Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK I

BUKTI AUDIT
HADRIAN
MIRANTI
RIO
REVIANA
REZKI
WARTINI
APPROPRIATENESS OF AUDIT EVIDENCE

Appropriateness Of Audit Evidence (ketepatan bukti audit) adalah


ukuran mutu atau kualitas suatu bukti audit.

Ukuran kualitas dari bukti audit ditunjukkan oleh relevansi


(relevance) dan keandalan (reliablility) dalam mendukung
kesimpulan yang menjadi dasar pemberian opini auditor.
ISA 500 ALINEA A27-A30
CONTOH-CONTOH RELEVANSI BUKTI AUDIT

3. Serangkaian prosedur audit


1. Relevansi berhubungan secara
mungkin akan menghasilkan
logis dengan atau berdampak
bukti audit yang relevan untuk
terhadap tujuan prosedur audit,
asersi tertentu, tetapi tidak untuk
dan dalam hal tertentu, dengan 2. Sebaliknya, jika untuk asersi yang lain.
asersi yang dipertimbangkan. menguji adanya
understatement dalam Contoh :
Contoh :
penilaian hutang, pengujian inspeksi dokumen yang berkaitan
Jika tujuan prosedur audit adalah
utang datang yang tercatat dengan penerimaan tagihan
menguji adanya overstatement
tidaklah relevan. piutang sesudah lewat tanggal
dalam eksistensi utang dagang,
laporan posisi keuangan, bisa
maka pengujian utang dagang
merupakan bukti audit tentang
yang tercatat merupakan
eksistensi dan penilaian, tetapi
prosedur yang relevan.
tidak tentang asersi cutoff.
4. Uji Pengendalian (Tests of 5. Prosedur Substantif
controls) dirancang untuk (substantive Procedures)
mengevaluasi berfungsinya dirancang untuk mendeteksi
pengendalian untuk mencegah salah saji yang material di
atau mendeteksi dan tingkat asersi. Prosedur ini
memperpaiki salah saji yang meliputi uji rincian dan
material di tingkat asersi. prosedur analitika substantif.
ISA 500 ALINEA A31-A33
CONTOH-CONTOH KEANDALAN BUKTI AUDIT
1. Keandalan informasi dipengaruhi oleh
3. Dengan menyadari akan adanya
sumber dan sifatnya, dan kondisi
pengecualian , beberapa generalisasi
dalam mana informasi itu diperoleh, tentang keandalan bukti audit :
termasuk pengendalian atas persiapan
dan pemeliharaan informasi itu. Oleh A.Keandalan bukti audit meningkat jika
karena itu, generalisasi tentang diperoleh dari sumber independen di
keandalan berbagai bukti , pasti akan luar entitas.
ada pengecualian. B. Keandalan bukti audit yang dihasilkan
secara internal akan meningkat jika
pengendalian terkait, berfungsi
2. Informasi dari sumber eksternal entitas
sebagaimana harusnya.
-pun bisa dipengaruhi oleh kondisi yang
C. Bukti audit yang diperoleh langsung
mungkin memengaruhi keandalannya.
oleh auditor.
Contoh pengamatan langsung oleh
Contoh , informasi yang diperoleh dari
auditor atas aplikasi sistem pengendalian,
sumber eksternal yang tidak tidak
lebih andal dari sekedar bertanya
kompeten, atau management’s expert
tentang aplikasi tersebut.
yang tidak objektif.
5
ISA 500 ALINEA A31-A33
CONTOH-CONTOH KEANDALAN BUKTI AUDIT

D. Bukti audit dalam bentuk dokumen (baik kertas, elektronik, atau


media lainnya) lebih dapat diandalkan daripada bukti yang diperoleh
secara lisan.

Contoh risalah rapat yang dibuat langsung pada waktu rapat berjalan,
lebih andal dari keterangan lisan sesudah rapat berlangsung.

E. Bukti audit dalam bentuk dokumen asli/original lebih andal


daripada bukti audit yang diberikan dari fotokopi dan sejenisnya.
SUFFICIENCY OF AUDIT EVIDENCE
Sufficiency of audit evidence ( kecukupan bukti
audit) adalah ukuran kuantitas suatu bukti audit.
Berapa banyak bukti audit dibutuhkan?
a. Penilaian
Tergantung pada : auditor
terhadap b. Mutu dari
a. Penilaian auditor terhadap resiko salah saji resiko salah bukti tersebut
material saji material
b. Mutu dari bukti tersebut
MANAGEMENT’S EXPERT
Management’s expert adalah orang atau organisasi yang memiliki keahlian dalam
suatu bidang diluar bidang accounting dan auditing, dan keahlian tersebut digunakan
entitas untuk membantunya menyiapkan laporan keuangan.
KEWAJIBAN AUDITOR

Bukti audit yang cukup dan Informasi yang digunakan


tepat sebagai bukti audit
Informasi yang digunakan sebagai Bukti
Audit
Ketika merancang dan melaksanakan prosedur audit, auditor wajib mempertimbangkan relevansi keandalan informasi
yang akan digunakan sebagai bukti audit

Jika informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit, disiapkan dengan menggunakan pekerjaan ahli, auditor wajib
:
• Mengevaluasi • Mengevaluasi tepat/tidaknya
kompetensi,kemampuan dan • Memahami pekerjaan ahli tersebut pekerjaan ahli itu sebagai bukti
objektivitas ahli tersebut audit untuk asersi

Ketika menggunakan informasi yang dihasilkan entitas, auditor wajib mengevaluasi apakah informasi itu cukup andal
untuk tujuan auditor termasuk :
• Mengevaluasi apakah informasi cukup
• Memperoleh bukti audit tentang akurat dan
tepat/teliti dan rinci untuk keperluan
lengkapnya informasi
audit
SAMPLING UNTUK MEMPEROLEH BUKTI
AUDIT
Ketika merancang uji pengendalian dan uji rincian, auditor wajib menentukan sampling yang memenuhi
tujuan prosedur audit.

