Anda di halaman 1dari 52

Om Swastiastu

Nama Kelompok 8 :
AA. Windra Lorna Pramesti (1515351119)
Ni Made Inten Pramesti (1515351127)
I Gusti Ayu Gita Saraswati (1515351129)
I Gusti Agung Trisna Dewi (1515351130)
Investasi Jangka Pendek
1. Jenis dan karakteristik investasi jangka pendek
2. Nilai investasi jangka pendek dalam obligasi
3. Nilai investasi jangka pendek dalam saham
4. Nilai investasi jangka pendek di Neraca
a. Surat Berharga (Efek) Utang

Surat berharga atau efek utang (debt securities)


adalah instrument keuangan yang diterbitkan oleh
perusahaan, dan umumnya memiliki karakteristik
berikut :
• Nilai jatuh temponya mewakili nilai yang harus
dibayarkan pada pemegang surat berharga utang
pada saat jatuh tempo.
• Suatu tingkat bunga (baik tetap maupun variabel)
yang menetapkan pembayaran bunga secara
periodik.
• Tanggal jatuh tempo yang mengindikasikan kapan
jawaban akan diselesaikan.
b. Surat Berharga (Efek) Ekuitas

Surat berharga atau efek ekuitas (equity


securities) mewakili kepemilikan dalam sebuah
perusahaan. Lembar-lembar saham ini biasanya
mengandung hak untuk memperoleh dividen
dan untuk memberikan suara dalam kegiatan
perusahaan. Sebagai tambahan, surat berharga
ekuitas adalah investasi yang menarik karena
adanya potensi untuk kenaikan secara signifikan
atas harga surat berharga tersebut.
1. Jenis dan karakteristik investasi
jangka pendek

a. Surat Berharga (Efek) Utang


b. Surat Berharga (Efek) Ekuitas
c. Surat Berharga yang Dimiliki Hingga Jatuh
Tempo
d. Surat Berharga yang Tersedia untuk Dijual
e. Surat Berharga yang Diperdagangkan
c. Surat Berharga yang Dimiliki Hingga
Jatuh Tempo
Surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo
(held-to-maturnity securitites) adalah surat
berharga utang yang dibeli perusahaan dengan
tujuan dan kemampuan untuk memiliki surat
berharga tersebut hingga jatuh temponya. Perlu
dicatat bahwa kategori ini hanya meliputi surat
berharga utang karena surat berharga ekuitas
umumnya tidak jatuh tempo. Juga perlu dicatat
bahwa perusahaan harus berniat untuk memiliki
surat berharga ini hingga jatuh tempo. Hanya
bertujuan untuk memiliki suatu surat berharga
dalam suatu periode yang lama saja tidak akan
termasuk dalam kategori ini.
d. Surat Berharga yang Tersedia untuk
Dijual
Surat berharga tersedia untuk dijual (available-
for-sale securities) juga mencakup surat berharga
ekuitas yang tidak dianggap sebagai surat berharga
yang diperdagangkan dan tidak dihitung dengan
menggunakan metode ekuitas. Sebagian besar
investasi efek perusahaan pada umumnya
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Ini
karena perusahaan pada umumnya menggunakan
investasi efeknya sebagai simpanan kelebihan kas
dan tidak secara aktif mengelola portofolio investasi
tersebut untuk memperoleh laba dari perdagangan
saham.
e. Surat Berharga yang Diperdagangkan

Surat berharga yang diperdagangkan adalah


surat berharga utang dan ekuitas yang dibeli
dengan tujuan untuk dijual dalam waktu dekat.
Perdagangan melibatkan pembelian dan
penjualan surat berharga terus-menerus,
umumnya dengan tujuan “menghasilkan
keuntungan dari perubahan harga dalam jangka
pendek.”
2. Nilai investasi jangka pendek dalam
obligasi
Obligasi Dimiliki Untuk Diperdagangkan
 Pembelian Obligasi
Contoh:
Pada tanggal 1 Oktober 2011, PT Merapi membeli 10 lembar obligasi PT Merbabu
yang bernilai nominal Rp 1.000.000 per lembar, bunga 12%, dengan tanggal bunga 1
Februari dan 1 Agustus. Obligasi dibeli dengan kurs 99, ditambah bunga berjalan 2
bulan, biaya komisi perantara dan pajak berjumlah Rp 150.000.

