Anda di halaman 1dari 39

TRANSFORMASI LORENTZ

KONTRAKSI LORENTZ

DILATASI WAKTU
TRANSFORMASI LORENTZ

Telah kita lihat bahwa transformasi Galileo


mengenai koordinat, waktu, dan kecepatan tidak
taat asas dengan kedua postulat Einstein.
Transformasi Galileo tidaklah memberikan hasil
yang sesuai dengan berbagai percobaan pada laju
tinggi. Oleh karena itu, kita memerlukan
seperangkat persamaan transformasi baru yang
dapat meramalkan berbagai efek relativistik.

03/03/2018
TRANSFORMASI LORENTZ

Juga, karena kita mengetahui bahwa


transformasi Galileo berlaku baik pada
laju rendah, transformasi baru ini haruslah
memberikan hasil yang sama seperti
transformasi Galileo apabila laju relatif
antara O dan Oꞌ adalah rendah.

03/03/2018
TRANSFORMASI LORENTZ

Kerangka O bergerak
dalam arah +x dengan
kecepatan v relatif
terhadap kerangka O.
Transformasi Lorentz
harus digunakan untuk
3/2018 mengubah cara
pengukuran dalam salah
satu kerangka terhadap
kesetaraannya dengan
yang lain.
TRANSFORMASI LORENTZ

Transformasi Lorentz sebenarnya sejenis dengan transformasi


Galileo. Kekeliruan transformasi Galileo untuk kecepatan-kecepatan yang
mendekati kecepatan cahaya merupakan anggapan bahwa selang waktu pada
kerangka acuan Oꞌ sama dengan selang waktu pada kerangka acuan O. Untuk
memasukkan konsep relativitas Einstein, selang waktu tidaklah sama. Dengan
mengganggap transformasi ini linear maka hubungan transformasinya akan
mengandung suatu pengali γ yang disebut dengan tetapan atau konstanta
Lorentz. Berpijak pada postulat pertama relativitas khusus maka persamaan
fisika harus berbentuk sama dalam kerangka O dan Oꞌ, sehingga kaitan x
sebagai fungsi xꞌ dan tꞌ dapat dinyatakan dalam persamaan:
x = γ (xꞌ + vtꞌ) …………………………………(1)
Sedangkan kaitan x’ sebagai fungsi x dan t dinyatakan dalam persamaan:
xꞌ = γ (x – vt) …………………………………(2)

03/03/2018
PENENTUAN FAKTOR γ

03/03/2018
PENENTUAN FAKTOR γ

03/03/2018
Transformasi Koordinat Lorentz

Dengan memasukkan nilai γ diperoleh persamaan transformasi lengkap dari pengukuran suatu
kejadian dalam kerangka O terhadap pengukuran yang sesuai yang dilakukan dalam kerangka
Oꞌ. Dimana,

x= z = zꞌ

y = yꞌ t=

Untuk memperoleh persamaan transformasi balik dilakukan dengan mempertukarkan kuantitas


beraksen dengan tanpa aksen dan mengganti v dengan –v sebagai berikut:

xꞌ = zꞌ = z

yꞌ = y tꞌ =

Transformasi koordinat ini disebut transformasi Lorentz.

03/03/2018
TRANSFORMASI LORENTZ

Contoh :
Ketika diamati oleh O, sebuah lampu kilat
diaktifkan di titik x = 100 km, y= 10 km, z = 1 km
pada t = 5 × 10-4 s. Bagaimanakah koordinat-
koordinat xꞌ, yꞌ, zꞌ, tꞌ dari kejadian ini jika
dipandang oleh pengamat kedua, Oꞌ, yang bergerak
relatif terhadap O dengan kecepatan -0,8c di
sepanjang sumbu x - xꞌ ?

