Anda di halaman 1dari 13

JENIS SPT

• SPT Masa
• Adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan
perhitungan dan atau pembayaran pajak yang terutang dalam suatu
Masa pajak atau pada suatu saat.
• SPT Tahunan
• Adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan
penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang dalam suatu Tahun
Pajak.

2
BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SPT MASA

• PPh Pasal 21
• Tgl 20 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak berakhir.
• PPh Pasal 22 Impor, PPN dan PPn BM Impor
• 14 hari setelah berakhirnya Masa Pajak.
• PPh Pasal 23
• Tgl 20 bulan takwim berikutnya setelah masa Pajak berakhir.
• PPh Pasal 25
• Tgl 20 bulan takwim berikutnya setelah masa Pajak berakhir.
• PPh Pasal 26
• Tgl 20 bulan takwim berikutnya setelah masa Pajak berakhir.

3
BATAS WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN

• SPT Tahunan PPh Orang Pribadi/Badan


• Selambatnya 3 bulan setelah Tahun Pajak berakhir.
• SPT Tahunan Pasal 21
• Selambatnya 3 bulan setelah Tahun Pajak berakhir.

4
SURAT SETORAN PAJAK (SSP)

• Surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melakukan pembayaran atau
penyetoran pajak yang terutang ke kas negara melalui Kantor Pos dan
atau Bank BUMN atau Bank BUMD atau Bank lain yang ditunjuk oleh
Menteri Keuangan.
• Fungsi SSP:
• Sebagai sarana untuk membayar pajak
• Sebagai bukti dan laporan pembayaran pajak

5
BATAS WAKTU PEMBAYARAN PAJAK

• PPh Pasal 21
• Tanggal 10 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak berakhir.
• PPh Pasal 22 Impor, PPN dan PPn BM atas Impor
• Pada saat penebusan dokumen impor melalui PIB (Pemberitahuan
Impor Barang)
• PPh Pasal 23
• Tanggal 10 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
• PPh Pasal 25
• Tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.

6
BATAS WAKTU PEMBAYARAN PAJAK (Cont…)

• PPh Pasal 26
• Tanggal 10 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
• PPN dan PPn BM
• Tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
• PPh Pasal 29
• Tanggal 25 bulan ketiga tahun takwim.

7
SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP)

ADA 4 (EMPAT) JENIS SURAT KETETAPAN PAJAK YAITU:


• SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar)
– Berdasarkan pemeriksaan/keterangan lain ternyata tidak atau kurang dibayar.
– SPT (termasuk surat tegoran) tidak disampaikan pada waktunya.
– Berdasarkan hasil pemeriksaan PPN/PPnBM tidak harus dikompensasikan atau tidak
dikenakan tarif 0%.
– Kewajiban menyelenggarakan pembukuan/pencatatan tdk dipenuhi sehingga tidak
dapat diketahui besarnya pajak yang terutang.
• SKPKBT (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan)
– Terdapat data baru atau data yang sebelumnya belum terungkap menyebabkan
bertambahnya pajak yang terutang pada SKP sebelumnya.
– Ditemukan lagi data yang sebelumnya belum terungkap dalam SKPKBT.
• SKPLB (Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar)
– Apabila kredit pajak atau pajak yang dibayar lebih besar dari pajak terutang.
• SKPN (Surat Ketetapan Pajak Nihil)
– Apabila kredit pajak atau pajak yang dibayar sama dgn dari pajak terutang.

8
SURAT TAGIHAN PAJAK (STP)

Surat Tagihan Pajak (STP) adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan
atau sanksi administrasi brpa bunga dan atau denda pajak

STP dikeluarkan apabila:


• Pajak penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar.
• Hasil penelitian SPT tdpt kurang bayar krn salah tulis atau salah hitung.
• WP dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga.
• Pengusaha yg dikenakan pajak tapi tidak melaporkan kegiatan usahanya
untuk dikukuhkan sebagai PKP.
• Pengusaha yg tidak dikukuhkan sebagai PKP telah membuat faktur pajak
atau pengusaha yg telah dikukuhkan sebagai PKP tetapi tidak membuat
atau tidak mengisi selengkapnya faktur pajak.
9
KEWAJIBAN WAJIB PAJAK

• Mendaftarkan diri (NPWP/NPPKP).


• Mendaftarkan diri pd kantor Ditjen Pajak dan kepadanya diberikan NPWP.
• Bagi WP orang pribadi yg menjalankan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas
serta WP badan, paling lambat 1 bulan sejak usaha dimulai.
• Bagi WP orang pribadi yg pengasilan dalam satu bulan telah melebihi PTKP,
wajib mendaftarkan diri paling lambat akhir bulan berikutnya.
• Bagi pengusaha yg mlakukan penyerahan BKP/JKP berkewajiban melaporkan
usahanya ke Ditjen Pajak untuk dikukuhkan menjadi PKP dan kepadanya
diberikan NPPKP. Paling lambat 1 bulan sejak usaha dimulai.
• Sanksi dengan sengaja tdk memiliki NPWP/NPPKP: kurungan maks 6 tahun dan
denda 4 kali pajak terutang.

10
KEWAJIBAN WAJIB PAJAK (Cont…)

• Menyampaikan surat pemberitahuan (SPT/SPM).


• Wajib pajak wajib melaporkan surat pemberitahuan kepada kantor Ditjen Pajak utk
melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak terutang.
• Penyetoran SPT (Tahunan) paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak.
• Penyetoran SPM (Masa) paling lambat 20 hari setelah akhir masa pajak.

11
KEWAJIBAN WAJIB PAJAK (Cont…)

• Membayar sendiri pajak yang terutang (SSP).


• Surat Setoran Pajak (SSP) adalah surat yg digunakan oleh WP utk melakukan pembayaran/penyetoran
pajak terutang ke kas negara.
• SSP tahunan (PPh ps. 29) paling lambat tanggal 25 setelah akhir tahun pajak.
• SSP masa (bulanan) paling lambat tanggal 10/15 tergantung jenis pajaknya.

• Menyelenggaraan pembukuan/pencatatan.
• WP orang pribadi yg melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan wajib pajak badan di
Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan.
• Dokumen pembukuan/pencatatan hrs disimpan selama 10 th (daluarsa pajak).

• Melayani proses pemeriksaan pajak yg dilakukan oleh fiskus.


• Termasuk jika WP terikat oleh suatu kewajiban merahasiakan dokumen, maka kewajiban tersebut
ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan pajak.

12
HAK WAJIB PAJAK

• Melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan.


• Dalam hal belum dilakukan tindakan pemeriksaan, wajib pajak berhak untuk melakukan pembetulan
SPT/SPM yang sudah disampaikan. Kekurangan pem-bayaran dikenakan sanksi bunga sebesar 2%
perbulan (max 24 bln) dihitung sejak penyerahan SPT/SPM berakhir sampai pembayaran.
• Pembetulan SPT/SPM dibatasi dalam jangka waktu 2 tahun. Bisa lewat 2 tahun asal belum dikeluarkan
SKP dgn membayar kekurangan beserta sanksi 50%.
• Meminta kembali kelebihan pembayaran pajak.
• Restitusi, diminta dalam bentuk uang tunai.
• Kompensasi, dipakai untuk membayar utang pajak lain.
• Mengajukan keberatan (termasuk pengurangan).
• Diajukan atas surat ketetapan pajak dan atas pot/put oleh pihak-3.
• Mengajukan permohonan banding.
• Diajukan kepada Badan Peradilan Pajak atas surat keputusan keberatan.
• Mendapatkan imbalan bunga berkenaan dgn keberatan/banding

13

Anda mungkin juga menyukai