Anda di halaman 1dari 10

CREATED BY:

Mardiah Nasution 11070033


Nurkholijah 11070012
Robiatul Adawiyah 11070023
Ani Marito 11070027
• Pengertian

Linguistik historis komparatif adalah salah satu cabang ilmu


linguistik yang membandingkan bahasa-bahasa yang serumpun
serta mempelajari perkembangan bahasa dari satu masa ke masa
yang lain dan mengamati bagaimana bahasa-bahasa mengalami
perubahan serta mencari tahu sebab akibat perubahan bahasa
tersebut

Robins Linguistik Komparatif termasuk dalam bidang kajian


(1975) linguistik memiliki peran yang sangat penting dalam
memberikan sumbangan berharga bagi pemahaman
tentang hakekat kerja bahasa dan perkembangan
(perubahan) bahasa-bahasa di dunia.
Sejarah Linguistik Historis Komparatif dan Tokoh-
Tokohnya
• Periode pertama dimulai pada tahun 1830-1860, bermula dari seorang
tokoh yang meletakan dasar-dasar ilmu perbandingan bahasa
berkebangsaan Jerman Franz Boop yakni meneliti asal mula akhiran kata
kerja yang menurut pendapatnya semua akhiran bentuk kata kerja berasal
dari bagian-bagian yang tadinya terlepas dari pokok kata sedangkan
bagian yang selalu ada ialah perkataan sein. Boop membandingkan
akhiran-akhiran dari kata kerja dalam bahasa Sanskerta, Yunani, Latin,
Persia, dan German (terbit tahun 1816).

• Periode kedua terjadi dalam kurun waktu 1861 hingga 1880, August
Schleicher bermula dari Beliau adalah ahli linguistik. Meskipun bahasa
yang betul-betul dikenalnya adalah bahasa Slavia dan Lithaunia (= salah
satu bahasa Baltis), mempelajari bahasa Ceko dan dapat berbicara dalam
bahasa Rusia.
• Periode ketiga berlangsung dari tahun 1889 sampai akhir abad ke-19
yaitu muncul airan yang bernama junggrammatiker yang
mengandung hukum Grimm. Aliran ini bergerak di Leipzig, salah satu
muridnya adalah Leonard Bloomfil yang menjadi linguis strukturalis
Amerika. Menjadikan linguistik historis komparatif sebagai sebuah
ilmu yang eksak dalam metode-metodenya. Tokoh yang terpenting
Karl Brugmann, H. Osthoff, dan A. Leskien. Selain itu J. Schmidt
mencetuskan sebuah teori batu yang disebut wallentheori. Ia
kemudian melahirkan hukum verner dan pada tahun 1880 Hermann
Paul mengeluarkan buku prinzipen der sprachgescichte (1880). Ahli
lainnya H. Steinthal mencoba membagi bahasa dengan landasan
psikologi dan Fr. Muller menerbikan bukunya grundriss der
sprachwissenchaft (1876-1888).

• Periode keempat lahir pada abad ke-20 ketika fonetik berkembang


menjadi studi ilmiah dan lahirnya cabang linguistik yaitu
psikolinguistik dan sosiolinguistik. Muncul pula aliran praha sebagai
reaksi terhadap studi bahasa individual atau idiolek.
 Tujuan Linguistik Historis Komparatif
Tujuan dan Manfaat Linguistik Historis Komparatif, dengan
memperhatikan luas lingkupnya adalah:
• Menekankan hubungan-hubungan antara bahasa-bahasa
serumpun dengan mengadakan perbandingan mengenai unsur-
unsur yang menunjukkan hubungan dan tingkat kekerabatan
antar bahasa-bahasa itu.
• Mengadakan rekontruksi bahasa-bahasa yang ada dewasa ini
kepada bahasa-bahasa yang dianggap lebih tua atau
menemukan bahasa-bahasa proto yang menurunkan bahasa
kontemporer.
• Mengadakan pengelompokan (sub-grouping) bahasa-bahasa
yang termasuk dalam suatu rumpun bahasa. Ada beberapa
bahasa yang memperlihatkan keanggotannya lebih dekat satu
sama lain apabila dibandingkan dengan beberapa anggota
lainnya(Keraf,1990:23).
Asumsi mengenai kata kerabat yang berasal dari sebuah
bahasa proto yang didasarkan pada beberapa kenyataan
berikut.
• Pertama, ada sebuah kosa kata dari kelompok bahasa
tertentu secara relative memperlihatkan kesamaan yang
besar apabila dibandingkan dengan kelompok lainnya.
• Kedua, perubahan fonetis dalam sejahar bahasa-bahasa
tertentu memperlihatkan pula sifat yang terstur.
Keteraturan ini oleh Grimm dinamakan Hukum Bunyi.
• Ketiga, semakin dalam kita menelusuri sejarah bahasa-
bahasa kerabat akan semakin banyak kesamaan antara
pokok-pokok yang dibandingkan.
Pembahasan Linguistik Historis Komparatif
• Linguistik historis komparatif merupakan bidang
kajian linguistik yang memiliki peranan sangat besar
dalam memberikan kontribusi yang berharga dalam
bagi pemahaman, cara kerja dan perkembangan
bahasa-bahasa di dunia. Tugas utama dari linguistik
historis komparatif ini adalah menganalisis dan
memberikan penjelasan mengenai hakikat
perubahan suatu bahasa. Pada umumnya hakikat
suatu bahasa memiliki struktur bahasa(dimensi
sinkronis) dan selalu mengalami perubahan bahasa
(dimensi diakronis).
• Linguistik sinkronis adalah mempelajari bahasa
berdasarkan gejala-gejala bahasa yang bersifat
sezaman yang diujarkan oleh pembicara juga
mempelajari bahasa-bahasa pada masa tertentu
mempunyai struktur-struktur atau unsur-unsur
bahasa yang disebut unsur fonologi, morfologi,
sintaksis dan lain-lain. Linguistik diakronis disebut
juga sebagai pendekatan historis (komparatif) karena
kecenderungan kajiannya yang berpusat pada
analisis perbandingan (komparatif) bahasa-bahasa
sepanjang waktu (historis).
• Di dalam Linguistik komparatif untuk
menentukan hubungan kekerabatan bahasa
yaitu dengan menggunakan 3 metode yaitu
metode kuantitatif dengan teknik
leksikostatistik dan teknik grotokronologi,
metode kualitatif dengan teknik rekonstruksi
dan metode sosiolinguistik. Metode kualitatif
dengan teknik grotokronologi digunakan untuk
menentukan waktu pisah antara bahasa-
bahasa yang berasal dari bahasa awal.
Marga asih nama jalannya
Terima kasih perhatiannya