Anda di halaman 1dari 25

BAB II

AKTIVA LANCAR
• KAS DAN SETARA KAS
• SURAT BERHARGA

KELOMPOK 1:

• FAHMI AKBAR
• RIZKIA DWI DJANUARTI
• SUKARDI AWAL
Kas dan Setara kas

Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga biasanya ditempatkan pada urutan teratas dari
aset. Aset yang termasuk dalam kas adalah seluruh alat pembayaran yang dapat digunakan dengan segera seperti
uang kertas, uang logam, dan saldo rekening giro di bank.
Menurut IAI (2009:28) dalam SAK ETAP, Setara kas adalah investasi jangka pendek dan sangat
likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya,
investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, Deposito yang jatuh temponya kurang atau sama dengan tiga bulan
dan tidak diperpanjang terus-menerus (rollover) dapat dikategorikan sebagai setara kas.
Berikut ini yang tidak termasuk dalam kas dan setara kas, baik menurut akuntansi maupun
perpajakan yaitu :
1. Deposito yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan atau rollover
2. Perangko dan materai
3. Kas bon atau uang muka
4. Cek mundur cek kosong

Kas kecil & Kas besar


Kas dalam perusahaan umumnya dibagi atas kas kecil dan kas besar. Kas kecil adalah uang tunai
yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil
dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek atau giro, umumnya dipakai untuk pengeluaran yang
sifatnya rutin dan tidak besar jumlahnya, sedangkan, Kas besar umumnya dipakai oleh perusahaan
untuk pengeluaran tertentu dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah
pengeluaran pada kas kecil dan biasanya uang tunai kas besar disimpan dalam brangkas.
Pengendalian Kas dan Bank
Untuk tujuan pengendalian kas dan bank, perusahaan pada umumnya melakukan pemisahan
dana antara kas kecil (petty cash) dan kas besar (cash on hand). kas kecil umumnya dipakai
untuk pengeluaran harian perusahaan perusahaan yang sifatnya rutin dan tidak besar jumlahnya.
Menurut Wild dank wok (2011:249) dalam kas kecil dikenal system :

1. Sistem dana tetap (imprest fund system)


Pencatatan teransaksi dan mutasi dana kas kecil dilakukan pada saat pergantian dana.

2. Sistem dana berfluktuasi (fluctuating fund system)


Pencatatan transaksi dan mutasi dana kas kecil dilakukan setiap saat terjadinya
pengeluaran dana kas kecil.
Jurnal untuk membukukan transaksi kas kecil, adalah sebagai berikut :

TRANSAKSI IMPREST FUND SYSTEM FLUCTUATING FUND SYSTEM


Kas kecil xxx Kas kecil xxx
Pembentukan kas kecil
kas xxx kas xxx
Bensin xxx
kas xxx
Tidak ada jurnal.
Tol&parkir xxx
Pengeluaran dengan dana kas kecil Hanya menyimpan bukti dari
kas kecil xxx
pengeluaran tersebut.
Alat tulis xxx
kas kecil xxx
Bensin xxx
Tol&parkir xxx
Kas kecil xxx
Pengisian kembali kas kecil Alat tulis xxx
kas xxx
Perangko xxx
kas xxx
Bank
Simpanan giro, Tabungan, Deposito
Bank ialah saldo rekening giro yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai
kegiatan usaha.
Simpanan giro adalah simpanan yang diperoleh dari masyarakat (nasabah) atau
pihak ketiga yang sifat penarikannya adalah dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan cek
dan bilyet giro Sedangkan, Tabungan adalah jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga
yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai dengan perjanjian antara bank
dan nasabah. Dalam perkembangannya penarikan tabungan dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan sarana penarikan berupa slip penarikan ATM, surat kuasa dan surat lainnya yang
dipersamakan dengan itu. Deposito adalah jenis simpanan yang penarikannya hanya saat
dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan antara bank dengan nasabah.
Pengenaan pajak atas penghasilan bunga dari deposito/
tabungan, dan jasa giro :
Berdasarkan PP 131 Tahun 2000. KMK-51/KMK.04/2001 Penghasilan dalam bentuk bunga
yang didapat dari deposito/tabungan, yang ditempatkan pada bank yang didirikan didalam negeri
maupun diluar negeri melalui cabangnya di Indonesia, termasuk jasa giro serta diskonto
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), kecuali WP orang pribadi yang seluruh penghasilannya dalam
satu tahun pajak termasuk bunga dan diskonto tidak melebihi PTKP dikenakan PPh final sebesar
20% dari jumlah bruto.
Penghasilan atas bunga deposito/tabungan, diskonto SBI dan jasa giro dipotong langsung
oleh bank pembayar pada saat pembayaran/pembebanan biaya; pihak bank tersebut yang akan
membayar/menyetor PPh final tersebut ke kas Negara dengan menggunakan Surat Setoran Pajak
(SSP) dan melaporannya ke kantor pelayanan pajak (KPP) dengan menggunakan surat
pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 4 ayat (2). Pemotong wajib menyetorkan paling lambat
tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.
Lanjutan..