03/03/2018
SIMULTANITAS

Dua kejadian dikatakan simultan (terjadi secara bersamaan) terhadap seorang


pengamat jika pengamat tersebut mendapati bahwa kedua kejadian tersebut muncul pada
waktu yang sama. Dalam fisika relativistik, dua kejadian yang dikatakan simultan
terhadap seorang pengamat adalah, pada umumnya tidak simultan terhadap pengamat
lain.
Sebagai contoh anggaplah bahwa kejadian A dan B simultan ketika
dipandang oleh Oꞌ, sehingga tꞌA = tꞌB. Dengan mengacu ke persamaan

t=

tꞌB - tꞌA =

maka pengamat O mengukur separasi waktu untuk kedua kejadian yang


sama ini sebagai

tꞌB - tꞌA =

03/03/2018
TRANSFORMASI KECEPATAN
LORENTZ

Kecepatan dapat diperoleh dari turunan pertama fungsi posisi


terhadap waktu.
Komponen kecepatan pengamat O:
ux = uy = uz =

Komponen kecepatan pengamat Oꞌ:


uꞌx = uꞌy = uꞌz =

Dengan menurunkan persamaan transformasi Lorentz untuk x, y, z ,


dan t diperoleh:

ux = uy = uz =

03/03/2018
TRANSFORMASI KECEPATAN
LORENTZ

Jika sebuah objek yang diamati oleh O bergerak dengan kecepatan u = (ux, uy,
uz) sebagaimana diamati oleh Oꞌ, maka kita perlu menggunakan transformasi
kecepatan Lorentz berikut:

uꞌx = uꞌy = uꞌz =

keterangan:
ux = kecepatan benda relatif terhadap pengamat diam (m/s)
uꞌx = kecepatan benda relatif terhadap pengamat bergerak (m/s)
v = kecepatan pengamat bergerak (Oꞌ) relatif terhadap pengamat diam (O)
(m/s)
c = kecepatan cahaya (3 × 108 m/s)

03/03/2018
TRANSFORMASI KECEPATAN
LORENTZ

Contoh 2.
Sebuah kapal angkasa bergerak
menjauhi bumi dengan kecepatan 0,9c
menembakkan sebuah peluru dalam arah
yang sama dengan geraknya, dengan
kecepatan 0,5c relatif terhadap kapal
angkasa itu. Berapa kecepatan peluru itu
relatif terhadap bumi?

03/03/2018
Transformasi Kecepatan Lorentz dan
Kecepatan Cahaya

Tinjaulah di mana sebuah sinyal cahaya dikirimkan kearah sumbu x - xꞌ dari


pusat koordinat bersama ketika O dan Oꞌ saling berpapasan satu sama lain
pada t= tꞌ=0. Jika O menentukan komponen-komponen kecepatan sinyalnya
sebagai ux =c, uy= uz=0, maka dari persamaan uꞌx = , Oꞌ akan
menentukan

uꞌx = = =c

uꞌy = uꞌz = 0

Dengan demikian Oꞌ juga menetapkan bahwa sinyal cahaya tersebut


merambat dengan kecepatan c.

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Pengukuran panjang dipengaruhi oleh gerak relatif.


Panjang L benda yang bergerak terhadap pengamat
kelihatannya lebih pendek dari panjang L0 bila
diukur dalam keadaan diam terhadap pengamat.
Gejala ini dikenal sebagai pengerutan Lorentz atau
kontraksi Lorentz. Panjang L0 suatu benda dalam
kerangka diam disebut sebagai panjang proper.
Panjang proper adalah jarak antara titik yang relatif
diam terhadap pengamat.

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Fenomena ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Ukuran objek akan mengalami kontraksi panjang pada


bagian yang searah dengan gerakan objek

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Misalkan sebuah batang dengan panjang L0 berada pada


sumbu x dari kerangka acuan diam O. Koordinat ujung-
ujung batang pada kerangka acuan O adalah x1 dan x2
sehingga x2-x1=L0. Kemudian, batang tersebut melekat
pada kerangka acuan Oꞌ yang bergerak dengan kecepatan
v terhadap kerangka O. Koordinat ujung-ujung batang
pada kerangka Oꞌ adalah x1ꞌ dan x2ꞌ sehingga x2ꞌ – x1ꞌ=L.
Waktu pengukuran koordinat x1ꞌ adalah bersamaan
dengan waktu pengukuran koordinat x2ꞌ (dalam kerangka
acuan O’) sehingga t1ꞌ=t2ꞌ.