Harga Kurs Obligasi : 99% x Rp 10.000.000………………………………Rp 9.900.000


Biaya Komisi dan Pajak……………………………………………………………. 150.000

Biaya Perolehan Obligasi………………………………………………………….Rp 10.050.000


Bunga Berjalan : Rp 10.000.000 x 12% x 2/12…………………………. 200.000

Jumlah yang Harus Dibayar……………………………………………………..Rp 10.250.000


Jurnal :
Okt. 1 Investasi – Obligasi…………………...Rp 10.050.000
Piutang Bunga Obligasi………………………..200.000
Kas…………………………………………………Rp 10.250.000
(untuk mencatat pembelian 10
lembar obligasi PT Merbabu)
 Pencatatan Piutang Bunga dan Pendapatan
Bunga
Jurnal penyesuaian untuk mencatat bunga 3 bulan (tetapi uangnya
baru akan diterima pada tanggal 1 Februari yang akan datang yaitu
sebesar Rp 300.000 (Rp 10.000.000 x 12 % x 3/12) :

Des. 31Piutang Bunga Obligasi………………………..Rp 300.000


Pendapatan Bunga Obligasi…………………….Rp 300.000
(untuk mencatat bunga 3 bulan yang
masih harus diterima)
 Penerimaan Bunga

Jurnal:
Feb. 1 Kas…………………….....................Rp 600.000
Piutang Bunga Obligasi…………………………………..Rp 500.000
Pendapatan Bunga Obligasi………………………………….100.000
(untuk mencatat penerimaan bunga
Obligasi PT Merbabu)

Aug. 1 Kas………………………………………..Rp 600.000


Pendapatan Bunga Obligasi……………………………Rp 600.000
(untuk mencatat penerimaan
bunga Obligasi PT Merbabu)
 Penjualan Investasi Obligasi
Contoh:
PT Merapi menjual obligasi PT Merbabu pada tanggal 2 Agustus 2012 dengan
kurs 103. Dalam transaksi penjualan ini PT Merapi juga harus membayar
komisi perantara sebesar Rp 70.000.

Harga Kurs Obligasi (Rp 10.000.000 x 103/100)………………Rp 10.300.000


Biaya Komisi Perantara…………………………………………….....................70.000
---------------------
Hasil Penjualan Bersih……………………………………………………Rp 10.230.000
Biaya Perolehan Obligasi……………………………………………………..10.050.000
---------------------
Laba Penjualan Obligasi………………………………………………….Rp 180.000
Jurnal:
Aug. 1 Kas……………………………………………Rp 10.230.000
Investai – Obligasi…………………………..Rp 10.050.000
Laba Penjualan Investasi
Saham……………………..180.000
Obligasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
 Pembelian Obligasi
Contoh:
Pada tanggal 1 Juni 2011, PT Merapi membeli 100 lembar
obligasi PT Lawu yang bernilai nominal Rp 1.000.000 per lembar
dengan kurs 97 ditambah bunga berjalan, dan komisi perantara
sebesar Rp 800.000. Tingkat bunga obligasi adalah 9% dengan
tanggal bunga 30 Juni dan 31 Desember. Tanggal jatuh obligasi
adalah 31 Desember 2015.

Harga Kurs Obligasi (Rp 1.000.000 x 97/100)........................................ Rp 97.000.000


