Anda di halaman 1dari 51

Case Report

Infark Cerebri

Novita Amelia
Pembimbing : dr. Elvina Zuhir, Sp.S

Medical faculty of Abdurrab University – Pekanbaru


LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny.H
 Umur : 53 Tahun
 Alamat : jl. Prof M. Yamin, Bangkinang
 Pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Agama : Islam
 Status Perkawinan : Menikah
 Tanggal di rawat : 16 Agustus 2017

Medical faculty of Abdurrab University – Pekanbaru


 Keluhan Utama:
Lemah Anggota gerak sebelah kiri
 Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang melalui IGD dengan keluhan lemah
anggota gerak sebelah kiri sejak pagi dini hari
setelah sholat subuh. Lemah dirasakan pada kaki
dan tangan kiri namun masih bisa digerarakkan
sedikit, tangan kiri masih bisa diangkat namun
tidak bisa menggenggam. Nyeri kepala (+), mual
dan muntah di sangkal, batuk (+).

Medical faculty of Abdurrab University – Pekanbaru


 Riwayat Penyakit Dahulu:
 Pasien belum pernah mengalami hal ini sebelumnya
 Pasien mempunyai riwayat hiperkolestrolemia sejak lebih kurang 5 tahun yang
lalu
 Riwayat hipertensi disangkal
 Riwayat diabetes militus disangkal

 Riwayat Penyakit Keluarga:


Di keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan hal serupa
 Riwayat Pribadi dan Sosial:
 Pekerjaan : pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga
 Satu hari sebelumnya pasien mengaku makan-makanan
berlemak berupa jeroan kerbau dan santan
Pemeriksaan Umum
 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Komposmentis
 GCS : E4M5V6
 Tinggi badan : 155 cm
 Berat badan : 53 kg
Tanda Vital
 Tekanan darah : 130/80 mmHg
 Frekuensi nadi : 86 x/menit, reguler.
 Frekuensi Pernafasan : 14 x/menit
 Suhu : 37 oC
 Kelenjar Getah Bening
• Leher : Tidak ada pembesaran
• Aksila : Tidak ada pembesaran
• Inguinal : Tidak ada pembesaran
 Kepala
• Mata : Sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/-, refleks
pupil+/+
• Hidung : Sekret (-), deviasi septum (-).
• Mulut : Bibir kering (-).
• Telinga : kelainan kongenital (-), keluar cairan dari telinga
(-)
Leher : spasme otot-otot leher (-), spasme otot bahu (-), nyeri (-)
Thoraks
Paru-paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris, bentuk dada normal.
Palpasi : Gerak dinding dada simetris, vocal fremitus (+/+)
Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru.
Auskultasi : vesikuler +/+, Ronkhi -/-, wheezing -/-
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.
Palpasi :Ictus cordis teraba di linea midclavicularissinistra.
Perkusi :
Batas jantung kanan: SIC IV linea parasternalis dekstra.
Batas jantung kiri : SIC V 1 jari lateral linea midclavicula sinistra.
Auskultasi : Bunyi jantung I & II reguler, gallop (-), Murmur (-)

Abdomen
Inspeksi : Bentuk perut datar, distensi (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
Palpasi : Supel, nyeri tekan (+), tidak ada pembesaran hepar dan lien
Perkusi : Timpani.
Status Neurologis
 Tanda Rangsang Selaput Otak: negatif
 Tanda Peningkatan Tekanan intrakranial: negatif

Pemeriksaan Saraf Kranial:


 N.I (N. Olfactorius) : dalam batas normal
 N.II (N. Optikus) : dalam batas normal
 N.III (N. Okulomotorius) : dalam batas normal
 N. IV (N. Trochlearis) : dalam batas normal
 N. V (N. Trigeminus) : keterbatasan membuka mulut dan menggerakkan rahang
 N. VI (N. Abduscen) : dalam batas normal
 N. VII (N. Facialis) : raut wajah asimetris, lateralisasi ke kiri, keterbatasan
bersiul atau menunjukkan gigi
 N. VIII (N. Vestibulocochlearis) : dalam batas normal
 N. IX (N. Glossopharingeus) : dalam batas normal
 N. X (N. Vagus) : dalam batas normal
 N. XI (N. Assesorius) : dalam batas normal
 N. XII (N. Hipoglossus) : dalam batas normal
 Pemeriksaan Fungsi Motorik : normal

