Anda di halaman 1dari 36

Akuntansi

Keuangan
Lanjutan 1
Pembentukan
Persekutuan
Pengertian Persekutuan
• Persekutuan adalah suatu usaha yang didirikan
oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk
memperoleh laba.
• Orang orang yang mendirikan persekutuan adalah
sebagai pemilik persekutuan tersebut
• Pemilik persekutuan disebut sebagai sekutu
• Saat persekutuan didirikan/dibentu diperlukan
suatu perjanjian persekutuan
Isi Perjanjian Persekutuan
1. Ketentuan mengenai persekutuan (nama, lokasi,
tanggal pembentukan dan sifat persekutuan)
2. Ketentuan mengenai sekutu (nama, alamat , hak
dan kewajiban sekutu)
3. Ketentuan yang berhubungan dengan modal
persekutuan
4. Ketentuan pembagian laba/rugi persekutuan
Karakteristik Persekutuan
1. Mutual Agency
2. Limited Life
3. Unlimited Liability
4. Ownership of an Interest in a Partnership
5. Participation on Partnership Profit
Pembentukan persekutuan
1. Mendirikan Perusahaan Baru
2. Semula sudah ada perusahaan perseorangan
kemudian menjadi persekutuan
Cara Pembentukan Persekutuan
MENDIRIKAN PERSEKUTUAN BARU, yang
dimaksud dengan persekutuan baru yaitu pada
saat mendirikan persekutuan, persekutuan
tersebut benar benar merupakan perusahaan baru
yang dimiliki bersama oleh semua sekutu.
Setoran Modal Berupa Kas
a. Modal diakui = jumlah setoran
Contoh 1 :
Pada tanggal 1 Januari 200x Fikri, Hendrawan dan Dela
sepakat mendirikan persekutuan dengan nama “MINA”.
Pada saat itu Fikri menyetor kas Rp400.000.000,00,
Hendrawan menyetor kas Rp500.000.000,00 dan Dela
menyetor kas Rp300.000.000,00. Dengan adanya
setoran modal tersebut, maka persekutuan “MINA”
membuat jurnal sebagai berikut :
Kas Rp400.000.000,00
Modal Fikri Rp400.000.000,00
Kas Rp500.000.000,00
Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Kas Rp300.000.000,00
Modal Dela Rp300.000.000,00

Ketiga jurnal diatas bisa dibuat menjadi satu jurnal


Kas Rp1.200.000.000,00
Modal Fikri Rp400.000.000,00
Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Modal Dela Rp300.000.000,00

Berdasarkan jurnal tersebut, maka neraca persekutuan


“MINA” pada saat terbentuk adalah sebagai berikut :
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp1.200.000.000,00 Modal Fikri Rp400.000.000,00
Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Modal Dela Rp300.000.000,00
Total Aktiva Rp1.200.000.000,00 Total Pasiva Rp1.200.000.000,00
Firma baru, semua anggota menyetor asset
Contoh 1 :
• Pada tanggal 1 Agustus 2007 Budi dan Candra mendirikan
persekutuan firma dengan nama Firma Budi & Rekan. Budi
menyetor uang tunai sebesar Rp. 80.000.000,00 dan kendaraan
senilai Rp. 70.000.000,00. Candra menyetor barang dagangan
seharga Rp. 30.000.000,00 peralatan kantor seharga Rp.
50.000.000,00 dan peralatan toko seharga Rp. 20.000.000,00
• Diminta :
– Buatlah jurnal pembentukan firma Budi & Rekan.
– Buatlah neraca awal (1 Agustus 2007) firma Budi & Rekan

JAWAB

10
b. Modal diakui ≠ jumlah setoran
• Dapat diakui adanya bonus atau diakui adanya
goodwill
Apabila diakui adanya non revaluasi/bonus
Apabila diakui adanya revaluasi/goodwill
Contoh 2 :
Pada tanggal 1 Januari 200x Fikri, Hendrawan dan Dela
sepakat mendirikan persekutuan dengan nama “MINA”.
Pada saat itu Fikri menyetor kas Rp400.000.000,00,
Hendrawan menyetor kas Rp500.000.000,00 dan Dela
menyetor kas Rp300.000.000,00. Sedangkan modal
masing masing sekutu diakui sama
Apabila Diakui Adanya Bonus
Maka jurnal yang dibuat persekutuan “MINA”
adalah sebagai berikut :
Jurnal saat setor :
Kas Rp1.200.000.000,00
Modal Fikri Rp400.000.000,00
Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Modal Dela Rp300.000.000,00
Jurnal Bonus :
Modal Hendrawan Rp100.000.000,00
Modal Dela Rp100.000.000,00