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Sesuai dengan persamaan:

x= sehingga, L = L0 atau L =
03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Tetapan transformasi Contoh gejala fisis yang


memenuhi pengerutan atau
γ adalah bilangan yang
kontraksi panjang ini adalah
selalu besar dari 1 (γ > 1)
terbentuknya muon. Muon
sehingga dalam persamaan
adalah partikel tak stabil
L=L0/γ selalu lebih kecil
yang tercipta pada tempat
daripada L0. Benda yang
tinggi oleh partikel cepat
bergerak akan tampak lebih
dalam sinar-kosmik yang
pendek apabila diukur dari
datang dari angkasa luar
kerangka acuan diam (L <
sewaktu terjadi tumbukan
L0). Peristiwa penyusutan
dengan inti atom dalam
panjang ini disebut kontraksi
atmosfer bumi.
panjang.
03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Muon memiliki ciri-ciri fisis seperti:


Massa = 207 kali massa elektron
Muatan = -e atau +e
Kecepatan = 0,998 c = 2,994 × 108 m/s

Muon akan meluruh menjadi elektron atau positron setelah


umur rata-ratanya 2μs (2 × 10-6 s). Muon dalam sinar kosmik
berkelajuan 0,998 c dan mencapai permukaan laut dalam jumlah besar.
Muon menembus tiap cm persegi permukaan bumi rata-rata lebih dari
1 kali tiap menit.
Dalam umur rata-rata muon tersebut jarak yang dapat
ditempuh sebelum meluruh adalah
s = v.to = (2,994 × 108 m/s)(2 × 10-6 s) = 600 m

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Sedangkan muon tercipta pada ketinggian 6000 m atau lebih. Untuk


memecahkan paradoks ini maka tinjau bahwa umur muon 2μs didapat oleh
pengamat yang dalam keadaan diam terhadap muon. Karena muon bergerak
ke arah kita yang berada di bumi maka umurnya akan memanjang terhadap
kerangka acuan kita dengan pemuaian waktu, sehingga umur muon menjadi:

t= = = 31,6 × s

Hal ini berarti bahwa muon yang bergerak memiliki umur 16 kali lebih
panjang dari pada dalam keadaan diam. Dalam selang waktu t= 31,6 µs
sebuah muon yang berkelajuan 0,998 c dapat menempuh jarak:

s= v.t = (2,994 × 108 m/s)(3l,6 × ) = 9500 m

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Hal ini berarti bahwa muon yang bergerak memiliki umur


16 kali lebih panjang dari pada dalam keadaan diam. Dalam
selang waktu t= 31,6 µs sebuah muon yang berkelajuan 0,998 c
dapat menempuh jarak:
s= v.t = (2,994 × 108 m/s)(3l,6 × ) = 9500 m
Walaupun umur muon hanya t0 = 2 µs terhadap kerangka
acuannya, namun muon dapat mencapai tanah dari ketinggian
9500 m karena dalam kerangka acuan pengamat di bumi umur
muon adalah t = 31,6 µs.
Jadi ketinggian h0 yang kita ukur harus menjadi lebih
kecil dalam kerangka acuan muon h yang memenuhi persamaan,

h = h0

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Dalam kerangka acuan kita muon menempuh


acuan muon yang tidak mengalami pemuaian
waktu, jaraknya mengerut menjadi jarak h0 =
9500 m karena pemuaian waktu. Dalam
kerangka :

h = (9500 m) = 600 m

03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Peristiwa pengerutan muon dapat diamati pada gambar berikut

03/03/2018
(a) (b)
KONTRAKSI LORENTZ

Seperti kita ketahui, jarak tersebut ditempuh muon yang berkelajuan


0,998c dalam waktu 2µs. Pengerutan relativistik dari jarak
merupakan contoh umum dari pengerutan panjang Lorentz atau
kontraksi Lorentz dalam arah gerak:

L = L0 atau L =

L= panjang benda bergerak yang diamati oleh kerangka diam atau


panjang relativistik (m)
L0= panjang benda yang diam pada suatu kerangka acuan (m)
v = kecepatan benda terhadap kerangka diam (m/s)
c = kecepatan cahaya (3 × 108 m/s)
03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Pengerutan panjang Lorentz. Hanya panjang dalam arah gerak


yang terpengaruh.
03/03/2018
KONTRAKSI LORENTZ

Contoh 3:
Seorang astronot yang tingginya 2
m, berbaring sejajar dengan sumbu
pesawat angkasa yang bergerak dengan
kelajuan 0,6c relatif terhadap bumi.
Berapakah tinggi astronot jika diukur oleh
pengamat di bumi?