Ekstremitas Superior Inferior

Kanan Kiri Kanan Kiri

Gerakan Normal Lemah Normal Lemah

Kekuatan 555 333 555 333


Trofi Normotrofi Normotrofi Normotrofi Normotrofi

Tonus Normotonus Hipotonus Normotonus Hipotonus

 Reflek patologis :
 Babinski : positif
 PEMERIKSAAN LABORATORIUM
 Hb : 11,5 gr%
 Leukosit : 5000/mm3
 Trombosit : 219.000 103/mm3
 Hematokrit : 36%
 Ureum : 17 mg/dl
 Kreatinin : 1,0 mg/dl
 SGOT : 18 U/L
 SGPT : 15U/L
 GDS :101 Mg/dl
 Kolestrol total : 248 mg/dl

Rencana pemeriksaan CT SCAN


 Diagnosis
 Diagnosis Klinis : hemiparesis sinistra
 Diagnosis Topik : cortex
 Diagnosis Etiologi : infark serebri
 Diagnosis Banding : Strok Hemoragik
Terapi

 Inj citicolin 2x500 mg


 Inj ketorolac 2x 1 ampul Non-medikamentosa
 Clopidogrel 1x 75 mg Fisioterapi
 Lansoprazol 1x1
Edukasi
 Simvastatin 1x20 mg Diet rendah lemak
 Sucralvat syr 3x1
 Ambroxol 3x1
PROGNOSIS

 Quo ad vitam : Dubia ad bonam


 Quo ad functionam : Dubia ad bonam
 Quo Ad Sanationam : Dubia ad bonam
Hari/tanggal S O A P
Kamis/17/8/2017 nyeri tengkuk, nyeri TD : 140/100 Infark serebri clopridogrel 1x1
kepala, tangan kiri lemah mmhg lansoprazole 1x1
dan susah menggenggam simvastatin 1x1
sucralvat syr 3x1
citicoline 2x1
omeprazole 1x1
ketorolac 2x1

Jumat/18/8/2017 nyeri tengkuk, nyeri TD : 130/80 infark cerebri clopridogrel 1x1


kepala mulai berkurang, mmhg lansoprazole 1x1
tangan kiri lemah dan simvastatin 1x1
susah menggenggam, sucralvat syr 3x1
batuk citicoline 2x1
omeprazole 1x1
ketorolac 2x1

Sabtu/ 19/8/2017 nyeri tengkuk dan nyeri TD : 130/70 infark cerebri clopridogrel 1x1
kepala sudah berkurang , mmhg lansoprazole 1x1
tangan kiri masih lemah simvastatin 1x1
dan susah menggenggam, sucralvat syr 3x1
batuk citicoline 2x1
omeprazole 1x1
ketorolac 2x1
Pembahasan
ANAMNESIS

Gejala klinis Pusing, disertai kepala terasa kaku sampai leher,


mulut mereng ke kiri, kelemahan anggota gerak kiri

(hemiparesis sinistra).

Defisit neurologis yang terjadi pada stroke disebabkan


oleh adanya gangguan pembuluh darah otak yang terganggu,
kerusakan pada area otak sisi dextra akan
memberikan deficit motoric pada sisi kontralateral (sinistra).
Faktor resiko

salah satu factor resiko terjadinya strok


Hiperkolestrolemia iskemik akibat kadar HDL yang rendah dan
LDL yang tinggi dapat menyebabkan
terjadinya plak aterom yang dapat
menyebabkan infark.
Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan rangsang meningeal dan kaku


kuduk yang negatif dapat membantu
menyingkirkan kemungkinan ICH terutama
bila ICH sampai mengisi ventrikel

kekuatan otot ekstermitas inferior dan


superior sinistra lebih lemah,
kemungkinan terdapat lesi pada hemisfer
otak dextra.
KESIMPULAN

