Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)

Metode poligon kecepatan (metode kecepatan relatif) sangat


bermanfaat dan merupakan cara yang cepat untuk menentukan kecepatan
gerak lurus (linier) maupun kecepatan sudut (angular) suatu mekanisme.

Metode ini memiliki keuntungan tambahan dibandingkan metode lain (misal


metode pool kecepatan/metode kecepatan sesaat) karena dapat digunakan
untuk menganalisa percepatan, seperti yang akan dibahas dalam bab
berikutnya.

Kunci dasarnya:
“Arah kecepatan relatif setiap titik pada sebuah batang hubung(link)
terhadap titik yang lain dalam link yang sama adalah tegak lurus garis
yang menghubungkan ke-dua titik tersebut ”

1
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)

Gambar 4.1 Mekanisme 4 batang hubung (four-bar linkage)


dengan kecepatan sudut link 2 atau 2 diketahui
 Kecepatan titik A dapat diperoleh dengan:
Besar: VA = ω2 x O12A
Arah : VA tegak lurus O12A atau ditulis VA O12A
 Persamaan vektor yang menyatakan hubungan A dan B:
VB/A = VB  VA : vektor kecepatan B relatif terhadap A =
vektor kecepatan B(absolut)dikurangi vektor
kecepatan A(absolut)
atau ….
2
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)

VB = VA VB/A …(1) vektor kecepatan B(absolut)= vektor kecepatan A(absolut)


(a) (a,b) (a) ditambah vektor kecepatan B relatif terhadap vektor
(O14B) (a, b) (AB) kecepatan A

(a) = arah; (b) = besar

Dari persamaan VB = VA VB/A yang telah diketahui dari masing-masing vektor


(a) (a,b) (a)
adalah:
VB : arah(a) yaitu (O14B)
VA : arah dan besar(a,b) yaitu(O12A) dan ω2 x O12A)
VB/A : arah(a) yaitu (AB)
Keterangan-keterangan ini cukup untuk menyelesaikan persamaan di atas karena
hanya ada 2 anu (sesuatu yang belum diketahui) yaitu besar VB dan besar VB/A

3
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)

1. Tentukan titik acuan(pool), OV


2. Lukiskan garis lurus dengan arah dan besar yang biasanya diskala-kan dari titik acuan, Ov untuk
vektor VA
3. Lukis suatu garis yang merupakan arah VB/A(AB) yang ditarik dari/melalui ujung VA
4. Lukis sebuah garis melalui pangkal vektor VA(OV) yang arahnya=arah vektor VB yaitu (O14B)
5. Perpotongan kedua garis yang dilukis pada langkah 3 dan 4 akan menentukan besar VB dan VB/A

Notasi yang digunakan:


• OVa mewakili VA
• OVb mewakili VB
• ab mewakili VB/A
• ba mewakili VA/B
 Titik pool OV adalah titik dengan kecepatan nol
4
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)

METODE BAYANGAN(IMAGE)

Gambar 4.2
Jika mekanisme pada Gambar 4.1 batang hubung(link)3 diperluas menjadi  ABC
seperti terlihat pada Gambar 4.2 di atas, maka kecepatan VC dapat diperoleh.
Penyelesaian:
Dari pembahasan sebelumnya, VA dan VB sudah diketahui
Persamaan yang menghubungkan C dan A adalah:
VC = VA VC/A …………….(2)
(?) (a,b) (a)
Arah dan besar VA diketahui juga arah VC/A
Tetapi hal yang diketahui belum cukup untuk menyelesaikan soal ini
5
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
Membuat persamaan kecepatan relatif yang lain untuk VC:
VC = VB VC/B …………….(3)
(?) (a,b) (a)
Hal yang diketahui pada persamaan (3) juga belum cukup untuk menyelesaikan
soal. Tetapi dari ke-dua persamaan yaitu (2) dan (3), soal tersebut dapat
diselesaikan seperti terlihat pada Gambar 4.3(a).

Gambar 4.3(a) dan 4.3(b)


6
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
 Gambar 4.3(a):
Dari persamaan (2) dilukis Ova yang mewakili VA. Kemudian dilukis garis arah
Vc/A yaitu AC melalui ujung a, dimana pada salah satu titik pada garis ini
merupakan kedudukan ujung vektor Vc.
Dari persamaan (3) dilukis garis Ovb yang mewakili VB. Kemudian dilukis garis arah
VC/B yaitu BC melalui ujung b, dimana pada salah satu titik pada garis ini
Merupakan kedudukan ujung vektor VC.
Perpotongan ke-dua garis tersebut adalah titik c dan OVC merupakan harga dari VC.