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Sekarang kita menggunakan postulat relativitas


khusus untuk menyelidiki bagaimana gerak relatif
mempengaruhi pengukuran selang waktu.
Sebuah lonceng yang bergerak terhadap pengamat
kelihatannya berdetak lebih lambat daripada jika lonceng
itu diam terhadapnya. Ini berarti, jika seorang pengamat
dalam suatu roket mendapatkan selang waktu antara dua
kejadian dalam roket itu Δt0, orang di bumi mendapatkan
bahwa selang waktu tersebut lebih panjang, yaitu Δt.
Kuantitas Δt0 yang ditentukan oleh kejadian yang terdapat
pada tempat yang sama dalam kerangka acuan pengamatnya
disebut selang waktu proper antara kejadian itu.
03/03/2018
DILATASI WAKTU

Waktu proper adalah selang waktu antara kejadian


yang terjadi pada suatu tempat. Bila diamati dari
bumi, kejadian yang menandai permukaan dan
akhir selang waktu itu terjadi pada tempat yang
berbeda, dan mengakibatkan selang waktunya
kelihatan lebih panjang dari waktu proper. Efek
ini disebut pemuaian waktu (memuai adalah
bertambah besar) atau dilatasi waktu.

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Lonceng
sederhana.
Masing-masing
“tik” sesuai
dengan satu
perjalanan pergi-
pulang suatu
pulsa cahaya dari
cermin-bawah ke
atas dan kembali.

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Sebuah lonceng
pulsa cahaya yang
diam pada bumi
sebagaimana
terlihat oleh
seorang di bumi.

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Waktu yang dibutuhkan untuk pulsa cahaya


untuk menjalankan cermin dengan cahaya
dengan kelajuan cahaya c adalah Δt0/2, jadi
Δt0/2 = L0/c dan
Δt0 =

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Lonceng cahaya
dalam roket seperti
yang terlihat oleh
pengamat yang
diam di bumi.
Cerminnya sejajar
dengan arah gerak
roket.

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Dalam perjalanannya dari cermin-bawah ke


cermin-atas dalam waktu Δt/2, pulsa
cahaya menempuh jarak horizontal (Δt/2)
dan jarak total c(Δt/2). Karena L0
menyatakan jarak vertikal antara cermin,

= L0 2 +

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Tetapi 2L0/c adalah selang waktu Δt0 antara tik pada


lonceng di bumi, jadi

Δt = atau Δt = γΔt0

Keterangan :
Δt = selang waktu pada lonceng yang diam relatif
terhadap pengamat (s)
Δt0 = selang waktu pada lonceng dalam keadaan gerak
relatif terhadap pengamat (s)
v = kelajuan gerak relatif (m/s)
c = kelajuan cahaya (3 × 108 m/s)
03/03/2018
DILATASI WAKTU

Oleh karena kuantitas selalu lebih


kecil dari 1 untuk benda yang bergerak, Δt selalu
lebih besar dari Δt0. Lonceng yang bergerak dalam
roket kelihatannya berdetak lebih lambat dari
lonceng yang diam dibumi untuk pengamat yang
ada di bumi. Hal ini berarti selang waktu
relativistik Δt selalu lebih lama daripada selang
waktu proper Δt0. Peristiwa ini disebut dilatasi
waktu.

03/03/2018
DILATASI WAKTU

Contoh 4:
Rata-rata waktu hidup meson μ
yang bergerak dengan kecepatan 0.95c
adalah 6 x 10-6 s. Hitunglah rata-rata waktu
hidup meson μ yang diam dalam sebuah
sistem.

03/03/2018