Anda di halaman 1dari 8

PENENTUAN BESARNYA SAMPEL

(Sampel Size)
Penetapan besarnya sampel
tergantung 2 hal :

 Adanya sumber-sumber yang dapat digunakan


untuk menentukan batas maksimal dari
besarnya sampel
 Kebutuhan dari rencana analisis yang
menentukan batas minimal dari besarnya
sampel
Pertanyaan yang perlu dijawab, ketika
menghitung sampel size minimum :

1. Berapa angka perkiraan yang masuk akal dari proporsi2 yang


akan diukur dlm penelitian. Apabila tdk dapat memperkirakan hal
tsb, yg paling aman dgn memperkirakan angka 0,50 (50%).
2. Berapa tingkat kepercayaan yg diinginkan dlm penelitian tsb,
atau berapa jauh penyimpangan estimasi sampel dari proporsi
sebenarnya dalam keseluruhan populasi. (0,01 atau 0,05).
3. Berapa derajat kepercayaan (CI) yg akan digunakan, agar
supaya estimasi sampel akurat. Pada umumnya digunakan 91%
atau 95% derajad kemaknaan (Confidence level)
4. Berapa jumlah populasi yg harus diwakili oleh sampel tersebut ?
Apabila besar populasi itu lebih dari 10.000, maka ketepatan
besarnya sampel tidak begitu penting. Tetapi bila populasi lebih
kecil dari 10.000, ketepatan atau besarnya sampel perlu
diperhitungkan.
RUMUS :

pq N-n
d  z 
n N -1
Keterangan :
d = penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang
diinginkan, biasanya 0,05 atau 0,01
z = Standar deviasi normal, biasanya ditentukan pada 1,95 atau
2,0 yang sesuai dengan derajat kemaknaan 95%.
p = proporsi untuk sifat tertentu yang diperkirakan terjadi pada
populasi. Apabila tidak diketahui proporsi sifat tertentu tsb,
maka p = 0,05
q=1–p
N = besarnya Populasi
n = besarnya sampel
Untuk populasi kecil atau lebih kecil dari 10.000, dapat menggunakan
Formula yang lebih sederhana lagi seperti berikut :

Keterangan :
N
n N = Besar populasi
1  N (d 2 ) n = Besar sampel
d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan sampel :
1. Sampel yg lebih besar akan memberikan hasil yang lebih akurat, tetapi
memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, biaya dan fasilitas lainnya.
2. Pengambilan sampel acak memberikan data kuantitatif yang lebih
representatif dari populasi yang besar daripada pengambilan sampel
yang non random. Tetapi sampel yang non random dapat digunakan
untuk memaksimalkan data kualitatif dari sampel yang relatif kecil
3. Besar kecilnya sampel bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan
representatif atau tidak representatifnya terhadap populasi. Hal itu
tergantung pula pada sifat-sifat populasi yang diwakilinya.
Contoh :

Penelitian tentang status gizi anak balita di


kelurahan X dengan jumlah populasi 923.000,
dimana kasus atau prevalensi gizi kurang pada
populasi tsb tidak diketahui. Berapa jumlah
sampel yang harus diambil apabila
menghendaki derajat kemaknaan 95% dan
dengan estimasi penyimpangan 0,05 ?
Rumus :

χ .N.P(1 - P)
2
s Issac and Michael (1982)
D ( N - 1)  χ .P(1 - P)
2 2

Keterangan :
S = jumlah sampel yang dikehendaki
N = jumlah anggota populasi
P = 0,50
D = 1,96
X2 = nilai X dengan df maksimum 30
Jawab :

 N = 923.000
 d = 0,05
 z = 1,95
 p = 0,5 (karena tidak diketahui)
 q = 1 – 0,5 = 0,5
 n=?