Anda di halaman 1dari 96

Deteksi Dini Gangguan

Pertumbuhan dan Perkembangan


Pembimbing :
dr Melani R.M SpA, M.Kes
DEFINISI TUMBUH KEMBANG
• Tumbuh / pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik.
• Kembang / perkembangan adalah bertambahnya kemampuan
struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, contohnya
kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri,
dan berjalan.
• Kemampuan ini harus sesuai dengan umurnya  tonggak
perkembangan anak.
PENDAHULUAN

• Kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang


secara dini agar lebih mudah diintervensi

• Terlambat dideteksi  sulit diintervensi & berpengaruh tumbuh kembang anak

• Penyimpangan pertumbuhan : status gizi kurang atau buruk, anak pendek


• Penyimpangan perkembangan : terlambat bicara
• Penyimpangan mental emosional anak: gangguan konsentrasi dan hiperaktif
SKRINING TUMBUH KEMBANG

• Berat badan, mengukur panjang / tinggi badan


dan lingkar kepala
Skrining pertumbuhan • Diplotkan ke dalam kurva pertumbuhan yang sesuai
untuk umur dan jenis kelamin

• Pengamatan langsung pada bayi/anak oleh petugas kesehatan


• Menggunakan kuesioner / lembar jawaban pertanyaan yang
Skrining perkembangan dijawab oleh orangtua atau menggunakan buku kesehatan Ibu
dan Anak.
DETEKSI PERTUMBUHAN
Penghitungan usia anak
• Instruksi umum: catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal
pemeriksaan pada formulir
• Usia yang digunakan adalah usia kronologis (cara tanggal pemeriksaan
dikurangi tanggal lahir)
• Catatan:
1 thn = 12 bulan
1 bulan = 30 hari
1 bulan = 4 minggu
1 minggu = 7 hari
Contoh Cara Penghitungan Umur
• Tanggal pemeriksaan : 12 – 8 – 2017
• Tanggal lahir: 07 – 3 – 2016
• Cara menghitung: Tahun Bulan Hari
2017 08 12
2016 03 07
Hasil: 01 05 5

 1 tahun 5 bulan 5 hari


Contoh Cara Penghitungan Umur
• Tanggal pemeriksaan : 02 – 08 – 2017
• Tanggal lahir : 08 – 10 – 2016
• Cara menghitung : Tahun Bulan Hari
2017 08 (7+12-10) 02 (30+2-8)
2016 10 08
Hasil : 9 24

 9 bulan 24 hari
Contoh Cara Penghitungan Umur

• Bila bayi prematur (usia prematur: >= 2 minggu dan usia sekarang < 2 tahun) 6 minggu
• Tanggal pemeriksaan : 02 – 08 – 2017
• Tanggal lahir : 04 – 02 – 2016
• Cara menghitung: Tahun Bulan Hari
2017 08 (7-2) 02(30+2-7)
- 2016 02 07
01 05 25
Prematur 6 minggu: - 00 01 14
Hasil: 01 04 11
BERAT BADAN
• Hasil keseluruhan peningkatan jaringan-jaringan tulang, otot, lemak,
cairan tubuh, dll
• Penghitungan rerata dari status gizi secara umum & memerlukan data
lain untuk interpretasi : umur, jenis kelamin, panjang/tinggi badan
• Ketelitian sampai 0,01 kg pada bayi dan 0,1 kg pada anak yang lebih
besar
• Indonesia  monitoring menggunakan KMS

11
PENGUKURAN BERAT BADAN

Baby Scale

• Penimbang di kalibrasi ke ‘0’


