Anda di halaman 1dari 27

Kesehatan menurut UU No.

36 Tahun 2009 adalah


keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual
maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No.75 tahun 2014, Puskesmas adalah fasilitas
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya di wilayah kerjanya.

Sehubungan dengan hal tersebut, demi menghasilkan


tenaga kesehatan berkualitas, penyelenggaraan
pendidikan terutama proses belajar mengajar harus
ditingkatkan secara terus menerus. Oleh sebab itu,
mahasiswa melakukan Praktek Kerja Profesi Apoteker
(PKPA) perlu melakukan Praktek di Puskesmas.
Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan teori
diperkuliahan untuk diimplementasikan di dalam dunia
kerja.
DINAS KESEHATAN
DEFINISI
Dinas Kesehatan merupakan unsur
pelaksanaan yag dilakukan oleh pemerintah
daerah khususnya di bidang kesehatan yang
dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, yang
berada di bawah dan tanggung jawab kepada
Gubernur melalui sekretaris daerah.
DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA
Visi
• Terwujudnya Masyarakat Surakarta Yang Sehat, Mandiri, dan
Berbudaya.

Misi
• Mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang paripurna
• Meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan.
• Meningkatkan sistem kewaspadaan dini penanggulangan
penyakit.
• Memantapkan manajemen kesehatan yang efektif, efisien, dan
akuntibel.
• Meningkatkan upaya promotif preservatif untuk mewujudkan
budaya hidup bersih dan sehat, serta kemandirian masyarakat.
• Menggerakan kemitraan dan peran serta masyarakat di bidang
kesehatan.
Tugas Pokok Dinas Kesehatan
 Melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang
kesehatan yang diserahkan kepada pemerintah daerah.
 Melaksanakan kewenangan di bidang kesehatan yang
bersifat lintas
 Melaksanakan kewenangan di bidang kesehatan yang
dikerjasamakan dengan atau diserahkan kepada provinsi
yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
 Melaksanakan kewenangan dekonsentrasi yang dilimpahkan
kepada gubernur dan tugas pembantuan di bidang
kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
FUNGSI
1. Menyelenggarakan kesekretariatan dinas
2. Penyusunan rencana program, pengendalian, evaluasi dan pelaporan.
3. Penyelenggaraan promosi kesehatan
4. Pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
5. Penyelenggaraan upaya kesehatan
6. Penyelenggaraan bina kesehatan
7. Penyelenggaraan dan pembinaan teknis rumah sakit dan kesehatan
khusus
8. Pengawasan dan pengendalian kefarmasian, makanan, minuman dan
obat tradisional
9. Penyelenggaraan registrasi, akreditasi dan ijin praktek
10. Peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan
11. Pencegahan dan pemberantasan penyakit
12. Peningkatan kesehatan ibu dan anak
13. Pembinaan kesehatan remaja dan usia lanjut
14. Penyelenggaraan sosialisasi
15. Pembinaan jabatan fungsional
16. Pengelolaan unit pelaksana teknis
INSTALASI FARMASI
DEFINISI
Suatu departemen/unit atau bagian dibawah
pimpinan seorang apoteker dan dibantubeberapa
apoteker yg memenuhi persyaratan perundang2an
yg berlaku & kompeten secara profesional, tempat,
fasilitas dan bertanggung jawab atas seluruh
pelayanan kefarmasian.
UPT INSTALASI FARMASI SURAKARTA

Visi
• Kecukupan Sediaan Farmasi dalam pengobatan
rasional untuk mencapai Solo sehat.