Di kecualikan dari pemotongan PPh terhadap :


1. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta SBI tersebut
tidak melebihi Rp 7.500.000 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah
2. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar
negeri di Indonesia
3. bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang dana pensiun dan;
4. bunga tabungan pada bank yang ditunjuk pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan rumah
sangat sederhana, tanah kaveling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah
susun sederhana sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk dihuni sendiri.
sehubungan dengan pajak final tersebut, pencatatan atas pendapatan Bunga secara fiscal disajikan pada jumlah
neto pendapatan bunga yang diterima yaitu pendapatan bunga dikurangi dengan PPh final atas bunga.
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 2012 PT Kaya mendapatkan bunga tabungan dalam tahapan sebesar RP 1.000.000. atas pendapatan
tersebut dipotong PPh final sebesar Rp 200.000 oleh pihak bank yang memberikan penghasilan.

 Metode bruto (gross method)

Tanggal Keterangan Debet Kredit


1-Jan-2012 Bank 800.000 -
PPh Pasal 4 ayat (2) 200.000 -
Pendapatan Bunga - 1.000.000

PPh final diperlakukan sebagai beban dan termasuk dalam beban operasional
(beban umum dan administrasi)
 Metode neto (net method)

Tanggal Keterangan Debet Kredit


1-Jan-12 Bank 800.000 -
Pendapatan bunga - 800.000
Surat berharga
Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya
atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari penerbit dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar
modal dan pasar uang.
Fungsi surat berharga :
1. Sebagai alat pembayaran (alat tukar uang)
2. Sebagai alat untuk memindahkan hak tagih (diperjual belikan dengan mudah dan sederhana)
3. Sebagai surat bukti hak tagih.
Surat berharga memiliki berbagai macam jenis salah satunya ialah saham.
Saham
Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang atau badan
terhadap suatu perusahaan. Pengertian saham ini artinya adalah surat berharga yang dikeluarkan
oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten.
Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian perusahaan itu.
Dengan demikian kalau seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi pemilik atau
pemegang saham perusahaan. Perusahaan dapat menerbitkan 2 jenis saham, yaitu saham biasa
dan saham preferen.
Jenis-jenis saham
• Saham Biasa

Saham biasa merupakan pemilik sebenarnya dari perusahaan.


Mereka menanggung resiko dan mendapatkan keuntungan.

• Saham preferen
Saham preferen ini mendapatkan hak istimewa dalam
pembayaran dividen dibanding saham biasa
Saham yang sesuai dengan SAK
• Pasal 31 ayat (1) UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengatur bahwa modal dasar Perseroan
terdiri atas seluruh nilai nominal saham.
• Dalam Pasal 32 ayat (1) diatur bahwa modal dasar Perseroan paling sedikit Rp 50.000.000,00
(lima puluh juta rupiah).
• Selanjutnya dalam Pasal 33 ayat (1) diatur antara lain bahwa paling sedikit 25% dari modal dasar sebagaima
na dimaksud dalam Pasal 32 harus ditempatkan dan disetor penuh.
• Pasal 33 ayat (2) menyatakan bahwa modal ditempatkan dan disetor penuh sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.
• Kemudian, dalam pasal 33 ayat (3) : pengeluaran saham lebih lanjut yang dilakukan setiap kali untuk
menambah modal yang ditempatkan harus disetor penuh.
Saham Sesuai Dengan Peraturan Perpajakan
Pengertian

• Bursa Efek adalah penyelenggara transaksi jual beli efek, seperti Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya,
dan Paralel Indonesia.
• Perantara pedagang efek adalah perusahaan efek yang telah menjadi anggota bursa yang melakukan transak
si jual beli efek di bursa, baik untuk kepentingannya sendiri maupun untuk kepentingan pihak lain.
• Pendiri adalah orang pribadi atau badan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan
Terbatas atau tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan Terbatas sebelum Pernyataan Pendaftaran yang di
ajukan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dalam rangka penawaran umum perdana (initial
public offering/IPO) menjadi efektif.
• Saham pendiri adalah saham yang dimiliki oleh pendiri sebagaimana dimaksud pada huruf c di atas yang di
peroleh dengan harga kurang dari 90% (sembilan puluh persen) dari harga jual saham pada saat penawaran
umum perdana (IPO).
Objek Pemungutan
Sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 objek pemungutan
adalah penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek.