• Bayi dalam keadaan telanjang atau pada
anak memakai baju dalam
• Seluruh anggota badan di dalam penimbang
Pengukuran berat badan balita menggunakan dacin
1. Gantungkan dacin pada dahan, palang rumah, atau
penyangga kaki tiga (tripod).
2. Periksa kembali apakah dacin sudah tergantung kuat
dengan cara menarik batang dacin ke bawah kuat-
kuat.
3. Posisikan bandul geser pada angka nol.
4. Berikan tali pengaman pada batang dacin agar tidak
menciderai pengukur saat melakukan penimbangan.
5. Pasang celana timbang/sarung timbang pada dacin.
Pastikan bandul geser berada pada angka nol.
6. Seimbangkan dacin yang sudah dipasang celana
timbang dengan cara memasukkan pasir ke dalam
kantong plastik dan ikatkan pada batang dacin.
7. Timbang anak dengan pakaian yang seminimal
mungkin dan seimbangkan dacin dengan menggeser
bandul geser.
8. Catat hasil penimbangan dengan cara melihat ujung
bandul geser.
9. Pindahkan bandul geser ke angka nol kembali,
kemudian angkat anak dari sarung timbang.
PENGUKURAN PANJANG BADAN DAN TINGGI
BADAN

• Panjang badan
• Posisi berbaring.
• Untuk neonatus sampai anak berusia 2 tahun.

• Tinggi badan
• Posisi berdiri.
• Untuk anak berusia lebih dari 2 tahun.

14
Infantometer

Microtoise, Stadiometer

Memerlukan bantuan ibu untuk memegang


Posisi kepala  bidang
kepala anak agar alat tetap menempel pada
horizontal (Franfurt plane)
ubun-ubun
melewati bagian eksternal
meatus telinga

15
PENGUKURAN LINGKAR KEPALA(LK)

oPengukuran pada lingkaran occipitofrontal  pertumbuhan kepala


dan otak
oRerata dari 3 kali pengukuran

o Minimal tiap 3 bulan sampai umur 1 tahun, tiap 6 bulan sampai 2


tahun, tiap tahun sampai umur 6 tahun.
Pengukuran Lingkar Kepala (LK)
KARTU MENUJU
SEHAT
• Alat memantau pertumbuhan
anak  Terdapat grafik
pertumbuhan normal anak
• Catatan pelayanan kesehatan
anak  riwayat berat badan anak,
pemberian kapsul vitamin A,
pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan
dan imunisasi
• Alat edukasi  pesan-pesan dasar
perawatan anak
KURVA PERTUMBUHAN STANDAR WHO
(2006)
• Standar WHO didasarkan pada data primer yang dikumpulkan melalui WHO
Multicentre Growth Reference Study (MGRS)  sebuah studi berbasis populasi
yang dilakukan antara 1997 dan 2003 di Brazil, Ghana, India, Norwegia, Oman,
dan Amerika Serikat.
• Menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59 bulan di lingkungan optimal.
• Menggambarkan pertumbuhan anak yang hidup di lingkungan yang tidak
memiliki faktor penghambat pertumbuhan.
• IDAI telah menetapkan untuk skrining pertumbuhan anak dengan umur sampai
5 tahun dapat menggunakan kurva pertumbuhan WHO.

23
Z SCORE
BB/U = 2-0 
Normal
CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO 1. Anak dalam kelompok ini berperawakan
tubuh tinggi. Hal ini tidak masih normal.
Singkirkan kelainan hormonal sebagai
penyebab perawakan tinggi.

2. Anak dalam kelompok ini mungkin


memiliki masalah pertumbuhan tapi
lebih baik jika diukur menggunakan
perbandingan berat badan terhadap
panjang / tinggi atau IMT terhadap umur.

3. Titik plot yang berada di atas angka 1


menunjukan berisiko gizi lebih. Jika
makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko
gizi lebih makin meningkat.

4. Mungkin untuk anak dengan perawakan


pendek atau sangat pendek memiliki gizi
lebih.

5. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang


dalam modul pelatihan IMCI (Integrated
Management of Childhood Illness in-
service training. WHO, Geneva, 1997).
26
Kurva pertumbuhan CDC 2000
• Merupakan revisi dari kurva pertumbuhan NCHS (National Center for
Health Statistics) tahun 1977.
• Kurva CDC digunakan sebagai referensi pertumbuhan yang
menggambarkan pertumbuhan anak pada tempat dan waktu
tertentu.
TB/U : 163/174x100% = 93%
Kesan : TB Normal
BB/U : 41/63x100% = 65%
Kesan : BB Kurang
BB/TB : 41/50x100% = 82%
Kesan : Gizi Kurang
KURVA PERTUMBUHAN CDC
• TB / U • BB / TB
• 90–100% = Normal • >120% = Obesitas
• 70-90% = Tb Kurang • 110-120% = Overweight
• < 70% = Tb sangat kurang • 90-110% = Normal
• BB / U • 70-90% = Gizi kurang
• 80-90% = BB Normal • <70% = Gizi buruk
• 60-80% = BB Kurang
• < 60% = BB buruk

29
Perbedaan antara kurva CDC dan WHO

• Berdasarkan penelitian oleh Mercedes dkk


1. Kurva CDC tidak berhasil menangkap pertumbuhan pesat berat badan di usia bayi.
Hal ini disebabkan karena tidak adanya data berat badan sejak lahir hingga 2 bulan.
2. Karakteristik sampel dan jumlah sampel membuat hasil studinya berbeda. Sampel
pada studi WHO adalah bayi yang diberi ASI, sedangkan pada studi CDC, bayi diberi
makanan yang beragam (ASI, susu formula, atau makanan padat). Hal ini
menyebabkan kurva CDC kurang dapat dipergunakan untuk memonitor bayi yang
hanya diberikan ASI.
3. Kurang standarnya pengukuran dalam studi CDC, kurva tinggi/berat badan per usia
cukup bervariasi. Berbeda dengan studi WHO yang sudah menggunakan
pengukuran standar dan seragam.
DETEKSI PERKEMBANGAN
PERKEMBANGAN
• Bertambahnya fungsi tubuh yang lebih kompleks yaitu dalam
kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
sosialisasi dan kemandirian.
TINGKAT PELAYANAN PELAKSANA ALAT YANG DIGUNAKAN

KELUARGA, MASYARAKAT  ORANG TUA  BUKU KIA


 KADER KESEHATAN BKB,
TPA

 PETUGAS PAUD  KPSP


TERLATIH DAN GURU  TDL
TERLATIH  TDD

PUSKESMAS  DOKTER  KPSP


 BIDAN  TDL
 PERAWAT  TDD 33
KUESIONER DAN LEMBAR JAWAB PERTANYAAN

• KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)


• TDD (Tes Daya Dengar)
• TDL (Tes Daya Lihat)
• KMME (Kuesioner Masalah Mental Emosional)
• CHAT (Checklist for Autism in Toddlers)
• GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)
KUESIONER PRA SKRINING
PERKEMBANGAN (KPSP)
KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN
(KPSP)
• Tujuan: untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada
penyimpangan.
• Jadwal skrining KPSP rutin adalah pada umur 3 bulan s/d 72 bulan.
• Mulai umur 3 bulan :
• minimal tiap 3 bln sampai umur 2 thn
• minimal tiap 6 bulan umur 2 - 6 thn.
• Tiap usia memiliki kuesioner tersendiri, Pilih daftar pertanyaan yang
sesuai dengan usia bayi / anak
38
Syarat melakukan kpsp
• Apabila orangtua datang dengan keluhan anaknya mempunyai masalah tumbuh
kembang, sedangkan umur anak bukan umur skrining, maka pemeriksaan
menggunakan KPSP untuk umur skrining terdekat yang lebih muda.
• Jika anak datang belum mencapai usia pemeriksaan rutin, maka ibu diminta
kembali kontrol pada usia terdekat dengan pemeriksaan rutin
ALAT/INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN
• Formulir KPSP
• Alat bantu pemeriksaan
 pensil, kertas, bola sebesar bola tenis, kerincingan, kubus sisi 2,5 cm
sebanyak 6 buah, benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit
kecil berukuran 0,5-1 cm

40
INTERPRETASI
• Hitunglah berapa jumlah jawaban YA
• Jawaban YA  ibu/pengasuh menjawab anak bisa/ pernah/kadang-kadang.
• Jawaban TIDAK  anak belum pernah melakukan/tidak pernah/anak tidak tahu.

• Jumlah jawaban YA = 9-10  sesuai tahap perkembangan (S).


