Anda di halaman 1dari 43

PEMBELAJARAN XRF

SCANNER

Seto Margo Pramono


PEMBELAJARAN
PETUGAS PROTEKSI
RADIASI INDUSTRI
(TINGKAT 3) & XRF
1. RADIASI
DEFINISI RADIASI

Radiasi adalah pancaran dan perambatan energi melalui


materi atau ruang dalam bentuk gelombang
elektromagnetik atau partikel.
Contoh :
-perambatan panas,
-perambatan cahaya,
-perambatan gelombang radio

www.pln.co.id |
JENIS RADIASI

Radiasi dibedakan atas radiasi pengion dan radiasi bukan pengion.

Radiasi pengion, dapat mengionisasi materi yang dilaluinya.


Radiasi pengion antara lain berupa radiasi gelombang
elektromagnetik, yaitu radiasi sinar gamma, sinar-X, dan ada
yang berupa radiasi partikel, yaitu alpha, beta, dan neutron.

Radiasi bukan pengion, tidak dapat mengionisasi materi yang


dilaluinya. Radiasi bukan pengion antara lain berupa
perambahan panas, perambahan cahaya, dan perambahan
gelombang radio..

www.pln.co.id |
Sumber Radiasi
Sumber radiasi dapat dibedakan berdasarkan asalnya, yaitu sumber radiasi
alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya, dan sumber radiasi buatan
yang sengaja dibuat oleh manusia.

1. Sumber Radiasi Alam

• Sumber radiasi alam antara lain sinar kosmik, NORM/TENORM.

2. Sumber Radiasi Buatan

• Sumber radiasi buatan antara lain, yang digunakan dalam aplikasi teknik nuklir, pesawat
pembangkit sinar-X, akselerator, reactor, dan zat radioaktif.

www.pln.co.id |
PEMBELAJARAN
PETUGAS PROTEKSI
RADIASI INDUSTRI
(TINGKAT 3) & XRF
2. BESARAN DAN SATUAN
DOSIS RADIASI
PENDAHULUAN

Dalam proteksi radiasi untuk menentukan potensi bahaya radiasi perlu


terlebih dahulu dipahami mengenai besaran radiasi (radiometric quantities)
dan efek yang dihasilkan oleh dosis radiasi atau besaran dosimetry
(dosimetric quantities) .
Untuk menjamin konsistensi penggunaan besaran tersebut ICRU
(International Commission on Radiation Unit and Measurement) telah
merekomendasikan definisi dan factor konversi yang sesuai digunakan
dalam proteksi radiasi.

www.pln.co.id |
BESARAN DAN SATUAN DOSIS RADIASI
I. BESARAN RADIASI
1. Flux 3. Paparan
2. Intensitas 4. Kerma

II. BESARAN DOSIMETRI


1. Dosis Serap
2. Dosis Ekivalen
3. Dosis Efektif

www.pln.co.id |
9

BESARAN DAN SATUAN RADIASI

1. Fluks (ϕ)

• Fluks radiasi adalah jumlah radiasi yang melalui satu satuan luas per satuan
waktu dengan satuan m-2s-1.

2. Intensitas radiasi (I)

• Intensitas radiasi (I) merupakan perkalian antara kuantitas (fluks) dan energi,
dengan satuan joule.m-2s-1.
• I=ϕxE

www.pln.co.id |
1
0

BESARAN DAN SATUAN RADIASI

3. Paparan (X)
• Paparan radiasi adalah pasangan ion (dQ) yang terbentuk dalam satuan massa
udara (dm) akibat radiasi (dalam kondisi temperatur dan tekanan normal) dan
seluruh partikel yang terbentuk oleh radiasi yang terserap dalam massa udara
tersebut.
dQ
X=
dm
• dQ = Jumlah muatan pasangan ion yang terbentuk di udara
• dm = Massa udara dalam volume tertentu (STP)
• Satuan paparan Coulomb/kilogram (SI), adalah besarnya paparan yang dapat
menyebabkan terbentuknya listrik sebesar satu coulomb di dalam udara normal
(STP) dengan massa 1 kg. Satuan lama, Rontgen (R). 1 R = 2,58 x 10-4 C/kg.

www.pln.co.id |
1
1

BESARAN DAN SATUAN RADIASI

4. Kerma

• Kerma (Kinetic Energy released per unit mass of absorber), digunakan untuk
mengukur energi kinetik awal dari interaksi primer (efek fotolistrik, hamburan
compton atau produksi pasangan) pada suatu media pengabsorbsi. Satuan,
joule/Kg atau gray (Gy).

