Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS GENERAL ANASTESI

Os MOLA HIDATIDOSA

Oleh :
AHMAD AFRIYANTO
NIM. 10101057

PEMBIMBING
Dr. LASMARIA FLORA Sp.An

KKS ILMU ANESTESI RSUD BANGKINANG FAKULTAS


KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU
2015
Mola Hidatidosa adalah suatu neoplasma jinak dari
sel trofoblas, yang disertai kegagalan
pembentukan plasenta atau fetus, dengan
terjadinya vili yang menggelembung sehingga
menyerupai bentukan seperti buah anggur

Penyebab:
Defisiensi protein
Pembuahan sel telur yg kehilangan inti
Kekurangan lemak hewani dan karoten
Faktor Risiko

 Wanita keturunan Asia atau Hispanik,


dengan defisiensi folat dan vitamin A
 Riwayat Gestational Trophoblastic
Disiase
 Risiko meningkat usia maternal ekstrem (
> 45 tahun atau < 20 tahun)
 Riwayat abortus atau infertil.
Klasifikasi Mola Hidatidosa
Mola hidatidosa sempurna Mola hidatidosa parsial

Kariotype 46 XX atau 46 XY 69 XXX atau 69 XXY

Embrio fetus Tidak ada Kadang kadang

Amnion Tidak ada Kadang kadang

Edema villi Difus Lokal

Proliferasi trofoblas Bisa sampai tinggi Lokal sampai sedang

Diagnosis Kehamilan mola Missed abortion

Ukuran uterus > usia kehamilan < dari usia kehamilan

Kista lutein 25-30% Jarang

Komplikasi Bervariasi Jarang

Resiko keganasan 15-20% 1-5%


TERAPI

Perbaikan Keadaan umum


Pengeluaran Jaringan Mola
Terapi profilaksis dengan sitostatika
Pemeriksaan tindaklanjut
Laporan Kasus

 IDENTITAS PASIEN
 Nama : Nn. Y
 Umur : 30 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Berat badan : 47 kg
 Tinggi badan : 150 cm
 Alamat : Dusun iv pongkai Koto Kampar
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Pendidikan : SMP
 Tanggal masuk RS: 08 mei 2015
 No. RM : 11-72-12
ANAMNESIS
 Keluhan Utama
 Keluar darah pervagina sejak 1 jam terakhir.

Riwayat Penyakit Sekarang:


 Keluar darah pervagina sejak 1 jam terakhir. Keluar darah disertai
dengan nyeri perut, mules-mules dan badan terasa lemas.
 HPHT : 10 Maret 2015, Perkiraan Partus : 17 Desember 2015
 Riwayat persalinan : pernah melahirkan dua kali, anak pertama dan
kedua melahirkan secara spontan.
 Riwayat perkawinan : satu kali menikah
 Riwayat kontrasepsi : pernah menggunakan kontrasepsi, dengan
metode suntikan selama satu tahun
 Riwayat Penyakit Dahulu:
 Riwayat penyakit hipertensi (-)
 Riwayat penyakit DM (-)
 Riwayat penyakit alergi (-)
 Riwayat penyakit asma (-)
 Riwayat operasi sebelumnya (-)

Riwayat Penyakit Keluarga:


 Riwayat penyakit hipertensi (-)
 Riwayat penyakit DM (-)
 Riwayat penyakit alergi (-)
 Riwayat penyakit asma (-)
PEMERIKSAAN FISIK  Mulut : Bibir kering (-),
hiperemis (-), pembesaran tonsil (-),
 Status Generalis
 Gigi : Gigi palsu (-)
 Keadaan umum : tampak sakit
ringan  Telinga : Discharge (-),
deformitas (-)
 Kesadaran : compos mentis
 Leher : Simestris, trakea
Vital Sign ditengah, pembesaran tiroid dan
 Tekanan darah : 110/90 mmHg limfe (-)
 Respirasi : 20 kali/menit  Thorax : Status lokalis
 Nadi : 88 kali /menit, isi  Abdomen : Bising usus normal (8
dan tekanan penuh kali/menit)
 Suhu : 37,2 C  Vertebrae : Tidak ada kelainan