Komisi Perantara……………………………………………………..…………………….. 800.000

Harga Perolehan Obligasi…………………………………………………………………..Rp 97.800.000


Bunga Berjalan 5 Bulan (Rp 100.000.000 x 9% x 5/12)………………………… 3.750.000

Jumlah yang Harus Dibayar……………………..………………………………………Rp 101.550.000


Jurnal:
Juni 1 Investasi Obligasi…………………….Rp 97.800.000
Piutang Bunga Obligasi…………….…….3.750.000
Kas……………………………………………………..Rp
101.550.000
 Penerimaan Bunga Obligasi
Contoh:
Pada tanggal 30 juni 2011, PT Merapi menerima pembayaran bunga
untuk 6 bulan dari PT Lawu yaitu Rp4.500.000,00 (Rp100.000.000,00 x
9% x 6/12). Pada saat itu PT Merapi juga mendebet akun Investasi Obligasi
untuk mengamortisasi diskonto. Pada waktu obligasi dibeli, perusahaan
(investor) tidak mendebet diskonto kea kun khusus dan investasi dicatat
dalam akun Investasi dalam Obligasi sebesar biaya perolehannya yaitu
Rp97.800.000,00. Pada tanggal jatuh obligasi (31 Desember tahun 2015),
PT Merapi akan menerima pelunasan dari PT Lawu sebesar
Rp100.000.000,00. Ini berarti bahwa dalam transaksi pembelian obligasi
tersebut PT Merapi akan memperoleh keuntungan berupa diskonto sebesar
Rp2.200.000,00 (Rp100.000.000,00 – Rp97.800.000,00). Keuntungan
ini harus diakui secara adil selama periode pemilikan obligasi melalui
proses amortisasi. Perhitungan amortisasinya adalah sebagai berikut:
Jumlah Diskonto (Rp100.000.000,00 – Rp97.800.000,00)
………………………………………………………………………………Rp2.200.000,00
Jangka waktu Obligasi sejak tanggal pembelian sampai
Tanggal Jatuh ( 1 Juni 2011 s/d31 Desember 2015)…………………55 bulan
Amortisasi per bulan (Rp2.200.000,00 : 55 )………….…………Rp40.000,00
Jurnal:
Juni 30 Kas………………………………………..Rp4.500.000,00
Piutang Bunga Obligasi……………………Rp3.750.000,00
Pendapatan Bunga......................... 750.000,00
(Untuk mencatat penerimaan bunga tengah
Tahunan dan diskonto selama 1 bulan)
• Pada tanggal 31 Desember 2011, PT Merapi akan menerima bunga
tengah tahunan berikutnya sebesar Rp4.500.000,00. Pada saat
yang sama PT Merapi akan melakukan amortisasi diskonto untuk 6
bulan atau Rp240.000,00 (Rp40.000,00 x 6). Jurnal untuk
mencatat kedua hal tersebut adalah sebagai berikut :

Des 31 Kas.................................................Rp4.500.000,00

Investasi Obligasi..................................240.000,00
Pendapatan Bunga...................Rp4.740.000,00
(Untuk mencatat penerimaan bunga tengah
tahunan dan amortisasi diskonto)
Seandainya obligasi PT Lawu dimiliki oleh PT Merapi sampai
tanggal jatuhnya, maka PT Merapi akan menerima pelunasan
sebesar nilai nominal obligasi, yaitu Rp100.000.000,00. Jurnal
untuk mencatat penerimaan pelunasan obligasi pada tanggal
jatuhnya adalah sebagai berikut :
Des 31 Kas.................................Rp100.000.000,00
Investasi Obligasi................Rp100.000.000,00

(Untuk mencatat penerimaan pelunasan


Obligasi pada tanggal jatuh)
Apabila obligasi dibeli dengan harga lebih tinggi daripada nilai
nominalnya, maka timbul premi obligasi. Sebagai contoh misalkan
pada tanggal 1 juni 2011, PT Merapi membeli 200 lembar obligasi PT
Semeru yang bernilai nominal Rp1.000.000,00 per lembar dengan kurs
102 ditambah bunga berjalan. Komisi perantara dalam pembelian
obligasi ini adalah Rp1.160.000,00. Tingkat bunga obligasi adalah 15%
yang pembayarannya dilakukan setiap tanggal 30 juni dan 31 desember.
Tanggal jatuh obligasi adalah 31 desember 2014.

Harga kurs Obligasi (Rp200.000.000,00 x 102%)......Rp204.000.000,00


Komisi Perantara.....................................................................1.160.000,00
------------------
Biaya perolehan Obligasi.................................................Rp205.160.000,00
Bunga Berjalan 5 bulan (Rp200.000.000,00 x 15% x 5/12).......
………………………………………………………………………………...12.500.000,00
------------------
Jumlah yang harus dibayar…..........................................Rp217.660.000,00
------------------
Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian obligasi pada tanggal 1
juni 2011 adalah sebagi berikut :

Juni 1 Investasi Obligasi ................Rp205.160.000,00


Piutang Bunga Obligasi............ .12.500.000,00
Kas....................................... Rp217.660.000,00

