Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

VERTIGO

Elfi Sofia Pane


(09101018)

Pembimbing
Dr. Elvina Zuhir Sp,S

KKS Ilmu Penyakit Saraf


RSUD Bangkinang
April 2015
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. E
 Umur : 55 Tahun
 Alamat : JL. Agus salim
 Pekerjaan : IRT
 Agama : Islam
 Jenis kelamin : Perempuan
 Status Perkawinan : Menikah
 No. RM : 10-86-88
 Tanggal Masuk : 20/08/2015
 Ruang/Kelas : Poliklinik syaraf
ANAMNESIS : Auto-anamnesa

Keluhan Utama: Pusing berputar-putar sejak 2 hari yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pusing berputar-putar sejak 2 hari yang lalu, pusing dirasakan hilang
timbul dan timbul secara mendadak, pusing di dirasakan hampir setiap
hari. Pasien mengaku pusing seperti ini muncul ketika berdiri lama saat
beraktifitas, semakin lama lingkungan disekitar semakin terasa
berputar-putar. Pusing dipengaruhi oleh perubahan kepala dan hilang
keseimbangan ketika berdiri. Saat pasien tidur dan memejamkan mata
pusingnya berkurang dan ketika pasien duduk kembali pusingnya
semakin bertambah. Pasien merasakan mudah lelah. Pasien juga
mengeluhkan mual dan tidak muntah.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat diabetes melitus disangkal.
Riwayat hipertensi 1 tahun yang lalu.
Riwayat trauma disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga:


Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat diabetes melitus disangkal

V. Riwayat Pribadi dan Sosial:


Pasien sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga.
PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran : Compos mentis kooperatif
Tinggi badan : 150 cm
Berat badan : 55 kg
Tanda Vital
• Tekanan darah : 140/90 mmHg
• Frekuensi nadi : 84 x/menit, reguler.
• Frekuensi Pernafasan : 20 x/menit
• Suhu : 36,8 oC
Status Neurologis:

 Pem. Tanda rangsang meningeal negatif


 Tanda peningkatan TIK  tidak ada
 Pem. Nervus kranial: dBN
 Pem. Refleks Patologis : dBN
 Pem. Refleks fisiologis : dBN

Koordinasi
Romberg Test + (Jatuh kekiri bila mata tertutup)

Fx Motorik : dBN
Sensibilitas : dBN
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tidak dilakukan

Masalah Diagnosis

• Diagnosis Klinis :Benign Paroxysmal Posisional


Vertigo
• Diagnosis Topik : Vestibuler
• Diagnosis Etiologi : Idiopatik
• Diagnosis Sekunder : Hipertensi grade 1
Terapi
Umum
Bedrest total dengan kepala ditinggikan 30º selama 1-2 hari
Mencegah faktor pencetus
Mengurangi stress
Latihan duduk, berdiri dan kemudian berjalan

Khusus
Anti Histamin : Betahistin mesilat 3 x 8 mg/hari
Domperidone 10 mg
• VERTIGO
dari bahasa Latin “vertere”(memutar)
= ilusi sensasi rotasi

VERTIGO Vertigo adalah sensasi rotasi tanpa


adanya perputaran yang sebenarnya atau rasa
berputar yang khayal dengan disorientasi ruang yang
biasanya menimbulkan gangguan keseimbangan.
Penderita merasa dirinya berputar atau lingkungan
nya yang bergerak mengelilinginya.
Perifer
Vestibuler

Sentral
Gangguan
langsung alat
keseimbangan
VERTIGO

Non vestibuler

Gangguan tidak langsung alat


keseimbangan
VERTIGO VESTIBULER & VERTIGO NON
VESTIBULER
Gejala Vertigo Vestibuler Vertigo Non Vestibuler
Sifat Vertigo Rasa berputar Melayang, hilang
(true vertigo) keseimbangan, light
headedness
Serangan Episodik Kontinyu
Mual / Muntah (+) (-)
Gangguan Pendengaran (+) / (-) (-)

