Anda di halaman 1dari 36

Massa, Momentum, dan Energi

Relativistik

Oleh:
Kelompok III (Tiga)

Shally Sapitri (A1E014045)


Oktri Dwi Andalasia (A1E0140 57)
Yunisa Ramadiah (A1E014075)
1 Massa Relativistik

Pertama, dimulai dengan meninjau tumbukan elastis lenting antara


dua partikel A dan B yang disaksikan oleh pengamat dalam kerangka
acuan S dan S’ yang berada dalam gerak relatif uniform. Sifat A dan
B identik jika ditentukan terhadap acauan tempat partikel itu diam.
Kerangka S dan S’ terorientasi seperti dalam Gambar 1.1 , dengan S’
bergerak dalam arah sumbu +x terhadap S dengan kecepatan v.
Perhatikan Gambar 1.1 di bawah ini!
Persamaan-persamaan yang didapatkan dari gambar 1.1
Sebelum tumbukan, partikel A dalam keadaan diam terhadap kerangka S dan
partikel B terhadap S’. Kemudian pada saat yang sama, A dilemparkan dalam
arah +y dengan kecepatan vA, sedangkan B dalam arah –y’ dengan kecepatan vB’,
maka,
Persamaan (1.1)

Ketika kedua pertikel bertumbukan, A memantul dalam arah –y dengan


kecepatan vA, sedangkan B memantul dalam arah +y’ dengan kecepatan vB’. Jika
partikel tersebut dilemparkan dari kedudukan yang berjarak y, pengamat di S
menemukan bahwa tumbukannya terjadi pada y = ½ Y dan pengamat di S’
menemukan tumbukannya terjadi y’ = ½ Y.
Waktu pulang-pergi To untuk A diukur dari kerangka S :
Persamaan (1.2)

Waktu pulang-pergi To untuk A diukur dari kerangka S :


Persamaan (1.3)

Jika momentum kekal dalam kerangka S maka harus berlaku:


Persamaan (1.4)

Dalam kerangka S’ maka harus berlaku:


Persamaan (1.5)
sehingga waktu yang diperlukan B untuk melakukan pulang-pergi seperti dalam
perjalanan A maka perjalanan B memerlukan waktu To,
Persamaan (1.6)

Walaupun pengamat dalam kedua kerangka melihat kejadian yang sama, tetapi
mereka melihat perbedaan waktu yang diperlukan pertikel yang dilemparkan
dari kerangka lain untuk melakukan tumbukan kemudian kembali ke tempat
semula.
Dengan memasukan nilai T dalam persamaan (1.6) ke dalam persamaan (1.5)
didapatkan hasil:
Persamaan (1.7)
Dengan memasukan persamaan dan persamaan (1.7) ke dalam
persamaan (1.4) didapatkan hasil:
Persamaan (1.8)

Hipotesis awal ialah A dan B identik bila dalam keadaan diam terhadap
pengamat, akan tetapi antara mA dan mB berarti pengukuran massa, seperti
juga ruang dan waktu, tergantung dari kecepatan relatif antara pengamat,
kejadian apapun yang sedang ia amati.
Supaya didapatkan rumusan massa suatu benda yang terukur ketika benda itu
bergerak dinyatakan dalam massa mo yang terukur dalam keadaan diam maka
diperlukan peninjauan terhadap contoh yang serupa dengan vA dan vB’ sangat
kecil. Dalam hal ini pengamat di S akan melihat B mendekati A dengan
kecepatan v, membuat tumbukan yang luput (karena vB’ ≪ v) dan kemudian
melanjutkan perjalannya. Dalam S,

sehingga massa relativistik, yaitu:


Massa benda yang bergerak dengan kecepatan v relatif terhadap pengamat
menjadi lebih besar daripada massa ketika benda diam terhadap pengamat
dengan faktor

Pertambahan massa ini berlaku timbal-balik, yaitu terhadap pengamat di S’


maka mA = m dan mB = mo.
ANALOGI:
Diukur dari bumi, sebuah roket yang sedang meluncur, lebih pendek daripada
roket kembangnya yang diam di bumi dan massanya menjadi lebih besar.
Terhadap orang dalam roket yang meluncur, roket di bumi kelihatan lebih
pendek dan mempunyai massa yang lebih besar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
benda bertambah massif ketika bergerak dibandingkan dengan keadaan diam.
2 Momentum Relativistik
Perhatikan Gambar 2.1 di bawah ini!

Andaikanlah dua massa identik saling mendekati, masing-masing


dengan laju v. setelah bertumbukan, kita peroleh sebuah massa 2m
dalam keadaan diam.
Menurut mekanika klasik, massa 1 akan tampak diam, sedangkan massa 2 akan
tampak mendekat dengan laju 2v. Tetapi transformasi Lorentz ternyata
memberi hasil yang berbeda. Misalkan O′ bergerak ke kanan dengan laju u = v.
Kecepatan massa 1: Kecepatan massa 2:

Kecepatan Massa Gabungan


Perhatikan Gambar 2.2 di bawah ini!

