Anda di halaman 1dari 18

The

Economics of
Financial
Reporting
Regulation
The Economics of Financial
Reporting Regulation

◍ Pemerintah pusat telah membentuk SEC untuk


mengatur dan mengawasi sektor privat.
◍ Timbul pertanyaan mengenai cost-benefit dalam
pembuatan peraturan serta konsekuensi ekonomi apa
yang ditimbulkan dari pengaturan praktik akuntansi.
◍ Berikut ini merupakan argumen bagi yang pro dan
kontra terhadap regulasi akuntansi.
The Case Unregulated Markets for
Accounting Information


◍ Beberapa argumen yang mendukung pasar yang tidak
diregulasi berkaitan dengan insentif bagi sebuah
perusahaan untuk melaporkan informasi perusahaan
tersebut kepada pemilik dan pasar modal pada
umumnya.
◍ Agency Theory
◍ Signaling Theory
◍ Arguments in Favor of Private Contracting Opportunities
Agency Theory

Manajer/Agent
Owner/Principal
(memaksimalkan
(memaksimalkan ROI dan VS kepentingan ekonomi dan
harga saham)
kebutuhan psikisnya)

◍ Hal ini mendorong owner untuk mengontrak manajer sedemikian rupa


sehingga terjadi keselarasan antara tujuan keduanya.
◍ Dibutuhkan biaya pengawasan terhadap manajemen yang berarti akan
mengurangi kompensasi yang diterima oleh manajer.
◍ Apabila manajer dapat menghindari konflik dengan owner dan
memperlihatkan kinerja yang baik melalui laporan keuangannya, maka
biaya pengawasan lebih rendah sehingga kompensasi yang diterima
manajer pun menjadi lebih banyak
Competitive Capital Markets and
Signaling Incentives

◍ Menjelaskan alasan perusahaan memiliki insentif untuk melaporkan secara sukarela


kepada pasar modal bahkan tanpa diminta.
◍ Hal ini dikarenakan iklim kompetitif untuk memperoleh sumber pendanaan dengan
cost of capital yang lebih rendah.
◍ Adanya asimetri informasi, investor berusaha melindungi diri dari ketidakpastian
dengan menawarkan harga yang rendah kepada perusahaan.
◍ Pelaporan keuangan dengan mengungkapkan seluruh informasi akan mengurangi
ketidakpastian yang dialami oleh investor sehingga harga saham naik seiring dengan
penurunan tingkat risiko ketidakpastian.
◍ Riset yang mendukung signaling theory :
 SFAS No. 106
 Hipotesis Frantz
 Barton and Waymire
Arguments in Favor of Private
Contracting Opportunities
◍ Adanya asumsi bahwa pihak manapun yang menginginkan informasi
mengenai perusahaan dapat memperolehnya.
◍ Dengan cara mengadakan perjanjian secara privat dengan perusahaan itu
sendiri, pemilik maupun intermediaries seperti analis saham, dsb.
◍ Apabila menginginkan informasi yang tidak diumumkan secara gratis,
maka pihak tersebut dapat membelinya.
◍ Adanya intervensi pasar dengan aturan yang mewajibkan pengungkapan
dianggap tidak perlu dan tidak diinginkan.
The Case for Regulated Markets for
Accounting Information
 Pasar yang diatur dengan regulasi dapat dibenarkan dengan dasar
kepentingan pubik.
 Dua alasan yang digunakan untuk mempertahankan regulasi:
1. Kemungkinan kegagalan sistem pasar bebas
2. Kemungkinan pasar bebas bertentangan dengan tujuan sosial.
 Informasi yang disediakan dalam pasar tanpa regulasi tidak memiliki daya
banding antara satu perusahaan dengan yang lainnya.
 Kodifikasi (pembenaran) dari proses pembuatan standar adalah proses
tersebut berdasarkan perbaikan revolusioner terhadap standar akuntansi
dalam lingkungan yang terbuka dan demokratis.
Market Failures


◍ Penyebab kegagalan pasar:
◌ Perusahaan melakukan monopoli sebagai satu-
satunya sumber informasi atas perusahaan itu
sendiri.
◌ Kegagalan pelaporan keuangan dan audit dalam
memberikan kualitas informasi yang baik.
◌ Informasi akuntansi sebagai barang publik.
Social Goals


◍ Mengasumsikan bahwa pasar akan berjalan dengan
adil apabila seluruh pihak mendapatkan akses yang
sama terhadap informasi.
◍ Tujuannya untuk :
◌ Information symmetry
◌ Meningkatkan daya banding
The Codificational Justification of Standard
Setting


◍ Dalam sebuah monogram yang diterbitkan AAA, Gaa telah
memberikan sebuah justifikasi yang berarti dari regulasi pelaporan
keuangan dan proses penyusunan standar.
◍ Tugas badan penyusun standar adalah menyediakan standar yang
baik dari sudut pandang sosial.
◍ Kodifikasi menyediakan sebuah gagasan yang baik dari apa yang
bisa diterima pada saat masyarakat yang demokratis mencoba untuk
mengatasi masalah distribusi yang sulit.
◍ Kodifikasi dipandang sebagai sebuah rasionalisasi yang diangkat
dari status quo.
Comparing Regulated and Unregulated Markets
Pro-Regulated Kontra-Regulated