• Jumlah jawaban YA = 7-8  perkembangan anak meragukan (M).
• Jumlah jawaban YA = ≤6  kemungkinan ada penyimpangan (P).

43
• Apabila jumlah jawaban Ya = kurang dari 9, maka perlu diteliti kembali
mengenai:
a) Cara menghitung umur anak
b) Daftar pertanyaan, apakah sesuai dengan umur anak
c) Apakah jawaban orang tua/pengasuh anak sesuai dengan yang
dimaksudkannya.
INTERVENSI
• Bila perkembangan Sesuai (S): Perkembangan ada Penyimpangan (P):
• Puji ibu, teruskan pola asuh anak. Rujuk ke klinik tumbuh kembang RS untuk
• Beri stimulasi sesering mungkin, tiap saat memeriksa perkembangan anak lebih lanjut
sesuai umur dan kemampuan anak. atau penanganan Tim Spesialistik.
• Lakukan pemeriksaan / skrining rutin sesuai
umur.

• Perkembangan Meragukan (M) :


• Beri ibu petunjuk stimulasi, lebih sering, setiap saat untuk mengejar ketertinggalannya.
• Lacak kemungkinan gangguan kesehatan lain yang menyebabkan penyimpangan perkembangan.
• Ulangi KPSP 2 minggu kemudian.
• Jika hasil tetap 7 atau 8, ulangi 2 minggu kemudian.
• Jika hasil tetap 7 atau 8 kemungkinan ada penyimpangan (P).
Umur Hasil pemeriksaan KPSP Tindakan intervensi perkembangan
3 bulan Bayi tidak membalas tersenyum Sesering mungkin mengajak bayi tersenyum dan bicara. Tunjukkan
mimik wajah yang cerah, membelai, memeluk, mencium

12 bulan Belum bisa menyebut 2 suku kata Bicara dengan anak sesering mungkin, setiap saat dan dimana saja.
yang sama Tiru dan jawab ocehan anak

21 bulan Belum bisa menumpuk 2 buah kubus Ajak anak bermain dan ajari cara menumpuk dua kubus, beri pujian,
latih sambal bermain

30 bulan Belum bisa menendang bola Sediakan bola, ajak anak bermain
36 bulan Belum bisa mengerjakan perintah Mulai memberi perintah kepada anak. “tolong bawaakan kaos kaki
sederhana merah”, “letakkan cangkir di meja”

42 bulan Belum bisa menggambarkan Bantu anak memegang pensil dengan benar, ajak anak melihat dan
lingkaran memperhatikan cara menggambar, beri kesempatan anak
menggambar lingkaran, puji jika bisa

54 bulan Belum bisa mengkancing baju sendiri Memberi pakaian yang berkancing pada anak. Ajari cara
mengkancing. Minta kancing berkali2. puji jika mau

66 bulan Belum mengenal warna Letakkan sejumlah benda dengan bermacam-macam warna. Tunjuk
dan sebutkan warnanya, minta anak meniru dan menyebut warna
itu. Puji. dilakukan ke benda2 sekeliling juga
Denver II
Denver II
• Denver II  alat skrining perkembangan untuk mengetahui sedini
mungkin penyimpangan perkembangan yang terjadi pada anak sejak
lahir sampai berumur 6 tahun
• Terdapat 125 gugus tugas
• 4 sektor
1. Personal social (Personal sosial)
2. Fine motor adaptive (Motorik halus-Adaptif)
3. Language (Bahasa)
4. Gross motor (Motorik kasar)
BIDANG/ASPEK YANG DINILAI
1. Personal social (Personal sosial)
• Penyesuaian diri dengan masyarakat dan perhatian terhadap kebutuhan perorangan

