Anda di halaman 1dari 73

PEMICU 2

Nelayan & petani


Oleh :
Pitri Erlina Lay S.Farm.,Apt.
LO 1 – ADMINISTRASI
KESEHATAN
Administrasi Kesehatan
(Komisi Pendidikan Adm. Kes. Amerika Serikat, Thn. 1974)

Suatu proses yang menyangkut perencanaan,


pengorganisasisan, pengarahan, pengawasan,
pengkoordinasian & penilaian terhadap Sumber, Tata Cara, dan
Kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan &
tuntuan akan kesehatan, perawatan kedokteran serta
lingkungan sehat dengan menyediakan & menyelenggarakan
berbagai upaya kesehatan perorangan, kelompok & masyarakat

3
Sistem Kesehatan
• Suatu kesatuan yang utuh dan terpadu dari berbagai
elemen yang berhubungan serta saling mempengaruhi
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

• Jenjang sistem
– Supra sistem  lingkungan tempat sistem berada
– Sistem  subyek dan obyek pengamatan
– Sub sistem  bagian dari sistem yang mandiri membentuk sistem
pula. Kedudukan dan peranannya lebih kecil daripada sistem
Sistem Kesehatan

Subsistem Mutu Subsistem


Pelayanan Kes Pembiayaan Kes
“Tatanan yg mengatur sumber-
“Tatanan yg mengatur dari
daya keuangan,cara penggalian
pelbagai upaya kes.
sumber-sumbernya,penempatan-
yang diselenggarakan
nya&pendayagunaannya utk mem-
dalam suatu negara
biayai/membeli pelayanan kese-
hatan yg dibutuhkan masyarakat”.

Adm. Kes. Mas. Ekonomi Kes.


(Public Health Adm) (Health economics)

5
LO 2 :
Pendekatan Sistem
Pendekatan Sistem
Yaitu :
“Cara penelaahan terhadap suatu masalah
yang kompleks dengan melihat masalah
tersebut secara keseluruhan”
 merupakan suatu cara berfikir yang
melihat masalah dari sudut pandangan yang
luas, bukan melihatnya secara bgian demi
bagian

7
BAGIAN-BAGIAN PROSES DALAM PENDEKATAN SISTEM
MANAJEMEN KESEHATAN

1. Planning : penyusunan konsep serta kegiatan yang akan


dilaksanakan hingga tujuan yang telah ditetapkan
2. Organizing : koordinasi secara rasional berbagai kegiatan dari
sejumlah orang tertentu untuk mencapai tujuan bersama
3. Actuating : pelaksanaan konsep sesuai tujuan; and
4. Controlling - kegiatan untuk memantau proses/jalannya suatu
program/kegiatan, sejalan dengan evaluasi.
5. Evaluating : Kegiatan untuk menilai hasil suatu program atau
kegiatan.
6. Perawatan pasien sekarat (Care of the dying patient)
JENIS EVALUASI

• Evaluasi Formatif : dilakukan pada proses program (program

masih berjalan).

• Evaluasi Sumatif : dilakukan pada waktu program telah selesai.


KERANGKA TEORITIS ADMINISTRASI KESEHATAN

Lingkungan

Input Process Output Effect Outcome

Feedback
UNSUR-UNSUR PENDEKATAN SISTEM

1. Input : kumpulan elemen/bagian yang terdapat dalam sistem dan

yang diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut.

2. Proses : kumpulan elemen/bagian yang berfungsi mengubah

masalah menjadi keluaran yang direncanakan.

3. Output : kumpulan elemen/bagian yang dihasilkan dari

berlangsungnya proses dalam sistem.


4. Feed back (umpan balik): kumpulan elemen/bagian yang

merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai

masukan bagi sistem tersebut.

