Anda di halaman 1dari 36

Oleh

Afif Alwafi Luthfan


GGM.32.320

Senin, 13 November 2017


Afif Alwafi Luthfan
“POLONK”
GGM 32.320
Asal Kota Padang

Pengalaman Ngarung:
Sungai Elo 14
Sungai Progo Bawah 4
Sungai Serayu
SEJARAH PERKEMBANGAN ARUNG JERAM DUNIA

Orang Carin Indian mengembangkan dengan nama


PIROGUE
Sedangkan Orang Primitif menyebutnya Dug Out
Canoe yang kemudian dikembangkan menjadi
bark out canoe.
Orang Eskimo menciptakan Skin Covered Craft..
Pada Abad ke-19 John McGregor mengembangkan
kendaraan air untuk rekreasi dan olahraga.Menggunakan bahan
plastik,alumunium,fiberglass, dan karet.

Setelah PD-II usai, perahu angkatan laut amerika


menciptakan Basket Boat.

Hingga Tahun 1983, barulah diproduksi perahu dari Jim


Casady disebut self bailer karena mengeluarkan air dari perahu
dengan sendirinya.

Selain jenis perahu ini,dikembangkan pula perahu


Kataraf dibuatboleh ahli geologi rusia, diadopsi dari perahu
katamaran yang digunakan nelayan laut.
Basket boat Kataraf
Sarana (Perahu) Zaman Now..
SEJARAH PERKEMBANGAN ARUNG JERAM DI INDONESIA

Kegiatan Resmi pengarungan sungai berarus deras


diselenggerakan oleh WANADRI untuk pertama kalinya di Sungai
CITARUM.

Kemudian menyusul kegiatan- kegiatan ekspedisi : Club


Aranyacala Trisakti di California, Oregon, dan Idaho USA tahun 1992.
Ekspedisi wanita di Sungai Zambesi,Zimbabwe 1994.

Arung jeram komersil pertama kali dimulai di Sungai Ayung


Bali oleh Sobex Expedition (staff organisasi Arung jeram international)

Pada Era 90-an kegiatan arung jeram berkembang pesat, lalu


didirikannya FAJI pada tanggal 29 Maret 1996 yang dibidani oleh 30
club arung jeram komersil maupun amatir
KARAKTERISTIK SUNGAI

SUNGAI
Sungai merupakan salah satu tubuh perairan darat yang
mengalir dari hulu ke muara. Bagian sungai : Hulu, Tengah, dan Hilir

JERAM

Adalah terjemahan dari bahasa inggris rapid : bagian sungai


yang mengalir air dengan deras.

4 Faktor pembentuk jeram :


1.Volume Air
Q= V.A
Q: debit volume air
V: Kecepatan Arus
A:luas penampang sungai
2. Gradien
Gradien menunjukkan nilai rata-rata penurunan ketinggian
dalam jarak tertentu.
3.Kekasaran Dasar Sungai
Letak batuan atau tonjolan dasar sungai yang tidak
beraturan mengakibatkan turbulensi aliran sungai.
4.Penyempitan
Semakin sempit penampang sungai semakin deras
arusnya.
Tingkat Kesulitan Sungai
Menurut AWA(American Whitewater Affiliation) tingkat kesulitan
sungai hanya I – VI, sedangkan kategori Western dari I – IX diterapkan pada
sungai-sungai di kawasan barat Amerika Serikat misalnya Sungai Colodaro.
Kelas I (Easy)
Air mengalir berombak kecil, ada beberapa rintangan dapat terlihat jelas dan dapat dihindari

Kelas II (Novice)
Jeram kecil mudah dilalui,karena jalurnya jelas dapat dilihat dengan jelas tanpa harus
scouting(pengamatan)

Kelas III (Intermediate)


Jeram dengan ombak sedang,tidak teratur dan agak sulit dihindari.

Kelas IV (Advance)
Jeram-jeram besar dan kuat arusnya serta bebatuan yang cukup besar.

Kelas V (Expert)
Jeram-jeram yang panjang berkekuatan besar menghadang dan sangat berbahaya

Kelas VI (Ekstreme)
Pertarungannya menggambarkan kesulitan, hal-hal yang tidak terduga dan bahay yang ada pada titik
ekstrem.
HOLES

Arus balik yang sangat kuat dapat membahayakan perahu dan


awaknya.Pada Holes arus akan keluar melalui bagian bawah, sedangkan arus
yang keatas akan berbalik arah menuju upstream yang disebut backwash.

Ada 4 bentuk holes:


Hole Tersenyum, Hole Manggut, Hole Horisontal, Hole Diagonal
Undercut dan Potholes
Undercut biasanya terdapat pada dinding tebing sekitar
belokan sungai yang terbentuk akibat pengikisan air membentuk
rongga kecil yang sangat berbahaya jika air naikk perahu atau
orang dapat terperangkap.

