Anda di halaman 1dari 15

REFLUKS GASTROESOFAGUS

Talsi Transino
1210313072
DEFINISI
 Refluks  aliran balik ; dari bahasa latin ‘re’ (balik) dan
‘fluere’ (mengalir)
 Aliran retrograd isi lambung ke dalam esofagus
 Biasanya fisiologis (pada bayi dan anak-anak) , terjadi
interimitten terutama setelah makan
Penyakit Refluks Gastroesofagus
(PRGE)
Definisi
 Suatu keadaan dimana refluks gastroesofagus menimbulkan
suatu simptomatis
 Keadaannya kronik dan berulang  perubahan patologik
pada traktus aerodigestif atas dan organ lain di luar esofagus
 Refluks laringo faring merupakan manifestasi klinis
PRGE di luar esofagus (REE)
 Menimbulkan penyakit di oral, faring, laring, paru
Patofisiologi PRGE
Patogenesis REE
 1. Kontak langsung refluks asam lambung dan pepsin ke
esofagus proksimal dan sfingter esofagus atas lalu merusak
mukosa faring, laring, paru
 2. Pajanan asam esofagus distal akan merangsang refleks vagal
yang menyebabkan terjadinya spasme bronkus, batuk, sering
meludah, dan perubahan inflamasi laring dan faring
Manifestasi Klinis
 Tipikal (klasik) : post prandial heart burn dan regurgitasi isi
lambung spontan ke esofagus atau mulut
 Atipikal : gejala REE: nyeri dada non kardiak, asma,
bronkitis, batuk kronik, pneumonia rekuren, suara serak,
laringitis posterior kronik, sensasi sukar menelan, otalgia,
sariawan, cegukan, erosi email gigi
Manifestasi Klinis
 Pasien REE bisa datang akibat PRGE dengan keluhan
 Tenggorok nyeri dan kering
 Rasa panas di pipi
 Sensasi ada yang menyumbat (globus sensation)
 Suara serak
 Batuk kronik
 Asma
Diagnosis
 Anamnesis (Bila dua gejala tipikal terjadi bersaman, diagnosis
PRGE dapat ditegakkan 90%)
 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan hipoffaring, laring
 Tes diagnosis
 Pemeriksaan penunjang: laringoskopi fleksibel fiberoptik,
videolaringoskopi, videostroboskopi, dan laringoskopi kaku :
sensitif untuk refluks laringofaring
Terapi
 terapi non medikamentosa berupa modifikasi
 gaya hidup juga tidak kalah pentingnya, yaitu meninggikan posisi
kepala saat tidur.
 menjelang tidur, berhenti merokok dan alkohol (mengurangi tonus
LES), kurangi lemak dan jumlah makanan
 (meningkatkan distensi lambung), turunkan berat badan, jangan
berpakaian ketat (meningkatkan tekanan intraabdomen),
 hindari teh, coklat, pepermint, kopi, minuman bersoda
(meningkatkan sekresi asam), hindari: antikolinergik,
 teofilin, diazepam, opiat, antagonis kalsium (menurunkan tonus
LES).
 terapi proton pump inhibitor (PPI) test bila ditemui keluhan klinis
PRGE tanpa tanda alarm.
 Bila PPI test positif, maka diagnosis PGRE dapat ditegakkan dan
terapi dilanjutkan selama 8 minggu.
 Bila temuan endoskopi sesuai dengan PRGE maka diberikan terapi
PPI dosis ganda sebagai lini pertama, selama 4-8 minggu.
 Dosis yang disarankan ialah omeprazol 2 x 20 mg, atau lansoprazol
2 x 30 mg, atau pantoprazol 2 x 40 mg, atau esomeprazol 2 x 40
mg.
 Kombinasi PPI dengan prokinetik memberikan hasil yang lebih
baik
Komplikasi
 Ke esofagus : Esophagus barret, Striktur peptic
 Ekstra esofagus : kelainan laringofaring, asma yang
disebabkan refluk
TERIMAKASIH