Anda di halaman 1dari 44

MAKALAH ORTODONTI

CLASP PADA ALAT ORTODONTIK LEPASAN

Oleh
Anggun Dwi Jaya Lestari
1112012004

Pembimbing
DR. drg Fazwishni Siregar Sp.Ort
PENDAHULUAN

• Alat ortodontik lepasan: alat yang dapat


dipasang dan dilepas oleh pasien

• Digunakan sejak abad ke 19


• Penggunaan akrilik dan stainless steel awal
abad ke 20

• Adam (1950): arrowhead clasp  yang membawa perubahan pada alat


lepasan

• Komponen alat ortodontik lepasan


1. komponen aktif,
2. komponen retensi,
3. plat basis
Keberhasilan perawatan alat ortodontik lepasan salah satunya
didukung oleh retensi

Retensi alat ortodontik lepasan:


• clasp yang melibatkan bagian undercut
Clasp
• Menjaga stabilitas
• Mencegah lepasnya alat ortodontik lepasan karena adanya
komponen aktif.

Clasp yang baik harus memiliki:


• Retensi yang adekuat
• Dapat digunakan pada gigi yang sedang erupsi, erupsi sempurna
atau keduanya
• Bersifat pasif
• Mudah untuk dibuat
• Tidak mengganggu jaringan lunak
• Tidak mengganggu oklusi normal
Retensi pada alat ortodontik lepasan diberikan untuk:
1. Gaya aktif dari busur, spring, screw, dan elastik dapat
menggerakkan alat lepasan, sehingga dapat menyebabkan alat
lepasan tidak fit/ longgar
2. Alat yang longgar menyebabkan ketidaknyamanan
3. Karena alasan di atas  kepatuhan pasien akan buruk 
pergerakan gigi akan terganggu
Cara kerja clasp

1. Undercut proksimal
di bagian mesial dan distal yang meluas
ke bidang kontak sampai ke bagian
servikal gigi.
Undercut didapat segera setelah gigi
telah erupsi.

2. Undercut servikal
di bagian permukaan bukal dan lingual
gigi di bawah wilayah lingkar terbesar.
Macam-macam jenis clasp

1. Circumferential clasp
9. Double ball-end clasp
2. Jackson’s clasp
10. Schwarz clasp
3. Arrowhead clasp
11. Crozat clasp
4. Adam’s clasp
12. Duyzing clasp
5. Delta clasp
13. Eyelet clasp
6. Southend clasp
14. Plint clasp
7. Triangular clasp
15. Visick clas
8. Ball-end clasp
Tipe Clasp berdasarkan lokasi undercut

1. Clasp menggunakan undercut mesial/ distal


 Adam’s clasp
 Triangular clasp
 Ball end clasp
 Arrowhead/ Schwarz clasp
 Crozat clasp
2. Clasp menggunakan undercut bukal/ lingual
 Jackson’s clasp
 South end clasp
 Duyzing clasp
3. Clasp yang mengunakan undercut proksimal,
bukal dan lingual
Tipe clasp berdasarkan dua bagian ujung clasp
1. Free end clasp (salah satu sisi di ujung clasp tertanam didalam
akrilik)
 Circumferential clasp
 Ball end clasp
 Crozat clasp
 Triangular clasp
 Duyzing clasp
 Arrow pin clasp
 Visicks clasp
2. Continuous clasp (kedua sisi ujung clasp tertanam di dalam
akrilik
 Jackson’s clasp
 Eyelet clasp
 Delta clasp
 Arrowhead clasp
 Adam’s clasp
 South end clas
Circumferential clasp

• Dikenal sebagai clasp ¾.


• Menggunakan undercut bagian buko-
sevikal sebagai retensi.
• Menggunakan hard wire stainless steel
dengan diameter 0.9 mm

Keuntungan
 Pembuatannya mudah Kerugian
 Desain sederhana  tidak dapat digunakan pada gigi yang masih
 Mencegah migrasi gigi ke mesial erupsi
 Resisten terhadap distorsi  Hanya untuk alat ortodontik lepasan yang
 Penyesuainnya mudah bersifat tidak aktif
Jackson’s clasp

• full clasp atau 'U' clasp.


• diperkenalkan oleh V H Jackson
pada 1906.
• Retensi sepanjang margin buko-
servikal dan meluas ke bagian
proksimal mesial-distal

Keuntungan Kerugian
 Pembuatannya mudah  Retensi adekuat pada gigi yang masih erupsi
 Memberikan retensi yang adekuat  Penyesuaiannya sulit
 Resisten terhadap distorsi  Tidak dapat dimodifikasi
Arrowhead clasp

• dikenal sebagai oldest clasp,


• A M Schwarz 1956.
• menggunakan undercut mesial dan distal
untuk retensi.
• round wire stainless steel dengan
diameter 0,7 mm.

