Anda di halaman 1dari 10

AKUNTANSI FILOSOFI RISET DALAM BIDANG

KEPERILAKUAN AKUNTANSI KEPERILAKUAN


PENGESERAN ARAH RISET
FILOSOFI PARADIGMA
METODOLOGI RISET
PARADIGMA FUNGSIONALIS

PARADIGMA INTERPRETIF
PARADIGMA
STRUKTURALISME RADIKAL
PARADIGMA HUMANIS
RADIKAL
PARADIGMA
POSMODERNISME
PARADIGMA AKUNTANSI
KRITIS
PERKEMBANGAN
AHMAD RAMADHAN RRC1C014088
TERAKHIR
TEORI KEPERILAKUAN
RISTA SITUMORANGRRC1C014052
TENTANG PERUSAHAAN
SRI WAHYUNI RRC1C014067
WAWASAN UNTUK MASA
DEPAN
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

PENGESERAN ARAH RISET

Pergesaran arah risetPendekatan klasikal yang lebih menitiberatkan pada pemikiran


normatif yang mengalami masa kejayaan pada tahun 1960-an. Tahun 1970-anterjadi
pergeseran pada pendekatan dalam riset akuntansi yangdikarenakan pendekatan normatif
tidak dapat menghasilkan teoriakuntansi yang siap digunakan dalam praktik sehari-hari.

FILOSOFI PARADIGMA METODOLOGI RISET

Menurut Burrel dan Morgan (1971), suatu pengetahuan dibangunberdasarkan asumsi-asumsi


filosofi yang teridir dari ontologi,epistemologi, hakikat manusia, dan metodologi. Metodologi
dipahamisebagai suatu cara menentukan teknik yang tepat untuk memperolehpengetahuan.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

PARADIGMA FUNGSIONAL
Paradigma fungsionalis sering disebut fungsionalis struktural ( structural functionalist)/
kontinjensi rasional ( rational contingency ). Paradigma ini merupakan paradigma umum,
bahkan sangat dominan digunakan dalam riset akuntansi dibandingkan dengan paradigma lain
sehingga disebut paradigma utama (mainstream paradigm). Secara ontologi, paradigma utama
ini sangat dipengaruhi oleh realitas fisik yang menganggap bahwa realitas objektif berada
secara bebas dan terpisah di luar diri manusia.

PARADIGMA INTERPRETIF
Terdapat dua perbedaan antara paradigma fungsionalis dengan interpretif. Perbedaan pertama
adalah bahwa paradigma interpretif memusatkan perhatian tidak hanya pada bagaimana
membuat perusahaan berjalan dengan baik, tetapi juga bagaimana menghasilkan pemahaman
yang luas dan mendalam mengenai bagaimana manajer dan karyawan dalam organisasi
memahamii akuntansi, berpikir tentang akuntansi serta berinteraksi dan menggunakan
akuntansi.
Perbedaan kedua adalah bahwa para interaksionis tidak percaya pada keberadaan realitas
organisasi yang tunggal dan konkret, melainkan pada situasi yang ditafsirkan organisasi
dengan caranya masing-masing. Yang lebih penting lagi adalah bahwa pemahaman mereka
menjadi nyata karena mereka bertindak untuk suatu peristiwa dan situasi atas dasar makna
pribadinya.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

PARADIGMA STRUKTURALISME RADIKAL


Aliran alternatif lainnya adalah strukturalis radikal yang mempunyai kesamaan dengan
fungsionalis, yang mengasumsikan bahwa sistem sosial mempunyai keberadaan ontologis yang
konkret dan nyata. Pendekatan ini memfokuskan pada konflik mendasar sebagai dasar dari
produk hubungan kelas dan struktur pengendalian, serta memperlakukan dunia sosial sebagai
objek eksternal dan memiliki hubungan terpisah dari manusia tertentu.

PARADIGMA HUMANIS RADIKAL


Riset-riset akan diklasifikasikan dalam paradigma humanis radikal jika didasarkan pada teori
kritis dari Frankfur Schools dan Habermas. Pendekatan kritis ini melihat objek studi sebagai
suatu interaksi sosial yang disebut dengan dunia kehidupan, yang diartikan sebagai interaksi
berdasarkan pada kepentingan kebutuhan yang melekat dalam diri manusia dan membantu
untuk pencapaian saling memahami. Interaksi sosial dalam dunia kehidupan dapat dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Interaksi yang mengikuti kebutuhan sosial alami, misalnya kebutuhan akan sistem informasi
manajemen.
b. Interaksi yang dipengaruhi oleh mekanisme sistem, misalnya pemilihan sistem yang akan dipakai
atau konsultan mana yang diminta untuk merancang sistem bukan merupakan interaksi sosial
yang alami karena sudah mempertimbangkan berbagai kepentingan.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

PARADIGMA POSMODERNISME

Posmodernisme menyajikan suatu wacana sosial yang sedang mucul yang meletakkan dirinya di luar
paradigma modern. Pendapat posmodernisme menurut derrida dan foucault,yang dikenal
dengan metode arkeologis ( archeological ) dan genealogis ( genealogical ).istilah arkeologis
yang dimaksud untuk mencari asal – usul pengetahuan dan digunakan untuk menunjukkan suatu
usaha arkeologis, yaitu ciri khas pemikiran yang menyangkut tujuan,metode dan bidang
penerapan.

