. HUBUNGAN SEKSUAL LEWAT LIANG DUBUR
2. HUBUNGAN SEKSUAL LEWAT LIANG VAGINA
3. KONTAK DENGAN MENGGUNAKAN MULUT
4. CIUMAN MULUT DGN ALAT KELAMIN
5. HUBUNGAN SEKSUAL MENGGUNAKAN KONDOM

12 2/27/2018
Tertular
Perkembangan dari HIV menjadi AIDS

Periode Jendela HIV + AIDS


3 - 6 BULAN 3 - 8 TAHUN 1 - 2 TAHUN

Hari ke 1 Setelah tahun ke 8


• Terinfeksi HIV • Cepat dan sering merasa lelah
• Belum terlihat tanda2 penurunan • Pembesaran kelenjar di leher, ketiak, lipatan paha tanpa
kesehatan sebab yang jelas
• Pemeriksaan darah ‘ negatif ‘ • Berat badan turun secara drastis
Setelah bulan ke 3 Tahun ke 8 sampai tahun ke 10
• Belum terlihat tanda2 penurunan • Diare ( mencret )
kesehatan yang nyata • Radang ( infeksi) kulit berupa koreng diseluruh tubuh &
• Pemeriksaan darah ‘ positif ‘ radang ( infeksi) selaput otak
• Tidak bisa mengurus diri sendiri shg perlu bantuan orang lain
13 2/27/2018
HIV tidak ditularkan melalui :
* HIDUP SERUMAH DGN PENGIDAP HIV/AIDS ASAL TIDAK MELAKUKAN
HUBUNGAN SEKS
* BERJABATAN TANGAN, MENGOBROL, BERPELUKAN, BERSIN, BATUK,
MENCIUM
PIPI, AIR MATA, KERINGAT
* PERALATAN MAKAN DAN MINUM YANG DIPAKAI BERSM PENGIDAP
HIV/AIDS
* GIGITAN NYAMUK, SERANGGA, BINATANG PELIHARAAN
* PEMAKAIAN WC DAN KOLAM RENANG BERSAMA
* NONTON BIOSKOP BERSAMA, MEMAKAI TELEPON UMUM, DI TEMPAT
KERJA
DAN SEKOLAH

14 2/27/2018
Pemeriksaan HIV
 SETIAP ORANG YANG MERASA DIRINYA MEMILIKI RISIKO TERINFEKSI HIV/AIDS, DAPAT
MEMERIKSAKAN DARAHNYA DI RUMAH SAKIT, KLINIK VCT
 SEBELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN, HARUS MEMBUAT SURAT PERSETUJUAN
(INFORMED CONSENT) DAN MENDPT PRA-TES & PASKA TES KONSELING YG MEMADAI
 PEMERIKSAAN DILAKUKAN DENGAN MENGAMBIL CONTOH DARAH DAN DILAKUKAN 3 KALI
PEMERIKSAAN ‘ RAPID TEST ‘ ( STANDAR DIAGNOSTIK, DETERMINE,DAN HEXAGON )
BILA HASIL PEMERIKSAAN 3 X RAPID TEST : ‘ REAKTIF ‘ DIANGGAP TERINFEKSI HIV +
PROTOKOL DEP KES 3 X RAPID TES HASIL ‘ REAKTIF ’, TDK PERLU TES KONFIRMASI
 BILA HASIL PEMERIKSAAN ‘ NEGATIF ‘ BERARTI BELUM DITEMUKAN ZAT ANTI TERHADAP
VIRUS HIV DIDALAM TUBUH KITA, KRN TUBUH BUTUH WAKTU SEKITAR 3 BLN UNTUK
MEMBUAT ZAT ANTI TERSEBUT ( MASA JENDELA ). MAKA DIANJURKAN UNTUK
MENGULANGI PEMERIKSAAN 1-2 BLN BERIKUTNYA

15 2/27/2018
Bagaimana kita tahu kalau
terinfeksi HIV-AIDS ?
• TIDAK SEORANGPUN DAPAT MENGETAHUINYA APAKAH
SESEORANG SUDAH TERINFEKSI HIV ATAU BELUM.. HANYA
DENGAN MELIHAT PENAMPILANNYA

• ORANG YANG TERINFEKSI HIV , BIASANYA TIDAK TAHU


BAHWA DIRINYA SUDAH TERINFEKSI HIV, KARENA
GEJALANYA TIDAK NAMPAK SEHINGGA DAPAT
MENYEBARKAN VIRUS INI KEPADA ORANG LAIN.