Kekurangan
Keuntungan
 Sebagian besar clasp berada di permukaan
 Memberikan retensi yang baik walaupun gigi
bukal.
sedang erupsi.
 Membutuhkan pliers khusus dan keterampilan
 Tidak menghambat erupsi gigi.
untuk membuatnya.
Continue arrowhead clasp

Clasp ini memiliki 2-3 arrow dengan ujung


massa akrilik

Keuntungan Kerugian
 Karena bentuk yang besar dan panjang,  Pembuatannya lebih sulit.
clasp lebih elastis.  Membutuhkan pliers khusus.
 Tidak menghambat erupsi gigi.  Membutuhkan ruang yang lebih banyak.
 Memiliki kemungkinan besar terhadap
kerusakan.
 Resiko iritasi pada mukosa lebih besar.
Adam’s clasp
Profesor C Philip Adam’s 1948.
• Memanfaatkan undercut proksimal mesial
dan distal molar permanen pertama.
• sebagai modifikasi arrow
• digunakan pada gigi premolar, molar dan
molar decidui
• round wire 0,6 mm gigi decidui, 0,7 mm
gigi permanen
Keuntungan
1. Sederhana, kuat dan mudah dibuat.
1. Retensi yang sangat baik.
2. Clasp ini rapi, tidak mengganggu, mudah untuk dimasukkan dan
dikeluarkan.
3. Clasp ini dapat digunakan baik pada gigi decidui maupun
permanen.
4. Sejumlah modifikasi memungkinkan penggunaannya dalam
berbagai kebutuhan.
5. Instrumen yang khusus tidak diperlukan dalam pembuatan.
6. Memiliki ukuran yang kecil dan menempati ruang minimum.
Gambar . Bagian Adam’s clasp (Mansuri dan Singh, 2008)
Gambar 9. (a) panjang dari bridge disesuaikan dengan tanda undercut proksimal yang
telah dibuat di model kerja, (b) dan (c) dua sisi kawat dibengkokkan membentuk sudut 900
untuk membentuk bridge, (d) dan (e) arrowhead pertama terbentuk (f) arrowhead yang
telah terbentuk sedikit ditekan untuk mendapatkan lebar arrowhead yang baik, (g)
arrowhead kedua selesai dibentuk (h) arrowhead pertama dibengkokkan sampai
membentuk sudut 450 terhadap bridge.
Gambar 10. Lanjutan pembuatan adam’s clasp (a) arrowhead kedua dibengkokkan sampai membentuk
sudut 450 terhadap bridge untuk meletakkan arrowhead diatas daerah undercut proksimal, (b) lengan
arrowhead dibengkokkan sampai membentuk sudut 900 dengan tinggi setengah dari tinggi bridge. Kawat
harus melewati daerah embrasur ketika clasp diletakkan pada posisi normal, (c),(d) dan (e) kawat yang
telah diadaptasikan ke embrasur oklusal, (f) kawat yang melewati embrasur proksimal dibengkokkan
sampai sejajar dengan dengan garis kontak proksimal, (g) step kecil dibuat pada lengan retensi
melewati marginal palatal gingiva , (h) tag retensi dibuat dengan membengkokkan kedua ujung lengan
retensi.
Modifikasi Adam’s clasp
• Adam’s clasp dengan single arrowhead.
• Adam’s clasp dengan J hook.
• Adam’s clasp dengan helix.
• Adam’s clasp dengan arrowhead.
• Adam’s clasp dengan tube bukal yang disolder.
• Adam’s clasp dengan ekstensi distal.
• Adam’s clasp pada gigi insisif dam premolar.
Adam’s clasp dengan single arrowhead
• Menggabungkan karakteristik adam’s clasp dan circumferensial clasp.
• Dapat digunakan pada gigi yang sebagian erupsi, single arrowhead berada
dibagian mesial dan bridge dimodifikasi mengelilingi bagian distal gigi.
• Digunakan pada gigi yang sedang erupsi seperi molar 2 atau molar 3
Adam’s clasp dengan J hook
• Sebuah pengait berbentuk 'J' disolder ke bagian bridge Adam’s
clasp dan diarahkan ke gingiva dengan kait menunjuk ke distal.
• Kait ini digunakan untuk mengikat elastik.
Adam’s clasp dengan helix
• Sebuah helix ditambahkan ke bagian bridge dari Adam’s
clasp.
• berguna dalam menarik elastis.
Adam’s clasp dengan arrowhead
• Sebuah arrowhead tambahan disolder ke bagian bridge
pada Adam’s clasp.
• digunakan ketika diperlukan retensi tambahan.
• untuk tambahan undercut dari gigi yang berdekatan
Adam’s clasp dengan tube bukal yang disolder
• Attachment tube bukal pada Adam’s clasp
• Tube bukal disolder ke bagian bridge Adam’s clasp.
• oleh J C Stephenson.
• Modifikasi ini digunakan ketika anchorage ekstraoral menggunakan
headgear
Adam’s clasp dengan ekstensi distal
• Sebuah ekstensi kecil yang diletakkan dibagian distal
pada arrowhead bagian distal.
• Ekstensi distal ini digunakan untuk elastis
Adam’s clasp pada gigi insisiv dan gigi premolar
• Clasp ini dibuat pada gigi insisiv dan premolar ketika retensi
diperlukan pada daerah tersebut.
• Clasp ini dapat dibuat pada satu gigi atau dua gigi
Delta clasp
• oleh William J. Clark.
• Prinsip clasp ini mirip dengan Adam’s
clasp.
• melibatkan undercut interdental dengan
memberikan retensi pada loop yang
memutar ke dalam dan masuk ke bagian
interdental
Southend clasp
• oleh Mr. DiBiase dan Mr. Leavis, RS
Southend
• memberikan retensi di daerah anterior