5. Efek /dampak (impact): akibat yang dihasilkan output sistem

6. Lingkungan : dunia luar sistem, tidak dikelola sistem tapi

berpengaruh besar pada sistem


MACAM MASALAH PENDEKATAN SISTEM

• Masalah sesungguhnya : terjadi bila terdapat

kesalahan/penyimpangan terhadap hasil output yang dapat

berefek pada outcome

• Masalah penyebab : terjadi bila terdapat

kesalahan/penyimpangan/kekurangan pada hal penginputan dan

pemprosesan suatu data


Masalah – masalah pada kasus:
Material / Evaluating : Non Fisik :
sarana : Pencatatan & - Kepadatan pddk
(-) sarana & pelaporan msh cukup tinggi
Prasarana; blm dilakukan scr - Pendidikan pddk
Jamban periodik mayoritas rendah
umum >> tdk - Usia produktif < 50
memenuhi % dr total jmlh
syarat, air pddk.
bersih
tercemar air
laut, rumah Care ot the dying
sehat <<, bkj patient : ? tdk di
tanpa APD sebutkan bgm
cara
merehabilitasi px
yg tipis harapan
hidupnya
Solusi dari tiap masalah pada tiap variabel :
LO 3 :
Penyakit akibat kerja
HIPERKES
Penyakit akibat kerja:penyakit yang ditimbulkan
oleh atau didapat pada waktu melakukan
pekerjaan.

Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang


disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan,
proses maupun lingkungan kerja.
PROSES TERJADINYA penyakit akibat
kerja
Faktor yang mempegaruhi kesehatan pekerja

Fisika Kimia Biologi Mekanik/ Psikososial


fisiologi &
Ergonomi
Kebisingan Cairan Serangga Sikap duduk Kebimbang-
Getaran Debu Tungau Pergerakan an
Radiasi Asap Lumut Gerakan Tekanan
pengion Serat Ragi berulang kerja
Radiasi bkn Kabut Jamur Pencahaya- Kebosanan
pengion Gas Bakteri an & Bekerja
Panas & penglihatan pada hari
Uap Virus libur
dingin
Listrik
Udara
bertekanan
Golongan Bentuk Contoh Penyakit
Fisik suara tuli
radiasi -rontgen: penyakit darah,
kelainan kulit
-infra merah: katarak
-ultraviolet: konjungtivitis
fotoelektrik
suhu -panas: heat stroke, heat
cramps
-dingin: frostbite
tekanan udara tinggi caisson disease
pencahayaan asthenopia, myopia
Kimia debu silikosis, pneumoconosis,
asbestosis
uap metal fume fever, dermatitis

gas: H2S, CO keracunan


larutan dermatitis
insektisida, racun jamur keracunan
Faktor penyebab pada
Nelayan & petani :
mekanik psikososial

• Luka karena tertusuk duri lobster • mrpk sebagian bsr dari mata
•Kebersihan dalam menangani luka ↓ pencaharian pddk yg memang sebagai
•Bkj tanpa APD nelayan & petani
Pencegahan (pengendalian)
• Rancang ulang proses dan prosedur kerja
• Substitusi dengan bahan yang kurang berbahaya
• Mengurangi intensitas bahaya
• Melindungi/menyeleksi pekerja terhadap bahaya
• Sistem ventilasi yang baik
• Penyesuaian tempat kerja
• Pengaturan waktu kerja, istirahat dan rotasi
• Alat pelindung diri
6 TINGKAT PENCEGAHAN

Behavioural Reversible Terminal


Exposure
Patterns & Changes Irrev disease
To
Enviromental In Changes
Hazards
Conditions Function