Pencetus Gerakan Kepala Gerakan obyek visual


Situasi pencetus (-) Ramai orang, lalulintas
macet, supermarket
Ciri-ciri Vertigo perifer Vertigo sentral
Lesi Sistem vestibuler (telinga Sistem vertebrobasiler dan
dalam, saraf perifer) gangguan vaskular (otak, batang
otak, serebelum)
Penyebab Vertigo posisional paroksismal Iskemik batang otak,
jinak (BPPV), penyakit vertebrobasiler insufisiensi,
maniere, neuronitis vestibuler, neoplasma, migren
labirintis, neuroma akustik,
trauma
Gejala Tidak ada Diantaranya :diplopia, parestesi,
gangguan SSP gangguan sensibilitas dan fungsi
motorik, disartria, gangguan
serebelar
Halusinasi Jelas Kurang jelas
gerakan
Pengaruh Sering Jarang
posisi kepala
Intensitas Berat Jarang berat
Habituasi Ya Tidak
Nistagmus (+) (-)
Telinga Kadang-kadang Tidak ada
berdenging
dan atau tuli
Vertigo Perifer Vertigo Sentral
Sering disertai mual & muntah Jarang
Dipengaruhi posisi kepala Tidak

Jatuh ke komponen lambat Ke arah komponen cepat


nistagmus
Biasanya disertai tinnitus Biasanya tidak

Tidak ada tanda-tanda kelainan Ada


SSP
Gejala terberat di awal, semakin Lebih menetap
mereda
PATOFISIOLOGI VERTIGO

Reseptor SSP Tanda & Gejala

KORTEKS NAUSEA
SEREBRI Dizziness
Somnolen
Nyeri kepala
HIPOTHALAMUS
RETINA Depresi
Penurunan kemampuan
VESTIBULAR kerja
SEREBELLUM

Stimuli
Stimuli ORGAN ↑ sekresi ADH, ACTH,
HIPOFISIS GH, PRL
gerakan
gerakan VESTIBULER NUKLEI
VESTIBULER
BERKERINGAT
PUCAT
↓ Motilitas gaster
RESEPTOR CTZ PUSAT Perubahan kardiovask &
SOMATOSENSORIK AUTONOM respirasi

PUSAT VOMITUS
MUNTAH
Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan
Nistagmus
2. Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan fungsi vestibuler/serebellar
 Test Romberg
4. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium
Foto Rontgen Kepala, Leher Stenver ( pada
neurinoma akustik)

Pemeriksaan Neurofisiologis
* Elektroensefalografi ( EEG)
* Elektromiografi (EMG)
* Brainstem Auditory Evoked Potential (BAEP)

Pencitraan
* CT Scan
* Arteriografi
* Magnetic Resonance Imaging (MRI).
9. TERAPI
Terapi Kausal
Terapi Simtomatik
Terapi Rehabilitatif

a. Terapi Kausal
Pilihan utama jika penyebab vertigo diketahui.
b. Terapi Simtomatik
♛Untuk 2 gejala Utama :
♝ Rasa Vertigo ( berputar, melayang )
♝ Gejala Otonom ( Mual, muntah )
♛Biasanya bekerja sbg Supresan Vestibuler
Obat-obat untuk vertigo
1. Ca Entry Blocker
* Flunarisin (Sibelium) dosis : 1 x 5-10 mg/hr.

1. Antihistamin
* Cinnarizine (stugeron) dosis : 3 x 25 mg/hr.
* Dimenhidrinat (Dramamin) dosis : 3 x 50 mg/hr.

3. Antikolinergik
* Skopolamin, Atropin.

4. Monoaminergik
* Amfetamin, Efedrin.

5. Histaminik
*Betahistin (Merislon) dosis : 3 x 8 mg/hr.
Pengobatan simptomatik otonom (gejala muntah)
* metoclorpropamid
➡ Primperan, Raclonid dosis : 3 x 10 mg/hr.