2. Fine motor adaptive (Adaptif-Motorik halus)


• Koordinasi mata tangan, memainkan, menggunakan benda-benda kecil

3. Language (Bahasa)
• Mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa.

4. Gross motor (Motorik kasar)


• Duduk, jalan, melompat dan gerakan umum otot besar
Langkah Persiapan Denver II
• Ruangan yang tenang & bersih
• Meja tulis dengan kursi & matras
• Perlengkapan tes:
• Gulungan benang wool warna merah dengan diameter 10 cm
• Kismis
• Kerincingan bergagang kecil
• 10 buah kubus berwarna dengan ukuran 2,5 x 2,5 cm
• Botol kaca kecil diameter 1,5 cm
• Bel kecil
• Bola tenis
Langkah Persiapan Denver II

• Perlengkapan tes:
• Pensil merah
• Boneka kecil dengan botol
susu
• Cangkir plastik dengan
gagang/pegangan
• Kertas kosong
Langkah Pemeriksaan Denver II
• Hitung umur anak dan buat garis umur
• Instruksi umum: catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal
pemeriksaan pada formulir
• Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi
tanggal lahir. Catatan: 1 thn = 12 bulan; 1 bulan = 30 hari; 1 bulan 4
minggu;1 minggu = 7 hari
Langkah Pemeriksaan Denver II
• Setelah umur dihitung
• Tarik garis dari atas ke bawah tegak lurus di formulir Denver II
• Dilakukan pemeriksaan dari kotak/gugus tugas yang ada di sebelah
kiri garis umur lalu menuju kotak/gugus tugas di sebelah kanan garis
umur
• Beri skor penilaian:
• P (Pass)/lulus
• F (Failed)/gagal
• R (Refusal)/menolak
Interpretasi Denver II

• 25% populasi anak sudah dapat berjalan dengan baik pada usia 11
bulan atau lebih
• 50% populasi anak sudah dapat berjalan dengan baik pada usia 12
1/3 bulan
• Pada ujung sebelah kiri dari daerah hitam menunjukkan bahwa 75%
populasi sudah dapat berjalan dengan baik pada usia 13 ½ bulan
• Pada ujung kanan dari daerah hitam menunjukkan 90% populasi anak
sudah dapat berjalan dengan baik pada usia 15 bulan kurang
SKOR PENILAIAN
• P: Pass/ lulus. Anak melakukan ujicoba dengan baik, atau ibu/ pengasuh anak
memberi laporan anak dapat melakukannya.
• F: Fail/ gagal. Anak tidak dapat melakukan ujicoba dengan baik atau
ibu/pengasuh anak memberi laporan anak tidak dapat melakukannya dengan
baik.
• No: No opportunity/ tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai kesempatan
untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai
pada ujicoba dengan tanda R (Report).
• R: Refusal/ menolak. Anak menolak.

56
Interpretasi Penilaian
• Lebih/Advanced: garis umur berada di sisi kiri gugus tugas

• Normal: garis umur berada di sisi kiri gugus tugas namun anak F atau
R

• Garis umur berada di antara persentil 25 – 75 (P, F & R)


Interpretasi Penilaian
• Caution/Peringatan: garis umur berada di antara persentil 75 – 90

• Delayed/Keterlambatan: garis umur berada di sisi kanan gugus tugas


dengan hasil F atau R

• No Opportunity/Tidak ada kesempatan: orang tua tidak memberi


kesempatan anak mencoba
Interpretasi Penilaian
Normal
• Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution.
• Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya.
Suspek
• Bila didapatkan > 2 caution dan/atau > 1 keterlambatan.
• Lakukan uji ulang dalam 1-2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti
rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan.
Untestable
• Bila ada skor menolak pada > 1 uji coba terletak disebelah kiri garis umur atau
menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada daerah 75-90%
• Lakukan uji ulang dalam 1 -2 minggu.
59
Developmental Quotient
• Cara hitung developmental quotient