• TES HIV ........... ADALAH SALAH SATU CARA UNTUK


MENGETAHUI APAKAH SESEORANG SUDAH TERINFEKSI HIV

16 2/27/2018
Bagaimana HIV-AIDS ini dapat dicegah
1. Perilaku Seksual
A = Anda hindari hubungan seks bebas / hedonistik
B = Bersikap saling setia
C = Cegah dengan menggunakan kondom
D = Dihindari pemakaian narkoba suntik
E = Edukasi, pendidikan dan penyuluhan tentang HIV-AIDS
2. Pengamanan Darah
Jika memerlukan transfusi darah, korban /keluarga korban harus minta
kepastian terlebih dahulu bahwa darah yang akan dipakai telah melalui
proses skrining
3. Penggunaan jarum suntik dan benda tajam lainnya
Gunakan peralatan yang sudah disterilisasi dengan benar
17 2/27/2018
PINTU GERBANG MASUKNYA HIV

• BEBERAPA IMS DAN HIV DITULARKAN DENGAN CARA SAMA


• HIV DAN BEBERAPA IMS DAPAT DICEGAH DENGAN CARA SAMA
• BILA SESEORANG MENGIDAP IMS, AKAN LEBIH MUDAH UNTUK
TERINFEKSI HIV
• ANTIBIOTIK TIDAK DAPAT MELINDUNGI
18
ANDA DARI IMS DAN2/27/2018
HIV
Siapa saja yang termasik kelompok risiko
tinggi tertular HIV-AIDS
 MEREKA YG MEMPUNYAI BANYAK PASANGAN SEKSUAL SEPERTI ;
PSK DAN PELANGGANNYA, MUCIKARI, KELOMPOK HOMOSEKS, BISEKS
(BERHUBUNGAN SEKS DGN WANITA ATAU SESAMA LELAKI), DAN WARIA
 PENERIMA TRANSFUSI DARAH
 BAYI YANG DILAHIRKAN DARI IBU PENDERITA HIV +
 PECANDU NARKOTIKA SUNTIKAN
 PASANGAN DARI PENGIDAP HIV

19 2/27/2018
Fenomena Gunung Es

20 2/27/2018
Bagiamana kalau ‘ Anda’ sudah
terinfeksi HIV-AIDS …?

 GUNAKAN SELALU ‘ KONDOM’ BILA BERHUBUNGAN SEKSUAL


 SUAMI ISTRI YANG SUDAH TERINFEKSI TETAP MEMAKAI ‘ KONDOM’
BILA BERHUBUNGAN SEKSUAL
 MINTALAH NASEHAT PADA DOKTER YANG MERAWAT ANDA

21 2/27/2018
Bagaimana bila anggota keluarga
terinfeksi HIV-AIDS
 KELUARGA HARUS MENERIMA KENYATAAN INI DAN MEMBANTU
MERAWATNYA DENGAN PENUH KASIH SAYANG
 BERI MAKANAN BERGIZI CUKUP, ISTIRAHAT DAN JANGAN
KURANGI PERHATIAN KEPADANYA
 AJAKLAH IA UNTUK SELALU MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN,
BERDOALAH SELALU BERSAMANYA
 JANGAN MELAKUKAN DISKRIMINASI DAN MELARANG PENDERITA
KEMANA-MANA
 BERIKAN SELALU DORONGAN DAN SEMANGAT KEPADANYA

22 2/27/2018
PENATALAKSANAAN
A. MELAKUKAN ABSTINENSI SEKS/MELAKUKAN HUBUNGAN
KELAMIN DENGAN PASANGAN YANG TIDAK TERINFEKSI.
B. MEMERIKSA ADANYA VIRUS PALING LAMBAT 6 BULAN
SETELAH HUBUNGAN SEKS TERAKHIR YANG TIDAK
TERLINDUNGI.
C. MENGGUNAKAN PELINDUNG JIKA BERHUBUNGAN
DENGAN ORANG YANG TIDAK JELAS STATUS HUMAN
IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) NYA.
D. TIDAK BERTUKAR JARUM SUNTIK, JARUM TATO, DAN
SEBAGAINYA.

