Anda di halaman 1dari 23

INTERNAL AUDIT

NAMA KELOMPOK 4:

EVA DIAN PUSPITA 02271311083


ANGGARAINI TIWI 02271511113
ARRAHMAN DJALAL 02271511116
SAFIRA HUSDINI PERTIWI 02271511120
1. PENGERTIAN INTERNAL AUDIT

INTERNAL AUDIT ( PEMERIKSAAN INTERN) ADALAH PEMERIKSAAN


YANG DILAKUKAN OLEH BAGIAN INTERNAL AUDIT PERUSAHAAN,
TERHADAP LAPORAN KEUANGAN DAN CATATAN AKUNTANSI
PERUSAHAAN MAUPUN KETAATAN TERHADAP KEBIJAKAN MANAJEMEN
PUNCAK YANG TELAH DITENTUKAN DAN KETAATAN TERHADAP
PERATURAN PEMERINTAH DAN KETENTUAN – KETENTUAN DARI
IKATAN PROFESI YANG BERLAKU

DEFENISI INTERNAL AUDITING MENURUT INSTITUTE OF INTERNAL


AUDITOR YANG DIKUTIP OLEH PICKETT 2010: 15

ADALAH KEGIATAN ASSURANCE DAN KONSULTASI YANG INDEPENDEN


DAN OBJEKTIF, YANG DIRANCANG UNTUK MEMBERIKAN NILAI TAMBAH
DAN MENINGKATKAN KEGIATAN – KEGIATAN OPERASI ORGANISASI.
TUJUAN INTERNAL AUDITOR ADALAH UNTUK MEMBANTU SEMUA PIMPINAN PERUSAHAAN
(MANAJEMEN) DALAM MELAKSANAKAN TANGGUNGJAWABNYA DENGAN MEMBERIKAN
ANALISIS, PENILAIAN, SARAN, DAN KOMENTAR MENGENAI KEGIATAN YANG DI PERIKSANYA.

UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT, INTERNAL AUDITOR HARUS MELAKUKAN KEGIATAN –


KEGIATAN SEBAGAI BERIKUT

1. MENELAAH DAN MENILAI KEBAIKAN, MEMADAI TIDAKNYA DAN PENERAPAN DARI SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN, PENGENDALIAN INTERN DAN PENGENDALIAN OPERASIONAL
LAINNYA SERTA MENGEMBANGKAN PENGENDALIAN YANG EFEKTIF DENGAN BIAYA YANG
TIDAK TERLALU MAHAL
2. MEMASTIKAN KETAATA N TERHADAP KEBIJAKAN, RENCANA, DAN PROSEDUR – PROSEDUR
YANG TELAH DITETAPKAN OLEH MANAJEMEN
3. MEMASTIKAN SEBERAPA JAUH HARTA PERUSAHAAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DAN
DILINDUNGI DARI KEMUNGKINAN TERJADINYA SEGALA BENTUK PENCURIAN, KECURANGAN
DAN PENYALAHGUNAAN
4. MEMASTIKAN BAHWA PENGELOLA DATA YANG DIKEMBANGKAN DALAM ORGANISASI DAPAT
DIPERCAYA
5. MENILAI MUTU PEKERJAAN SETIAP BAGIAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS YANG
DIBERIKAN OLEH MANAJEMEN
6. MENYARANKAN PERBAIKAN – PERBAIKAN OPERASIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
PEDOMAN KERJA INTERNAL AUDITOR MENURUT INSTITUTE OF JOURNAL
AOUDITOR (IIA):

1. CODE OF ETHICS
BERTUJUAN UNTUK MEMPERKENALKAN BUDAYA ETIS DALAM
PROFESI INTERNAL AUDITING

2. INTERNAL AUDIT CHARTER


ADALAH SUATU DOKUMEN FORMAL YANG MENDEFENISIKAN
TUJUAN, OTORITAS, DAN TANGGUNGJAWAB DARI KEGIATAN
AUDIT INTERNAL

3. IIA PROFESSIONAL PRACTICES FRAMEWORK


YANG TERDIRI ATAS: ATTRIBUTE STANDARDS, PERFORMANCE
STANDARDS, GUIDANCE – DEVELOPMENT DAN PRACTICE AIDS
2. PERBEDAAN INTERNAL AUDIT DAN EXTERNAL AUDIT

INTERNAL AUDIT EKSTERNAL AUDIT


1. Dilakukan oleh internal auditor yang 1. Dilakukan oleh external auditor
merupakan orang dalam perusahaan (Kantor Akuntan Publik) yang merupakan orang
(pegawai perusahaan).. luar perusahaan.