Health Specific Early Disability Rehabil Care


Promotion Protect Diagnosis Limitation Itation Of
(1) Ion & (4) (5) The Dying
(2) Treatment Patient
(3) (6)
I II III
Primary Prevention Secondary Prevention Tertiary Preventioon
1. Health promotion
– Penyuluhan dan pelatihan
• Cara kerja yang baik
• Pemakaian alat pelindung diri yang benar
– Gizi kerja
– Olahraga
2. Spesifik protection
– Pengendalian teknis:
• Substitusi
• Isolasi
3. Early diagnosis
– Pemeriksaan pra-kerja
– Pemeriksaan berkala
– Surveilans
– Pemeriksaan lingkungan secara berkala
4. Prompt treatment
– Pengobatan segera bila ditemukan adanya gangguan kesehatan pada
kerja
– Pengendalian segera di tempat kerja
5. Disability limitation & rehabilitation
– Evaluasi kecandaan
– Evaluasi kembali kerja
– Menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi kerja
– Mengganti pekerjaan sesuai dengan kemampuan kerja
Faktor dalam menilai kondisi kerja
Pekerja Mesin Lingkungan
• usia • ukuran • suhu
• jenis kelamin • kegunaan • pencahayaan
• ras • alat pengendali tombol, • kelembaban
• dimensi tubuh dan bentuk gagang, meteran • tekanan
• penggunaan energi • frequensi dan keruwetan • ventilasi
• status kesehatan pengendalian • kebisingan
• sikap tubuh • ruang kerja
• pergerakan • hubungan dengan pekerja
• penglihatan lain dan manajemen
Penanggulangan
1. UUD’45 Mengisyaratkan setiap warga negara berhak atas pekerjaan
dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan
2. UU kesehatan dan No. 3 th. 1969 Persetujuan konensi organisasi
keselamatan kerja perburuhan internasional
No. 120 th. 1969 Higiene dalam perniagaan dan
perkantoran
No. 14 th. 1969 Pasal 9 Berhak mendapat
perlindunngan atas
keselamatannya
Pasal 10, Pemerintah membina
ayat 4 norma2 keselamatan

No. 1 th. 1970 Keselamatan kerja


No. th. 1951 Penggantian kerugian kpd buruh yang
mendapat kecelakaan atau penyakit
akibat kerja
No. 3 th. 1992 JAMSOSTEK ( Jaminan Sosial Tenaga
Kerja)
No. 23 th. 1992 Tentang kesehatan
3. Peraturan- No. 7 tahun 1973 Pengawasan dan peredaran,
peraturan penyimpanan dan penggunaan
pestisida

No. 11 tahun 1975 Keselamatan kerja terhadap radiasi

4. Hukum perdata

6. Efek penyakit atau pelanggaran peraturan keselamatan pada pekerja kontrak


Bagi masyarakat miskin
POKOK-POKOK JAMKESMAS 2008
• Nama Program : JAMKESMAS
• Definisi Program : Bantuan sosial untuk pelayanan
kesehatan bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
• Sasaran : masyarakat miskin dan mendekati miskin/ tidak
mampu.
• Jumlah sasaran : 76,4 (tujuh puluh enam juta empat ratus
ribu) jiwa.
Terapi
• Terapi medikamentosa:
- Terhadap kausal (bila mungkin)
- Pada umumnya PAK/PAHK irreversibel, sehingga terapi sering
kali hanya secara simptomatis saja
contoh: ISPA, peny. Pulpa &periapikal, gastritis, diare, gangguan
kulit, demam, myalgia, sakit kepala, dan TBC paru
Prinsip: lebih baik mencegah PAK/PAHK