 Gambar 4.3(b): Metode Bayangan (Image)


Dengan mengetahui kecepatan A dan B, kita buat poligon kecepatan abc yang
sebangun dengan kecepatan ABC pada gambar soal di atas, yaitu dengan cara
memindahkan sudut-sudutnya ( A =a dan  B =b).
Bila kita membaca ABC : berarti kita telah membaca berlawanan arah putaran
jarum jam, yaitu dari A ke B lalu ke C, maka pada poligon kecepatan kita juga
harus membuat  tersebut berurutan dari a ke b lalu ke c berlawanan dengan arah
putaran jarum jam.
Bila abc telah terlukis maka kecepatan titik C adalah panjang garis Ovc dikalikan
dengan skala kecepatannya.
7
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
 Menentukan kecepatan titik D (VD)
 Titik d ditentukan dengan melukis garis yang sudah diketahui arahnya melalui a
dan c yang saling berpotongan di d atau melalui b dan c
Persamaannya adalah:
VD = VA VD/A dan VD = VC VD/C
(?) (a,b) (a) (?) (a,b) (a)

atau
VD = V B VD/B dan V D = VC VD/C
(?) (a,b) (a) (?) (a,b) (a)

8
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
 Titik d dapat juga ditentukan dengan perbandingan.
Tiap link pada gambar mekanisme soal memiliki bayangan yang sebangun pada
gambar poligon kecepatan di atas
Untuk menentukan d dengan perbandingan:

 Garis Ova tegak lurus O12A, ba  BA, cd  CD dan seterusnya.


Kecepatan-kecepatan ini searah dengan perputaran 900 dari link-linknya pada
mekanisme.
Rumah atau dudukan atau rangka, kecepatannya = 0 dan dalam poligon kecepatan
merupakan titik pool Ov.

9
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
KECEPATAN SUDUT
Kecepatan sudut sebuah link sama dengan kecepatan relatif sebuah titik terhadap titik yang
lain pada link yang sama dibagi dengan jarak ke dua titik tersebut

V VA/B ba
1. Kecepatan sudut link 3: ω3/1    cw 
R AB AB

atau

2. Kecepatan sudut link 3: ω3/1 


V VB/A ab
  cw 
R AB AB

atau

V VC/D dc
ω3/1    cw 
3. Kecepatan sudut link 3: R CD CD

 Pada persamaan 1 yang diambil adalah A relatif terhadap B. Ini berarti bahwa B dianggap diam(fixed)
dan vektor VA/B diletakkan dititik A. Dapat dilihat bahwa link 3 berputar searah putaran jarum jam.
Ketika menganggap sebuah titik itu diam seperti gambar di atas, komponen gerak lurus yang terdapat
pada titik yang bersangkutan pada link diabaikan karena tidak akan mempengaruhi kecepatan sudut link
tersebut
10
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
 Kecepatan sudut link 4 adalah: V V Vb
ω 4/1   B  v cw 
R O14B O14B

Dapat dilihat bahwa link 4 berputar searah putaran jarum jam (cw=clockwise)

11
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
Contoh soal:
Pada gambar di bawah ini terlihat suatu mekanisme jika link 2 bergerak dengan kecepatan
5m/s kearah kanan. Skala kecepatan, .

DB = 41 mm
BA = 10 mm
O14A = 22 mm
AC = 32 mm

Tentukan: a. kecepatan titik B dan titik D atau (VB dan VD)


b. kecepatan sudut link 2, 3, 4, 5 atau (2, 3, 4 5)
Solusi:
Analisa kecepatan
1) VC2 = VA3 VC2/A3
(a,b) (O14A) (AC)
2) VB4 diperoleh dari perbandingan:

12
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
3) VD6 = VD5 = VB4 VD5/B4
(//x) (a,b) (DB)

Poligon kecepatan

13
BAB IV
POLIGON KECEPATAN (SEGIBANYAK KECEPATAN)
Harga-harga kecepatan yang diukur dari poligon kecepatan (¤) yaitu:
VA = 6,6 m/s
VB = 9,6 m/s (¤)
VD = 10,4 m/s (¤)
VC/A = 3,4 m/s
VD/B = 5,3 m/s
Harga-harga kecepatan sudut:
2= 0 rad/s (sebab link 2 tidak berputar tetapi bergerak lurus)

14