Tarif dan sifat pemungutan


Sesuai dengan Pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 jo. Pasal 2 Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 81/KMK/04 tanggal 6 Februari 1995, tarif pemungutan PPh atas penghasilan dari transaksi
penjualan saham di bursa efek adalah:
0,1% (satu perseribu) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham.
Tambahan sebesar 5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham pendiri, kecuali
penjualan saham pendiri oleh perusahaan modal ventura atas penyertaan modal pada perusahaan pasangan
usahanya.
Dengan demikian atas penghasilan dari transaksi penjualan saham pendiri di bursa efek dikenakan Pajak
Penghasilan sebesar 5,1%.
Soal latihan
1. Apa yang dimaksud dengan kas dan bank ?

• Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga pos ini biasanya ditempatkan pada urutan teratas dari aset.
• Bank adalah saldo rekening giro yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan usaha “

2. Apakah yang di maksud dengan setara kas menurut SAK-ETAP ?

• Menurut IAI (2009:28) dalam SAK ETAP, Setara kas adalah investasi jangka pendek dan sangat likuid yang
di imiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya.”

3. Sebutkan apa saja yang tidak termasuk dalam kas menurut akuntansi dan perpajakan !

• Yang tidak termasuk dalam ka dan setara kas , baik menurut akuntansi dan perpajakan adalah :
Deposito, Perangko dan materai, Kas bon atau uang muka, Cek mundur dan cek kosong”
4. Apabila anda memiliki deposito yang jatuh temponya 1 bulan dan ARO, dapatkah dikategorikan
sebagai setara kas ?
• Deposito yang jatuh temponya 1 bulan termasuk dalam setara kas , karena deposit yang menjadi
pengecualian kas dan setara kas menurut akuntansi & perpajakan adalah apabila depositnya memiliki jatuh
tempo lebih dari 3 bulan .
5. Apakah perbedaan dari kas kecil (petty cash) dengan kas besar (cash on hand) ?

• Kas kecil umumnya dipakai untuk pengeluaran yang sifatnya rutin dan tidak besar jumlahnya.
• Kas besar umumnya dipakai oleh perusahaan untuk pengeluaran tertentu dengan jumlah yang lebih besar
dan biasanya uang tunai kas besar disimpan di dalam brankas.

6. Jelaskan 2 sistem kas kecil termasuk pencatatan jurnalnya yang anda ketahui !

• Sistem dana tetap (imprest fund system)


Pencatatan transaksi dan mutasi dana kas kecil dlakukan pada saat penggantian dana.
Pencatatan jurnalnya jika dalam pengisian kas kecil :
Bensin xxx
Tol & parkir xxx
Alat tulis xxx
Perangko xxx
Kas xxx
• Sistem dana berfluktuasi (fluctuating fund system)
Pencatatn transaksi dan mutasi dana kas kecil dilakukan setiap saat terjadinya pengeluaran dana kas kecil.
Pencatatan jurnalnya jika dalam pengisian kembali kas kecil :
Kas kecil xxx
Kas xxx
7. Jelaskan pengenaan pajak atas penghasilan bunga bank dari deposito/tabungan, dan jasa giro
menurut PP 131 Tahun 2000 jo. KMK-51/KMK.04/2001 !

• Penghasilan dalam bentuk bunga yang didapat dari deposito / tabungan, yang ditempatkan pada bank yang
didirikan di dalam negeri maupun di luar negeri melalui cabangnya di Indonesia , termasuk jasa giro serta d
iskonto sertifikat Bank Indonesia , kecuali WPOP yang seluruh penghasilannya dalam satu tahun pajak ter
masuk bunga dan diskonto tidak melebihi PTKP dikenakan PPh Final sebesar 20% dari jumlah bruto .
8. Jelaskan kewajiban perpajakan bagi pemotong penghasilan dalam hal memotong, menyetor, dan
melaporkan PPh atas penghasilan bunga dari deposito/tabungan, dan jasa giro menurut PP 131
Tahun 2000 jo. KMK-51/KMK.04/2001 !
• Penghasilan atas bunga deposito / tabungan , diskonto SBI dan jasa giro dipotong langsung oleh bank
pembayar pada saat pembayaran / pembebanan biaya , pihak bank tersebut yang akan membayar /
menyetor PPh final tersebut ke kas negara dengan menggunakan SSP dan melaporkannya ke kantor
pelayanan pajak dengan menggunakan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2. Pemotong wajib menyetor paling
lambat 20 hari setelah masa pajak berakhir.

9. Pada tanggal 11 september 2011 perusahaan mendepositkan uangnya sebesar Rp 5.000.000 untuk 3
bulan dengan tingkat bunga 6 %. Bagaimana pencatatan transaksi penerimaan bunga deposito
tersebut ?

