Anda di halaman 1dari 8

PERMINTAAN AKAN UANG MENURUT

PERKEMBANGAN
TEORI KEYNES SETELAH KEYNES
Teori permintaan uang Keynes mendasarkan pada
adanya dua motif memegang uang kas, yakni
motif transaksi dan spekulasi. Motif transaksi
tergantung dari pendapatan. Sedang motif
spekulasi tergantung dari tingkat bunga.
Perkembangan selanjutnya dari teori Keynes ini
didasarkan atas dua pembagian tersebut, yang
masing-masing dilakukan oleh William J. Baumol
dan James Tobin.
Dalam menganalisa permintaan uang, keduanya menggunakan
pendekatan yang berbeda, antara lain:
 Permintaan Uang Untuk Tujuan Transaksi Teori ini
diperkembangkan oleh Baumol (1952) dan juga Tobin (1956) yang
masing-masing menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi
permintaan uang untuk tujuan transaksi.
 Baumol menggunakan pendekatan teori penentuan
persediaaan barang yang biasa dipakai dalam dunia
perusahaan
 Elastisitas permintaan uang kas untuk tujuan transaksi
terhadap tingkat bunga
 Permintaan Uang Untuk Tujuan Spekulasi
Dipandang dari seorang pemilik kekayaan (bukan pengusaha)
teori tentang permintaan uang dapat disamakan dengan teori
permintaan akan barang konsumsi. Sehingga permintaan terhadap
uang kas tergantung pada tiga faktor utama, yaitu:
 Jumlah total kekayaan
 Harga dan pendapatan
 Selera dan kesukaan dari pemilik kekayaan
Friedman membagi bentuk kekayaan dalam lima kategori, yakni
•Uang kas
•Obligasi
•Saham
•Kekayaan yang berbentuk fisik seperti tanah, mesin.
•Kekayaan yang berbentuk manusia seperti kecakapan.

Faktor-Faktor Lain (Selain Pendapatan, Harga/ Tingkat Bunga, Dan


Selera) Yang Mempengaruhi Permintaan Uang antara lain:
•Kekayaan dari Masyarakat
•Tersedianya Fasilitas Kredit
•Kepastian tentang Pendapatan yang Diharapkan
•Harapan tentang Harga
•Tersedianya Beberapa Alternative Bentuk Kekayaan
•Sistem/ Cara Pembayaran yang Berlaku
Jumlah Uang yang Beredar

Pengertian uang beredar secara luas dinamakan M2


dan M3 adalah M1 ditambah tabungan dan simpanan
berjangka lain yang jangkanya lebih pendek termasuk
rekening pasar uang dari pinjaman semalam antar bank
(bank overweight). Sedangkan yang dimaksud dengan
M3 adalah M2 ditambah komponen-komponen lainnya
terutama sertifitikat deposito. Uang beredar dalam artian
luas disebut juga dengan uang kuasi (quasy money).
• Terdapat dua pendekatan utama dalam
menghitung jumlah uang beredar, yaitu:
pendekatan transaksional (transactional
approach) dan pendekatan likuiditas (liquidity
approach).
• Pendekatan Transaksional (Transactional
Approach). Pendekatan ini memandang bahwa
jumlah uang beredar yang dihitung adalah jumlah
uang yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi.
Pendekatan ini menghitung jumlah uang beredar
dalam arti sempit (narrow money) atau M1. Di
Indonesia yang tercakup dalam M1 adalah uang
kartal dan uang giral, dengan komponen sebagai
berikut :
• Uang kuartal
• Uang giro
• Teori permintaan uang Keynes mendasarkan pada adanya dua motif
memegang uang kas, yakni motif transaksi dan spekulasi. Motif
transaksi tergantung dari pendapatan. Sedang motif spekulasi
tergantung dari tingkat bunga. Perkembangan selanjutnya dari teori
Keynes ini didasarkan atas dua pembagian tersebut, yang masing-
masing dilakukan oleh William J. Baumol dan James Tobin.
• Dalam menganalisa permintaan uang, keduanya menggunakan
pendekatan yang berbeda, antara lain: permintaan uang untuk tujuan
transaksi dan permintaanuang untuk tujuan spekulasi. Jumlah uang
beredar (money supply) adalah jumlah uang yang beredar dalam
sebuah perekonomian. Pengertian jumlah uang beredar dapat dilihat
secara sempit dan luas. Terdapat dua pendekatan utama dalam
menghitung jumlah uang beredar, yaitu : pendekatan transaksional
(transactional approach) dan pendekatan likuiditas (liquidity approach).