 Stroke adalah sindroma klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak
secara fokal maupun global yang dapat menimbulkan kematian atau
kecacatan yang menetap lebih dari 24 jam
 Diagnosis stroke didapatkan berdasarkan anamnesis dan dari gejala stroke
yang muncul, pemeriksaan fisik yang didapatkan adanya deficit neurologis
dan pemeriksaan penunjang.
 CT scan kepala merupakan gold standar yang dilakukan untuk membedakan
stroke terjadi karena iskemik atau perdarahan.
 Penanganan dini terhadap pasien stroke sangat mempengaruhi prognosis.
 Penanganan yang cepat dan tepat dapat menurunkan angka mortalitas dan
morbiditas.
 Pencegahan terhadap berbagai faktor resiko stroke harus tetap dilakukan
untuk mencegah terjadinya stroke berulang.
By: Novita Amelia

Pembimbing : dr. Elvina Zuhir, Sp.S


 Penyakit yang terjadi akibat terganggunya aliran
darah ke otak secara tiba-tiba sehingga
menyebabkan kerusakan neurologis dan dapat
menimbulkan cacat dan kematian

Stroke disebut juga sebagai serangan otak (brain attack)


merupakan penyebab cacat (disabilitas, invaliditas).

Secara umum sinonim stroke :


 Cerebro Vascular Disease (CVD)
 Penyakit akibat ggn peredaran darah otak
(GPDO)
STROKE ISKEMIK

 Stroke iskemik (non hemoragik) atau infark


otak yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang
menyebabkan aliran darah ke otak sebagian
atau keseluruhan terhenti
 Yang mengakibatkan gangguan neurologik fokal
Epidemiologi
 Di AS, stroke mrp penyebab kematian ke-3 setelah jantung dan kanker,
diderita oleh 500.000 orang per tahunnya

 Di Indonesia, menurut SKRT th 1995, stroke termsk penyebab kematian


utama, dengan 3 per 1000 penduduk menderita penyakit stroke dan jantung
iskemik.

 Di dunia, menurut SEAMIC Health Statistic 2000, penyakit cardiovaskuler


seperti jantung koroner dan stroke berada diurutan kedua penyebab
kematian tertinggi di dunia.

 Secara umum, 85% kejadian stroke adalah stroke oklusif, 15 % adalah


stroke hemoragik
ETIOLOGI

1. Hypoxia Trombosis Emboli

Emboli
Atherosklerosis pada arteri otak (pembentukan plak/
deposisi lemak pada pembuluh darah)
Hiperkoagulabilitas darah
Peningkatan kadar platelet
Trombosis
FAKTOR RESIKO STROKE
FAKTOR RESIKO YG DPT
DIKENDALIKAN

 Hipertensi
 Penyakit jantung
 Jumlah sel darah merah
(hematokrit meningkat)
 Kolesterol
 Obesitas
 Kontrasepsi
 Diabetes
 Stress
FAKTOR RESIKO YG TAK DPT DIKENDALIKAN

Usia
Ras
Jenis kelamin
Riwayat Transient Ischemic Attacks (TIA)
Riwayat stroke terdahulu
Hereditas / genetik / keturunan
KLASIFIKASI STROKE
Berdasarkan Stadium Klinik
a. Transient Ischemic Attack
❁ Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan
peredaran darah di otak akan menghilang dlm
wkt 24 jam.
b. Reversible Ischemic Neurological Deficit (RIND)
❁ Gejala neurologik yang timbul akan menghilang
dlm
waktu > 24 jam, tapi tidak lebih dari
seminggu.
c. Stroke Progresif (Progressive Stroke/Stroke In Evaluation)
❁ Gejala neurologik makin lama makin
berat.
KLASIFIKASI STROKE
KLASIFIKASI STROKE
Berdasarkan sindroma klinis yang berhubungan dgn
lokasi
lesi otak :
a) Total Anterior Circulation Infarct (TACI).
b) Partial Anterior Circulation Infarct (PACI).
c) Posterior Circulation Infarct (POCI).
d) Lacunar infarct (LACI).