PARADIGMA AKUNTANSI KRITIS

Paradigma akuntansi kritis akan dipandang melalui refleksi dari ilmu sosial kritis. Paradigma ini
dikemukakan pertama kali oleh Mattessich ( 1964) melalui sebuah derivatif filosofi
fungsionalis dalam sistem ekonomi kapasitas . Karena itu, teori ini tidak berkaitan dengan
penyelesaian masalah keterasingan,melainkan dengan proses teknik penilaian,dimana penilaian
didefinisikan sebagai nilai objektif yang didasarkan pada konsep ekonomi marginalis.
Berdasarkan perspektif akuntansi tradisional,tidak ada kesadaran tentang
kesalahan,krisis,pendidikan,atau aksi transformatif tidak ada pengakuan terhadap kebaikan
sosial, kecuali dalam keyakinan yang samar dan terdistorsi.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Peluang Riset Akuntansi Keperilakuan pada Lingkungan Akuntansi

Dengan secara khusus menelaah riset akuntansi keperilakuan sebelumnya dapat


diperoleh suatu kerangka analisis dan diskusi yang dibatasi pada peluang,
terutama pada hasil potensi subbidang dan implikasinya untuk subbidang
akuntansi yang lain.Beberapa subbidang akuntansi di antaranya :

 Audit
 Akuntansi Keuangan
 Akuntansi Manajemen
 Sistem Informasi Akuntansi
 Perpajakan
 Pertumbuhan perilaku
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Perkembangan Terakhir

Wawasan dalam riset akuntansi keperilakuan saat ini bisa diperoleh dengan dua cara,
yaitu :
1. Survei publikasi utama dari riset akuntansi keperilakuan.
2. Klasifikasi topik artikel yang dipublikasikan dan pemetaan publikasi terhadap
model perilaku individu.
Jurnal-jurnal umumnya dipilih karena merupakan jurnal yang paling banyak meneribitkan bagian
riset ini dengan metodologi yang terbuka untuk seluruh objek akuntansi. Accounting,
Organzation, and Society merupakan jurnal yang cenderung memfokuskan isinya pada riset
akuntansi keperilakuan, meskipun jurnal tersebut juga menerbitkan jenis riset lainnya. Dalam
periode sekarang audit merupakan riset keperilakuan yang paling banyak diterbitkan
dalamBehaviorial Research in Accounting.
Selanjutnya, urutan berikutnya diduduki oleh bidang akuntansi manajemen yang hampir mencapai
seperempat dari total penerbitan, sementara sisanya merupakan subbidang lainnya.


FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Teori Keperilakuan tentang Perusahaan

Teori organisasi modern mempunyai kaitan dengan perilaku perusahaan sebagai suatu kesatuan
terhadap pemahaman kegiatan perusahaan dan alasan anggotanya. Bila dipastikan bahwa
bisnis, tanpa mempedulikan besar kecilnya, biasanya dipandang sebagai milik dari pemegang
saham yang perhatiannya lebih terfokus pada dimensi-dimensi keuangan, yang berputar di
sekitar harga saham dan berada di luar lingkup keputusan.

Untuk menguraikan bagaimana perusahaan mengadopsi seperangkat tujuan dan bagaimana


perusahaa mengawali penyesuaian dan pencapaian memerlukan suatu pemahaman yang
mendasar atas keputusan dan proses penyelesaian masalah dengan pasti. Agar lebih spesifik,
teori modern perusahaan terkait dengan arah tujuan perilaku yang dipastikan berkaitan
dengan tujuan, motivasi, dan karakteristik menyelesaikan masalah anggota-anggotanya.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Akhirnya pengambilan keputusan perusahaan, proses menyelesaikan masalah struktur organisasi,


pembagian kerja, penggunaan prosedur standar operasional, dan seterusnya diruaikan sebagai
fungsi peserta yang menyelesaikan masalah perilaku yang ditandai oleh pembatasan kapasitas
mereka secara rasional. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa perusahan dapat
dipandang sebagai suatu keseimbangan dalam mencari sistem pengambilan keputusan.
Komposisi tujuan dapat berubah dari waktu ke waktu, tetapi proses tingkat penyesuaian
harus mengikuti beberapa aturan. Jalannya operasional perusahaan dibatasi oleh tingkat
sampai sejauh mana kapasitas penyelesaian masalah dalam pengembalian informasi.
FILOSOFI RISET DALAM BIDANG
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Wawasan untuk Masa Depan

Masalah utama di masa mendatang adalah bahwa pendanaan untuk riset ini akan berkurang
jumlahnya. Kantor Akuntan Publik yang termasuk dalam “The big 6” di AS saat ini
kurang mendukung riset akademik dibandingkan di masa lau. Banyak universitas yang
pada umumnya memiliki pengalaman pencatatan anggaran akan menunjukkan penurunan
sumber yang memberikan dukungan terhadap riset. Karena riset keperilakuan saat ini
cenderung menjadi lebih mahal dibandingkan dengan apa yang bisa diusahakan oleh
akuntan, maka akan terasa lebih sulit untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sikap dan
pandangan dari beberapa pengusaha yang mempunyai anggapan kurang positif terhadap
kegiatan riset ini juga berpengaruh, karena mereka tidak selalu memiliki pengetahuan
yang cukup untuk memahami bahwa kegiatan para praktisi merupakan bagian dari
kemampuan aplikasi hasil riset.