Status Lokalis
 Kepala : normochepal,  Regio Abdomen
simestris, tumor (-)  Inpeksi : Bekas operasi (-),
 Mata : Konjungtiva striae gravidarum (-)
anemis -/-, Sklera iktenk-/-, edema  Auskultasi : Bising usus (+)
palpebra -/- normal 8 x/menit, DJJ (+) 150
 Hidung : Discharge (-) x/menit
epistaksis (-), deviasi septum (-)  Palpasi : TFU (-)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal 12 Mei 2015
Pemeriksaan darah lengkap :
 Hb : 9,9 g/dl  Neutrofil Seg :
 Leukosit : 4800 /mm3  Limfosit :
 Ht : 27.6%  Monosit :
 Eritrosit :  Sel muda :
 Trombosit : 211.000/ul Fungsi Hati
 LED :  Albumin : 3,6 gr/dl
 Eusinofil :  SGOT :52 U/L
 Basofil :  SGPT :198 U/L
 Neutrofil Stab: Gula Darah Sewaktu :80 mg/dl
Diagnosis Klinis

 Diagnosis pra operasi: G3P2A0H2 gravid aterm 8-9


minggu + Mola Hidatidosa
 Diagnosis post operasi : G3P2A0H2 gravid aterm 8-9
minggu + Mola Hidatidosa

STATUS ANASTESI
 ASA I (Pasien sehat organik, fisiologik, psikiatrik, biokimia)

TINDAKAN
 Dilakukan : Kuretase
 Tanggal : 14 Mei 2015
Evaluasi Pre Operasi

 Informed concent
 Puasa 6 jam
 Pemasangan IV line menggunakan IV
catheter ukuran 18
 Dilakukan pemasangan monitor
tekanan darah, nadi dan saturasi O2
Operatif
Jenis anestesi : General Anestesi (GA)
Premedikasi :
 Dexamethason IV 5 mg
 Atropin IV 0,25 mg
Medikasi Intra Operatif:
 Ketamin IV 10 mg
 Propofol 100 mg
 Fentanyl 0,1 mg
 N2O inhalasi Isoflurance 2L/menit dengan O2 3L/menit
Medikasi Post Operatif:
 Ketorolac 30 mg
 Tramadol 200 mg
Frekuensi nadi dan saturasi

 Pukul (WIB) Nadi (kali/menit) Saturasi (%) Tek.darah(mmhg)

09.45 95 100 136/90

10.00 90 100 130/87

10.15 99 100 122/84

10.30 72 100 104/74

10.45 80 100 111/78

11.00 90 100 115/79


Terapi cairan
 Pasien sudah tidak makan dan minum ± 6 jam, maka
kebutuhan cairan pada pasien dengan BB = 47 kg:
 Pemeliharaan cairan per jam:
(4X 10) + (2 X 10) + (1 X 27) = 87 mL/jam
 Pengganti defisit cairan puasa:
6 X 87 mL = 522 mL
 Kebutuhan kehilangan cairan saat pembedahan:
4 X 47 = 188 mL
 1 jam pertama = (50 % X defisit puasa ) + pemeliharaan +
pendarahan operasi :
261+ 87+ 188 = 536 mL
 1 jam kedua = (25 % X defisit puasa ) + pemeliharaan:
130 + 87 = 217 mL
 Jumlah terapi cairan:
87 + 522 + 188 = 797 mL + 1,5 Ringer Laktat (kristaloid)
Evaluasi Post Operasi

 Oksigen tetap diberikan 2-3 liter/menit.


Setelah keadaan umum stabil, maka
pasien dibawa ke ruangan perawatan
untuk dilakukan tindakan perawatan
lanjutan.
 Tanda-tanda vital:
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 65 X/menit
Frekuensi napas : 20 X/menit
Suhu : 36  C