Berdasarkan sistem pembuluh darah


a) Sistem karotis.
b) Sistem vertebro-basilar.
Berdasarkan subtipe penyebab
 Stroke lakunar
 Infark lakunar merupakan infark yang terjadi setelah oklusi
aterotrombotik salah satu dari cabang-cabang penetrans sirkulus
Willisi, arteria serebri media, atau arteri vertebralis dan
basilaris.
 Stroke trombotik pembuluh besar
 sering berkaitan dengan lesi aterosklerotik, Sebagian besar
terjadi saat tidur, saat pasien relative mengalami dehidrasi dan
dinamika sirkulasi menurun
 Stroke embolik
 Stroke yang terjadi akibat embolus biasanya menimbulkan defisit
neurologik mendadak dengan efek maksimum sejak awitan
penyakit. Biasanya serangan terjadi saat pasien beraktivitas
 Stroke kriptogenik
 Biasanya berupa oklusi mendadak pembuluh intrakranium besar tanpa
penyebab yang jelas walaupun telah dilakukan pemeriksaan diagnostik
dan evaluasi klinis yang ekstensif.
PATOGENESIS STROKE ISKEMIK

Aterotrombosis Memutuskan aliran darah otak


Emboli (cerebral blood flow/CBF)

Nilai normal CBF = 53 ml/100 mg jaringan otak/menit


Jika CBF < 30 ml/100 mg/menit iskemik

Bagian sentral
infark ( Umbra )
dikelilingi oleh
jaringan iskemik
yg msh dpt pulih
( Penumbra )
PATOGENESIS STROKE ISKEMIK
Otak
1. Jika CBF < 10 ml/100 Hipoksia/
kekurangan
mg/menit Anoksia
oksigen

2. Adanya perubahan Pompa Na/K


metabolisme tertutup

3. Terjadi Aktivasi Kalsium masuk ke


Reseptor Glutamat dalam sel Otak
PATOGENESIS STROKE ISKEMIK
4. Penurunan aliran darah
otak berlangsung 1-6 menit Terjadi Iskemik
Jaringan Otak

Vacuolation

Kematian Sel otak 5. Penurunan aliran darah


otak > 6 mnt
Perbedaan stoke hemoragik dan iskemik
Gejala klinik Stroke hemoragik Stroke
non hemoragik
Perdarah Perdarahan
intraserebral subarachnoid

Defisit fokal Berat Ringan Berat- ringan

Nyeri kepala Nyeri kepala Sangat hebat Tidak ada

Muntah pada awalnya Sering sering Tidak ada

Penurunan kesadaran Ada Ada Tidak ada

Kaku kuduk Tidak ada Ada Tidak ada

Liquor Berdarah Berdarah Jernih

Paresis / gangguan N. III Tidak ada Ada Tidak ada

Waktu serangan Lagi aktif Lagi aktif Bangun pagi


GEJALA DAN TANDA KLINIK
STROKE ISKEMIK

1. Gejala akibat
penyumbatan
Arteri Karotis Interna

Buta mendadak (amaurosis fugaks)


Ketidakmampuan utk berbicara/mengerti bahasa lisan
(disfasia) bila ggn terletak pada sisi dominan.
Kelumpuhan pd sisi tubuh yg berlawanan
(hemiparesis kontralateral)
GEJALA DAN TANDA KLINIK
STROKE ISKEMIK

2. Gejala akibat penyumbatan


Arteri Serebri Anterior.

Hemiparesis kontralateral dgn kelumpuhan tungkai


lebih menonjol.
Gangguan mental.
Gangguan sensibilitas pada tungkai yang lumpuh.
Ketidakmampuan dalam mengendalikan buang air.
Bisa terjadi kejang-kejang.
GEJALA DAN TANDA KLINIK
STROKE ISKEMIK

3. Gejala akibat penyumbatan


Arteri Serebri Media.