Entrapment
bahaya utama yang terdapat di sungai dangkal dan berarus
deras adalah kaki penjepit.

STAINERS
Adalah pohon tumbang atau dahan kayu besar yang ada
didalam air.

Longsoran atau runtuhan


Tebing yang longsor dalm air.
Tipe Tipe Arus

Lidah Air
Lidah air berbentuk huruf V mengarah ke
hulu.
Gelombang berdiri (standing Wave)
terbentuk karena adanya pertemuan arus
bawah dan arus permukaan yang menuju
kebawah
Haystacks
Standingg wave yang mencapai tinggi 3
meter
Stopper/Bolder
Batu yang terlihat atau nampak di permukaan air
sungai.
Pillows
Batuan sungai yang terendam air sungai.
Roostertails
Mirip dengan pillows tapu lebih ganas karena
aliran yang cepat bergerak keatas menabrak batu dan
rintangan.
Eddies/Pusaran air
sangat bermanfaat karena dapat digunakan
sebagai tempat istirahat.
Belokan/Bends
Terbentuk karena adanya gaya sentrifugal pada
belokan sebelah luar sehingga air lebih cepat dari sebelah
dalam.
Penyempitan Penampang Sungai (Bottle Neck)
Adanya penyempitan lebar penampang sungai
menyebabkan arus menjadi lebih cepat. Hal ini juga menyebabkan
laju perahu lebih cepat dari yang dikehendaki. Sehingga jika
setelah ada penyempitan ada suatu hambatan akan menyulitkan
pengarungan.
Perlengkapan Arung jeram

1.Perahu
2.Dayung

-Pegangan, berbentuk huruf “T”, biasa disebut “T grip”.


-Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
-Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat
karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang
terbuat dari bahan campuran plastik.
3.Pakaian baju lengan panjang, celana panjang bukan
jeans
4.Helm
5.Pelampung
6.Sepatu yang menutup mata kaki
7.Pompa
8.Body Flip/Flip Line
9.Peluit
10.Kotak p3k
11.Throwing Bag
12.Peta Sungai
ABA-ABA PENGARUNGAN

-Dayung Maju
-Dayung Mundur
-Stop
-Belok kiri
-Belok Kanan
-Menunduk(Bump)
-Pindah Kiri
-Pindah kanan
-Pindah Depan
-Pindah Belakang
TEKNIK DAYUNG

1.Dayung Maju
2.Dayung Mundur
3. Dayung Tarik (kanan/kiri)
4. Dayung Tolak (kanan/Kiri)
5.Dayung pancung/potong (kanan/kiri)

6.Dayung C
7.Dayung Blok
8.Dayung J
SKIPPER ONLY
9.Dayung Z
10.Dayung Congkel
TEKNIK RESCUE (Keselamatan dan
Penyelamatan)
a. Defensive swimming positionDefensive swimming position adalah berenang
mengikui arus dalam posisi terlentang, kaki dalam keadaan rapat dan selalu berada di
atas air untuk menghindari foot entrapment. Defensive swimming dilakukan pada
arus deras dengan pandangan terarah ke hilir. Gunakan tangan sebagai pengatur
keseimbangan atau untuk menuju pinggiran sungai dan menghindari berbagai
rintangan lainnya. Ingat ... walaupun tidak terjadi sesuatu selama anda melakukan
defensive swimming dan anda mulai menikmatinya, anda tidak dalam posisi yang
benar-benar aman. Berusahalah untuk menggapai tepian sungai dan segera keluar
dari air. Jangan mencoba berdiri, meskipun pada daerah dangkal sekalipun, sebelum
anda mencapai tepian sungai atau berada pada arus yang cukup tenang.
b. Aggressive swimming positionAggressive swimming position adalah berenang
dengan cara melawan arus. Dilakukan pada arus yang relatif tenang dengan posisi
menghadap ke hulu. Tujuannya, untuk mendekati perahu penolong, menghindari
strainer, sieves, undercut, dan untuk menyeberang ke sisi tepian sungai yang lain
dengan cepat. Ingat, aggressive swimming ini hanya efektif dilakukan pada arus
sungai yang relatif tenang. Jika anda lakukan ini pada arus deras, tenaga anda akan
terbuang percuma; anda akan tetap terseret arus deras.
SCOUTING
adalah pengamatan sebelum memasuki jeram yang
belum diketahui. Scouting dapat dilakukan didarat
dan diatas perahu.

Tahapan Scouting
1. Analyze : Analisa hasil scouting dengan seluruh
awak.yang perlu dianalisa letak jeram,jalur
alternatif,dll
2. Formulate : Bila akan melewati jeram harus dengan
keyakinan kuat bahwa mampu untuk melewati
jeram tersebut
3. Execute : Bila sudah matang segera melakukan
pengarungan, portaging, lining, atau keputusan yang
dibuat.
TERIMA KASIH