• Terapi okupasi:
- Pindah ke bagian yang tidak terpapar / memakai masker
(ISPA), memakai saryng tgn karet (nelayan -> mcgh dermatitis,
memakai sepatu boot -> petani : mcgh dermatitis kaki)
- Lakukan cara kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik
Pencegahan
Pekerja:
Menggunakan Alat kerja Alat
Pemerintah: APD,berhati2 dlm
dan prosedur pelindung
melakukan
-upaya penyuluhan pekerjaan : diri :
kebersihan (menjaring, Lingkungan
&kslmatan krj bercocok tanam) Selalu kerja : - Menggunakan
- Pembangunan Menajga menggunakan sarung tgn
koperasi penyedia
APD
kebersihan (sll cuci APD selama karet &
tgn stlh selesai
bekerja) bekerja sepatu boot
Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit Akibat Kerja
Untuk Nelayan & petani :
• Penyuluhan ttg kebersihan dan sosialisasi macam2
APD beserta cara penggunaannya
• Memakai sarung tangan karet dan sepatu boot saat
bekerja
• Mencuci tgn & kaki segera setelah pulang kerja
LO 4 – PROMOSI KESEHATAN
• Promosi kesehatan berkaitan dgn pencegahan dan
pengobatan dermatitis diantaranya melalui:
– Konseling
– Penyuluhan
– Media massa
Tentang bgm penggunaan dan pentingnya APD
sarung tangan karet dan sepatu boot
Cara-cara :
• Penerangan/pendidikan kesehatan melalui
perorangan
– Pada waktu mengadakan kunjungan rumah
• Penerangan/ Pendidikan secara kelompok
– Pada kursus-kursus,ceramah,rapat,dsb
• Penerangan dengan menggunakan fasilitas
media massa
– Surat kabar,majalah-majalah
– Film,slide
– Brosur
– Bill boards
– dsb
Sistem Rujukan (Referal System)

Pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap


kasus penyakit atau masalah kesehatan secara
vertikal atau horisontal (SK Menkes RI No 32 tahun
1972)
 Vertikal : unit kemampuan kurang 
kemampuan lebih
 Horisontal : kemampuan setingkat
Macam Sistem Rujukan

 Rujukan kesehatan  pencegahan


penyakit dan upaya peningkatan kesehatan
; teknologi, sarana dan operasional.
 Rujukan medik  penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan ; penderita,
pengetahuan dan bahan pemeriksaan.
Manfaat Sistem Rujukan

 Penghematan dana  bagi Px maupun


pemerintah
 Memudahkan masy mendapatkan pelayanan
 Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan
petugas
 Memudahkan pekerjaan administrasi 
perencanaan
 Memperjelas sistem pelayanan kes.
Dimensi aspek Pelayanan Kesehatan
A. Promosi kes tingkat Promotif
sasaran: kelompok orang sehat agar mampu
meningkatkan kesehatannya.

B. Promosi kes tingkat Preventif


sasaran: selain orang sehat jg kelompok
orang beresiko tinggi, misal: ibu hamil
& menyusui, perokok, obesitas, pekerja sex,
dsb. Tujuan agar kelompok tsb tidak
menjadi sakit (primary prevention)
C. Promosi kes tingkat Kuratif
sasaran: para penderita penyakit, khususnya
penyakit kronis spt: asma, DM, TBC,
hipertensi, rematik,dsb.
Tujuan: agar mampu mencegah peny tsb
tidak menjadi lebih parah.
D. Promosi kes tingkat Rehabilitatif
sasaran: penderita/pasien yg baru sembuh.
Tujuan: agar segera pulih dan mengurangi
kecacatan seminimal mungkin
METODE DAN TEHNIK PROMOSI
KESEHATAN
1. Metode Promkes Individual
mis : councelling
2. Metode Promkes Kelompok
- kelompok kecil (simulasi, disk kelpk)
- kelompok besar (ceramah,seminar,dll)
3. Metode Promkes Massal (ceramah umum,
media cetak,media elektronik,spanduk,
billboard,dll.
Perencanaan Penyuluhan
PEMIKIRAN DASAR
• kesehatan adalah yang paling esensial
• rencanakan siapa yg dilibatkan, kapan, di
mana, hambatan, factor pendukung
• rencanakan dengan konsumen saling
memiliki
• ada pengetahuan ttg: masalah kes, program
kes, daerah dan masy yg jadi sasaran, sarana,
perencanaan, penyuluhan
Perencanaan Penyuluhan
• merencanakan berdasar data naik/turun
dari tahun sebelumnya
• rencanakan apakah kegiatan bisa diperluas ke
daerah lain/dilanjutkan mandiri
• rencanakan berdasar prioritas
• rencanakan untuk dapat merubah tindakan
tentukan secara jelas apa yang dicapai
• penilaian penyuluhan
Langkah-Langkah Perencanaan
Penyuluhan
• mengenal masalah : Batuk-Pilek, Diare, Gatal-gatal,
Kebersihan, BAB, dll.
• prioritas : para pengungsi
• tujuan : agar wabah penyakit jangan sampai terulang lagi
dan tempat pengungsian menjadi lebih bersih
• sasaran : para pengungsi
• isi : mengolah makanan yang baik, mengolah air, membuat
sumur, jamban yang baik.
• Metode : LCD, penyuluhan langsung
• Media : sandiwara, LCD
• rencana penilaian
• membuat jadwal pelaksanaan
Bentuk-bentuk komunikasi berkaitan dengan
penyuluhan
• Komunikasi dapat berupa :
– Menurut proses  langsung , tidak langsung
– Menurut sasaran  massa, kelompok, perorangan
– Menurut arah  satu arah, dua arah
– Menurut media  visual, audio, audiovisual
– Menurut simbol  lisan, tulisan, isyarat
– Menurut suasana  formal, informal
Komunikasi
• syarat komunikasi yang baik (7C)
– credibility
– content isi yang bermanfaat
– context pesan sesuai realita sehari-hari
– clarity jelas
– continue dan consistency
– chanels saluran yang tepat
– capability of the audience
Syarat Pesan