Inkonsistensi dalam Bukti Audit atau Ragu Mengenai Keandalan


• Jika :
 bukti audit yang diperoleh dari satu sumber tidak konsisten dengan bukti dari sumber lain, atau;
 auditor meragukan keandalan informasi yang akan digunakan sebagai bukti audit;
PROSEDUR AUDIT UNTUK MEMPEROLEH BUKTI
AUDIT
• Sebagaimana sudah dijelaskan dalam SA315 dan SA330, bukti audit untuk menarik kesimpulan yang
memadai sebagai dasar opini auditor, untuk diperoleh dengan melaksanakan;
 prosedur-prosedur penilaian risiko
 prosedur-prosedur audit selanjutnya, yang terdiri atas:
 uji pengendalian, jika diwajibkan atau ketika auditor memilih untuk melaksanakannya
 prosedur-prosedur subtantif
Bukti audit yang diperoleh dari audit yang lalu, dalam hal tertentu memberikan bukti yang tepat, jika
auditor menerapkan prosedur audit.
PROSEDUR AUDIT UNTUK MEMPEROLEH
BUKTI AUDIT
Prosedur-prosedur audit berikut ini dapat digunakan sebagai prosedur penilaian
risiko(risk assessment procedures), uji pengendalian(tests of controls) atau prosedur-
prosedur substantif(substantive procedures) tergantung pada konteks dimana
prosedur itu diterapkan auditor:
TUJUH PROSEDUR AUDITOR

1. Inspection(inpeksi) 3. External
2. Observation(pengamatan)
ISA 500 istilah inpeksi ada confirmation(konfirmasi
Pengamatan atau mengamati tidak
dua makna: eksternal)
lain dari melihat suatu proses atau
a. Pemeriksaan catatan atau Konfirmasi eksternal adalah
prosedur yang dilakukan orang lain.
dokumen baik internal maupun bukti audit berupa tanggapan
Misalkan, auditor mengamati
eksternal dalam bentuk kertas, tertulis secara langsung (direct
pelaksanaan kegiatan pengendalian
elektronik atau media lainnya written response) yang diperoleh
tertentu
b. Pemeriksaan fisik suatu aset auditor atas permintaannya dari
ISA 501 Audit evidence-spesific
contoh penggunaan inpeksi pihak ketiga(pihak pemberi
considerations for selected items
dalam uji pengendalian adalah konfirmasi atau confirming
memberikan petunjuk lebih lanjut
infeksi atas catatan untuk party) dalam bentuk kertas ,
mengenai pengamatan atas
memberikan adanya otorisasi elektronik atau media lainnya
perhitungan persediaan
atas transaksi ISA 505 external confirmation
4. Recalculation(perhitungan kembali)
Perhitungan kembali berarti mengecek akurasi atau ketelitian matematik(tambah, kurang,
kali, bagi dan lain-lain) dalam catatan atau dokumen. Perhitungan kembali dapat dilakukan secara
manual atau secara elektronik

5. Reperformance(lakukan kembali)
Auditor melakukan kembali secara independen prosedur atau pengendalian yang telah
dikerjakan sebagai bagian dari sistem pengendalian internal dientitas yang bersangkutan

6.Analytical procedures(prosedur analikal)


Prosedur analikal meliputi evaluasi atas informasi keuangan dengan menganalisis hubungan
yang nalar antara data keuangan dan non keuangan
ISA 520 analytical procedures untuk petunjuk lebih lanjut
7. Inquiry(bertanya)
Inquiry(bertanya) adalah mencari informasi dari orang yang mengetahui masalahnya baik
masalah keuangan dan non keuangan, dari orang didalam atau diluar entitas. Inquiry digunakan
secara ekstentif sepanjang audit
MEMILIH ITEMS UNTUK MEMPEROLEH
AUDIT

1. PILIH SEMUA ITEMS

Auditor dapat memutuskan untuk memeriksa 100% atau seluruh populasi (population of items).
• Pemeriksaan 100% bisa cocok, misalnya untuk :
• Populasinya terdiri dari beberapa item saja, namun nilainya besar.
• Ada resiko yang signifikan dan cara lain tidak menghasilkan bukti audit yang cukup dan tepat.
• Pemrosesan data yang repetitis dilakukan secara otomatis buat sistem dan membuat pemeriksaan
100% tepat guna.
2. PILIH ITEMS TERTENTU
Auditor mungkin memutuskan untuk memilih items tertentu
dalam suatu populasi.

Pemahaman auditor mengenai entitas.


Risiko salah saji material yang dinilainya.
Ciri populasi yang diujinya.

Auditor mungkin memilih items sebagai berikut :

1. Items yang tinggi nilainya atau punya ciri istimewa.

2. Semua items di atas jumlah tertentu.

3. Items untuk mendapat informasi tertentu, seperti entitas


atau transaksi.
3. SAMPLING UNTUK AUDIT