www.pln.co.id |
1
2

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


1. Dosis Serap (D)
• Dosis Serap (D): energi rata-rata yang diserap bahan (dE) per satuan massa bahan
tersebut (dm). Berlaku untuk semua jenis radiasi dan semua jenis bahan. Satuan,
joule/Kg atau gray (Gy). 1 gray = energi rerata sebesar 1 joule yang diserap oleh
bahan dengan massa sebesar 1 kg, 1 Gray = 1 Joule/kg. Satuan lama : Rad, 1 Rad =
100 erg/gram = 10-2 Gray.
dE
D=
dm
• dE = Energi yang diserap oleh bahan
• dm = Massa bahan
• Laju dosis serap adalah besar dosis serap per satuan waktu.
. dD
D=
dt
• dD = dosis serap
• dt = waktu

www.pln.co.id |
1
3

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


2. Dosis Ekivalen (H)
• Dosis ekivalen merupakan besaran turunan dosis serap yang mempertimbangkan
faktor bobot radiasi (Wr). Satuan dosis ekivalen, satuan SI adalah sievert (Sv),
satuan lama adalah rem, dimana 1 Sievert = 100 rem.
H =  D  Wr 
• H = dosis ekivalen
• D = dosis serap
• Wr = faktor bobot radiasi
• Faktor bobot radiasi (Wr) adalah kemampuan radiasi untuk menimbulkan
kerusakan pada organ/jaringan.

www.pln.co.id |
1
4

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


2. Dosis Ekivalen (H)
• Tabel Nilai faktor bobot berbagai jenis radiasi (ICRP 103/2007)

www.pln.co.id |
1
5

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


2. Dosis Ekivalen (H)

• Laju dosis ekivalen adalah besar dosis ekivalen per satuan waktu. Satuan laju dosis
ekivalen, sistem SI adalah sievert/jam, satuan lama adalah rem/jam
. dH
H=
dt

• dD = dosis ekivalen
• dt = waktu

www.pln.co.id |
1
6

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


3. Dosis Efektif (E)
• Dosis efektif merupakan turunan dosis ekivalen yang mempertimbangkan faktor
bobot organ atau faktor bobot jaringan tubuh (wt). Faktor bobot organ atau faktor
bobot jaringan tubuh (wt) yaitu bilangan yang menunjukkan perbandingan risiko
efek stokastik dari suatu jaringan tubuh terhadap risiko efek stokastik pada seluruh
tubuh. Satuan dosis efektif, satuan SI adalah sievert (Sv), satuan lama adalah rem,
dimana 1 Sievert = 100 rem.

E =  wr  wt  D

• E = dosis efektif
• D = dosis serap
• Wr = faktor bobot radiasi
• Wt = faktor bobot jaringan tubuh

www.pln.co.id |
1
7

Besaran Dosimetri (Dosis Radiasi)


2. Dosis Ekivalen (H)
• Tabel Nilai faktor bobot berbagai organ tubuh (ICRP 103/2007)

www.pln.co.id |
RANGKUMAN

Besaran dan Satuan Radiasi


Satuan SI dalam
Besaran Simbol Satuan SI Konversi
proteksi radiasi
Fluks ϕ (m-2s-1)
Intensitas I joule.m-2.s-1 eV.m-2.s-1

Paparan/ X coulomb per satuan lama:

exposure kilogram rontgen (R)

(Ckg-1) 1R=2.58 x 10-4C


kg-1
Kerma K joule per kilogram gray 1Gy = 1 Jkg-1

(Jkg-1) (Gy)

www.pln.co.id |
1
9

RANGKUMAN

Besaran dan Satuan Dosimetri


Besaran Satuan
Rumus Satuan SI Konversi
(Simbol) Lama
Dosis Serap D = dE/dm joule per kilogram rad 1Gy = 100 rad
(Jkg-1)
(D) 1 rad = 10-2 Gy

gray (Gy)

Dosis H = ΣD x wr sievert (Sv) rem 1Sv = 100 rem


Ekivalen
1 rem = 10-2 Sv
(H)
Dosis Efektif E = ΣH x wt sievert (Sv) rem 1Sv = 100 rem

(E) E = ΣD x wr x wt 1 rem = 10-2 Sv

Dosimetri www.pln.co.id |
TYN.PPR.IN1.DOS.122
PEMBELAJARAN
PETUGAS PROTEKSI
RADIASI INDUSTRI
TINGKAT 3
3. EFEK RADIASI BAGI
MANUSIA
2
1

