Anda di halaman 1dari 31

DIARE AKUT

Pembimbing :
Dr. Ida Bagus Eka, Sp.A

Di Susun Oleh :
Ode Sitti Apriliyanti Ladamay
1261050158
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
PERIODE 2 OKTOBER – 9 DESEMBER 2017
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2017
DEFINISI
diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan
perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang
lembek sampai mencair dan bertambahnya
frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa,
yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin
dapat disertai dengan muntah atau tinja yang
berdarah. Penyakit ini paling sering dijumpai pada
anak balita, terutama pada 3 tahun pertama
kehidupan, dimana seorang anak bisa mengalami 1-
3 episode diare berat
World Health Organization (WHO)
• Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang
buang air besar dengan konsistensi lembek
atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan
frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali
atau lebih) dalam satu hari.

LINTAS DIARE 2011


KLASIFIKASI
Disentri
Diare yang disertai dengan malnutrisi berat
ETIOLOGI
FAKTOR INFEKSI
PATOGENESIS
Gangguan
Gangguan Osmotik
• Akibat terdapatnya makanan atau zat yang
tidak dapat diserap akan menyebabkan
tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi,
sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit
ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang
berlebihan ini akan merangsang usus untuk
mengeluarkannya sehingga timbur diare.
Gangguan Sekresi
• Akibat rangsangan tertentu (missal oleh
toksin) pada dinding usus akan terjadi
peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam
rongga usus dan selanjutnya diare timbul
karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
Gangguan Motilitas Usus
• Hiperperistaltik akan mengakibatkan
berkurangnya kesempatan usus untuk
menyerap makanan, sehingga timbul diare.
Sebaliknya bila peristaltic usus menurun akan
mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan
yang selanjutnya dapat menimbulkan diare.
Gejala Rotavirus Shigella Salmonela ETEC EIEC Kolera
klinis

Masa tunas 17 – 72 jam 24 – 48 jam 6 – 72 jam 6 – 72 jam 6 – 72 jam 48 –n72


jam

Demam + ++ ++ - ++ -

Mual Sering Jarang Sering + - Sering


Muntah

Nyeri Perut Tenesmus Tenesmus Tenesmus - Tenesmus Kramp


kramp kramp

Nyeri - + + - - -
Kepala

Lama sakit 5 – 7 hari > 7 hari 3 – 7 hari 2 – 3 hari variasi 3 hari


Sifat Tinja Rotavirus Shigella salmonela ETEC EIEC Kolera

Volume Sedang Sedang Sedikit banyak sedikit Banyak

Frekuensi 5 – 10 >10 x/hari Sering Sering Sering Terus


x/hari menerus

Konsistensi Cair Lembek Lembek Cair Lembek Cair

Darah - + Kadang - + -

Bau Langu - Busuk + Tidak Amis


berbau

Warna Kuning Merah hijau Kehijauan Tidak Merah hijau Air cucian
hijau berwarna beras

Leukosit - + + - - -
DIAGNOSIS
Pemeriksaan fisik
• Kepala : ubun – ubun cekung +/-
• Mata : cekung +/-, air mata +/-
• Mukosa bibir kering +/-
• Abdomen : bising usus ↑, turgor kulit baik /
melambat,
• BAK : sedikit
Pemeriksaan Penunjang
• Darah Lengkap
• Feses lengkap
• Kultur feses
• Elektrolit
TATALAKSANA DIARE AKUT
LINTAS DIARE
Edukasi
Antibiotik
Zinc
Nutrisi
Rehidrasi
REHIDRASI
• Pemberian oralit
• Cara membuat oralit :
– Satu bungkus oralit dimasukkan ke dalam satu
gelas air matang (200 cc).
– Anak kurang dari 1 tahun diberi 50-100 cc cairan
oralit setiap kali buang air besar.
– Anak lebih dari 1 tahun diberi 100-200 cc cairan
oralit setiap kali buang air besar.
NUTRISI
• ASI dan makanan tetap di teruskan sesuai
umur anak dengan menu yang sama pada
waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan
berat badan serta pengganti nutrisi yang
hilang.
ZINC
• Pemberian zinc selama 10 hari berturut –
turut
• Dosis obat Zinc (1 tablet = 20 mg)
– Umur < 6 bulan : 1/2 tablet /hari
– Umur ≥ 6 bulan : 1 tablet /hari
• Larutkan tablet dalam satu sendok air matang atau
ASI (tablet mudah larut ± 30 detik), segera berikan
kepada anak.
• Bila anak muntah sekitar setengah jam setelah
pemberian obat Zinc, ulangi pemberian dengan cara
memberikan potongan lebih kecil dilarutkan
beberapa kali hingga satu dosis penuh.
• Bila anak menderita dehidrasi berat dan memerlukan
cairan infus, tetap berikan obat Zinc segera setelah
anak bisa minum atau makan.
ANTIBIOTIK
• Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi,
seperti diare berdarah atau diare karena
kolera, atau diare dengan disertai penyakit
lain. Selain tidak efektif, tindakan ini
berbahaya, karena jika antibiotik tidak
dihabiskan sesuai dosis akan menimbulkan
resistensi kuman terhadap antibiotik.
EDUKASI
• Berikan nasihat dan cek pemahaman ibu/pengasuh
tentang cara pemberian Oralit, Zinc, ASI/makanan dan
tanda-tanda untuk segera membawa anaknya ke petugas
kesehatan jika anak:
– Buang air besar cair lebih sering
– Muntah berulang-ulang
– Mengalami rasa haus yang nyata
– Makan atau minum sedikit
– Demam
– Tinjanya berdarah
– Tidak membaik dalam 3 hari