Maka neraca persekutuan “MINA” pada saat


dibentuk adalah sebagai berikut :
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp1.200.000.000,00 Modal Fikri Rp400.000.000,00
Modal Hendrawan Rp400.000.000,00
Modal Dela Rp400.000.000,00
Total Aktiva Rp1.200.000.000,00 Total Pasiva Rp1.200.000.000,00
Apabila Diakui Adanya Revaluasi/Goodwill
Karena total modal diakui lebih besar dari total modal
sesungguhnya, maka total modal yang diakui adalah
sebesar Rp1.500.000.000,00 (Rp500.000,00 x 3). Total
modal adalah sebesar total modal sekutu yang paling
besar kali jumlah sekutu. Masing masing sekutu
modalnya diakui Rp500.000.000,00, maka jurnal yang
dibuat oleh persekutuan “MINA” adalah sbb:
Jurnal saat setor :
Kas Rp1.200.000.000,00
Modal Fikri Rp400.000.000,00
Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Modal Dela Rp300.000.000,00
Jurnal Goodwill :
Goodwill Rp300.000.000,00
Modal Fikri Rp100.000.000,00
Modal Dela Rp200.000.000,00
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp1.200.000.000,00 Modal Fikri Rp500.000.000,00
Goodwill Rp300.000.000,00 Modal Hendrawan Rp500.000.000,00
Modal Dela Rp500.000.000,00
Total Aktiva Rp1.500.000.000,00 Total Pasiva Rp1.500.000.000,00
Contoh 3 :
Pada tanggal 1 Januari 2016 Sela dan Dela membentuk
suatu persekutuan. Hanya Sela yang menyetor uang
Rp60.000.000,00 ke persekutuan. Saat pembentukan
persekutuan tersebut diakui modal Sela : Dela =
80%:20%
Apabila Diakui Adanya Bonus
Karena total modal hanya Rp60.000.000,00 sedangkan
perbandingan modal Sela : modal Dela = 80%:20%,
maka modal Sela diakui sebesar Rp48.000.000,00 yang
berasal dari 80% x Rp60.000.000,00 dan modal Dela
diakui sebesar Rp12.000.000,00 yang berasal dari
20%xRp60.000.000,00. Dalam hal ini Sela memberi
bonus kepada Dela sebesar Rp12.000.000,00 yang
berasal dari Rp60.000.000,00-Rp48.000.000,00 maka
jurnal yang dibuat oleh persekutuan “MINA” sbb :
Jurnal saat setor :
Kas Rp60.000.000,00
Modal Sela Rp60.000.000,00
Jurnal Bonus :
Modal Sela Rp12.000.000,00
Modal Dela Rp12.000.000,00
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp60.000.000,00 Modal Sela Rp48.000.000,00
Modal Dela Rp12.000.000,00
Total Aktiva Rp60.000.000,00 Total Pasiva Rp60.000.000,00
Apabila Diakui Adanya Goodwill
Dalam hal ini modal Sela Rp60.000.000,00 itu
merupakan 80% dari odal persekutuan, sehingga total
modal persekutuan diakui sebesar Rp75.000.000,00
yang berasal dari Rp60.000.000,00 x 100/80 Jurnal yang
dibuat oleh persekutuan “MINA” saat dibentuk adalah
sbb :
Kas Rp60.000.000,00
Modal Sela Rp60.000.000,00
Jurnal Bonus :
Goodwill Rp15.000.000,00
Modal Dela Rp15.000.000,00
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp60.000.000,00 Modal Sela Rp60.000.000,00
Goodwill Rp15.000.000,00 Modal Dela Rp15.000.000,00
Total Aktiva Rp75.000.000,00 Total Pasiva Rp75.000.000,00
Setoran Modal Berupa Aktiva Non Kas
• Dalam menyetor modal ke persekutuan dapat pula
berupa aktiva non kas.
• Apabila terjadi penyetoran modal berupa aktiva non
kas, maka aktiva non kas tersebut diakui sebesar harga
pasar
• Selisih harga pasar dengan nilai buku merupakan
keuntungan atau kerugian bagi sekutu yang menyetor
aktiva non kas
Contoh 4 :
Pada tanggal 1 Januari 200x Fikri, Hendrawan dan Dela