– Jelas, tidak bertele-tele


– Bisa dilaksanakan
– Menarik
– Bisa diterima (norma, adat, agama)
– Sistematis
– Bahasa mudah dipahami
– Memotivasi
Komunikator

– menguasai pesan pendidikan


– pandai merumuskan pesan
– pandai memilih bentuk pesan
– kredibilitas
– wajar
– mau mendengar umpan balik
– mengenal sasaran
– menguasai alat peraga visual/audio/audiovisual
Hambatan

– keterbatasan waktu
– jarak psikologis
– evaluasi terlalu dini
– lingkungan tidak mendukung (ribut, berisik)
– keadaan komunikator/penerima
• Kegiatan promosi kesehatan menurut L.W.
Green
PREDISPOSING
FAKTOR

HEALTH DERAJAT
ENABLING RELATED
FAKTOR BEHAVIOUR
KESEHATAN

REINFORCING
FAKTOR
• Predisoposing factors (pengetahuan, sistem,
tradisi, norma)  pemberian informasi/pesan
dan penyuluhan kesehatan utk memberitahu
tentang meningkatkan pengetahuan
• Enabling factors (sarana, prasarana) 
mengembangkan masyarakat agar dapat
membangun sarana dan prasarana kesehatan
sendiri
• Reinforcing factors (toma)  pelatihan para
tokoh masyarakat baik formal maupun informal
LO 5 – PENETAPAN
PRIORITAS
PENENTUAN PRIORITAS MASALAH

• Penentuan prioritas masalah dilakukan secara kualitatif dan

kuantitatif

• Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang

dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode

tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling

penting sampai yang kurang penting


• Dalam menetapkan prioritas masalah ada beberapa

pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni:

1. Besarnya masalah yang terjadi

2. Pertimbangan politik

3. Persepsi masyarakat

4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan


• Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara

sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu

– Scoring Technique (Metode Penskoran)

Mis: metode hanlon, metode USG , metode pembobotan

dan metode dengan rumus

– Non Scoring Technique: metode delbeq, metode delphi


SCORING TECHNIQUE

• Pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai)


untuk pelbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan.

• Parameter yg dimaksud adalah :

– Besarnya masalah

– Berat ringannya akibat yang ditimbulkan

– Kenaikan prevalensi masalah

– Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah


tersebut
– Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah

tersebut terselesaikan.

– Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah

– Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk

mengatasi masalah
SCORING TECHNIQUE

• Cara Bryant : Cara ini telah dipergunakan di beberapa negara

yaitu di Afrika dan Thailand. Cara ini menggunakan 4 macam

kriteria :

– Community Concern : sejauh mana masyarakat menganggap

masalah tersebut penting.

– Prevalensi : berapa banyak penduduk yang terkena penyakit

tersebut.
– Seriousness : sejauh mana dampak yang ditimbulkan

penyakit tersebut

– Manageability : sejauh mana kita memiliki kemampuan

untuk mengatasinya.
CARA BRYANT

• Menurut cara ini masing-masing kriteria tersebut diberi

scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan. Hasil

perkalian ini dibandingkan antara masalah-masalah yang

dinilai.Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan

mendapat prioritas yang Tinggi pula.


CARA EKONOMETRIK

• Kriteria yang dipakai adalah :

– Magnitude (M): kriteria yang menunjukkan besarnya


masalah.

– Importance (I) : ditentukan oleh jenis kelompok penduduk


yang terkena masalah.

– Vulnerability (V) : ada tidaknya metode atau cara


penanggulangan yang efektif.

– Cost © : biaya yang diperlukan untuk penanggulangan


masalah tersebut
CARA EKONOMETRIK

• Hubungan keempat kriteria dalam menentukan prioritas

masalah (P) adalah sebagai berikut:

P = M.I.V.C
METODE HANLON

• Kriteria besarnya masalah

• Kriteria tingkat kegawatan masalah

• Kriteria penanggulangan masalah


MENETAPKAN KRITERIA I BESARNYA MASALAH

• Besarnya prosentase penduduk yang menderita langsung

karena penyakit tersebut

• Besarnya pengeluaran biaya yang diperlukan untuk mengatasi

masalah tersebut

• Besarnya kerugian lain yang diderita


MENENTUKAN KRITERIA II KEGAWATAN MASALAH

• Tingkat urgensinya

• Kecenderungannya

• Tingkat keganasannya
MENENTUKAN KRITERIA III KEMUDAHAN
PENANGGULANGAN

• Amat sulit (1)

• Sulit (2)

• Cukup sulit (3)

• Mudah (4)

• Sangat mudah (5)


NON SCORING TECHNIQUE

• Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai

parameter, dilakukan bila tersedia data yang lengkap

• Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan prioritas

masalah yang lazim digunakan adalah :

– Delphin Technique

– Delbeq Technique
DELPHIN TECHNIQUE
• Penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui

kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya.

• Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan

khusus.

• Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk

mengemukakan beberapa masalah pokok, masalah yang paling

banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari


DELBEQ TECHNIQUE

• Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan

sekelompok orang yang tidak sama keahliannya.

• Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk

meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa

mempengaruhi peserta.

• Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Masalah

yang banyak dikemukakan adalah prioritas


Tabel penentuan prioritas masalah
No Parameter Kes ling Kshtn kerja
1 Community concern 3 1
2 Prevalensi 3 5
3 Seriousness 5 3
4 Managebility 2 5
Total 13 15

1 = sukar ditanggulangi
5 = mudah ditanggulangi

Kes ling : ISPA, penyakit pulpa & apikal, Gastritis, Diare,Demam, Myalgia,sakit
kepala, TBC paru.
Kshtn kerja : Dermatitis, gangguan kulit
Penyelesaian Masalah
• Masalah I : Dermatitis (21,44%)
• Penyebab mslh :
1. upaya kshtn kerja masih 30% (target 80%),krn :
 tdk ada penyuluhan kebersihan, kshtn kerja, sosialisasi mcm &
penggunaan APD.
2.Pembinaan peran serta nelayan &petani blm baik.
• Penyelesaian mslh :
 Dibuat perencanaan penyuluhan kelompok utk hiperkes &
penggunaan APD
 Dibangun koperasi yang menjual APD utk menjaga kontinuitas APD yg
hrs sll dipakai oleh nelayan & petani.