Keuntungan
• Kooperatif pasien yang lebih baik.
• Cocok untuk gigi insisiv yang rotasi dan
memiliki celah.
Triangular clasp

• wire yang berbentuk segitiga


kecil yang meluas ke daerah
undercut proksimal dari dua gigi
yang berdekatan
• memberikan retensi yang
sangat baik.
• Clasp ini tidak menyebabkan
iritasi gingiva.
Ball end clasp
• dikenal sebagai Scheau anchor clasp.
• memiliki bola kecil di salah satu sisi
ujung wire yang meluas ke bagian
undercut proksimal antara dua gigi yang
berdekatan.
Schwarz clasp

 memiliki beberapa arrowhead yang


meluas ke daerah undercut
interproksimal gigi posterior.
 schwarz clasp jarang digunakan karena:
• Membutuhkan pliers khusus untuk
membentuk arrowhead.
• Sebagian besar berada di daerah
vestibulum bukal.
• Arrowhead dapat menyebabkan luka
pada bagian interdental jaringan
lunak.
• Pembuatannya sulit dan memakan
waktu.
Crozat clasp
• oleh Crozat 1920.
• modifikasi dari Jackson’s clasp.
• Wire tambahan disolder pada Jackson’s
clasp dan meluas ke undercut proksimal
mesial dan distal.
Duyzing clasp
• memiliki dua wire dari plat yang melewati
titik kontak dan kemudian melingkari
bagian tengah gigi dan kembali ke
bawah sebagai undercut.
• digunakan untuk mendapatkan undercut
bukal dari molar.
Eyelet clasp
• single atau continue eyelet clasp.
• Eyelet dibuat menggunakan Young
loop bending pliers.
• Eyelet ditempatkan di embrasur.
Plint clasp
• 'Fly over clasp'.
• digunakan dalam kombinasi dengan alat
cekat.
• wire stainless steel dengan diameter 0,7
mm.
• Clasp ini ditahan oleh tube band molar
Visick clasp
• H C Visick
• digunakan pada sisi palatal untuk retensi
aktif bersama plat dasar dan clasp molar di
sisi bukal.
• wire stainless steel 0,7 mm.
Macam macam pliers clasp

Adam’s pliers
Adam’s pliers digunakan dalam pembuatan Adam’s
clasp dan memiliki dua paruh persegi panjang yang
licin
Adam’s clasp bending pliers
• pliers khusus untuk memudahkan pembentukan Adam’s clasp dalam
satu langkah.
• Dapat digunakan untuk wire sampai dengan diameter hingga 0,7 mm
Arrow clasp former
• Untuk membentuk arrow clasp
• digunakan untuk hard wire dengan diameter hingga 0,7 mm
Arrow clasp bending pliers
• digunakan untuk menekuk arrow clasp sehingga arrowhead bisa
mendapatkan undercut sebagai retensi.
• Digunakan untuk wire dengan diameter hingga 0,7 mm
Young loop bending pliers
• Memiliki ukuran yang berbeda.
• Memberikan dimensi yang sama untuk loop.
• Digunakan pada hard wire dengan diameter hingga 0,7 mm
KESIMPULAN

• Clasp merupakan komponen yang dapat memberikan retensi pada alat


ortodontik lepasan
• Ada berbagai desain clasp  sesuai dengan kondisi klinis.
• Retensi yang baik akan membantu kooperasi pasien, penjangkaran dan
pergerakan gigi.
REFERENSI

Alam., M.K. A to Z Orthodontics. Universiti Sains Malaysia. 2012


K. G. Isaacson, J. D. Muir R. T. Reed. Removable Orthodontic Appliances. Wright. 2002
Mansuri M, Singh V P. Clasps in Removable Orthodontics. Journal of Nobel Medical College
:3(1):5. 2008
Prekumar., Sridhar. Orthodontics Prep Manual for Undergraduates. Elseiver.2008
S..I Bhalajhi. Orthodontics: The Art and Science 3rd edition. ARYA (MEDI) Publishing House.
2003
Singh., Gurkeerat. Textbook Of Orthodontics 2nd Edition.. JAYPEE BROTHERS. 2007. 406-7,
436-442

Anda mungkin juga menyukai