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA

www.pln.co.id |
2
2

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA


1. Efek Stokastik
• Efek stokastik dapat terjadi jika sel yang terkena paparan radiasi mengalami
modifikasi.
• Ciri-ciri efek stokastik:
• Bersifat random
• Tidak memiliki dosis ambang
• Probabilitas kejadian bergantung dosis
• Dapat terjadi pada individu terpapar dan turunannya

www.pln.co.id |
2
3

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA


1. Efek Stokastik

www.pln.co.id |
2
4

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA


1. Efek Stokastik

www.pln.co.id |
2
5

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA


2. Efek Deterministik
• Efek deterministik terjadi karena adanya kematian sel sebagai akibat dari paparan
radiasi baik pada sebagian atau seluruh tubuh.
• Ciri-ciri efek deterministik:
• memiliki dosis ambang
• tingkat keparahan bergantung dosis
• terjadi hanya pada individu terpapar

www.pln.co.id |
2
6

EFEK RADIASI BAGI MANUSIA


1. Efek Deterministik
Efek paparan radiasi oleh Ir-192 (185 GBq) selama 2 jam

Hari ke-5

Hari ke-21

Hari ke-11

www.pln.co.id |
PEMBELAJARAN
PETUGAS PROTEKSI
RADIASI INDUSTRI
TINGKAT 3
4. PROTEKSI RADIASI PADA
PAPARAN KERJA
2
8

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja

• Proteksi radiasi terhadap paparan kerja merupakan pengetahuan tentang


keselamatan kerja operasi pada aplikasi Teknik nuklir di bidang industry, seperti
teknik fluoroskopi, gauging, dan khususnya teknik analisis bahan dalam hal ini.

• Salah satu aplikasi teknik nuklir yang banyak diterapkan di industry adalah untuk
menganalisis bahan, baik secara kuantitatif untuk menentukan jenis bahan,
maupun kuantitatif untuk menentukan kadarnya. Salah satu teknik yang digunakan
adalah perpendaran sinar X dengan alat XRF.

www.pln.co.id |
2
9

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


1. Prinsip Kerja XRF

• Menembakkan radiasi ke material. Maka unsur tersebut akan tereksitasi. Setelah


selang waktu tertentu (orde mikrodetik), unsur tersebut akan kembali ke keadaan
dasarnya (deeksitasi) dengan memancarkan sinar X karakteristik dari material yang
ditembakkan radiasi. Selanjutnya mengukur sinar-X karakteristik yang dipancarkan
dari material tersebut. Jenis unsur dideteksi berdasarkan energi. Kadar unsur
diukur berdasarkan cacahan/luas area.

www.pln.co.id |
3
0

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


1. Prinsip Kerja XRF

www.pln.co.id |
3
1

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


1. Prinsip Kerja XRF

www.pln.co.id |
3
2

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


1. Prinsip Kerja XRF
Characteristic X-Ray Energy
K lines
Atomic
Element    
Number
Na 11 1,041
Mg 12 1,254
Al 13 1,487 1,486 1,554
Si 14 1,740 1,739 1,836
P 15 2,010 2,009 2,136
S 16 2,308 2,307 2,464
Cl 17 2,622 2,621 2,816
Ar 18 2,957 2,955 3,191
K 19 3,313 3,311 3,590
Ca 20 3,691 3,688 4,013
Sc 21 4,089 4,086 4,461
Ti 22 4,509 4,505 4,932
V 23 4,950 4,945 5,427
Cr 24 5,412 5,405 5,947
Mn 25 5,895 5,888 6,491
Fe 26 6,399 6,391 7,059
Co 27 6,925 6,915 7,649
Ni 28 7,478 7,461 8,265 www.pln.co.id |
Cu 29 8,048 8,028 8,905
3
3

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


1. Prinsip Kerja XRF

www.pln.co.id |
3
4

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja

www.pln.co.id |
3
5

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


Persyaratan Proteksi Radiasi
• Persyaratan Proteksi Radiasi diterapkan untuk paparan kerja. Paparan kerja adalah
paparan yang diterima oleh pekerja radiasi. Persyaratan proteksi radiasi meliputi:
• Justifikasi pemanfaatan tenaga nuklir.
• Limitasi dosis
• Optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi

www.pln.co.id |
3
6

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja

Justifikasi Pemanfaatan Tenaga Nuklir

• Setiap orang atau badan yang melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklir wajib
memenuhi prinsip justifikasi pemanfaatan tenaga nuklir. Justifkasi harus didasarkan
pada manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko yang ditimbulkan.
Justifikasi diberlakukan dengan mempertimbangkan factor-faktor yang meliputi:
• Adanya penerapan teknologi lain dimana resiko yang ditimbulkan lebih kecil
daripada jenis pemanfaatan tenaga nuklir yang sudah ada sebelumnya.
• Ekonomi dan social.
• Kesehatan dan keselamatan.
• Pengelolaan limbah radioaktif dan dekomisioning.