• Usia perkembangan x 100 = DQ


• Usia sebenar anak
Developmental quotient

• Normal
DQ >85

• Suspek
DQ:75-85

• Retardasi mental
DQ <75
Test Daya Dengar (TDD)
TesT Daya Dengar (TDD)
• Untuk memeriksa fungsi
pendengaran • Alat:
• Pemeriksaan: • Daftar pertanyaan:
• Minimal setiap 3 bulan sampai • 0 – 6 bulan, 6 – 9 bulan, 9 – 12
umur 1 tahun bulan, 12 – 24 bulan, 2 – 3
• Minimal setiap 6 bulan sampai tahun, & > 3 tahun
umur 6 tahun • Gambar binatang (ayam,
anjing, kucing)
• Umur < 24 bulan, jawaban • Gambar manusia
diberitahukan oleh Ibu
• Mainan (boneka, kubus,
• Umur > 24 bulan, perintah dari sendok, cangkir, bola)
Ibu/pengasuh agar dikerjakan anak
Tes Daya Dengar (TDD) <24 bulan
• Bacakan pertanyaan kepada ibu/pengasuh dengan lambat, jelas
dan nyaring, satu persatu.
• Semua pertanyaan harus dijawab oleh orangtua/pengasuh.

Jawaban “Ya” jika:


• Menurut orangtua, anak dapat melakukan dalam satu bulan
terakhir.

Jawaban “Tidak” jika:


• Menurut orangtua anak tidak pernah, tidak tahu atau tidak dapat
melakukan dalam satu bulan terakhir.
TesT Daya Dengar (TDD) >24 bulan
Pertanyaan berupa perintah melalui orangtua/ pengasuh untuk dikerjakan oleh
anak
Amati kemampuan anak dalam melakukan perintah orang tua/pengasuh.

 Jawaban “YA” jika anak dapat melakukan perintah orang tua/ pengasuh.
 Jawaban “TIDAK” jika anak tidak dapat atau tidak mau melakukan perintah orang
tua/ pengasuh.
Umur 0 – 6 bulan Ya Tidak

1. Pada waktu bayi tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan,
apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya?

2. Pada waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi pada
posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan
keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan
tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas?

3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh kelantai
dan lain – lainnya ), apakah bayi terkejut atau terlompat ?

Jumlah
Umur 6 – 9 bulan Ya Tida
k
1. Pada waktu bayi tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan,
apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya?

2. Pada waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi padaposisi
yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah
bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh
sambil mengangkat kaki tangannya ke atas?

3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh kelantai dan
lai- lainnya ), apakah bayi terkejut atau terlompat ?

4. Anda berada di sisi yang tidak terlihat oleh bayi, sebut namanya atau bunyikan
sesuatu, apakah bayi memalingkan kepala mencari sumber suara ?

Jumlah
Umur 9 - 12 bulan Ya Tidak
1. Pada waktu bayi tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan,
apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya?
2. Pada waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi pada
posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan
keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan
tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas?

3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai
dan lain-lainnya ), apakah bayi terkejut atau terlompat ?

4. Anda berada di samping atau belakang bayi dan tidak terlihat oleh bayi,
sebutkan namanya atau bunyikan sesuatu apakah bayi langsung memalingkan
kepala kearah sumber suara tersebut di samping atau belakangnya ?
Jumlah
No. Umur 12 – 24 bulan Hasil

1. Pada waktu anak tidur, kemudian anda berbicara atau membuat Ya Tidak
kegaduhan, apakah anak akan bergerak atau terbangun dari tidurnya?

2. Pada waktu anak tidur terlentang dan anda duduk didekat kepala Ya Tidak
pada posisi tidak terlihat oleh anak, kemudian anda bertepuk tangan
dengan keras, apakah anak terkejut atau mengedipkan matanya atau
menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas?

3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring Ya Tidak
jatuh ke lantai, dll) apakah anak terkejut atau terlompat?

4. Tanpa terlihat oleh anak, buat suara yang menarik perhatian anak, Ya Tidak
apakah anak langsung mengetahui posisi anda sebagai sumber suara
yang berpindah – pindah?

5. Ucapkan kata – kata yang mudah dan sederhana, dapatkan anak Ya Tidak
menirukan anda?
No. Umur 24 – 60 bulan Hasil

1. Tutup mulut anda dengan buku/kertas tanpa melihat gerakan Ya Tidak


bibir anda, tanyakan pada anak: “pegang matamu”, “pegang
kakimu”. Apakah anak memegang mata dan kakinya dengan
benar?
2. Pilih gambar dari majalah/buku bergambar. Tutup mulut anda Ya Tidak
dengan buku/kertas tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan
pada anak “tunjukkan gambar kucing” atau anjing/kuda/dll.
Dapatkah anak menunjukkan gambar yang dimaksud dengan
benar?

3. Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat gerakan Ya Tidak


bibir anda, perintahkan untuk mengerjakan sesuatu seperti:
“berikan boneka itu pada saya”, “taruh kubus ini di atas
meja/kursi” dan sebagainya. Apakah anak dapat mengerjakan
perintah tersebut dengan benar?
No. Umur 60 – 72 bulan Hasil
1. Perhatikan benda – benda yang ada di sekeliling anak Ya Tidak
seperti sendok, cangkir, bola, bunga, dll. Perintahkan anak
untuk menyebut nama benda tersebut dengan benar?
2. Suruh anak duduk, anda duduk dalam jarak 3 meter di Ya Tidak
depan anak. Suruh anak mengulangi angkat – angka yang
telah anda ucapkan: “empat”, “satu”, “delapan”, atau
menirukan dengan jari tangannya. Kemudian tutup mulut
anda dengan buku dan kertas, ucapkan empat angka yang
berlainan. Apakah anak dapat mengulangi atau
menirukan ucapan anda dengan menggunakan jari
tangannya?
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes Daya Lihat (TDL)
• Untuk memeriksa penglihatan anak
• Dilakukan ulang pemeriksaan pada saat usia 3 tahun yang diulang
setiap 6 bulan
• Alat & sarana:
• Ruangan
• Dua buah kursi
• Poster huruf E dan petunjuk/pointer
• Guntingan huruf E
Tes Daya Lihat (TDL)
Cara:
1. Gantungkan poster 3m dari anak, Interpretasi TDL
2. Setinggi mata anak dalam posisi duduk • Bila tidak dapat
3. Latih anak mengarahkan kartu E dengan benar mencocokkan E sampai
ke atas, bawah, kanan, kiri, sesuai yang ditunjuk dengan baris ketiga 
gangguan daya lihat 
pada poster intervensi: rujuk
4. Tutup sebelah mata dengan kertas
5. Tunjuk huruf E pada poster satu persatu mulai
baris 1 -4
6. Puji bila anak dapat mencocokkan arah huruf E
7. Ulangi pada mata sebelahnya.
8. Tulis baris “E” terkecil yang masih dapat dilihat
Mata kanan : ........, Mata Kiri : .........
Deteksi Gangguan Perilaku
Deteksi Gangguan Perilaku
• Pemeriksaan akan dilakukan bila ada keluhan/kecurigaan orang
tua/guru/pengasuh
• Pemeriksaan dengan kuesioner CHAT untuk anak usia 18 bulan – 3
tahun
• Pemeriksaan dengan kuesioner KMME untuk anak usia 3 – 6 tahun
• Pemeriksaan dengan kuesioner Abreviated Conner Rating Scale
untuk GPPH bagi anak usia 3 tahun ke atas
1. Checklist for Autism in Toddlers

• Sebagai deteksi dini autis pada usia 18 – 36 bulan


• Diperiksa bila ada kecurigaan/keluhan dari orang tua/guru/pengasuh
akan 1 hal atau lebih:
• Keterlambatan bicara
• Gangguan komunikasi/interaksi sosial
• Perilaku yang berulang – ulang
• Tanyakan dan amati perilaku anak
• 9 pertanyaan untuk Ibu/pengasuh (A): Ya/Tidak
• 5 Perintah bagi anak (B): Ya/Tidak
Ringkasan CHAT
• Pertanyaan pada orangtua / pengasuh (A)
1. Senang di ayun-ayun, diguncang-guncang
2. Tertarik memperhatikan anak lain
3. Suka memanjat tangga
4. Bermain pura-pura membuat minuman
5. Meminta dengan menunjuk
6. Menunjuk benda
7. Bermain dengan benda kecil
8. Memberikan benda utk menunjukkan sesuatu
Checklist for Austim in Toddlers

Pengamatan perilaku anak (B):