2. Pihak luar perusahaan menganggap 2. External Auditor adalah pihak yang


internal auditor tidak independen Independen
(inappeareance)

3. Tujuan pemeriksaannya adalah untuk 3. Tujuan pemeriksaannya adalah untuk


membantu manajemen (top dapat memberikan pendapat
management, middle management mengenai kewajaran laporan
dan lower management) dalam keuangan yang telah disusun oleh
melaksanakan tanggung jawabnya manajemen perusahaan
dengan memberikan analisa,
penilaian, saran dan komentar
mengenai kegiatan yang
diperiksanya.
INTERNAL AUDIT EKSTERNAL AUDIT

4. Laporan internal auditor tidak berisi 4. Laporan external auditor berisi opini
opini mengenai kewajaran laporan mengenai kewajaran laporan
keuangan, tetapi berupa temuan keuangan, selain itu berupa
pemeriksaan (audit findings) management letter, yang berisi
mengenai penyimpangan dan pemberitahuan kepada manajemen
kecurangan yang ditemukan, mengenai kelemahan-kelemahan
kelemahan pengendalian intern, dalam pengendalian intern beserta
beserta saran-saran perbaikannya. saran-saran perbaikannya.
5. Pelaksanaan pemeriksaan 5. Pelaksanaan pemeriksaan
berpedoman pada Internal Audit berpedoman pada Satandar
Standards yang ditentukan oleh Profesional Akuntan Publik yang
Institute of Internal Auditors, atau ditetapkan ikatan Akuntan Indonesia.
Norma Pemeriksaan Intern yang
ditentukan BPKP atau BPK dan
norma pemeriksaan satuan
pengawasan intern BUMN/BUMD
oleh SPI (Ikatan Akuntan Indonesia
belum meyusun Standar Pemeriksaan
Interen).
6. Pemeriksaan intern dilakukan lebih 6. Pemeriksaan extern dilakukan secara
rinci dan memakan waktu sepanjang sampling, karena waktu yang terbatas
tahun, karena internal auditor dan akan terlalu tinggi audit fee jika
mempunyai waktu yang lebih banyak pemriksaan dilakukan secara rinci.
di perusahaannya.
INTERNAL AUDIT EKSTERNAL AUDIT
7. Pimpinan (penanggung jawab) 7. Pemeriksaan extern dipimpin oleh
pemerikasaan intern tidak harus (penanggung jaabnya adalah) seorang
seorang registered accountant. akuntan public yang terdaftar dan
mempunyai nomor register
(registered public accountant)

8. Internal Auditor mendapatkan gaji 8. External Auditor mendapat audit fee


dan tunjangan social lainnya sebagai atas jasa yang diberikannya
pegawai perusahaan.

9. Sebelum menyerahkan laporannya, 9. Sebelum menyerahkan laporannya,


internal auditor tidak perlu meminta external auditor terlebih dahulu harus
“Surat Pernyataan Langganan”. meminta “Surat Pernyataan
Langganan” (Client Representation
Letter).

10. Internal Auditor tertarik pada 10. External Auditor hanya tertarik pada
kesalahan-kesalahan yang material kesalahan-kesalahan yang material,
mauoun yang tidak material. yang bisa mempengaruhi kewajaran
laporan keuangan.
PERSAMAAN INTERNAL AUDIT DAN EXTERNAL AUDIT YAITU:

1. MASING – MASING AUDITOR HARUS MEMPUNYAI LATAR BELAKANG


PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA DI BIDANG AKUNTANSI,
KEUANGAN, MANAJEMEN DAN KOMPUTER
2. KEDUANYA HARUS MEMBUAT RENCANA PEMERIKSAAN (AUDIT PLAN)
DAN PROGRAM PEMERIKSAAN SECARA TERTULIS
3. SEMUA PROSEDUR PEMERIKSAAN DAN HASIL PEMERIKSAAN HARUS
DIDOKUMENTASIKAN SECARA LENGKAP DAN JELAS DALAM KERTAS
KERJA PEMERIKSAAN
4. AUDIT STAF HARUS SELALU MELAKUKAN CONTINUING PROFESSIONAL
EDUCATION (PENDIDIKAN PROFESI BERKELANJUTAN)
5. INTERNAL AUDITOR MAUPUN EXTERNAL AUDITOR HARUS MEMPUNYAI
AUDIT MANUAL, SEBAGAI PEDOMAN DALAM MELAKSANAKAN
PEMERIKSAANNYA DAN HARUS MEMILIKI KODE ETIK SERTA SISTEM
PENGENDALIAN MUTU
3. BAGAIMANA MEMILIKI INTERNAL AUDIT DEPARTEMENT YANG EFEKTIF