Misi
• Memberikan pelayanan prima dengan tersedianya
SDM yang berkualitas didukung informasi data
sediaan farmasi yang akurat sehingga kebutuhan
obat, alkes dan reagensia terpenuhi dalam mencapai
pengobatan rasional
MANAGEMEN PENGELOLAAN DI INSTALASI
FARMASI
PERENCANAAN
Obat-obat yang diterima oleh Instalasi Farmasi adalah hasil
perencanaan yang dikerjakan oleh tim perencana obat Dinas
Kesehatan Kota Surakarta yg tdd : tim perencana tingkat
puskesmas & tim perencana tingkat kota

Penerimaan & Pemeriksaan


Pemeriksaan obat disesuaikan dengan adanya dokumen
yang jelas dan kelengkapannya. Kelengkapan dokumen meliputi
nama pabrik, penandaan, waktu kadaluwarsa, no. batch, bentuk
sediaan dan jumlah. Obat yang tidak sesuai dengan persyaratan
akan dikembalikan untuk diganti dengan yang memenuhi syarat.
PENYIMPANAN
Obat di Instalasi Farmasi dikelompokkan berdasarkan
sumber dana yaitu dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, serta
disusun secara alfabetis mengikuti sistem FIFO (first in first out)
dan FEFO (first expired first out).
Pada kondisi cukup sinar, cukup sirkulasi udara, tidak
lembab dan aman. Obat tersebut ditempatkan di rak dan/atau palet
dengan jarak tembok dan rak ± 0,2 meter, kulkas untuk vaksin dan
reagen, almari narkotika untuk codein. Setiap item obat dilengkapi
kartu stok/steling untuk mencatat setiap mutasi

DISTRIBUSI
Pendistribusian obat untuk 17 Puskesmas dilaksanakan
satu bulan sekali. Apabila dalam keadaan KLB (kejadian luar
biasa), puskesmas dapat mengajukan permintaan tambahan
PENCATATAN & PELAPORAN
Jumlah item obat dan mutasi dicatat, dilaporkan
kemudian di evaluasi dan pada akhimya digunakan
untuk perencanaan yang akan datang. Laporan
ketersediaan obat dilakukan tiap bulan dan akhir
tahun. Pencatatan dan pelaporan di Instalasi Farmasi
Kota Surakarta antara lain: catatan penerimaan,
catatan pengeluaran, catatan ED, neraca obat, kartu
steling.
Puskesmas Nusukan merupakan
puskesmas yang berada di kecamatan
Nusukan Kota Surakarta, yang terletak
pada Jl. Sriwijaya Utara III No.5
Banjarsari.

Alamat UPT Puskesmas Nusukan


Surakarta
Visi :
 Terwujudnya pelayanan prima dan kemandirian masyarakat
dibidang kesehatan.
Misi :
 Pelayanan prima sebagai standar kerja pelayanan kesehatan pada
masyarakat.
 Membangun kemandirian masyarakat di dalam pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan.
 Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya
peningkatan kualitas lingkungan
 Meningkatkan kerja sama lintas sektoral sebagai upaya bersama
di dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk ikut berpartisipasi
didalam pembangunan kesehatan.
 Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia di bidang
kesehatan.

Visi dan Misi Puskesmas Nusukan


1. Puskesmas Pembantu
Puskesmas Induk Nusukan memiliki 2 buah PUSTU yaitu
PUSTU Minapadi dan PUSTU Cengklik

2.Puskesmas Keliling (PUSLING)


Puskesmas Keliling hanya memberikan pelayanan
kesehatan/ pengobatan pada masyarakat yang jauh dari
Puskesmas Induk dan untuk pasien yang menderita
penyakit dengan keluhan ringan atau umum. Wilayahnya
meliputi Kelurahan Nusukan

Fasilitas yang Tersedia


 Promosi Kesehatan
 Kesehatan Lingkungan
 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
 Keluarga Berencana (KB)
 Posyandu
 Imunisasi
 Laboratorium
 Perbaikan Gizi
 Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Menular
 Pengobatan

Upaya Kesehatan Puskesmas


Nusukan
1. Perencanaan
Pada setiap awal bulan disusun rencana kebutuhan
penggunaan obat, alat kesehatan, bahan gigi dan
reagensia yang didasarkan atas penerimaan dan
penggunaan obat bulan lalu yang mencakup:
◦ Jumlah obat yang diterima
◦ Jumlah obat yang digunakan
◦ Sisa obat pada akhir bulan
◦ Jumlah kunjungan
◦ Pola penyakit, termasuk KLB
◦ Adanya upaya kesehatan di Puskesmas melalui kegiatan
pokok yang akan dilaksanakan bulan tersebut.