• ( pencatatan oleh pihak bank )


Bunga yang masih harus dibayar Rp 300.000
Kas Rp 300.000
Jurnal menggunakan sistem imprest :

• 3 Perlengkapan Rp 475.000
Kas Rp 475.000
• 6 Beban bensin, tol dan parkir Rp 625.000
Kas Rp 625.000
• 9 Beban Materai Rp 300.000
Kas Rp 300.000
• 11 Beban Angkut Rp 240.000
Kas Rp 240.000
• 13 Perlengkapan Rp 560.000
Kas Rp 560.000
10. PT Apollo memiliki dana kas kecil dengan sistem imprest untuk membiayai kebutuhan
sehari-harinya. Perusahaan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 3.500.000 untuk membuat kas
kecil pada tanggal 1 juli 2012 adalah sebagai berikut,

• 3 membeli tinta printer dan alat tulis untuk perlengkapan kantor sebesar Rp 475.000
• 6 membayar pengeluaran untuk bensin, tol dan parkir sebesar Rp 625.000
• 9 membeli materai sebesar Rp 300.000
• 11 membayar pengiriman barang sebesar Rp 240.000
• 13 membeli perlengkapan toko sebesar Rp 560.000
• 16 membayar upah 6 orang pekerja masing-masing sebesar Rp 200.000
• 18 mengisi kembali saldo kas kecil, dimana saldo kas kecil yang tersisa adalah Rp 50.000
• 20 membayar pengiriman barang sebesar Rp 1.500.000
• 24 membayar pengeluaran untuk bensin dan parkir sebesar Rp 400.000
• 27 menambah saldo kas kecil menjadi Rp 4.800.000
• 29 membayar upah 7 0rang pekerja masing-masing sebesar Rp 300.000
• 31 mengisi kembali saldo kas kecil, dimana saldo yang tersisa adalah Rp 875.000
Anda diminta untuk membuat jurnal atas transaksi diatas !
• 16 Beban Gaji Rp 1.200.000
Kas Rp 1.200.000
• 18 Kas kecil Rp 3.450.000
Kas Rp 3.450.000
• 20 Beban Angkut Rp 1.500.000
Kas Rp 1.500.000
• 24 Beban bensin dan parkir Rp 400.000
Kas Rp 400.000
• 27 Kas kecil Rp 3.200.000
Kas Rp 3.200.000
• 29 Beban Gaji Rp 300.000
Kas Rp 300.000
• 31 Kas kecil Rp 3.925.000
Kas Rp 3.925.000
11. Menurut rekening koran, saldo kas milik PT Rainbow di Bank Pelangi per tanggal 1 maret 2012 menunjukan saldo sebesar Rp
21.500.000 total mutasi debit dan mutasi kredit selama bulan maret 2012 adalah Rp16.750.000 dan Rp 28.000.000. saldo kas menu
rut buku PT Rainbow per tanggal 10 april 2012 adalah sebesar Rp 21.650.000 total penerimaan dan pengeluaran kas
dari tanggal 1 april 2012 sampai dengan 10 April 2012 adalah Rp 19.800.000 dan Rp 8.850.000
berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan perbedaan antar saldo kas menurut rekening koran dan saldo kas menurut perusahaan.
• Cek nomor 101 untuk pelunasan utang sebesar Rp 1.375.000 dibukukan oleh bagian akuntansi sebagai penerimaan, pelunasan piuta
ng sebesar Rp 137.500
• PT Rainbow menerima bunga bank sebesar Rp 762.500 dan secara otomatis bank telah mendebit beban administrasi sebesar Rp 125
.000
• PT Yenti melunasi wesel bayar dengan nilai nominal Rp 15.000.000 kepada PT Rainbow melalui Bank Pelangi dengan ditambah bu
nga akrual 12% p.a. jangka waktu wesel bayar tersebut adalah 45 hari. atas transaksi ini, Bank Pelangi mengenakan beban sebesar R
p 50.000
• Cek dari pelanggan sebesar Rp 5.000.000 tidak ada dananya
• Setoran PT Rainbow sebesar 4.875.000 belum dimasukan ke rekening koran perusahaan
• Bank salah mencatat cek nomor 104 untuk pelunasan utang senilai Rp 2.500.000 yang sebenarnya dibuat oleh PT Rachel sebagai ce
k yang dibuat oleh PT Rainbow
• Cek nomor 105 untuk pelunasan utang sebesar Rp 9.125.000 dibukukan oleh bank sebesar Rp 1.625.000
• Cek nomor 102 senilai Rp 5.500.000 dan cek nommor 103 senilai Rp 7.125.000 belum dicairkan oleh PT Garut dan PT Balawa

Anda diminta membuat rekonsiliasi bank untuk PT Rainbow Per 31 Maret 2012 beserta jurnal yang diperlukan.
SEKIAN & TERIMA KASIH