Momentum linear sebelum dan Momentum linear sebelum dan


sesudah tumbukan menurut O : sesudah tumbukan menurut O’ :

Karena menurut pengukuran O′ , p′awal ≠ p′akhir , maka bagi O′ momentum linear tidak
kekal.
Untuk mencari bahwa p′awal= p′akhir maka digunakan persamaan massa
relativistik.
Nyatakan massa yang diukur oleh O dengan m1, m2, dan M (massa gabungan), dan
yang oleh O′ dengan m′1, m′2,dan M′. Anggaplah kedua objek ini memiliki massa
diam m0 yang sama. Maka menurut O, kedua massa:

Karena v1 = v2 = v
Karena massa gabungan ini diam dalam kerangka acuan O, maka massa M
adalah massa diamnya, yang selanjutnya kita nyatakan dengan M0. Menurut O′,
m′1 = m0 . Karena m′2 bergerak dengan laju v′2 = -2v/(1 + v2/c2), maka
Massa gabungan M′ bergerak dengan laju V′ = -v,

Jika kita subsitusikan hasil yang kita peroleh bagi M₀,


Kekelalan momentum menurut O, pawal = m1v1+ m2v2 tetap sama dengan nol,
seperti pakhir.
Periksa pernyataan momentum awal dan akhir dalam kerangka acuan O′:

Karena p′awal= p′akhir , maka definisi baru ini ini berhasil mempertahankan
berlakunya kekekalan momentum dalam semua kerangka acuan, bukan hanya
kerangka acuan dalam kedua kasus yang dibahas.
Pendefinisian ulang tentang momentum relativistik:

ALASAN:
1. Dapat diperluas dengan mudah ke rumusan dua dan tiga dimensi
2. Menghindarkan kita dari kebingungan penggunaan massa
relativistik pada kasus-kasus tertentu.
3 Hukum II Newton dalam Relativitas

Pernyataan fisika klasik tentang hukum kedua Newton :


“resultan gaya dalam sebuah benda sama dengan laju perubahan
momentum benda tersebut”.

Untuk menyertakan efek-efek relativistik, keluwesan perlu


diberlakukan terhadap fakta bahwa massa suatu benda bervariasi
terhadap kecepatannya.
Jika momentum linear p didefiniskan sebagai,

maka hukum kekekalan momentum berlaku dalam relativitas khusus


seperti dalam fisika klasik.
Persamaan (3.1) Persamaan (3.1) tidak setara dengan
persamaan:

karena

dan Gaya resultan pada benda selalu


tidak NOL jika kelajuan benda sama dengan laju perubahan
berubah terhadap waktu. momentum terhadap waktu.
4 Hubungan Massa dan Energi

Untuk mengetahui hubungan massa dan energi:


1. Diturunkan langsung dari persamaan K dari suatu benda
yang bergerak sebagai kerja.
Persamaan Awal

dengan
Persamaan 4.1
HASIL
TRANSFORMASI
2. Persamaan (4.1) di integralkan secara parsial.
Rumus Umum Integral Parsial

Hasil dari Integral


Persamaan 4.2
1 2

Makna dari Persamaan 4.2


Energi kinetik suatu benda sama dengan pertambahan massanya
sebagai akibat gerak relatifnya dikalikan dengan kuadrat kelajuan
cahaya.
3. Mengubah bentuk persamaan (4.2).
Hasil Perubahan
Persamaan 4.3 1

Penafsiran:
 mc² = Energi Total = E
 Jika benda diam, K = 0, tetapi masih memiliki Hubungan Massa dan Energi
energi diam.
Jika benda bergerak:
 moc² = Energi diam = Eo

Persamaan (4.3) menjadi 2


3
Massa dan energi bukan merupakan kuantitas yang bebas maka hukum
kekekalan massa dan energi sebenarnya menjadi satu, yaitu hukum kekekalan
massa energi.

Massa dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi jika hal ini terjadi maka
sejumlah massa kecil setara dengan sejumlah energi besar.

Faktor konversi antara satuan massa (kilogram, kg) dan satuan energi (joule,
J) ialah moc2.

Contoh: 1 kg massa buku mempunyai isi energi moc2 = 1 kg = 1 kg x (3 x 10 8


m/detik) 2 = 9 x 10 16 J, cukup untuk mengirimkan beban sejuta ton ke
bulan.
Hukum Kekekalan Energi Relativistik

“Jika sebuah benda diam dengan massa mo membelah secara


spontan menjadi mo1 dan mo2, masing-masing bergerak dengan
kecepatan v1 dan v2 maka akan berlaku hukum kekekalan energi
relativistik.”
Persamaannya:
5 Partikel Takbermassa

Partikel akan memiliki massa diam hanya bila partikel itu bergerak
dengan kelajuan cahaya.
Mekanika Klasik
Suatu partikel harus mempunyai massa diam supaya bisa memiliki energi dan
momentum.

