Anda di halaman 1dari 25

SAMPLING

Salah satu dari banyak prosedur yang dilakukan oleh auditor


untuk memperoleh bukti audit adalah audit sampling dimana
auditor memilih sample dari keseluruhan data (populasi) untuk
diuji. Audit sampling merupakan metode yang digunakan auditor
untuk mengumpulkan bukti – bukti audit untuk dapat membuat
opini atas laporan keuangan.
SAMPLING

Di dalam ISA 530 paragraf 4 menyatakan bahwa tujuan dari audit


sample adalah untuk memberikan basis yang sesuai bagi auditor
untuk mendapatkan kesimpulan mengenai populasi dimana
sample diambil. Kriteria yang biasa digunakan untuk mencari
bukti audit seperti sufficiency, relevance, dan reliability juga
dapat diterapkan pada audit sampling.
Designing and Selecting the Sample for
Testing
Jika auditor dapat mendapatkan sample dari saldo atau transaksi
yang dapat merepresentasikan keseluruhan populasi saldo atau
transaksi, maka auditor dapat membuat kesimpulan yang
menggambarkan keseluruhan populasi.

Keuntungan dari penggunaan sampling yaitu berkurangnya biaya


audit. Namun jika auditor mengabaikan level risiko atau sample
tidak merepresentasikan populasi, auditor akan gagal
mengumpulkan bukti yang sufficient dan appropriate.
Designing and Selecting the Sample for
Testing

Ada dua alasan mengapa dibutuhkan perencanaan yang cermat


dalam proses sampling, yaitu :
1. Menggunakan sampling meningkatkan risiko bahwa
auditor akan gagal untuk mendeteksi hal yang penting.
Risiko tersebut harus dievaluasi terlebih dahulu oleh
auditor untuk memutuskan apakah hal tersebut sesuai
dengan keadaan dan audit perusahaan.

2. Karakteristik populasi harus dikenali dengan jelas


sebelum mengambil sample.
Judgmental Sampling

Judgment dilakukan tidak hanya pada non-statistical sampling


namun juga pada statistical sampling. Namun biasanya
judgmental sampling digunakan sebagai sinonim dari non-
statistical sampling karena dalam non-statistical membutuhkan
judgment pada segala aspeknya.
Case Study 11.1
Broomfield plc memiliki 500 piutang usaha pada tanggal 30
September 2010 dengan jumlah outstanding £ 4.352.636.
Selama anda mengaudit , Anda harus menganalisis piutang
usaha sesuai ukuran seperti yang ditunjukkan pada Tabel 11.1.
berikut ini adalah contoh prosedur analitis.
Table 11.1 Broomfield plc: analysis of trade receivables

Number of trade Value of trade


% of total % of total value
receivables receivable
105 21 233 562 6
70 14 298 110 7
80 16 339 726 8
58 12 364 145 8
70 14 343 973 8
48 9 408 733 9
28 6 433 151 10
18 4 550 355 13
18 3 636 986 14
5 1 743 895 17
Activity 11.1
Sarankan bagaimana sampel yang harus dipilih
dari piutang usaha yang ditunjukkan pada Tabel
11.1, dengan tujuan untuk memastikan bahwa
sistem penjualan dan piutang Broomfield plc
beroperasi dengan baik dan saldo piutang usaha
yang dicatat dalam catatan akuntansi Broomfield
akurat dan lengkap.
Trade receivables yang tertera merupakan hasil dari transaksi melalui sistem
penjualan dan receivable yang terkait. Disini auditor memiliki dua hal yang
perlu ditelusuri mengenai receivables yaitu bahwa system mencatat
receivables dengan baik (diuji dengan test of control) dan bahwa receivables
yang ada pada system valid (diuji dengan prosedur substantive). Dalam
meemilih sample, harus dilakukan analisa terhadap receivables terlebih dahu
seperti :
1. 44% nilai dari receivables menggambarkan 8% jumlah receivables.
2. 459 sisanya menggambarkan 92% jumlah receivables dann 56% nilai
receivables.
Auditor harus mempertimbangkan berapa jumlah sample yang
akan diambil. Pada kasus ini, sebelumnya auditor telah
menemukan kelemahan system perusahaan yang akan
mempengaruhi auditor dalam menentukan jumlah-jumlah dan
pemilihan sample. Disini auditor tahu bahwa jika mereka menulis
41 kredit konsumen dan semua telah dicatat dengan akurat,
maka mereka telah memiliki 44% receivable yang terbukti.
Namun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki
tentang perusahaan, auditor dapat menyimpulkan bahwa
mereka hanya perlu untuk meminta 20 kredit konsumen.
Selain itu, auditor juga tahu bahwa saldo receivables telah diproses oleh
system dan auditor sebaiknya menguji operasi dari system dengan memilih
sample. Jika semua receivable yang ada pada pembukuan Broomfield tercatat
secara akurat, auditor dapat memperoleh bukti melalui test of control.
Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki tentang perusahaan,
auditor dapat menyimpulkan bahwa mereka hanya perlu sample sebanyak 30
receivables untuk melakukan test of control.
Statistical Sampling
Dalam statistical sampling juga masih diperlukan judgment
meskipun tida sebanyak pada non-statistical sampling. Disini,
diperlukan pengetahuan mengenai homogenitas populasi. Ada
beberapa contoh factor yang menyebabkan kurangnya
homogenitas, yaitu :
1. Transaksi yang tidak menggunakan kontrol internal yang sama
selama periode berjalan tidak dapat dianggap sebagai homogen;
2. Saldo pada populasi dapat memiliki nilai yang berbeda jauh.