www.pln.co.id |
3
7

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja

Limitasi Dosis
• Limitasi dosis wajib diberlakukan untuk paparan kerja dan paparan masyarakat
melalui penerapan nilai batas dosis (NBD) yang ditetapkan oleh Bapeten dan tidak
boleh dilampaui, kecuali dalam kondisi khusus. Nilai Batas Dosis (NBD) adalah dosis
terbesar yang diizinkan yang dapat diterima oleh pekerja radiasi dan anggota
masyarakat dalam jangka waktu tertentu tanpa menimbulkan efek genetik dan
somatik yang berarti akibat pemanfaatan tenaga nuklir. NBD pekerja radiasi untuk
penyinaran seluruh tubuh ditetapkan dengan ketentuan:
• Dosis efektif rata-rata sebesar 20 mSv pertahun dalam periode 5 tahun,
sehingga dosis yang terakumulasi dalam 5 tahun tidak boleh melebihi 100 mSv.
• Dosis efektif sebesar 50 mSv dalam 1 tahun tertentu.
• NBD masyarakat untuk penyinaran seluruh tubuh ditetapkan dengan ketentuan
dosis efektif sebesar 1 mSv (satu milisievert) pertahun.

www.pln.co.id |
3
8

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja


Limitasi Dosis
• Untuk memastikan NBD bagi pekerja dan masyarakat tidak terlampaui, pemegang
izin wajib melakukan:
• Pembagian daerah kerja
• Pemantauan paparan radiasi di daerah kerja
• Pemantauan dosis yang diterima pekerja
• Menyediakan perlengkapan proteksi radiasi

www.pln.co.id |
3
9

Proteksi Radiasi Pada Paparan Kerja

Limitasi Dosis
• Pemegang izin wajib melaksanakanakan pemantauan dosis yang diterima personil
dengan ketentuan sebagai berikut:
• Menggunakan film badge atau TLD badge, dan dosimeter saku yang terkalibrasi.
• Penggunaan peralatan pemantau dosis perorangan cukup diwakili oleh satu
orang operator untuk peralatan gauging dengn system on/off yang dioperasikan
dari panel control.
• Hasil pemantauan tersebut harus dievaluasi oleh laboratorium dosimetry yang
terakreditasi, kemudian disampaikan kepada pemegang izin dan Bapeten.
• Pemegang izin wajib memberitahukan kepada pekerja mengenai hasil evaluasi
pemantauan dosis tersebut dan bila menunjukkan dosis yang signifikan atau
melebihi NBD maka pemegang izin wajib melakukan tindak lanjut.
• Hasil pemantauan dosis pekerja harus disimpan dan dipelihara paling singkat 30
tahun terhitung sejak pekerja yang bersangutan berhenti bekerja.

www.pln.co.id |
4
0

Penanganan Keadaan Kahar Pengoperasian XRF

Keadaan Kahar yang Mungkin Terjadi: Tindakan Penanganan


1. Tersengat listrik. 1. Ketika mendapati seseorang yang tersengat
2. Konsleting pada kabel charge. Listrik, segera lepas sumber power XRF dari
3. Konsleting pada peralatan XRF. kabel charge dan segera identifikasi korban
4. XRF tidak dapat dimatikan. untuk penanganan lebih lanjut.
2. Ketika mendapati XRF konsleting segera
lepas sumber power dari kabel charge.
3. Ketika mendapati XRF tidak dapat
dimatikan, segera lepas sumber power baik
dari kabel charge maupun dari batterai.

www.pln.co.id | Li
Sekian
Terima Kasih
4
2

Contoh Soal

1. Besaran yang menyatakan jumlah 2. Untuk mengubah dosis ekivalen menjadi


muatan per satuan volume udara dosis efektif diperlukan nilai
adalah A. Faktor Kualitas
A. Paparan B. Faktor Bobot Radiasi
B. Dosis Serap C. Faktor Bobot Jaringan
C. Dosis Ekivalen D. Faktor Konversi dari Rontgen ke Rad
D. Dosis Efektif

www.pln.co.id | Li
4
3

Contoh Soal

3. Pengertian Pekerja Radiasi adalah 4. Langkah pertama yang paling tepat pada
A. Setiap orang yang bekerja dengan prosedur penanganan keadaan darurat
radiasi yang diperkirakan menerima pengoperasian pesawat sinar-X adalah
dosis tahunan melebihi dosis untuk A. Mengeluarkan korban dari medan radiasi
masyarakat umum B. Mengisolasi Daerah Kecelakaan
B. Setiap orang yang diperkirakan akan C. Meminta bantaun pihak terkait
menerima radiasi sekecil apapun D. Menghentikan operasi
dosis yang diterima
C. Setiap penerimaan dosis baik dari
pekerjaan maupun dari pengobatan
dengan radiasi
D. Setiap orang yang bekerja dengan
radiasi yang diperkirakan menerima
dosis tahunan melebihi NBD
www.pln.co.id | Li