Mekanika Relativistik
Suatu partikel tidak harus mempunyai massa diam supaya bisa memiliki
energi dan momentum.

A. Pembuktian Partikel Takbermassa


Langkah-langkah untuk membuktikan sifat yang dimiliki oleh partikel
takbermassa, yaitu:
1. Mengingat kembali rumus energi total dan momentum relativistik.
Persamaan (5.1) Persamaan (5.2)
Energi total Momentum
Relativistik

Jika mo = 0 dan v < c, jelaslah bahwa E = p = 0 sehingga sebuah partikel


takbermassa dengan kelajuan cahaya tidak dapat memiliki energi atau
momentum.

Jika mo = 0 dan v = c, maka dan hasilnya taktentu: E dan p dapat


memiliki harga berapa saja. Jadi, Persamaan (5.1) dan (5.2) konsisten dengan
eksistensi partikel tak bermassa yang memiliki energi dan momentum dengan
syarat partikel itu bergerak dengan kelajuan cahaya.
2. Hilangkan masing-masing akar pada setiap persamaan.
Persamaan 5.1 menjadi Persamaan 5.2 menjadi

3. Persamaan (5.1) dikurangi dengan persamaan (5.2).


Hasil Pengurangan: Hasil penyusunan ulang:
4. Jika mo = 0, maka hubungan energi dan momentum yang dimiliki partikel
takbermassa, yaitu:

Rumusan Partikel Takbermassa

Kesimpulan dari partikel takbermassa, yaitu:


 Kemungkinan adanya partikel takbermassa akan terpenuhi jika v = c dan
E = pc berlaku untuk partikel tersebut.

Contoh partikel Tak bermassa:


 Foton
 Neutrino
6 Hubungan Momentum dan Energi

Momentum (bukan kecepatan) bersifat kekal maka sebaiknya untuk


menyatakan energi sebuah benda, baik dituliskan dalam bentuk
momentumnya dan bukan kecepatannya.

Langkah untuk mengetahui hubungan momentum dan energi:


Kedua ruas dari persamaan massa relativistik dikalikan dengan
.

Hasil Perkalian: dengan: Hubungan p dan E


mc² = E
moc² = Eo
|p| = mv
7 Satuan-satuan Energi dan Momentum

Satuan Energi : Elektron Volt (eV )


Elektron-volt (eV) merupakan energi kinetik sebuah benda yang
muatannya setara dengan muatan sebuah elektron, setelah muatan
tersebut bergerak melalui sebuah beda potensial sebesar satu volt.
1 eV = (1,602 x 10-19 C) (1 V) = 1,602 x 10-19 J
1 MeV = 106 eV
1 GeV = 109 eV

Hubungan 1,602 x 10-19 J = 1 eV dapat dipandang sebagai


faktor konversi.
Satuan Standar untuk Momentum : kg.m.s-1

Satuan Momentum Relativistik :

Faktor konversinya:
Tinjauan Umum dalam Menyelesaikan Soal
8 Massa, Momentum, dan Energi Relativistik

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyelesaikan soal massa,


momentum dan energi relativistik, yaitu:
1. Penggunaan umusan energi kinetik

untuk menyelesaikan soal massa-energi adalah SALAH.


Rumusan yang BENAR : .

2. Dalam momentum .
Q Contoh Soal

1 Tentukan energi total, energi kinetik, dan momentum sebuah


proton yang diketahui bahwa moc2 = 938 MeV dan proton
tersebut bergerak dengan kelajuan v/c = 0,800!
2 Sebuah benda diam terbelah menjadi dua bagian secara spontan
dan keduanya saling bergerak ke arah yang berlawanan.
Belahan-belahan tersebut memiliki massa diam 3 kg dan 5,33 kg
serta memiliki kecepatan relatif 0,8c dan 0,6c, Tentukan massa
diam benda tersebut sebelum terbelah!
3 Pada fraksi kecepatan cahaya, berapakah kecepatan sebuah
partikel harus bergerak agar energi kinetiknya menjadi dua kali
energi diamnya?
k Kesimpulan

a. Massa Relativistik: b. Momentum Relativistik:

c. Hukum 2 Newton dalam d. Hubungan Massa dan Energi


Relativistik
e. Partikel Takbermassa f. Hubungan Momentum dan Energi

g. Satuan-satuan Energi dan h. Tinjauan Umum yang Harus


Momentum Diperhatikan

Energi : eV, MeV, dan GeV.

Momentum :
Kelompok III (Tiga)
Sekian dan Terima Kasih