Pengelolaan Obat di Puskesmas


2. Pengadaan
Puskesmas mengirimkan LPLPO ke instalasi
farmasi paling lambat tanggal 5 setiap bulan.
LPLPO dikirim dalam bentuk soft file dan print
out dengan lembar pengesahan sebanyak 3
lembar yang telah ditandatangani oleh Kepala
Puskesmas.

3. Penerimaan
Saat penerimaan, petugas dari Puskesmas
berkewajiban untuk melaksanakan pemeriksaan
terhadap semua obat yang diserahkan, apakah
telah sesuai dengan daftar penyerahan dan
pemeriksaan kedaan fisik obat serta
persyaratan lain untuk penerimaan obat
4. Penyimpanan
◦ Dengan cara menempatkan obat dalam ruangan yang
dinilai aman, cukup cahaya, tidak lembab, dan cukup
sirkulasi udara
◦ Penyimpanan dilakukan dengan sistem FIFO (First In
First Out) dan FEFO (First ED First Out)
◦ Tempat penyimpanan menggunakan model L, disusun
menurut abjad, obat luar dan obat dalam letaknya juga
terpisah, dan untuk cairan/larutan diletakkan di bagian
bawah agar tidak pecah atau tumpah dan mengenai obat
lain
◦ Untuk obat narkotika disimpan di dalam lemari yang
terkunci rapat, terdiri dari dua pintu dengan kunci yang
berbeda, dan diberi tanda palang merah pada bagian
pintunya
◦ Vaksin disimpan di dalam wadah tertutup cahaya dan
diletakkan dalam lemari es, temperatur harus selalu
dijaga agar bibit penyakit dalam vaksin tetap stabil
◦ Injeksi selalu dihindarkan dari cahaya matahari
5. Distribusi
Distribusi dilakukan ke tempat-tempat unit pelayanan antara lain:
Apotek, laboratorium, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling,
Pengobatan Gigi, Keluarga Berencana, Kamar Suntik, Kesehatan
Ibu dan Anak
Pembagian obat dari gudang obat ke tempat tersebut di atas
dapat dilakukan setiap bulan atas dasar permintaan yang diajukan
sebelumnya atau juga dapat secara CITO dalam KLB.

6. Pencatatan dan Pelaporan


Menggunakan aplikasi SIMPUS
Pencatatan obat dilakukan terhadap:
◦ Penerimaan obat-obatan dari Instalasi Farmasi dan vaksin dari
Dinas Kesehatan Kota
◦ Penerimaan obat-obatan dari UPT Instalasi Farmasi.
◦ Penyimpanan di gudang Puskesmas.
◦ Pendistribusian kepada Sub Unit atas permintaan yang diajukan
oleh Sub Unit tersebut.
Obat-obat yang dilaporkan adalah:

a) Yang diterima dan digunakan Puskesmas secara


keseluruhan.
b) Yang diterima dan digunakan di Puskesmas Pembantu dan
Sub Unit lain.
Pelaporan menggunakan formulir Laporan Pemakaian
Lembar Permintaan obat yang lazim disebut LPLPO.
LPLPO diperoleh dari UPT Instalasi Farmasi.
Laporan dibagi 3 bagian, yaitu:
 Laporan kepada Instalasi Farmasi
 Laporan yang dikirim ke Dinas Kesehatan Kota Surakarta
 Arsip Puskesmas
◦ Pengkajian Resep
Kegiatan pengkajian resep dimulai dari seleksi
persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik dan
persyaratan klinis untuk pasien rawat jalan.
◦ Dispensing dan Penyerahan
dimulai dari tahap menyiapkan/meracik obat,
memberikan label/etiket, dan menyerahan ke pasien.
◦ Pemberian Informasi Obat (Aturan pakai)
menyerahan sediaan farmasi dengan informasi yang
memadai disertai pendokumentasian.

Pelayanan Resep
Contoh lembar LPLPO Obat
Alur pelayanan obat
Contoh resep di Puskesmas
Nusukan
CONTOH ETIKET OBAT DI
PUSKESMAS NUSUKAN
PUSKESMAS INDUK
Puskesmas Pembantu Cengklik