(Untuk mencatat pembelian 200 lembar


Obligasi PT Semeru, nominal
Rp1.000.000,00, 15%, kurs 102)
Amortisasi premi dilakukan bersamaan dengan pencatatn
penerimaanbunga pada setiap tanggal bunga. Untuk itu perlu
dihitung besarnya amortisasi per bulan dengan cara sebagai berikut
:
Premi Obligasi (Rp205.160.000,00 –
Rp200.000.000,00)……………………………………......Rp5.160.000,00
Jangka Waktu Obligasi sejak 1 juni 2011 sampai 31 desember
2014......................................................................................43 bulan
Amortisasi Premi Obligasi per bulan
(Rp5.160.000,00 : 43)..................................................Rp120.000,00
untuk mencatat transaksi penerimaan bunga dan amortisasi premi
pada tanggal 30 juni 2011 dapat dilakukan dengan dua ayat terpisah
sebagai berikut :
Juni 30 Kas......................................... Rp15.000.000,00
Piutang Bunga Obligasi.........Rp12.500.000,00
Pendapatan Bunga Obligasi........ 2.500.000,00

(Untuk mencatat pendapatan bunga 1


bulan dan pengembalian bunga berjalan)

Juni 30 Pendapatan Bunga Obligasi..........Rp120.000,00


Investasi Obligasi...................... Rp120.000,00

(Untuk mencatat amortisasi


Selama 1 bulan )
Obligasi Tersedia Untuk Dijual
 Penjualan Obligasi Sebelum Tanggal Jatuh
Misalkan pada tanggal 1 oktober 2013, PT Merapi menjual
obligasi PT Semeru dengan harga Rp203.000.000,00, ditambah
bunga berjalan selama 3 bulan atau Rp7.500.000,00
(Rp200.000.000,00 x 15% x 3/12). Sebelum perusahaan membuat
jurnal untuk mencatat transaksi untuk 3 bulan atau Rp360.000,00
(Rp120.000,00 x 3) agar akun Investasi Oblogasi menunjukkan
nilai buku pada tanggal penjualan. Jurnal untuk mencatat
amortisasi premi adalah sebagai berikut :
Okt 1 Pendapatan Bunga Obligasi.................Rp360.000,00
Investasi Obligasi......................Rp360.000,00
(Untuk mencatat amortisasi premi
Selama 3 bulan)
Nilai buku obligasi pada tanggal 1 oktober 2013
adalah sebagai berikut :
Harga Perolehan Obligasi pada tanggal 1 juni 2011………….............Rp205.160.000,00
Amortisasi Premi sejak 1 juni 2011 s/d 30 juni 2013
(25 bulan x Rp120.000,00)...................................... 3.000.000,00
Nilai Buku Obligasi sampai dengan tanggal bunga
yang terakhir (30 juni 2013).............................Rp202.160.000,00
Amortisasi yang dibuat pada tanggal 1 oktober
(1 juli s/d 1 oktober 2013).............................360.000,00
Nilai Buku Obligasi tanggal 1 oktober 2013 ...................................Rp201.800.000,00
Okt 1 Kas...............................................Rp210.500.000,00
Investasi Obligasi..................................................Rp201.800.000,00
Pendapatan Bunga Obligasi...........................................7.500.000,00
Laba Penjualan Obligasi............................................... 1.200.000,00
(Untuk mencatat penjualan obligasi
PT Semeru)

• Dari transaksi diatas, kas yang diterima sebesar Rp210.500.000,00


terdiri atas hasil penjualan obligasi Rp203.000.000,00 ditambah
bunga berjalan sebesar Rp7.500.000,00. Bunga berjalan tidak
mempengaruhi perhitungan laba atau rugi penjualan, tetapi
merupakan pendapatan yang langsung dibayar oleh pembeli
obligasi.
• Perhitungan laba atau rugi penjualan obligasi dilakukan
dengan membandingkan hasil penjualan bersih dengan
nilai buku obligasi pada tanggal penjualan :
Harga jual obligasi…………………………Rp203.000.000,00
Nilai buku obligasi pada tanggal
penjualan…………………………………………..201.800.000,00
Laba penjualan obligasi………………………Rp1.200.000,00
3. Nilai investasi jangka pendek dalam
saham
 Pencatatan Pembalian Saham
Misalkan pada tanggal 1 April 2011, PT Merapi membeli 3.000
lembar saham PT Kerinci yang bernilai nominal Rp 3.500,00 per
lembar (Pemilikan 10%), biaya komisi perantara dan pajak untuk
transaksi pembelian tersebut adalah Rp 250.000,00.
• Harga Saham (3.000 × Rp
3.500,00)................................................................Rp10.500.000,00
• Biaya Komisi Perantara...................................................250.000,00
• Biaya Perolehan Saham.........................................Rp 10.750.000,00
• Jurnal untuk mencatat pembelian saham sebagai
investasi sementara di atas adalah sebagai berikut :

