Anda di halaman 1dari 20

fotografi11.blogspot.com trikfotografi.

com

Infotografi.com
 Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata
Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.)
adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan
media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau
metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek
dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek
tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk
menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada
foto yang bisa dibuat.
Image Courtesy :
www.kelasfotografi.com
1. Lensa merupakan bagian pokok dari kamera yang bekerja sama dengan
body kamera. Untuk fungsinya saya pikir tidak perlu saya jelaskan lagi
secara panjang lebar di sini.

2. Tombol Stabilizer (IS, VR, VC) yang berfungsi untuk menstabilkan getaran
oleh tangan (hand shake) saat memotret yang berpotensi membuat hasil
foto menjadi motion / blur. Prinsip kerja fitur ini adalah dengan
mengandalkan sebuah gyrosensor yang mendeteksi getaran pada kamera
dan melakukan kompensasi secara mekanik untuk meredam getaran itu.
Namun tidak semua lensa memiliki fitur ini.

3. Tombol Pembuka Lensa yang fungsinya tidak lain untuk membantu


melepaskan lensa dari body. Cara penggunannya yaitu tombol ditekan
sambil lensa dilepas dengan cara diputar ke kiri.

4. Tombol Fokus yang terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual
Focus (MF). Bila Anda menggunakan mode auto maka berarti kerja fokus
digerakkan oleh mesin secara auto. Namun bila memilih mode manual
maka kerja fokus Anda yang gerakkan secara manual.

5. Tombol Pembuka Flash yang digunakan untuk membuka lampu flash pada
kamera. Tombol ini hanya berfungsi bila kamera dalam keadaan menyala
/ standby.
6. Built-in Flash Light adalah lampu Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas
menjadi lampu kilat. Fungsi utamanya yaitu untuk membantu pencayaan
pada kondisi gelap dengan cara meng-illuminate (mencahayai /
menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik.

7. Tombol Shutter adalah tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar.
Untuk belajar cara menggunakan tombol shutter.

8. Grip salah satu bagian menonjol di bagian kanan anatomi kamera yang
fungsinya sebagai pegangan pada kamera. Grip didesain dengan tekstur
kasar agar Anda bisa memegang kamera dengan kuat tanpa terpleset
ketika memotret. Kesalahan memegang grip merupakan salah satu faktor
penyebab terjadinya hand shake (goyang).

9. Anti Red Eye yang berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata
yang terlihat merah (red eye) pada hasil foto yang merupakan efek dari
lampu flash. Masalah ini sering terjadi namun bisa diatasi.

10. Tombol Preview yang gunanya untuk melihat hasil foto Anda pada layar
LCD kamera.
11. Tombol Delete yang berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di
dalam kamera.

12. Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu Anda mengendalikan


program dalam kamera termasuk menggeser pilihan pada menu di
kamera. Tidak semua kamera memiliki bentuk tombol navigasi yang sama,
ada berupa scroll, analog, dan tombol 4 arah. Pada CanonEOS 600D atau
sekelasnya, tombol ini memiliki multi fungsi atau dua peran yaitu sebagai
tombol navigasi untuk menggeser pilihan (kiri, kanan, atas, bawah) dan
juga sebagai tombol shortcut untuk mengatur white balance (WB), jenis
focus, picture style, dan drive mode.

13. Tombol Fn/Q yang berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada
tombol navigasi di atas ke fungsi shortcut.

14. Tombol AV mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau


aperture.

15. Tombol Zoom yang berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk
memperdekat jarak objek ketika Anda mengaktifkan mode liveview saat
memotret.
16. Thumb-Wheel adalah menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure
/ modus pemotretan. Di sini Anda bisa menemukan beberapa mode auto
instan yang telah disiapkan khusus seperti untuk memotret olahraga,
kembang api, malam hari, closeup, dan juga mode manual (M).

17. Tombol Lifeview yang berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik
dari viewfinder kelifeview yang tampil pada layar LCD. Pada EOS 600D
tombol ini juga berfungsi untuk merekam video.

18. Viewfinder adalah jendela bidik yang Anda gunakan untuk melihat objek
saat memotret. Pada viewfider ini Anda bisa melihat titik fokus dan
informasi lainnya seperti light meter, nilai shutter speed, apperture, ISO, dan
metering. Pada bagian viewfinder terdapat karet seperti bantalan yang
disebut eye pieces, fungsinya untuk menahan cahaya yang masuk ke
viewfinder agar objek terlihat benar-benar real.

19. Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan utama kamera,


sedangkan Tombol Info untuk mengetahui informasi data termasuk
informasi foto-foto Anda.
20. Layar LCD memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk
menampilkan keterangan settingan pada kamera (mode
eksposure, shutter speed, aperture, ISO, dll), kemudian untuk
melihat hasil foto Anda, dan terakhir sebagai layar bidik
besar untuk melihat objek yang akan difoto secara live,
yang disebut liveview.