1. Anak memandang mata pemeriksa
2. Anak melihat ke benda yang ditunjuk
3. Anak bermain pura – pura membuat minuman
4. Anak menunjuk benda yang disebut
5. Anak menumpuk kubus
Poin Risiko Tinggi
• A5  kemampuan bermain pura-pura (pretend play)
• A7  kemampuan dasar menyatakan maksud (protodeclarative
pointing)
• B2  kemampuan mengikuti arah tunjukan (following a point)
• B3  kemampuan imajinasi (pretending)
• B4  kemampuan menunjuk (producing a point)
Interpretasi CHAT
• Resiko tinggi menderita autisme: tidak A5, A2, B2-4  rujuk
• Resiko rendah menderita autisme: tidak A7, B4
• Kemungkinan gangguan perkembangan lain: tidak berjumlah 3 atau
lebih A1-4, A6, A8-9, B1, B5
• Normal  tidak termasuk dalam kategori 1,2 dan 3
Anjuran Lanjutan CHAT
• Jika gagal, bisa dilakukan tes CHAT ulang 1 bulan kemudian
• Namun kunci sebenarnya autisme adalah intervensi dini
• Jika pada tes kedua tetap gagal atau segera setelah tes pertama
mengindikasikan kemungkinan autistik  rujuk ke dokter yang
berpengalaman menangani kasus autisme
2. Kuesioner Mental Masalah Emosional
(KMME)
• Pemeriksaan dilakukan jika ada kecurigaan dari orang tua/pengasuh
pada anak usia 3 – 6 tahun
• Terdapat 12 pertanyaan untuk deteksi dini, dilakukan setiap 6 bulan
• Catat jawaban menurut orang tua: Ya/Tidak
• Interpretasi: jawaban “Ya” > 1  kemungkinan anak mengalami
masalah mental emosional
Daftar Pertanyaan Ringkas KMME
Anak sering terlihat marah? Terdapat perubahan pola tidur?
Anak menghindar dari teman – Terdapat perubahan pola makan?
teman? Anak sakit kepala, sakit perut,
Anak berperilaku merusak dan atau ada keluhan fisik lainnya?
menentang lingkungan? Anak putus asa?
Anak takut atau kecemasan Anak mengalami kemunduran
berlebihan? perilaku?
Anak memiliki konsentrasi Anak sering melakukan
buruk/sulit berkonsentrasi? perbuatan yang diulang – ulang?
Anak tampak kebingungan?
Intervensi dari KMME
• Bila ditemukan 1 atau lebih masalah mental emosional:
• Lakukan konseling dengan orang tua menggunakan buku pedoman pola asuh yang
mendukung perkembangan anak
• Evaluasi setelah 3 bulan
• Bila tidak ada perubahan: rujuk ke RS yang memiliki fasilitas tumbuh kembang
anak/kesehatan jiwa
• Pada surat rujukan, lampirkan jumlah & masalah mental emosional yang
ditemukan
3. Gangguan Pemusatan Perhatian dan
Hiperaktifitas
Tujuan : Mendeteksi secara dini adanya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)
pada anak umur 36 bulan atas.
• Pemeriksaan akan dilakukan bila ada keluhan/kecurigaan dari orang
tua/pengasuh/kader dengan umur > 3 tahun
- Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia (SPPAHI)
• Terdiri dari 35 pertanyaan
• Nilai:
• 0 = tidak pernah
• 1 = kadang – kadang
• 2 = sering
• 3 = selalu
Interpretasi (penafsiran):
Nilai > 13 kemungkinan GPPH

Intervensi :
Nilai > 13 rujuk RS, tuliskan kelainan yang ada
< 13 tetapi ragu, periksa ulang 1 bulan lagi
Pendekatan Psikososial
• Agar anak mengerti norma – norma sosial dan dapat berperilaku
optimal/normal
• Edukasi orang tua mengenai keadaan anaknya
• Edukasi dan pelatihan bagi guru untuk mencegah terjadinya
stigmatisasi & meningkatkan empati guru terhadap perilaku dan
reaksi emosi anak GPPH
TERIMA KASIH