2011
Apr.1 Investasi Saham............ R10.750.000,00
Kas..................................... Rp 10.750.000,00
(Untuk mencatat pembelian 3.000
lembar saham PT Kerinci)
Pencatatan Penerimaan Dividen
Misalkan pada tanggal 30 Juni 2011, PT Merapi menerima
dividen dari PT Kerinci sebesar Rp 450.000,00 (satu
lembar saham mendapat dividen sebesar Rp 150,00).
Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan dividen
adalah sebagai berikut :
2011
Juni 30 Kas......................................Rp450.000
Pendapatan Dividen................Rp450.000
(Untuk mencatat penerimaan
dividen dari PT Kerinci)
Penjualan Investasi dalam Saham
Misalkan pada tanggal 15 September 2011, PT Merapi menjual seluruh saham
PT kerinci dengan harga Rp 4.000,00 per lembar. Dalam transaksi tersebut PT
Merapi harus membayar biaya komisi perantara dan pajak sebesar Rp
280.000,00.

Harga jual saham (3.000 × Rp 4.000,00)……………………………….Rp 12.000.000,00


Dikurangi : Biaya komisi perantara dan pajak…………………………………..280.000,00
Hasil penjualan saham……………………………………………………………Rp 11.720.000,00
Biaya perolehan saham……………………………………………………………….10.750.000,00
Laba penjualan saham………………………………………………………………Rp 970.000,00
Jurnal :
2011
Sept. 15 Kas................................... Rp11.720.000,00
Investasi Saham..................... Rp 10.750.000,00
Laba Penjualan Investasi
Saham.................................................... 970.000,00
(Untuk mencatat penjualan 3.000
saham PT Kerinci)
Pencatatan Pembelian Investasi Saham
Misalkan pada tanggal 1 januari 2011, PT Serayu
membeli 30% saham biasa yang diterbitkan PT Citarum
seharga Rp 120.000.000,00. PT Serayu akan mencatat
transaksi ini dengan jurnal sebagai berikut :
2011
Jan.1 Investasi Saham...............120.000.000,00
Kas...................................Rp 120.000.000,00
(Untuk mencatat pembelian
saham biasa PT Citarum)
Pencatatan Pendapatan dan Dividen
Untuk tahun 2011, PT Citarum melaporkan laba bersih sebesar Rp
100.000.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2011 itu juga PT
Citarum mengumumkan dan membayar dividen tunai sebesar Rp
40.000.000,00. PT Serayu akan mencatat hal-hal berikut : (1)
pendapatan sebesar 30% dari laba bersih PT Citarum (30% × Rp
100.000.000,00 = Rp 30.000.000,00), dan (2) pengurangan dalam
akun investasi sebesar dividen tunai yang diterima (30% × Rp
40.000.000,00 = Rp 12.000.000,00) :
2011
Des.31 Investasi Saham........................................Rp30.000.000,00
Pendapatan dari Investasi Saham
PT Citarum..........................Rp 30.000.000,00
(Untuk mencatat pembelian
saham biasa PT Citarum)
2011
Des.31 Kas....................Rp12.000.000,00
Investasi Saham………………….. Rp12.000.000,00
(Untuk mencatat penerimaan
Dividen)
Sekuritas Diperdagangkan
Ilustrasi dibawah ini melukiskan biaya perolehan dan nilai wajar dari
investasi yang dimiliki PT Mutiara yang dikelompokkan sebagai sekuritas
diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2011. PT Mutiara mempunyai
laba belum direalisasi sebesar Rp 7.000.000,00 karena total nilai wajar
berjumlah Rp 147.000.000,00 atau Rp 7.000.000,00 lebih besar dari biaya
perolehannya yyang berjumlah Rp 140.000.000,00.
Sekuritas Diperdagangkan, 31 Desember 2011
Investasi Biaya Perolehan Nilai Wajar Laba(Rugi)Belum
Direalisasi
Obligasi – PT ABC Rp 50.000.000,00 Rp 48.000.000,00
Rp (2.000.000,00)
Saham – PT XYZ 90.000.000,00 99.000.000,00
9.000.000,00
Rp 140.000.000,00 Rp 147.000.000,00 Rp
7.000.000,00
PT Mutiara mencatat nilai wajar dan laba atau rugi belum
direalisasi melalui jurnal penyesuaian pada saat perusahaan akan
menyusun laporan keuangan. Dalam jurnal tersebut perusahaan
menggunakan sebuah akun penilaian (valuation account) yaitu
akun Penyesuaian Pasar-Diperdagangkan, untuk mencatat selisih
antara total biaya perolehan dengan total nilai wajar sekuritas.
Jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PT Mutiara adalah sebagai
berikut :