Dikarenakan kurangnya homogenitas pada populasi, hal yang


biasa dilakukan adalah membaginya kedalam tingkatan –
tingkatan dan menggunakan perlakuan yang berbeda pada tiap
tingkatan sebagai populasi yang berbeda.
Size of sample
Expected error merupakan penentu yang penting dalam sample size. Ketika auditor
menguji control internal suatu perusahaan, mereka menggunakan istilah attribute
sampling.
Ada dua respon terhadap pengujian di attribute sampling yaitu
1. ya, control telah diterapkan dengan benar atau
2. tidak, control belum diterapkan.

Dalam attribute sampling, auditor mencari tingkat ketidak beradaan prosedur control
internal yang diterapkan. Semakin tinggi expected error maka semakin besar sample
size yang diperlukan.
Selain itu, auditor juga harus menentukan tingkat tolerable error
pada populasi yang merupakan tingkat maximum error yang
dapat diterima auditor dalam menentukan apakah evaluasi
control risk awal mereka valid atau apakah total catatan transaksi
dan saldo dapat dianggap akurat dan lengkap. Semakin kecil
tingkat tolerable error semakin besar sample size. Sample size
dapat dihitung dengan cara :

Reability factor
𝑆𝑎𝑚𝑝𝑙𝑒 𝑆𝑖𝑧𝑒 =
𝑇𝑜𝑙𝑒𝑟𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑒𝑟𝑟𝑜𝑟 𝑟𝑎𝑡𝑒
Table 11.2 Reliability factors (extract)

Number Confident Levels


of sample 70% 80% 90% 95% 99%
error
0 1.21 1.61 2.31 3.00 4.61

1 2.44 3.00 3.89 4.75 6.64

2 3.642 4.28 5.33 6.30 8.41

3 4.77 5.52 6.69 7.76 10.05


Example
Auditor telah memutuskan untuk melakukan uji statistik pada
sampling operasi pengendalian internal dalam sistem pembelian
perusahaan. Mereka telah memperoleh beberapa jaminan dari
tes lain yang relevan dan oleh karena itu memutuskan bahwa
untuk tujuan pengujian ini mereka akan menetapkan tingkat
kepercayaan pada 70%. Mereka telah menetapkan tingkat
penyimpangan yang dapat ditoleransi untuk tes ini sebesar 3%.
Ini adalah tingkat penyimpangan maksimum yang bisamereka
terima dalam sampel dan menyimpulkan bahwa penilaian awal
risiko pengendalian mereka masih sesuai.
• Berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya dan penilaian
mereka terhadap kekuatan, auditornya berharap menemukan
satu kesalahan. Faktor reliabilitas yang tepat diperoleh di
persimpangan kolom kepercayaan 70% dan nomor 1 dari
number of sample errors , yaitu 2 44. Oleh karena itu:
2.44
=81
0.03
Sample Selection Methodology
• Random Sampling
Metode sampling yang mencoba untuk setiap item yang ada
didalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih
sebagai sample audit. Metode ini merupakan metode statistic
dan dibutuhkan untuk statistical sampling namun juga dapat
digunakan untuk metode non-statistik. Auditor akan
menempatkan individual indentifier untuk masing – masing unit
sampling dan menggunakan random procedure untuk memilih
unit sampling yang akan dipiih untuk diuji.
• Systematic or Interval Sampling
Metode sampling dengan menggunakan titik awal yang random
dan kemudian memilih setiap interval ke-n. Metode ini dapat
memiliki hasil yang sama dengan random sampling jika error
tersebar kesemua populasi. Jika tidak, maka systematic sampling
tidak menghasilkan sample yang representative.
• Block or Cluster Sampling
Metode sampling yang tidak berusaha untuk memiih sampling
melainkan menggunakan pemilihan blok misalkan blok transaksi
dan menguji adanya kriteria tertentu. Auditor dapat
menggunakan metode ini ketika menguji sebuah sistem. Namun
ISA 530 menyatakan bahwa metode ini bukanlah metode
pemilihan sample yang sesuai untuk digunakan ketika tujuan
pengujian audit adalah untuk menggambarkan kesimpulan
mengenai populasi dari sample.
• Haphzard Sampling
Metode sampling dimana pemilihan sample dilakukan dengan
blindfold dan kocokan atau hari ulang tahun. Masalah yang
timbul dari metode ini bahwa sample yang dihasilkan dapat bias.
Activity 11.2
Hitunglah ukuran sampel dengan menggunakan data berikut:
• Risiko Auditor maksimum bersedia menerima 20%
• jumlah kesalahan yang diharapkan = 1
• tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi 4%
Dapat dikatakan bahwa risiko merupakan
komplemen dari confidence level. Ketika
confidence level 90% maka level risikonya yaitu
10%. Risiko ini dapat dikatakan sebagai
‘sampling risk’ yang menggambarkan
kemungkinan auditor gagal untuk mendeteksi
tingkat error yang lebih besar dari tolerable
error rate.
Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam contoh ini adalah
tingkat kejadian tidak disebutkan. risiko dan kepercayaan diri
adalah pelengkap satu sama lain. Karena itu, tingkat risiko yang
diberikan diterjemahkan menjadi tingkat kepercayaan 80 persen.
Faktor keandalan yang sesuai 3.00. Oleh karena itu ukuran
sampelnya adalah
3.00
= 75
0.04