 Perusahaan merupakan pemasok  Karena adanya tekanan kompetitif untuk


monopolistik terhadap informasi akuntansi, mendapatkan dana dari pasar modal,
sehingga lebih baik bagi masyarakat untuk perusahaan memiliki insentif untuk
mewajibkan adanya pegungkapan secara mengungkapkan informasinya secara
gratis daripada harus membayar informasi sukarela. Perusahaan tidak benar-benar
yang sifatnya monopolistik itu. monopolistik terhadap informasi akuntansinya
 Sifat pasar modal yang kompetitif justru karena investor selalu memiliki pilihan lain
menginsentif perusahaan untuk memberi untuk berinvestasi.
laporan yang misleading walaupun untuk  Adanya masalah yang muncul karena
jangka pendek. Ini berarti, pemilik perusahaan pelaporan keuangan diregulasi, terutama
tidak mengembangkan mekanisme yang baik terkait fungsi audit. Lagipula, dalam proses
untuk memonitor kotrak agensi dengan pembuatan standar sendiri juga ada tekanan
manajer yang masih menjadi bahan pembicaraan
 Kewajiban pelaporan disukai oleh masyarakat profesi akuntansi sampai sekarang.
karena menciptakan keadilan dalam pasar  Informasi yang tidak diungkapkan secara
modal (pengguna dapat saling bertukar sukarela dapat didapat melaluui private
informasi) contracting.
Imperfections of Accounting Regulation

◍ Terdapat 2 paradoks (pertentangan):


◍ Regulated : sulit untuk mengevaluasi keuntungan dalam akuntansi
karena tidak adanya pembanding.
Unregulated : dapat membandingkan dengan keseimbangan
antara supply dan demand
◍ Regulated : overproduced barang publik
◍ Unregulated : underproduced barang publik
◍ Sisi negatif regulated :
◍ Overallocation sumber daya sosial
◍ Transfer kekayaan dari non-user kepada user (customer ke report user)
The Regulatory Process

◍ Proses pembuatan regulasi merupakan aktivitas politik meskipun


dilakukan demi kepentingan publik.
◍ Tidak jelas lagi apa yang dimaksud dengan kepentingan publik
karena kesejahteraan sosial sulit untuk diukur.
◍ Tidak mengejutkan bila self-interest yang lebih banyak dipakai
dengan cara melakukan lobby atau koalisi demi kepentingan
pribadi atau kelompok.
The Political Nature of Regulation

◍ Pihak-pihak yang terpengaruh oleh aday peraturan diberi kesempatan


untuk memberi input pada proses pembuatan peraturan (due process)
◍ Pembuatan Standar Akuntansi pun tidak lepas dari perilaku politik yang
membentuknya.
◍ Dua komite AICPA (CAP dan APB) pun terbukti berakhir karena kurangnya
struktur politik untuk menjamin keberlangsungan mereka.
◍ FASB menggunakan due process dalam mengembangkan kebijakan
akuntansi. Walaupun memang prosesnya menjadi sangat lambat, namun
tercapai konsensus yang akhirnya memberikan lelgitimasi terhadap
peraturan tersebut.
Regulatory Behavior

◍ Capture Theory dan Life-Cycle Theory, berpendapat bahwa kelompok yang diatur
akhirnya mendatangi proses hukum untuk mendukung kepentingannya sendiri.
(contoh: auditor vs perusahaan)
◍ Badan peraturan berjalan melalui beberapa tahap yang berbeda. Walaupun
awalnya adalah untuk kepentingan publik, selanjutnya aturan akan menjadi
instrumen untuk melindungi kelompok tertentu.
◍ Memang sulit bagi pembuat peraturan untuk benar-benar independen karena
keberlangsungan agensi pengatur bergantung pada bagaimana peraturan tersebut
diterima oleh kelompok yang diatur.
◍ FASB membuat keputusan secara plural, karena pihak-pihak baik yang terkait
(auditor dan perusahaan) maupun tidak terkait (free riders) memiliki kepentingan
yang berbeda-beda, maka pembuatan peraturan akuntansi termasuk netral
dibandingkan industri lainnya.
Behavior of Companies, Auditors, and Free Riders
• Mendukung peraturan yang akan meningkatkan laba yang dilaporkan
dan merespon negatif peraturan yang akan mengurangi laba.
Perusahaan • Perusahaan-perusahaan besar yang mendukung pembuatan
peraturan akuntansi yang sebenarnya akan mengurangi laba yang
dilaporkan untuk meminimalkan political cost.

• Auditor cenderung mendukung pembuatan peraturan yang


Auditor mengurangi risiko audit dan menentang pembuatan peraturan yang
dapat memperluas fungsi audit ke area subjektif.

• Free riders seperti financial analyst, seringkali memiliki motivasi besar


untuk meminta informasi akuntansi baru yang dapat mereka
Free Riders masukkan ke dalam investment research and newsletters.
• Free riders dapat menyebabkan overproduction, padahal mereka
sebenarnya tidak terlalu terpengaruh oleh adanya peraturan akuntansi
Economic Consequences of Accounting
Policy

◍ Pembuatan Standar Akuntansi seringkali menguntungkan sebagian


pihak. Kebijakan akuntansi bukan sekedar efisiensi ekonomi maupun
pengoptimalan.
◍ FASB mulai memperhatikan masalah ini, tetapi FASB lebih berfokus
kepada perusahaan, pemegang saham, dan analis keuangan.
◍ FASB hanya memperhitungkan cost dalam cakupan yang sangat
sempit, hanya terkait kebutuhan informasi di pasar saham.
◍ Fokus penelitian konsekuensi ekonomi tidak pernah diarahkan pada
total biaya sosial dan regulasi pelaporan akuntansi
👍
Thanks!