Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN

MALARIA

KELOMPOK 18
MUZAYYANAH
HERMANSYAH
pengertian

penyakit
menular akibat
infeksi parasit
plasmodium
yang ditularkan
melalui gigitan
nyamuk malaria
yang bernama
Anopheles.
ETIOLOGI

 Plasmodium vivax, merupakan infeksi yang paling sering dan


menyebabkan malaria tertiana/ vivaks (demam pada tiap
hari ke tiga).
 Plasmodium falciparum, memberikan banyak komplikasi dan
mempunyai perlangsungan yang cukup ganas, mudah
resisten dengan pengobatan dan menyebabkan malaria
tropika/ falsiparum (demam tiap 24-48 jam).
 Plasmodium malariae, jarang ditemukan dan menyebabkan
malaria quartana/malariae (demam tiap hari empat).
 Plasmodium ovale, dijumpai pada daerah Afrika dan Pasifik
Barat, diIndonesia dijumpai di Nusa Tenggara dan Irian,
memberikan infeksi yang paling ringan dan dapat sembuh
spontan tanpa pengobatan, menyebabkan malaria ovale.
JENIS JENIS

Malaria Tropika
Malaria Tersiana
(Plasmodium
(Plasmodium Vivax)
Falcifarum)

Malaria Ovale Malaria Kwartana


(Plasmodium (Plasmoduim
Ovale) Malariae)
KARAKTERISTIK
NYAMUK

Hidup di daerah tropic dan sub tropic, ditemukan


hidup di dataran rendah

Menggigit antara waktu senja (malam hari) dan


subuh hari

Biasanya tinggal di dalam rumah, di luar rumah,


dan senang mengigit manusia (menghisap darah)
Fase seksual
Fase ini
terjadi di
dalam tubuh
manusia
(Skizogoni),
Patofisiologi dan di dalam
tubuh
Terjadi di nyamuk
dalam hati, (Sporogoni).
di namakan “
Pra - Fase
eritrositer Aseksual
primer.”
karena
Terjadi di
dalam darah.
DEMAM
IKTERUS

Splenomegali

ANEMIA
Pemeriksaan Diagnostic

Pemeriksaan mikrokropis satu kali yang memberi hasil negatif


mikroskopis tidak menyingkirkan diagnosis deman malaria. Untuk itu
malar diperlukan pemeriksaan serial dengan interval antara
pemeriksaan satu hari.

Semi merupakan teknik pemeriksaan dengan menggunakan tabung


kapiler dengan diameter tertentu yang dilapisi acridine orange
Quantitative tetapi cara ini tidak dapat membedakan spesies plasmodium dan
Buffy Coat kurang tepat sebagai instrumen hitung parasit.

Pemeriksaan imunoserologis didesain baik untuk mendeteksi


antibodi spesifik terhadap paraasit plasmodium maupun antigen
imunoserologis spesifik plasmodium atau eritrosit yang terinfeksi plasmodium
teknik ini terus dikembangkan terutama menggunakan teknik
radioimmunoassay dan enzim immunoassay.

Pemeriksaan biomolekuler digunakan untuk mendeteksi DNA


Biomolekuler spesifik parasit/ plasmodium dalam darah penderita malaria.tes
ini menggunakan DNA lengkap yaitu dengan melisiskan eritrosit
penderita malaria untuk mendapatkan ekstrak DNA
PENATALAKSANAAN

 Penatalaksanaan khusus pada kasus- kasus


malaria dapat diberikan tergantung dari jenis
plasmodium, menurut Tjay & Rahardja (2002).
 Malaria Tersiana/ Kuartana
 Malaria Ovale
 Malaria Falcifarum
Lanjutan.........
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN MALARIA

Pengkajian
Identitas Klien
 Nama : Tn. “A”
 Umur : 25 Tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Agama : Islam
 Suku / Bangsa : Indonesia
 Alamat : JL. Abi kusmo, Plaju
 Pendidikan : SD
 Pekerjaan : Swasta
 Status Perkawinan : Menikah
 No.Rekam Medik : 0559888
 Tanggal Masuk RS : 17 Februari 2010
 Tanggal Pengkajian : 18 Februari 2010
 Diagnosa Medis : Malaria vivax
Riwayat Kesehatan
 Keluhan Utama
 Klien merasa demam & menggigil.
 Riwayat Perjalanan Penyakit
 Sejak + 2 minggu SMRS klien mengatakan lemah, demam
terlalu tinggi, suhunya naik turun, klien tidak bisa tidur, tidak
nafsu makan, mual dan muntah. Klien sempat minum obat
yang dibeli dari warung karena badannya masih panas pada
pukul 08.00 WIB tanggal 17 Februari 2010, klien langsung di
bawa keluarganya ke RSUD Palembang Bari.
 Riwayat Kesehatan Dahulu
Tidak ada masalah kesehatan terdahulu
 Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang
mengidap penyakit malaria.
NO TGL JAM ANALISA DATA ETIOLOGI MASALAH
1 18-02-10 DS: Klien mengatakan Nyamuk Peningkatan suhu
08.00 wib badannya menggigil anopheles tubuh
DO: ↓
- Klien tampak gelisah Plasmodium vivax
- Klien tampak menggigil ↓
- T : 38 0 c Masuk jaringan
- RR: 24 x / menit tubuh
- Nadi : 86 x/ menit ↓
Viremia

inter leukin

peningkatan
2
hipotalamus

Peningkatan suhu