1. Internal audit departement harus mempunyai kedudukan yang


independen dalam organisasi perusahaan
2. Internal audit departemen harus mempunyai job description
3. Internal audit departemen harus mempunyai internal audit manual
4. Harus ada dukungan yang kuat dari top management kepada internal
audit departement
5. Internal audit departement harus memiliki orang orang yang
profesional, kapabel, bisa bersikap objektif, dan mempunyai integritas
serta loyalitas yang tinggi
6. Internal auditor harus bekerja sama dengan akuntan publik
7. Internal audit departemen harus memiliki internal audit character
4. PENGERTIAN ERROR, COLLUSION, DAN FRAUD

INTERNATIONAL ERROR ADALAH KESALAHAN YANG DISENGAJA DENGAN TUJUAN


UNTUK MENGUNTUNGKAN DIRI SENDIRI DALAM BENTUK WINDOW DRESSING
(MEREKAYASA LAPORAN KEUANGAN SUPAYA TERLIHAT LEBIH BAIK AGAR LEBIH
MUDAH MENDAPATKAN KREDIT DARI BANK) DAN CHEK KITTING (SALDO REKENING
BANK DITAMPILKAN LEBIH BESAR SINGGA CURRENT RATIO TERLIHAT LEBIH BAIK)

UNINTENTIONAL ERROR ADALAH KESALAHAN YANG TERJADI SECARA TIDAK


DISENGAJA (KESALAHAN MANUSIAWI), MISALNYA SALAH MENJUMBLAH,
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI YANG SALAH KARENA KETIDAKTAHUAN

KECURANGAN BISA TERJADI DALAM BENTUK COLLUSION, FRAUD, WHITE-COLLER


CRIME, EMBEZZLEMENT, COMPUTER CRIME DAN LAIN LAIN

COLLUSION ADALAH KECURANGAN YANG DILAKUKAN LEBIH DARI 1 ORANG


DENGAN CARA BEKERJASAMA DENGAN TUJUAN UNTUK MENGUNTUNGKAN ORANG –
ORANG TERSEBUT, BIASANYA MERUGIKAN PERUSAHAAN ATAU PIHAK KE 3
Fraud bisa terjadi dalam berbagai bentuk sebagai berikut:
· Intentional misrepresentation
Memberi saran bahwa sesuatu itu benar, padahal itu salah, oleh seseorang yang mengetahui bahwa
itu salah.
· Negligent misrepresentation
Pernyataan bahwa sesuatu itu salah oleh seseorang yang tidak mempunyai dasar yang kuat untuk
menyatakan bahwa hal itu benar.
· False promises
Sesuatu janji yang diberika tanpa keinginan untuk memenuhi janji tersebut.
· Employe Fraud
Kecurangan yang dilakukan pegawai untuk menguntungkan dirinya sendiri. Hal ini banyak kita
jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari offie boy yang memainkan bon pembelian makanan
sampai pegawai yang memasukkan pengeluaran pribadi untuk keluarganya sebagai biaya perusahaan.
· Management Fraud
Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen sehingga merugikan pihak lain, termasuk pemerintah.
Misalnya manipulasi pajak, manipulasi kredit bank, kontraktor yang menggunakan cost plus fee.
· Organized crime
Kejahatan yang terorganisasi, misalnya pemalsuan kartu kredit, pengiriman barang melebihi atau
kurang dari yang seharusnya di mana si pelaksana akan mendapat bagian 10%.
· Computer crime
Kejahatan dengan memanfaatkan teknologi komputer, sehingga si pelaku bisa mentransfer dana dari
rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
· White collar crime
Kejahatan yang dilakukan orang-orang berdasi (kalangan atas), misalnya mafia tanah, paksaan secara
halus untuk merger, dan lain-lain.
5. TEMUAN PEMERIKSAAN (AUDIT FINDINGS) DAN LAPORAN INTERNAL AUDIT

Internal auditor harus membuat laporan kepada managemen mengenai manfaat dari
internal audit departement yang harus disampaikan secara:

1. Objektif
2. Clear (jelas)
3. Concise (singkat tapi padat)
4. Constructive
5. Timely (tepat waktu)

Dalam proses penyusunannya, terdapat kelemahan menurut lwrence B sawyer (2003)

Major deficiency finding adlaah kelemahan dalam internal control perusahaan yang
mengakibatkan hambatan bagi suatu organisasi atau suatu unit dalam organisasi untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan

Minor deficiency finding adalah kelemahan dalam internal control perusahaan, yang
walaupun tidak sampai menghambat pencapaian tujuan dari suatu (unit) organisasi,
namun, perlu dilaporkan kepada manajemen, karena kalau tidak diperbaiki dapat
merugikan perusahaan
TERIMAKASIH