sepakat mendirikan persekutuan dengan nama
persekutuan “FIDEL”. Pada saat itu setoran masing
masing sekutu adalah sbb:
•Fikri menyetor kas sebesar Rp100.000.000,00
•Hendrawan menyetor :
–Mesin, harga perolehan Rp50.000.000,00 dan harga pasar
Rp40.000.000,00. kendaraan, harga perolehan
Rp30.000.000,00 dan harga pasar Rp30.000.000,00
– Dela menyetor tanah seharga perolehan Rp100.000.000,00
dan harga pasar Rp110.000.000,00
Jurnal setoran Fikri: Rp100.000.000,00
Kas Rp100.000.000,00
Jurnal setoran Hendrawan:
Mesin Rp40.000.000,00
Kendaraan Rp30.000.000,00
Modal Hendrawan Rp70.000.000,00
Jurnal setoran Dela :
Tanah Rp110.000.000,00
Modal Dela Rp110.000.000,00
PERSEKUTUAN “FIDEL”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp100.000.000,00 Modal Fikri Rp100.000.000,00
Mesin Rp40.000.000,00 Modal Hendrawan Rp70.000.000,00
Kendaraan Rp30.000.000,00 Modal Dela Rp110.000.000,00
Tanah Rp110.000.000,00
Total Aktiva Rp280.000.000,00 Total Passiva Rp280.000.000,00
Perusahaan Perorangan Menjadi Persekutuan
1. Meneruskan buku lama
2. Menggunakan buku baru
Contoh 5 :
Pada tanggal 1 Januari 200x Haqi dan Fira sepakat
mendirikan persekutuan dengan nama persekutuan
“HARA”. Haqi menyetor kas sebesar
Rp100.000.000,00, sedangkan Fira sudah mempunyai
perusahaan perseorangan berupa perusahaan dagang
bernama Perusahaan Dagang “MINA”. Fira menyetor
aktiva bersih perusahaanya kecuali persediaan.
PERSEKUTUAN “MINA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp100.000.000,00 Utang Dagang Rp5.000.000,00
Piutang Rp5.000.000,00 Utang Bank Rp40.000.000,00
Dagang Rp10.000.000,00 Modal Fira Rp100.000.000,00
Persediaan Rp60.000.000,00
Tanah Gedung Rp50.000.000,00
(neto)
Total Aktiva Rp145.000.000,00 Total Passiva Rp145.000.000,00
Dalam hubungannya dengan setoran Fira tersebut
disepakati adanya penyesuaian sbb :
• Tanah dinilai sebesar harga pasarnya, yaitu
Rp80.000.000,00
• Gedung dinilai sebesar harga pasarnya, yaitu
Rp45.000.000,00
• Diakui adanya Goodwill Rp5.000.000,00
1. Menggunakan Buku Lama
- Jurnal menyesuaikan buku lama
Tanah Rp20.000.000,00
Goodwill Rp5.000.000,00
Persediaan Rp10.000.000,00
Gedung Rp5.000.000,00
Modal Fira Rp10.000.000,00
- Jurnal setoran Haqi :
Kas Rp100.000.000,00
Modal Haqi Rp100.000.000,00
2. Menggunakan Buku Baru
- Jurnal untuk menutup buku lama (dibuat oleh perusahaan dagang “FIRA”)
Utang Dagang Rp5.000.000,00
Utang Bank Rp40.000.000,00
Modal Fira Rp100.000.000,00
Kas Rp20.000.000,00
Piutang Dagang Rp5.000.000,00
Persediaan Rp10.000.000,00
Tanah Rp60.000.000,00
Gedung (neto) Rp50.000.000,00
-Jurnal setoran Fira
Kas Rp20.000.000,00
Piutang Dagang Rp5.000.000,00
Tanah Rp80.000.000,00
Gedung(neto) Rp45.000.000,00
Goodwill Rp5.000.000,00
Utang Dagang Rp5.000.000,00
Utang Bank Rp40.000.000,00
Modal Fira Rp110.000.000,00

-Jurnal setoran Haqi :


Kas Rp100.000.000,00
Modal Haqi Rp100.000.000,00
PERSEKUTUAN “HARA”
NERACA
PER 1 JANUARI 200x
Kas Rp120.000.000,00 Utang Dagang Rp5.000.000,00
Piutang Dagang Rp5.000.000,00 Utang Bank Rp40.000.000,00
Tanah Rp80.000.000,00 Modal Fira Rp110.000.000,00
Gedung Rp45.000.000,00 Modal Haqi Rp100.000.000,00
Goodwill Rp5.000.000,00
Total Aktiva Rp255.000.000,00 Total Passiva Rp255.000.000,00

Anda mungkin juga menyukai