21. Tombol ISO merupakan tombol shortcut (jalan pintas) untuk


mengatur ISO.

22. Dial yang juga berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser


pilihan pada menu tertentu.

23. Tombol Display fungsinya untuk mengaktifkan mode standby


dan untuk menghidupkan kembali dari mode standby. Ketika
dalam mode standby kamera masih tetaap dalam keadaan
menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan dalam
keadaan off.

24. Tombol ON/OFF adalah tombol yang berfungsi untuk


menghidupkan dan mematikan kamera
 Ilustrasi di sebelah menunjukkan jalan cahaya bergerak dari objek ke sensor (atau film
di kamera non-digital).
 Pertama cahaya harus masuk melalui lensa, yang merupakan serangkaian potongan
dari kaca cembung cekung. Jika fokus didapat dengan baik maka cahaya akan
bertemu pada sensor.
 Cahaya akan melewati Aperture (semacam lubang bukaan yang besarnya bisa diatur)
yang ditempatkan di dalam lensa. Pada dasarnya merupakan mekanik pembukaan
yang mengontrol seberapa banyak cahaya mencapai sensor.
 Untuk kamera jenis DSLR, sebelum menyentuh sensor cahaya akan terpantul melalui
Mirror (cermin) dan masuk ke prisma untuk diteruskan ke eyepiece dan mata
pengguna. Untuk jenis kamera mirrorless, cahaya langsung menyentuh sensor dan
obyek ditampilkan di LCD.
 Shutter terletak di dalam body kamera tepat di depan
sensor. Shutter berfungsi sebagai mekanika dalam
menentukan /mengontrol berapa lama sensor terkena
cahaya.
 Sensor adalah piringan persegi yang sangat sensitif di mana
cahaya diserap, diubah menjadi informasi digital berupa
pixel warna yang membentuk sebuah gambar/foto.
Untuk mendapatkan pencahayaan
yang ideal, dalam fotografi kita
mengenal segitiga emas fotografi, yaitu

Shutter Speed (kecepatan rana),


Diafragma (bukaan)
ISO

yang harus kita kombinasikan


• Bukaan/Aperture/Diafragma adalah bukaan lensa yang membuat
cahaya bisa masuk ke kamera

• Apabila diafragma besar ( angka kecil ), akan membuat cahaya


banyak masuk dibandingkan dengan diafragma kecil ( angka besar ).

• Diafragma juga mempengaruhi kedalaman ruang atau depth of


field/dof.

• Analoginya adalah, saat suasana terang, maka kita batasi cahaya


yang masuk dengan setting bukaan kecil, sehingga cahaya yang
masuk menjadi sedikit, dan sebaliknya.

• Diafragma juga bisa digunakan untuk mendapatkan kedalaman


ruang

• Diafragma besar membuat kedalaman ruang menjadi sempit,


akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur
• Diafragma kecil menjadikan kedalaman ruang menjadi besar,artinya
semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam fokus

• Contoh Foto Kelompok. Hal yang perlu diperhatikan dalam


pemahaman diafragma adalah setting diafragma terbalik dengan
besar bukaan. Misalnya angka kecil berarti bukaan besar, sedangkan
angka besar berarti bukaan kecil. Contoh: f/1 >f/1.4> f/2> f/4> f/5.6>f/8>
f/16> f/22 dst.
 Shutter speed adalah lama kamera membuka sensor untuk
menyerap cahaya. Makin lama, semakin banyak cahaya yang
masuk ke kamera dan hasil foto akan bertambah terang.

 Satuan kecepataan/shutter speed dalam detik atau pecahan detik.


Biasanya berawal dari 1/4000 detk sampai 30 detik bahkan B (bulb).
Shutter speed ini diatur dari badan kamera bukan dari lensa.

 Di samping mempengaruhi kuantitas cahaya yang masuk, shutter


speed juga bisa digunakan untuk :
› Membekukan (freeze) objek yang bergerak jika shutter speed cepat.

› Efek gerakan (motion) jika menggunakan shutter lambat.


Slow Speed Freezing

Bulb
 Dalam masa analog, ISO disebut juga ASA, tetapi bedanya, bahwa ASA

tergantung dari film yang dipasang, sedangkan ISO bisa diganti.

 ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari

angka 50, 100, 200 dan seterusnya berlipat sampai 3200 atau lebih lagi.

Semakin rendah nilainya, semakin kecil sensitivitasnya terhadap cahaya

dan sebaliknya.

 ISO dengan angka besar atau ISO tinggi akan menurunkan kualitas gambar

karena makin tinggi nilainya, akan muncul noise, atau bintik-bintik pasir

yang membuat detail halus gambar hilang. Tetapi memang dalam keadaan

terpaksa, kompensasi menaikkan ISO sering kita gunakan, contoh saat

dalam kondisi yang kurang cahaya, ISO tinggi seringkali diperlukan.