Bila sumbatan di pangkal arteri, terjadi kelumpuhan


yang lebih ringan. Bila tidak di pangkal maka lengan
lebih menonjol.
Gangguan saraf perasa pada satu sisi tubuh.
Hilangnya kemampuan dalam berbahasa (aphasia).
GEJALA DAN TANDA KLINIK
STROKE ISKEMIK

4. Gejala akibat penyumbatan


Sistem Vertebrobasilar.

Kelumpuhan di satu sampai keempat ekstremitas.


Meningkatnya refleks tendon.
Gangguan dalam koordinasi gerakan tubuh.
Gejala-gejala sereblum seperti gemetar pada tangan
(tremor), kepala berputar (vertigo).
Ketidakmampuan untuk menelan (disfagia).
Gangguan motoris pada lidah, mulut, rahang dan
pita suara sehingga pasien sulit bicara (disatria).
GEJALA DAN TANDA KLINIK
STROKE ISKEMIK

4. Gejala akibat penyumbatan Sistem


Vertebrobasilar.(cont.)

Kehilangan kesadaran sepintas (sinkop), penurunan kesadaran scr lengkap


(strupor), koma, pusing, ggn daya ingat, kehilangan daya ingat terhadap
lingkungan (disorientasi).
Gangguan penglihatan, sepert penglihatan ganda (diplopia), gerakan arah
bola mata yang tidak dikehendaki (nistagmus), penurunan kelopak mata
(ptosis), kurangnya daya gerak mata, kebutaan setengah lapang pandang
pada belahan kanan atau kiri kedua mata (hemianopia homonim).
Gangguan pendengaran.
Rasa kaku di wajah, mulut atau lidah.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. LABORATORIUM DARAH
- Rutin
- Hematokrit
- Masa perdarahan dan pembekuan
- Gula Darah I / II
- Kolesterol total, HDL, LDL
- Trigliserid
- Asam urat
- Ureum , Kreatinin
- Elektrolit
- Khusus : - Agregasi trombosit - Homocysteine
- APTT - Fibrinogen
- D-dimer - Protein C dan S
PEMERIKSAAN PENUNJANG

3. X- FOTO TORAKS Besar jantung, Penyakit paru

4. EKG fibrilasi atrium, iskemik/infark jantung

EKOKARDIOGRAFI
Utk melihat sumber emboli di jantung & aorta proksimal
5. NEUROSONOGRAFI (TCD) Stenosis, vaso spasme

6. ANGIOGRAFI SEREBRAL AVM, anuerisma


PEMERIKSAAN PENUNJANG
GOLD STANDARD
CT-scan Kepala Imaging of Brain Infarction
PENCEGAHAN STROKE

 Pencegahan primer
Memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas rokok
:
 Menghindari: rokok, stress mental, alcohol, kegemukan,
konsumsi garam berlebih,obat-obatan golongan
amfetamin, kokain, dan sejenisnya.
 Mengurangi : kolesterol dan lemak dalam makanan
 Mengendalikan : hipertensi, diabetes melitus, penyakit
jantung misalnya fibrilasi atrium, infark miokard akut,
penyakit jantung reumatik, penyakit vaskuler
arteriosklerotik lainnya.
 Pencegahan sekunder
 Modifikasi gaya hidup beresiko stroke dan faktor resiko,
misalnya :
 Hipertensi : diet, obat antihipertensi
 Diabetes melitus : diet, obat hipoglikemik oral
 Penyakit jantung : aritmia nonvalvular (antikoagulan oral)
 Dislipidemia : diet rendah lemak dan obat anti dislipidemia
 Hiperurisemia : diet dan antihiperurisemia
 Hindari alkohol, kegemukan, kurang olahraga
 Berhenti merokok
 Melibatkan peran serta keluarga seoptimal mungkin.