23 2/27/2018
PENATALAKSANAAN
A. PENGENDALIAN INFEKSI OPURTUNISTIK
B. TERAPI AZT (AZIDOTIMIDIN)
DISETUJUI FDA (1987) UNTUK PENGGUNAAN OBAT
ANTIVIRAL AZT YANG EFEKTIF TERHADAP AIDS, OBAT INI
MENGHAMBAT REPLIKASI ANTIVIRAL HUMAN
IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) DENGAN MENGHAMBAT
ENZIM PEMBALIK TRASKRIPTASE. AZT TERSEDIA UNTUK
PASIEN AIDS YANG JUMLAH SEL T4 NYA <>3 . SEKARANG,
AZT TERSEDIA UNTUK PASIEN DENGAN HUMAN
IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) POSITIF ASIMPTOMATIK
DAN SEL T4 > 500 MM 3

24 2/27/2018
PENATALAKSANAAN
• TERAPI ANTIVIRAL BARU
• BEBERAPA ANTIVIRAL BARU YANG MENINGKATKAN
AKTIVITAS SYSTEM IMUN DENGAN MENGHAMBAT
REPLIKASI VIRUS / MEMUTUSKAN RANTAI REPRODUKSI
VIRUS PADA PROSESNYA. OBAT-OBAT INI ADALAH :
• DIDANOSINE
• RIBAVIRIN
• DIEDOXYCYTIDINE
• RECOMBINANT CD 4 DAPAT LARUT

25 2/27/2018
WASTING

26 2/27/2018
Pruritic Papular Eruption = PPE

27 2/27/2018
Kulit Kering dan Gatal

28 2/27/2018
Dermatitis Seboroik

29 2/27/2018
Infeksi Jamur di Kuku(Onikomikosis)

Disebabkan oleh T. rubrum.


Paling sering pada pasien HIV

30 2/27/2018
Oral Hairy Leukoplakia ( ringan )

31 2/27/2018
Oral Hairy Leukoplakia ( berat )

32 2/27/2018
Oral Kandidiasis

33 2/27/2018
Oral Trush

34 2/27/2018
Kandidiasis Esofageus

35 2/27/2018
Recurrent Aphthous Ulcerations

36 2/27/2018
Scrofuloderma ( TB kulit)

37 2/27/2018
Herpes Zoster

38 2/27/2018
Herpetic Lession

39 2/27/2018
Cheilitis Angularis ( H. Simpleks) Cheilitis Angularis ( Candida)

40 2/27/2018
Kriptokokosis

41 2/27/2018
Retinitis karena Toksoplasma Retinitis karena CMV

42 2/27/2018
Sarkoma Kaposi

43 2/27/2018
Stadium terminal
AIDS

TIM YANDU INFUS,RSMM 44 2/27/2018


Stadium terminal
AIDS

TIM YANDU INFUS,RSMM 45 2/27/2018


Kesimpulan
 SAMPAI SAAT INI BELUM ADA OBAT ATAU VAKSIN UNTUK MENCEGAH
INFEKSI HIV, PENCEGAHANNYA ADALAH SECARA ‘ NON MEDIK ‘
 PENGGUNAAN KONDOM PD KELOMPOK RISIKO TINGGI : PSK,
HOMOSEKSUAL
 PERILAKU SEKSUAL YANG SEHAT DAN BERTANGGUNG JAWAB MELALUI
‘ABCDE ‘
 PENGAMANAN DARAH DONOR, ORGAN ATAU JARINGAN, SPERMA
 PELAYANAN VCT PADA SARANA PELAYANAN KESEHATAN
 KELOMPOK RISIKO TINGGI DIANJURKAN UNTUK TIDAK MENJADI DONOR
DARAH
ATAU ORGAN
 IBU YANG TERINFEKSI HIV +, HENDAKNYA JANGAN HAMIL
 PROSEDUR ‘ KEWASPADAAN UNIVERSAL ’ SELALU DILAKSANAKAN DENGAN
BAIK

46 2/27/2018
47 2/27/2018