Des.31 Penyesuaian Pasar – Diperdagangkan....Rp 7.000.000,00


Laba Belum Direalisasi –
Pendapatan......Rp7.000.000,00
(Untuk mencatat laba belum direalisasi
dari sekuritas untuk diperdagangkan)
Sekuritas Tersedia Terjual
Misalkan PT Intan memiliki dua sekuritas yang dikelompokkan sebagai sekuritas
tersedia dijual, yaitu obligasi PT Lombok dan saham biasa PT Sumbawa. Penilaian
atas kedua sekuritas tersebut pada tanggal 31 Desember 2011 nampak di bawah ini.
PT Intan menderita rugi belum direalisasi sebesar Rp 9.537.000,00 karena total
biaya perolehan sekuritas sebesar Rp 293.537.000,00 lebih besar daripada nilai
wajar sekuritas pada tanggal 31 Desember 2011 yaitu Rp 284.000.000,00.

Sekuritas Tersedia Dijual, 31 Desember 2011


Investasi Biaya Perolehan Nilai Wajar
Laba (Rugi)
Belum Direalisasi
Obligasi – PT Lombok Rp 93.537.000,00 Rp 103.600.000,00
Rp 10.063.000,00
Saham – PT Sumbawa 200.000.000,00 180.400.000,00
(19.600.000,00)
Rp 293.537.000,00 Rp 284.000.000,00
Rp (9.537.000,00)
Dalam jurnal penyesuaian, PT Intan menggunakan akun
penyesuaian pasar untuk sekuritas tersedia untuk dijual,
dan akun laba (rugi) belum direalisasi pada ekuitas
pemegang saham. PT Intan mencatat rugi belum
direalisasi dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut :

Des.31 Laba atau Rugi Belum Direalisasi –


Ekuitas.....Rp9.357.000,00
Penyesuaian Pasar – Tersedia Dijual.................Rp
9.357.000,00
(Untuk mencatat rugi belum direalisasi
dari sekuritas tersedia dijual)
Penyajian di Neraca
Dalam neraca, perusahaan
mengelompokkan investasi
menjadi investasi jangka pendek
Investasi Jangka Pendek
• Investasi jangka pendek adalah sekuritas yang
dimiliki perusahaan yang (1) siap untuk dijual,
dan (2) dimaksudkan untuk diubah menjadi kas
pada periode yang akan datang. Investasi yang
tidak memenuhi kedua kriteria tersebut
dikelompokkan sebagai investasi jangka
panjang.
Siap Untuk Dijual
• Suatu investasi dikatakan siap untuk dijual apabila
investasi tersebut dapat dengan mudah dijual
manakala perusahaan membutuhkan kas. Surat-
surat berharga jangka pendek (obligasi, saham,
surat berharga komersial, tanda bukti utang, dsb)
memenuhi kriteria ini. Surat-surat berharga
semacam itu siap dijual kepada investor lain. Saham
atau obligasi semacam itu bisa dibeli atau dijual
setiap hari. Namun sekuritas yang diterbitkan
perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek tidak
termasuk dalam kriteria ini karena tidak mudah
diperdagangkan.
Dimaksudkan Untuk Diubah Menjadi
Kas
• Maksud untuk mengubah mengandung arti bahwa
manajemen bermaksud untuk mengubah investasi
pada pada periode yang akan datang atau siklus
operasi yang akan datang (mana yang lebih pendek).
Biasanya kriteria ini dipenuhi apabila investasi
dipandang sebagai sumber yang dapat digunakan
ketika investor membutuhkan kas.
• Karena memiliki tingkat likuiditas yang tinggi,
investasi jangka pendek dicantumkan pada
kelompok aset lancar di neraca sebesar nilai
wajarnya tepat dibawah kas. Berikut adalah contoh
penyajian investasi jangka pendek dalam neraca PT
Mutiara.
PT MUTIARA
( NERACA SEBAGAIAN )
Aset lancar
Kas…………………………………………………………………………………………..Rp
21.000.000,00
Investasi jangka pendek, pada nilai wajar……………………………….Rp
147.000.000,00
PT MUTIARA
Neraca
31 desember 2011
Aset
Aset lancar
Kas Rp 21.000.000,00
Investasi jangka pendek, pada nilai wajar
147.000.000,00
Piutang usaha Rp 84.000.000,00
dikurangi: cadangan kerugian piutang 4.000.000,00
80.000.000,00
Persediaan barang dagangan , biaya perolehan MPKP 43.000.000,00
Asuransi dibayar dimuka 23.000.000,00
total aset lancar 314.000.000,00

Investasi
Investasi dalam saham kurang dari 20%, pada nilai wajar Rp 50.000.000,00
Investasi dalam saham antara 20-50%, pada nilai ekuitas 150.000.000,00
Total investasi 200.000.000,00
PT MUTIARA
Neraca
31 desember 2011
Aset
Aset lancar
Kas Rp 21.000.000,00

Investasi jangka pendek, pada nilai wajar 147.000.000,00


Piutang usaha Rp 84.000.000,00
dikurangi: cadangan kerugian piutang 4.000.000,00
80.000.000,00
Persediaan barang dagangan , biaya perolehan MPKP 43.000.000,00
Asuransi dibayar dimuka 23.000.000,00
total aset lancar 314.000.000,00

Investasi
Investasi dalam saham kurang dari 20%, pada nilai wajar Rp 50.000.000,00
Investasi dalam saham antara 20-50%, pada nilai ekuitas 150.000.000,00
Total investasi 200.000.000,00
Aset Tetap
Tanah Rp 200.000.000,00
Gedung Rp 800.000.000,00

Dikurangi: Akumulasi Depresiasi 200.000.000,00


600.000.000,00
Peralatan 180.000.000,00
Dikurangi: Akumulasi Depresiasi 54.000.000,00 126.000.000,00

Total Aset Tetap


926.000.000,00

Aset Tak Berujud


Goodwill 270.000.000,00

Total Aset Rp 1.710.000.000,00


Kewajiban dan ekuitas pemegang saham

Kewajiban lancar
Utang usaha Rp 185.000.000,00
Utang pajak penghasilan
60.000.000,00
Utang bunga obligasi
10.000.000,00
Total kewajiban lancar
255.000.000,00

Kewajiban jangka panjang


Utang obligasi, 10%, jatuh tempo 2021 Rp 300.000.000,00
Dikurangi: diskonto obligasi 10.000.000,00

290.000.000,00
Total kewajiban
545.000.000,00
Ekuitas pemegang saham
Modal disetor
Saham biasa, Rp 10.000.000,00 nilai pari, modal
dasar 200.000 lembar, 80.000 diterbitkan
dan beredar 800.000.000,00
Agio saham biasa 100.000.000,00

Total modal disetor 900.000.000,00


Laba di tahan ( catatan no. 1 ) 255.000.000,00

Total modal disetor dan laba di tahan 1.155.000.000,00


Ditambah : laba belum direalisasi atas
sekuritas tersedia dijual 10.000.000,00

Total ekuitas pemegang saham 1.165.000.000,00


Total kewajiban dan ekuitas pemegang saham Rp 1.710.000.000,00

Catatan no. 1 laba di tahan sebesar Rp 100.000.000,00


disisihkan untuk perluasan pabrik.
Om Santih, Santih, Santih Om